16. Kekesalan Selia

Pagi ini Kanaya tidak masuk kuliah. Dia tidak mau orang rumah melihat matanya yang bengkak. Karena semalaman ia menangis. Mami yang kawatir mencoba megetuk pintu dengan membawa nampan berisi sarapan.

"Sayangku Naya, bangun sayang sarapan nih mami bawain." ucap sang mami.

"Biar Arga aja mi..." tawar Arga.

"Yakin adik kamu mau buka pintu." mami terlihat sangat kawatir.

"Udah yakin dah, serahin sama Arga sini."

Mami pun memberikan nampan kepada Arga. Dia masuk tanpa mengetuk pintu. Dan pintu kamar Kanaya tidak terkunci. Tapi Arga tidak mendapati adiknya tidur. Tapi samar-samar terdengar gemericik air.

"Loh kak, kenapa dibawa kesini sarapannya? Aku nggak minta lo. Tapi makasi ya hehehe..." cengengesan Kanaya.

Arga tahu Kanaya menyembunyikan lukanya. Setelah kemarin bertemu dengan Dirga. Dan ada si pengrusak Selia. Arga benar-benar geram dengan tingkah laku Selia. Ingin sekali ia menjambak rambutnya. Meskipun dia perempuan, tapi dia sudah menyakiti hati sahabat dan adiknya. Kalau saja Dirga mau dibantu sudah kelar urusannya dengan Selia.

"Mana mungkin dengan mata kaya bola pingpong keluar kamar. Yang ada kamu seharian akan dikamar terus takut diintrogasi sama mami, papi." oceh Arga.

"Makasi ya kak Arga... eh iya kak, aku nggak ke kampus terus tas sama ponsel ku tertinggal di unit kak Dirga. Tolongin ya... Please..." mohon kanaya.

"Ini udah aku bawain Nay...." celoteh Dirga.

"Eh Dir, sini duduk. Aku mau siap-siap dulu."

Arga pun keluar meninggalkan Dirga dan Kanaya. Memberi ruang untuk mereka berdua. Dirga ingin menjelaskan, ada hubungan apa dia dan Selia. Karena Dirga tidak ingin berlarut-larut. Kanaya fokus dengan roti panggang bikinan sang mami.

"Yang banyak makannya, biar nggak kurusan. Kenapa hari ini nggak masuk sayang?" tanya Dirga lembut.

"Nggak papa, pengen istirahat aja. Kemaren malem agak anget badan ku." jawab Kanaya asal.

"Nggak mau nge-hindar dari aku kan?"

Kanaya menggeleng dengan kuat. Meskipun benar tebakan dari Dirga. Tapi Kanaya berusaha menutupinya. Dirga sebenarnya sudah tahu, pasti Kanaya ingin menghindarinya.

"Emb... Aku sama Selia tidak ada apa-apa. Namun ada satu hal yang belum bisa aku ceritain sama kamu." kata Dirga .

"Terserah kak Dirga aja, gimana enaknya. Tapi kalau aku minta udahan boleh?" tanya Kanaya.

Yang membuat Dirga terbelalak menatap Kanaya tajam. Dia langsung memeluk Kanaya dan tak melepaskannya. Dia tidak mau putus dengan Kanaya. Masalah Selia harus segera Dirga selesaikan.

"Kamu boleh minta apa pun itu sayang. Tapi jangan udahan atau apalah itu aku nggak mau. Setelah wisuda kita kan mau tunangan." jelas Dirga.

"Aku merasa hanya menjadi beban kak Dirga. kalau kakak bahagia dengan orang lain aku nggak papa yang pergi."

"Nggak boleh, pokoknya kamu yang harus menemani proses ku sampai akhir nanti."

"Kak...."

Dirga sudah mengunci mulut Kanaya. Dengan mencium bibir Kanaya sekilas. Membuatnya terdiam tidak mengeluarkan sepatah kata lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk masuk kuliah hari ini. Dengan menggunakan kaca mata hitam. Sampai diparkiran kampus, dia melepas kaca matanya. Dan berjalan menunduk.

Selia melihat Kanaya dan Dirga bergandengan tangan. Seolah Dirga tidak takut akan ancamannya. Selia berjalan menghampiri Dirga dan Kanaya.

"Bagus ya... Kamu bisa ya Dir kaya gini?" sengak Selia.

"Kenapa? Orang dia pacar aku. Aku sama kamu nggak ada urusannya ya.... Urusan ku sama perusahaan tempat ku bekerja. Bukan dengan kamu atau pun orang tua mu Sel." tegas Dirga.

