DBSC 4

Untuk saat ini, demi menenangkan kekhawatiran dan memenuhi cuitan investor yang memilih kontra, dia menyetujui syarat tersebut sedangkan Jerry terlihat kaget dengan keputusan Chris yang berani. Dia melihat ke arah Jerry yang masih bingung seakan memberi jawaban untuk percaya kepadanya. Jerry yang seperti menangkap maksudnya akhirnya ikut diam dan membantunya untuk mengakhiri meeting yang berisi perdebatan satu pihak saja.

Percuma saja melakukan pembelaan karena investor sudah kebakaran jenggot tidak mau mendengarkan. Mereka hanya bisa menyalahkan orang lain saja. Tidak mau ikut untuk memikirkan cara agar mendapatkan kepercayaan lagi dari masyarakat.

Setelah para investor keluar dari Future Hall, Chris mengajak Jerry untuk diskusi lebih lanjut di ruangannya. Karena saat ini dia tidak bisa membiarkan pembicaraan ini terdengar pihak lain. Harus berhati-hati dengan sekelilingnya, yang dapat dipercaya hanya sedikit. Dia belajar ini dari pemimpin FutureCorp dua orang sebelumnya. Lebih baik terlihat bodoh tetapi bisa mengintimidasi di saat diperlukan daripada terlihat pintar tetapi hanya bisa menuruti perintah orang lain layaknya boneka.

Chris meminta Jerry untuk membantu memeriksa apakah ada penyadap di ruangan CEO ini. Jerry pun bertanya-tanya mengapa sikapnya seperti itu.

“Memangnya kenapa sih harus sampai mencari seperti ini?”

“Lantas sekarang bagaimana kamu bisa menjelaskan munculnya skandal itu padahal dari pihak kita pun hanya kita berempat saja baru menemukan.” Dia masih marah kepada keadaan, “dan saat itu kita berdiskusi di ruanganku kan.”

“Iya, tentang itu juga yang membuatku heran. Padahal tim IT kita lumayan hebat tetapi masih tetap belum bisa siapa pengunggah pertama.”

“Sekali lagi, kita harus tetap berhati-hati terhadap sekitar. Jangan sampai ada orang lain tahu jika kita sudah menemukan adanya kecurangan ini. Tolong hubungi kembali Alexa untuk menemui kita di luar kantor setelah makan siang,” pintanya pada Jerry yang merasa bahwa itu adalah perintah.

Jerry hanya merespon dengan memutar mata ke atas atas permintaannya. Namun, Jerry tetap menghubungi Alexa saat itu juga.

Jerry : Halo, lex, hari ini kamu sibuk?

Alexa : Kenapa? Sudah butuh jawaban kah atas berkas kemarin?

Jerry : Bukan masalah itu, hari ini kamu sudah lihat tv atau melihat media sosial? FutureCorp trending lagi.

Alexa : Loh, bukannya kemarin sudah beres ya?

Jerry : Sekarang kasusnya beda lagi, beritanya masalah saham FutureCorp turun 2%.

Alexa : Apa ini efek dari skandal kemarin?

Jerry : Iya, dan jika bisa hari ini kita ingin konsultasi dengan kamu.

Alexa : Baiklah, kalian bisa menemuiku di Redtop Hotel and Convention Center – Business Center Meeting Room 1

Jerry : Ok, pukul berapa?

Alexa : Pukul 2 siang tapi aku hanya bisa menemui kalian 2 jam saja ya.

Jerry : Siap!

Chris yang menyimak pembicaraan antara dua teman itu merasa iri karena ketika bersamanya, Alexa memilih untuk berbicara dengan formal dan menjaga jarak. Ya memang mereka baru berkenalan dan harus bersikap professional tetapi entah mengapa ada rasa iri itu.

Dia yang tidak bisa menahan rasa penasarannya pada Jerry pun bertanya setelah Jerry memutus sambungan, “Jer, hubunganmu dengan Alexa itu seperti apa?”

“Kenapa tanya begitu tiba-tiba?” tanya Jerry penasaran dengan sahabat dekatnya ini. Terlihat aneh ketika dia menanyakan teman wanita karena selama mengenalnya, dia tidak pernah tertarik dengan wanita.

“Tidak apa-apa, hanya penasaran saja.”

“Ah, penasaran atau penasaran?” goda Jerry.

“Kamu itu, aku hanya penasaran. Tidak perlu lebay, seperti aku tidak pernah dekat dengan wanita saja.”

“Lah memang kenyataannya seperti itu, Chris. Kamu tertarik dengan Alexa?”

“Sedikit penasaran saja. Ah, sudahlah, bagaimana pendapatnya? Apa dia bersedia bertemu?” berondong Chris untuk menutupi sikap salah tingkahnya. Dia berdiri dan melarikan diri ke kamar mandi agar tidak digoda terus-terusan oleh temannya itu.

Tiba-tiba sekelebat ingatan mampir di pikirannya ketika dia mencuci tangan di wastafel. Ingatan yang memperlihatkan seorang gadis remaja yang memakai seragam sekolah SMP di hadapannya dan tiba-tiba mengutarakan cinta kepadanya. Dengan kejamnya dia berkata bahwa tidak tertarik dengan gadis kecil yang sering merepotkannya. Padahal yang terjadi sebaliknya, dia tidak ingin berkata seperti itu tetapi dia merasa tidak pantas karena saat itu dia bukan siapa-siapa. Akan lebih kejam dia meninggalkan sang gadis tanpa kepastian sehingga dia memilih mematikan harapan gadis kecil itu. Setelah mendapat ingatan itu, dia merasa bersalah karena perkataannya yang diucapkan pasti melukai hati gadis itu.

