DBSC 16

Jerry dan Bianca sudah tiba di depan kamar Alexa tapi bingung masuk atau tidak. Kebetulan terjadi, tiba-tiba pintu dibuka dari dalam oleh Chris sehingga hal itu mengejutkan mereka yang di luar. Chris pun juga terkejut melihat mereka tidak langsung masuk.

“Kenapa berdiri di luar saja?”

“Hehe, maaf. Ini mau masuk, eh, pintunya sudah terbuka sendiri.” jelas Jerry lebih cepat.

“Sudah, kalian masuk saja dulu. Aku mau mengambil makanan karena aku sudah pesan layanan antar,” pamit Chris keluar.

“Aku ikut kamu aja daripada dikeroyok dua orang wanita di dalam.”

“Duh.”

Mereka berlalu dari kamar Alexa dan mereka menuju ke lobi untuk mengambil pesanan Chris. Setelah mendapatkan makanannya, Jerry mengajak Chris mampir di kantin rumah sakit untuk mengajaknya bicara.

“Aku mau laporan semuanya kemarin. Karena kemarin kamu masih fokus menunggu operasi Alexa dan pingsan karena banyak pikiran.”

“Maafkan aku,” ucap Chris sedih karena ikut membebani Jerry.

“Iya, kumaafkan. Sekarang ke inti masalahnya. Untuk barang-barang Alexa yang hilang adalah berkas invoice fisik dan laptop. Tadi aku sudah bertanya pada Bianca dan dia bilang kalo data olahan asli ada di laptop Alexa.”

“Lalu?”

“Tak hanya itu, kita sekarang kehilangan bukti invoice fisik, lalu kita harus memproses ulang data yang kemarin. Sebagai acuan dalam memeriksa olahan data itu dibutuhkan invoice fisik. Jadi, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan proses penahanan pak Herman dan pak Helmi.”

“APA!”

“Bukti yang kita miliki kurang. Hanya dari bukti digital saja tidak bisa, Chris.”

“Jika kita menggunakan rekaman itu dan menjadikan pak Helmi sebagai saksi, bagaimana?”

“Tidak bisa, Chris. Itu hanya akan membahayakan orang lain lagi. Kita harus bersabar sebentar lagi. Yang penting sekarang mereka sudah keluar dari Perusahaan.”

“Baiklah kalau begitu. Kita tangkap yang lebih besar.”

“Siapa maksudmu?”

“Orang ketiga di salah satu rekaman pak Helmi. Kita harus mencari orang itu juga karena jelas sekali dia mempunyai kedudukan yang lebih tinggi.”

Selera makan Chris menguap hilang entah ke mana setelah mendengar semua itu. Dia berpikir lebih keras bagaimana cara mencari orang ketiga tersebut. Untuk sementara dia akan fokus dengan kesembuhan Alexa sambil dia mencari celah di antara orang yang dicurigai tersebut. Paling tidak, saat ini untuk yang melakukan kecurangan sudah tidak ada. Lebih baik memikirkan untuk mengubah sistem Perusahaan dulu agar tidak terjadi kebocoran dana lagi.

Mereka memutuskan untuk membicarakan masalah ini kepada Alexa karena dia yang kehilangan barang-barang dan yang menjadi korban. Mereka pun kembali ke kamar Alexa serta membawa makanan untuk Alexa dari kantin rumah sakit sehingga nutrisi masih terjamin.

Di sana Alexa sedang bercanda dengan Bianca dan terlihat segar.

“Hey, kalian lama sekali. Makan apa ngapain sih?”

“Hehe, tadi si Jerry minta waktu berduaan denganku.” Jerry memukul bahuku karena tidak terima dengan pernyataanku.

“Duh, bisa ketawa sekarang,” komentar Alexa melihat Chris tidak kaku seperti di awal.

“Iya. Ini buat kamu, makanlah dulu. Nanti kita akan ceritakan semua yang ingin kamu tahu.”

Alexa menuruti perkataan Chris meski padahal dia sebenarnya penasaran apa yang sudah terjadi. Alexa masih belum berpikir bahwa kecelakaannya mencurigakan karena dia belum mengetahui kebenaran. Apa yang akan terjadi jika dia tahu?

Di kamar rumah sakit, Alexa sudah selesai makan dan siap dengan apa yang akan Chris kabarkan padanya. Karena Bianca ketika ditanya tadi masalah barang-barang miliknya juga menjawab tidak tahu.

“Baik, Lex, sekarang kumohon kamu jangan shock. Karena ini menyakitkan kami semua, apalagi kamu,” Chris membuka pembicaraan.

“Iya, aku sudah tidak apa-apa dan siap mendengarkanmu.”

“Baiklah. Pertama, barang bukti yang kita kumpulkan, tas laptopmu hilang dari lokasi kejadian. Kedua, ini.” Chris mengeluarkan microSD dari sakunya. “Aku mendapat dari pak Helmi ketika beliau kemarin kupecat. Setelah aku dan Jerry mendengarkan rekaman itu, ada orang ketiga di beberapa rekaman terakhir. Itu yang harus kita cari.”