"Lihat saja apa yang akan terjadi setelah ini!!" ancam Selia.

"Apa?! Akan terjadi apa? Tebusan uang untuk desain ku sudah lunas dan sekarang aku sudah resign dari perusahaan itu." tegas Dirga.

Dia mantap berjalan menggandeng Kanaya dan mengantarkannya masuk ke kelasnya. Meninggalkan Selia dengan penuh rasa kesalnya. Ya, Dirga sudah menyelesaikan urusan dengan perusahaan tempatnya bekerja. Yang dulu diperoleh dengan bantuan orang tua Selia. Dia resign, dengan alasan ingin berhenti dari ancaman dan bayang-bayang Selia.

Sampai didepan kelas Kanaya, Dirga menyuruh Kanaya untuk masuk kelas. Dirga melihat Bagas dengan tatapan sinis kearahnya. Dirga membalasnya dengan senyum kecil.

"Masuk gih, belajar yang pinter. Jangan nakal, jangan suka deket atau godain cowok lain." kata Dirga.

"Nggak ada ya... Yang ada kamu tu hati-hati. Selia itu kalau marah kaya singa yang kelaparan." ingat Kanaya.

"Kamu sayang yang harus hati-hati. Dan aku janji akan nge-lindungi kamu selamanya."

"Jangan kebanyakan janji, nanti sakit kalau nggak bisa ditepati. Dah, aku masuk kak,, bye."

Dirga melambaikan tangan dan pergi menuju kelasnya. Disambut dengan sohibnya. Yang sedari tadi pengen tahu Dirga dapat uang dari mana. Untuk melunasi tebusan desainnya. Sedangkan dia tidak mau dibantu oleh ketiga sohibnya itu. Ya dirga harus membayar denda karena desainnya. Desain milik Dirga dituduh menjiplak perusahaan pesaingnya. Dan itu Dirga tahu ulah siapa. Itu ulah Selia dan papanya. Agar Dirga bisa tunduk kepada mereka dan tergantung kepada papa Selia.

Memang Selia sangat licik. Demi keinginannya, dia menghalalkan berbagai cara. Saat ini, tabungan Dirga terkuras habis. Sisa beberapa untuk bertahan hidup. Untuk apartemennya sudah lunas. Jadi dia masih memiliki tempat tinggal. Tinggal mencari pekerjaan lagi.

"Lo yakin bisa sendiri Dir?" tanya Arga.

"Ga gue laki, ya harus bisa tanggung jawab dong. Anggap ini ujian ku untuk mendapat ganti yang lebih lagi." tukas Dirga.

"Ckckckckck... Orang kaya dimasa depan." celoteh Andre.

"lo liat Ga, adik lo beruntung dapat cowok sekeren Dirga." tambah Dito.

Arga tersenyum penuh bangga kearah Dirga. Dirga membalasnya dengan pelukan. Mereka berempat berpelukan dan kembali duduk ditempat masing-masing. Jam istirahat, dirga tidak melihat Kanaya ada dikantin. Dikelas pun tidak ada, dia merasa kawatir. Ponselnya tidak bisa dihubungi karena ada ditas. Dinda juga cemas, karena tadi pamitnya ke toilet. Dan Dirga pun mencari ke toilet dengan Dinda.

Ditoilet tidak ada, kemana kamu Nay. Ucap Dirga dalam hati. Dirga menghubungi Arga mengabarkan kalau Kanaya hilang.

Arga dan kawannya pun datang membantu mencari Kanaya.

"Gimana Dir?" cemas Arga.

"Belum nemu, kita mencar aja. Keliling, sampai dapat, lo hubungi gua kalau udah ada kabar."

"Oke, kita cari sekarang." sambung Dito dan Andre.

Mereka pun bergegas mencari keberadaan Kanaya. Dirga berpikir ada sangkut pautnya dengan Selia. Dia pun memutuskan untuk mencari Selia. Dan Selia ada sedang duduk santai dikantin.

"Dimana lo sembunyiin Kanaya?!" tanya Dirga sedikit emosi.

"Datang-datang langsung main tuduh aja. Ya mana aku tahu dimana anak bawang itu." jawab Selia.

"Aku bertanya bukan nuduh. Semakin aku yakin kalau kamu yang berbuat ini. Kalau aku ada bukti dan Kanaya kenapa-kenapa. Gua sendiri yang cari orang yang jahat sama pacarku." kata Dirga berapi-api.