Karena terlalu lama berada di kamar mandi, Jerry menghampiri dan bertanya, “kamu tidak apa-apa?”

“Iya, hanya saja tadi ada sekelebat ingatan masa kecil yang memenuhi kepalaku.”

“Kepalamu sakit lagi saat mengingat? Siapa gadis itu? Apa kamu melihat wajahnya?” cecar Jerry khawatir karena dulu saat mengingat, kepalanya mulai sakit dan membuatnya pingsan hingga tak sadar selama dua hari.

“Tidak terlihat wajahnya seperti apa. Hanya saat itu dia memakai seragam SMP dan aku membawa koper akan pergi dari sebuah rumah.”

“Apa kamu dulu pernah minggat ya? Terus itu adikmu?”

“Sepertinya bukan adikku karena terlihat dia menyatakan cinta padaku dan aku tolak.”

“Wah, ternyata kamu dari muda sudah kejam ya pada perempuan. Pantas selama ini tidak pernah bisa didekati.”

“Ah, sudah tidak perlu membahas masa lalu lagi. Lagian juga tidak pernah ada orang yang mencariku, Berarti kan memang aku ini tidak mempunyai siapa-siapa.”

“Bagaimana kamu bisa bilang seperti itu, lalu kamu anggap aku siapa, huh?”

“Masak seperti itu kamu masih protes. Kan beda, aku bilang jika di masa lalu aku tidak memiliki siapa-siapa. Kalau sekarang kan aku mempunyai kamu.” Dia merangkul Jerry untuk menghilangkan kekesalan Jerry padanya.

“Iya, iya. Aku hanya menggodamu.” Jerry melepaskan rangkulan itu jika terlalu lama dan terlihat orang bisa-bisa rumor tentang mereka akan naik lagi. “Untuk masalah Alexa, dia bersedia nanti jam 2 kita disuruh ke Redtop Hotel.”

“Sekarang masih pukul 12, kita makan siang dulu saja setelah itu langsung berangkat ke sana.”

“Oke.”

Mereka keluar ruangan dan membawa tas kerja mereka. Tidak lupa, memberi tahu kepada sekretaris masing-masing untuk tidak kembali setelah keluar makan siang. Mereka makan di dekat gedung kantor karena sedang tidak ingin menikmati macet.

Tiba pukul 2 siang mereka sudah sampai di tempat janji temu dengan Alexa. Kebetulan Alexa belum datang sehingga mereka masih berada di ruang tunggu. Jerry mencoba menghubungi Alexa tetapi tidak tersambung. Dia mencoba lagi untuk menghubungi tetapi terlihat Alexa sudah menuju pintu masuk gedung itu.

Mereka pun segera masuk ke ruangan yang sudah dipesan, Room 1. Alexa tidak lupa memesan minuman dan makanan kecil untuk mereka kemudian dia akan memulai penjelasan dari analisis yang telah dilakukan. Begitu dia akan memulai, Chris menginterupsi tiba-tiba.

“Maaf, Nona Alexa. Sebelum penjelasan untuk berkas kemarin terlebih dahulu saya meminta secara resmi kepada anda untuk menerima permintaan kami dan membuat tim audit untuk melakukan investigasi terhadap FutureCorp.” Jelasnya panjang lebar.

“Jadi tidak perlu melihat bagaimana cara saya menganalisis?”

“Saya yakin dengan kualitas bekerja anda. Saya meminta seperti ini karena saya hanya diberikan waktu selama 2 minggu harus membuat laporan dan mengembalikan citra FutureCorp seperti semula.”

“Apa ini karena saham perusahaan yang sedang turun. Menurutku ini memang ada kaitannya tetapi tidak mungkin akan terus turun.” Alexa berhenti sebentar untuk minum sebelum melanjutkan, “orang yang melakukan ini tidak mungkin akan membiarkan saham anjlok karena dia juga akan rugi.”

“Masuk akal pendapatmu, Lex. Seperti biasa, Alexa si pemikir cepat,” goda Jerry mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang.

“Makasih, Jer.”

“Jadi, kemarin setelah saya melihat beberapa berkas yang diserahkan, saya belum bisa memastikan terdapat penggelapan dana selain dari adanya selisih nominal. Saya harus mendapatkan invoice terkait laporan ini. Juga laporan keuangan yang lebih detail dan informasi lainnya.”

“Dengan ini kamu menerima pekerjaan ini kan?” tanya Chris setengah berharap mendapat jawaban positif.

“Iya, Tuan. Saya akan memprioritaskan FutureCorp selama 2 minggu ke depan. Untuk jadwal mulai bekerja nanti akan saya infokan lagi.”

“Untuk biaya, berapapun akan saya sanggupi.” Chris berpikir sebentar dan merasa ingin bertanya tetapi takut akan dianggap aneh.

“Kenapa, Tuan? Apa ada yang ingin disampaikan lagi?”

“Tidak, hanya … saya heran. Kenapa kamu bisa akrab dengan Jerry dan memanggilnya nama saja tanpa embel-embel sedangkan saya tetap dengan embel-embel.” Chris meluapkan kekesalan di hatinya dan mulai berbahasa tidak formal kepada Alexa. Hal itu membuat Jerry diam-diam tertawa mengamati tingkah Chris apabila di depan Alexa.

Terpopuler

Comments

Odette/Odile

Odette/Odile

Keren abis! Thor pasti punya imajinasi yg luar biasa!

2023-07-30

2

Inari

Inari

Gak sabar nih thor, gimana kelanjutan cerita nya? Update yuk sekarang!

2023-07-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!