Pagi ini, sehabis subuh keluarga Kanaya sudah sibuk. Mempersiapkan pertunangan Arga dan Zaskia. Kanaya bersiap menggunakan setelan kebaya yang diberikan maminya pagi tadi. Setelan kebaya modern berwarna pastel. kebaya ini adalah baju yang sama yang dikenakan oleh keluarga Zaskia juga. Karena seragam ini sudah disiapkan jauh-jauh hari.
"Kanaya bantu kakak cari sepatu kakak. Perasaan kemarin udah kakak taruh sini. Kok nggak ada." teriak Arga
"Kenape panik bener sih, ada kemarin Naya juga liat dirak sepatu paling atas."
Kanaya berjalan ke arah rak sepatu dan benar sepatunya tidak ada disana. Mereka sibuk mencari tapi memang tidak ada. Arga sudah panik. Dia sudah siap rapi dengan setelan baju batik berwarna senada dengan papi, mami dan Kanaya. Mami datang dengan tas jinjingnya.
"Kalian ngapain?" tanya Mami santai.
"Sepatu aku nggak ada mi." jawab Arga.
"Ada udah mami siapin diteras depan. Takut kamu lama siap-siapnya. Jadi mami bawa keluar."
"Owalah mami, bikin panik aja."
"Lagian kenapa sepanik ini sih kak? Orang persiapan udah semua tinggal berangkat." timpal Kanaya.
"Sayang nggak boleh gitu. Kakak kamu mau yang terbaik untuk calonya yaitu mbak Zaskia. Ya wajar dong, kamu nanti pasti juga akan merasakan kegugupan seperti kak Arga." wejang mami.
Kanaya hanya tersenyum sedang Arga menjulurkan lidahnya. Merasa sang mami kali ini berpihak kepadanya. Arga berjalan keteras ingin memakai sepatu. Sedangka Dito dan Andre sudah siap duduk santai disana.
"Dirga mana?" tanya Arga.
"Nggak tahu, ponselnya nggak aktif." jawab Andre.
"Tanya Kanaya dong lu..." celoteh Dito.
Kanaya yang keluar dibuat panik dengan pertanyaan mereka. Sebab Kanaya juga tidak tahu keberadaan Dirga sekarang. Tiba-tiba ponsel Arga bergetar tanda ada pesan masuk.
^^^Dirga : Sorry brai aku nggak bisa datang. Selamat ya atas pertunangannya. Aku harus pergi ke kota xxxx ada panggilan mendadak.^^^
"Oh, Dirga nggak bisa datang. Dia mendadak ada kepentingan." celoteh Arga.
Kanaya merasa sedih, karena Dirga tidak berpamitan. Bahkan Kanaya tidak diberi tahu kalau Dirga tidak datang. Kemarin padahal seharian mereka bersama. Tapi Kanaya tidak boleh egois, ini hari bahagia kakaknya. Dia juga harus menunjukkan wajah yang bahagia.
Setelah semua siap semua keluarga bergegas kerumah Zaskia. Disana juga sudah ramai sanak saudara Zaskia yang sudah berkumpul. Menyambut kedatangan keluarga Arga. Keluarga dari pihak Arga dipersilahkan duduk. Menempati tempat yang sudah disiapkan oleh pihak Zaskia.
Tak lama, Zaskia keluar dengan dandanan yang begitu anggun. Arga terpana dengan bidadari cantik yang berjalan kearahnya. Mereka bertukar cincin dan para sesepuh menentukan tanggal pernikahan. Yang akan dilaksanakan tiga bulan lagi. Membuat senyum sumringah diantara keduanya. Arga yang saat ini sudah bekerja membantu perusahan papinya. Karena memang akan meneruskan usaha keluarganya. Jadi sudah mantap untuk menikah.
Karena sudah belajar bertanggung jawab menafkahi. Sedang Dito dan Andre saat ini masih mencari pekerjaan. Malang nian nasib mereka berdua. Yang masih memasukkan lamaran ke berbagai perusahaan. Ponsel Kanaya berdering, tanda ada pesan masuk.
^^^kak Dirga : Sayang maaf ya, aku sedari pagi sibuk. Gimana acaranya lancar?^^^
^^^Kanaya : Iya sayang nggak papa, lancar kok ini mau persiapan pulang.^^^
Keluarga kanaya berpamitan pulang. Setelah rangkaian acara selesai. Dimobil Arga menjaili Kanaya yang ingin tidur.
"Kak, geli tau..."
"Molor mulu kerjaannya, nanti sampai rumah bantu kakak dulu." pinta Arga.