Episodes
1 1. Kanaya
2 2. Flash Back Masa SMP
3 3. Flash Back Off Masa SMP
4 4. Badmood
5 5. Meyakinkan Hati Kanaya
6 6. Masih Berusaha
7 7. Perlahan Membuka Hati
8 8. Obrolan dari Hati ke Hati
9 9. Kencan Pertama
10 10. Jadian
11 11. Kamu kenapa?
12 12. Jelous
13 13. Kesayangan Dirga
14 14. Marahnya Kanaya
15 15. Mulai Menjauh
16 16. Kekesalan Selia
17 17. Hilangnya Kanaya
18 18. Tamparan
19 19. Wisuda
20 20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21 21. Hari Pertama LDR
22 22. Kejutan
23 23. Terhalang Jarak
24 24. Arga dan Zaskia
25 25. Persiapan Magang
26 26. Ditempat Magang
27 27. Menginap Dirumah Pacar
28 28. Drama Tania
29 29. Salah Paham
30 30. Pesta Pernikahan
31 31. Flash Back On
32 32. Pasangan Pasutri Baru
33 33. Kembali ke Aktifitas
34 34. Sok Berkuasa
35 35. Sebuah Pengakuan
36 36. Kabar Bahagia
37 37. Anak Pemilik Perusahaan
38 38. Overthinking
39 39. Memulai dari Nol
40 40. Membangun Perusahaan
41 41. Berbau Pelakor
42 42. Cemburu
43 43. Masalah Baru
44 44. Pertengkaran
45 45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46 46. Kehadiran Orang Baru
47 47. Ponakan baru
48 48. Satu Minggu yang Lalu
49 49. Perhatian
50 50. Mala Petaka
51 51. Arga dan Dirga
52 52. Kepulangan Kanaya
53 53. Semakin Membaik
54 54. Hujan Membawa Manfaat
55 55. Meyakinkan Hati
56 56. Rumah Baru
57 57. Membuka Lembaran Baru
58 58. Pindah Rumah
59 59. Malam Panjang
60 60. Obat Perangsang
61 61. Gara-gara Ulat Bulu
62 62. Dia Istriku
63 63. Pergi ke Pesta
64 64. Hal Yang Tak Diinginkan
65 65. Pulang
66 66. Undangan Dinda dan Andre
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Kanaya
2
2. Flash Back Masa SMP
3
3. Flash Back Off Masa SMP
4
4. Badmood
5
5. Meyakinkan Hati Kanaya
6
6. Masih Berusaha
7
7. Perlahan Membuka Hati
8
8. Obrolan dari Hati ke Hati
9
9. Kencan Pertama
10
10. Jadian
11
11. Kamu kenapa?
12
12. Jelous
13
13. Kesayangan Dirga
14
14. Marahnya Kanaya
15
15. Mulai Menjauh
16
16. Kekesalan Selia
17
17. Hilangnya Kanaya
18
18. Tamparan
19
19. Wisuda
20
20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21
21. Hari Pertama LDR
22
22. Kejutan
23
23. Terhalang Jarak
24
24. Arga dan Zaskia
25
25. Persiapan Magang
26
26. Ditempat Magang
27
27. Menginap Dirumah Pacar
28
28. Drama Tania
29
29. Salah Paham
30
30. Pesta Pernikahan
31
31. Flash Back On
32
32. Pasangan Pasutri Baru
33
33. Kembali ke Aktifitas
34
34. Sok Berkuasa
35
35. Sebuah Pengakuan
36
36. Kabar Bahagia
37
37. Anak Pemilik Perusahaan
38
38. Overthinking
39
39. Memulai dari Nol
40
40. Membangun Perusahaan
41
41. Berbau Pelakor
42
42. Cemburu
43
43. Masalah Baru
44
44. Pertengkaran
45
45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46
46. Kehadiran Orang Baru
47
47. Ponakan baru
48
48. Satu Minggu yang Lalu
49
49. Perhatian
50
50. Mala Petaka
51
51. Arga dan Dirga
52
52. Kepulangan Kanaya
53
53. Semakin Membaik
54
54. Hujan Membawa Manfaat
55
55. Meyakinkan Hati
56
56. Rumah Baru
57
57. Membuka Lembaran Baru
58
58. Pindah Rumah
59
59. Malam Panjang
60
60. Obat Perangsang
61
61. Gara-gara Ulat Bulu
62
62. Dia Istriku
63
63. Pergi ke Pesta
64
64. Hal Yang Tak Diinginkan
65
65. Pulang
66
66. Undangan Dinda dan Andre

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!