“Lalu yang ketiga?” potong Alexa tidak sabar.

“Ketiga, laporan kita terhadap pak Herman dan pak Helmi batal karena bukti invoice fisik yang asli hilang dan kita tidak bisa membuat laporan selisih lagi karena tidak ada acuan untuk membuktikan. Polisi tidak menerima data salinan.”

“Apa!”

“Meski kita memproses ulang semua kerja keras kita selama berapa minggu kemarin tidak akan bisa melaporkan. Tanpa adanya bukti invoice fisik kita tidak bisa memenjarakan mereka.”

“Jadi, sia-sia saja selama ini? Lalu dengan adanya rekaman itu, bagaimana kita bisa mengetahui orang ketiga itu?”

“Aku dan Chris besok akan menemui pak Helmi untuk bertanya tentang rekaman dan maksud beliau memberikan ini kepada Chris.”

“Baiklah, aku juga tetap akan memproses ulang data salinan kemarin. Paling tidak bisa lebih terbaca daripada data masih mentah.”

“Terakhir, untuk pemulihanmu membutuhkan waktu sekitar enam bulan dengan terapi dan rawat jalan.”

“Iya, tadi dokter juga sudah memberitahuku. Selama itu aku akan memproses ulang data yang ada di komputer kantor. Daripada aku tidak ada kerjaan selama sakit.”

“Oke. Kamu bisa bekerja di rumahmu saja ya. Tidak perlu ke kantor.”

“Iya, nanti urusan kantor biar sama Bianca aja.”

Setelah berdiskusi panjang lebar, Chris dan Jerry meninggalkan Alexa bersama Bianca karena mereka dari kemarin belum pulang ke apart. Chris memikirkan sebuah rencana awal tetapi dia tidak ingin memberitahu siapa-siapa dulu agar tidak memberikan harapan kosong. Di apartemennya, Chris memilih mandi dulu agar pikirannya juga terasa segar.

***

Di tempat lain, pria yang sudah menerima berkas invoice, flashdisk, dan laptop yang kondisinya sudah hancur. Saatnya dia menghilangkan semua barang itu agar tidak ada lagi bukti yang bisa memberatkan. Dia memilih untuk membakarnya agar benar-benar hilang jejaknya.

Kemudian dia menghubungi pria lain, sepertinya pria yang lebih tinggi kedudukannya dan dia melaporkan semua yang dilakukan dengan bukti-bukti itu. Setelah itu dia pergi keluar rumah untuk mencari temannya yang senasib dengannya. Untuk memastikan dia tidak akan membocorkan apa yang telah mereka lakukan. Ya, dia adalah pak Herman yang sudah mencelakakan Alexa hanya demi mengambil bukti agar tidak masuk penjara.

Semua ini adalah perintah dari orang lain yang membantu pak Herman mencapai semua ini. Orang tersebut tidak akan membiarkan dia menderita kerugian. Setelah semua bukti hilang, dia akan membuat pak Herman menghilang apabila dia masih berbuat bodoh dan menyebabkan semua ini.

Saat ini pak Herman yang sudah tidak bekerja itu memiliki waktu dan tengah dalam perjalanan ke rumah pak Helmi. Dia hanya ingin memastikan bahwa pak Helmi tetap tidak bisa membocorkan apapun kepada siapapun. Ancaman yang selalu diberikan setiap pak Helmi menolak kerjasama akan ditekankan kembali agar pak Helmi tidak melawannya.

Pak Helmi yang khawatir akan kondisi keluarganya yang selalu terancam oleh pak Herman pun memutuskan untuk mengirim istri dan anaknya keluar kota. Paling tidak hingga kasus ini selesai sehingga pak Helmi tidak akan takut apapun ketika sang istri dan anak jauh dari jangkauan pak Herman. Tibalah pak Herman di halaman rumah pak Helmi.

“Permisi, Pak. Kok rumah sepi?” tanya pak Herman penasaran dengan keadaan rumah pak Helmi.

“Iya, Pak. Istri saya meninggalkan saya karena saya dipecat. Dia membawa anak saya pergi entah ke mana,” ungkap pak Helmi sedih dan terpaksa berbohong agar istri dan anaknya tetap selamat.

“Bagaimana jika bapak tetap kerja sama saya?”

“Tidak, terima kasih, Pak. Saya kemarin sudah ada tawaran kerja meski gaji tidak besar.”

“Tapi kan jadinya Bapak tidak memenuhi gaya hidup istri Bapak.”

“Istri saya saja sudah meninggalkan saya, Pak. Tidak ada lagi gaya hidup yang harus saya turuti.”

“Baiklah kalau begitu. Saya permisi, Pak. Satu lagi, jangan sampai Chris dan Jerry mencari tahu kebenarannya. Apabila mereka tahu, berarti saya tahu jika Bapak yang membocorkan!” Pak Herman mengancam pak Helmi yang semakin ketakutan dengan dua orang berbadan besar di belakangnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!