"Bantu ngapain?"
"Ya bantuin beres-beres dong. Bantuin bikin lamaran kerja juga. Meski pun kakak kerja diperusahaan papi. Kakak harus tetap ngikutin prosedur Nay. Jabatan kakak juga masih dibawah. Kakak mau merintis dari yang susah juga. Nggak mau yang instan." jelas Arga.
"Atutu abang aku... Oke siap bos. Eh kak, boleh Naya tanya."
"Apa? Ogah kalau aneh-aneh."
"Nggak jadi, belum nanya aja jutek bener."
Mereka sampai dirumah. Kanaya tersenyum karena ada mobil Dirga disana. Pasti Dirga menunggu kedatangan Kanaya. Arga yang melihat senyum lebar sang adik. Menjitak keningnya supaya sadar.
"Aduh sakit..." keluh Kanaya.
"Lagian ya... Cengar cengir nggak jelas. Itu hanya mobil Dirga. Orangnya belum tentu datang."
"Ya kali mobilnya jalan sendiri."
Arga tertawa mendengar jawaban sang adik. Mereka turun dari mobil dan benar saja. Dirga sudah menunggu diteras rumah. Dirga menyalami orang tua Kanaya dan Arga. Mereka menyuruh Dirga untuk masuk. Tapi Dirga menahan Kanaya menyuruhnya duduk. Mereka duduk diteras rumah. Membuat Kanaya salting dengan tatapan dalam Dirga kepadanya.
"Kak, kak Dirga.... Halooo." sapa Kanaya.
"Eh iya, kamu cantik sayang." celoteh Dirga.
"Kening kamu anget ya kak, emang sebelum-sebelumnya Naya jelek ya..." cemberut Kanya menggoda Dirga.
"Eh,,, bukan gitu sayang. Cuma hari ini terlihat sangat berbeda aja."
"Heheheh,,, bercanda sayang. Kenapa sih tegang banget?"
Dirga mengeluarkan kotak kecil dari saku celananya. Dan mengambil tangan kanaya. Ia memberikan kotak kecil itu kepada Kanaya.
"Apa ini sayang?" tanya Kanaya.
Kanaya membuka kotak itu, ternyata cincin dengan berlian kecil ditengahnya. Mata Kanaya berbinar dan menutup mulutnya yang menganga dengan tangan satunya. Dirga mengambil cincinnya dan memakaikan dijari manis Kanaya.
"Sederhana dulu ya sayang, karena aku belum punya apa-apa."
Kanaya tidak mendengarkan apa yang dikatakan Dirga kepadanya. Dia malah mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Dan mengajak Dirga untuk berfoto. Kanaya menunjukan jari manisnya. Dan berkali-kali berfoto dengan berbagai gaya. Terakhir Dirga mencuri kecupan di pipi Kanaya.
"Kebiasaan ya..." senyum Kanaya malu-malu.
Dirga ingin bertemu orang tua Kanaya hanya sekedar ingin berpamitan. Karena besok, Dirga harus sudah berangkat ke kota xxxx. Untuk meraih mimpinya. Dia sudah diterima dengan jabatan ketua desain grafis. Karena perusahaan yang ia geluti sangat percaya Dirga mampu. Melihat Dirga adalah lulusan terbaik dan desain-desainnya sangat menarik.
"Pi, mi... Dirga pamit ya, besok Dirga sudah berangkat keluar kota. Titip Kanaya ya mi, pi."
"Wah mantu papi udah ke terima kerja aja ni." goda papi.
"Hati-hati disana ya nak Dirga. Kalau butuh apa-apa mami siap direpotin jangan sungkan." wejang mami.
Dirga mengangguk dan bersalaman berpamitan. Setelah itu, dia keatas menuju kamar Arga berpamitan dengan Sohibnya itu. Kanaya masuk ke kamarnya mengganti bajunya dengam baju santai. Hanya dengan kaos polos berwarna moca dan rok cargo sebawah lutut. Dia keluar Dirga sudah menunggu diteras depan rumah.
"Kamu baik-baik disini. Jangan nakal, nggak boleh sedih-sedih harus seneng terus. Selalu kabarin aku kalau ada apa-apa. Kalau kangen boleh kok ke apartemen tidur sana. Sambil diberesin ya. Hehehe." goda Dirga.
Kanaya memeluk erat Dirga dan menumpahkan air matanya. Ia menyembunyikan wajahnya didalam dekapan hangat Dirga. Yang bakal ia rindukan. Karena mereka pasti akan jarang bertemu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments