Hari ini pertama kuliah, Kanaya sudah rapi. Siap dimeja makan, untuk sarapan. Dia menyantap nasi goreng yang sudah disiapkan sang mami. Dari belakang Arga mengusik kepala adiknya.
"Kak Arga... Mami kak Arga mi..." rengek Kanaya.
"Kamu ih... Apaan sih Ga... Udah pada gede juga, kelakuan kaya anak kecil semua." omel ibu anita.
"Manja bener...." ejek Arga.
"Biarin." jawab Kanaya sambil menjulurkan lidahnya.
Pagi-pagi sudah dibuat badmood oleh sang kakak. Usai sarapan Arga dan Kanaya berangkat bersama. Karena memang mereka satu kampus. Ditengah perjalanan, Arga berhenti disebuah halte. Untuk memberi tebengan ketiga sahabatnya. Kanaya melirik sekilas, ada Dirga disana yang sudah mengembangkan senyumnya.
Kanaya yang sadar tatapan Dirga tertuju kepadanya. Langsung menundukan pandangannya dan mengambil ponselnya. Tiga sahabat kakaknya pun masuk dan duduk dikursi belakang.
"Selamat pagi Kanaya...." sapa mereka bertiga.
Kanaya hanya menganggukan kepalanya. Dia menyibukkan dirinya dengan ponselnya. Dia hanya mengalihkan fokusnya saja. Hanya menyalakan dan mematikan ponselnya. Sesekali pergi ke galeri melihat foto. Dan ia kembalikan lagi ke layar utama.
"Tuan putri sibuk sekali, sampai aku dicuekin." celoteh Dirga.
"Hmmm... Mulut buaya beraksi..." ejek Andre.
"Dia mah bukan buaya lagi... Nenek moyang nye Ndre..." tambah Dito.
Mereka pun menciptakan gelak tawanya. Arga yang merasa adiknya tidak nyaman. Dia mengalihkan pembicaraan. Karena seusil dan senyebelinnya Arga. Dia sebenarnya sangat memperhatikan sang adik.
"Mau dengerin musik non?" tanya Arga.
Kanaya menggeleng, moodnya sangat tidak enak hari ini. Dia ingin segera sampai di kampus dan terbebas dari teman-teman kakaknya.
"Ingat lu Dir, banyak anak orang yang lu gantungin." celoteh Dito.
"Siapa? Aku nggak ada kasih harapan anak orang." jelas Dirga.
"Itu si Selia apa kabar?" celoteh Andre.
"Ngawur,, tanya tu sama Arga. Gua ndak ada ya hubungan sama cewek. Oh iya Ga... Bolehlah kalau aku sama adik mu?" tawar Dirga.
"Lu pade jangan kurang ajar ya. Gua turunin disini baru tahu rasa kalian." ancam Arga yang melirik ke arah Kanaya.
Mereka langsung duduk manis diam ditempat mereka masing-masing. Apa maksudnya kak Dirga ngomong seperti itu. Tanya Kanaya dalam hatinya. Kanaya tidak berani menatap spion depan. Saat ini Dirga masih terpaku menatapnya. Entah apa yang ada dalam pikiran Dirga. Hingga ia berani bertanya seperti itu kepada Arga. Semoga kita bisa bersama Kanaya Putri Adinata.
Sepertinya Dirga bersungguh-sungguh dengan omongannya. Sedangkan Arga, sebenarnya kalau adiknya dengan Dirga dia percaya saja. Karena Dirga memang bukan orang yang aneh-aneh. Bahkan sampai saat ini dia belum pernah berpacaran. Arga juga tidak sengaja, pernah melihat isi diary adiknya. Kalau dia menyukai Dirga sejak dibangku SMP. Arga juga setuju-setuju saja, kalau Kanaya masih suka dengan sahabatnya itu.
"Nay, jangan diem aja. Sekali-kali ikut nimbrung kita Nay..." celoteh Dito.
"Aku nggak suka gosip kak." jawab Kanaya asal.
"Eh jangan salah Nay... Kita nggak gosip ini real fakta. Selia itu selalu ngintilin kemana Dirga pergi. Jadi jangan mau sama Dirga, ntar Selia labrak kamu." tambah Andre.
"Iya Nay, kaya waktu itu. Siapa Ga? Oh iya, Kia pacar kakak mu Nay." celoteh Dito.
"Kak Arga punya cewek? Emang ada yang mau kak?" kanaya mengalihkan pembicaraan.
Belum sempat menjawab, mereka sudah sampai dikampus. Arga langsung menyuruh Kanaya turun. Tak memberi kesempatan sang adik untuk bertanya. Dinda sudah menunggu diparkiran. Tanpa disadari oleh Kanaya dan para sahabat kakaknya. Dirga sudah keluar dan membukakan pintu Kanaya. Kanaya membelalakan matanya.
"Terima kasih kak." ucap Kanaya dengan seulas senyumnya.
"Sama-sama gadis kecil." jawab Dirga.
Dirga lupa kalau Kanaya tidak suka dipanggil gadis kecil. Kanaya pun pergi meninggalkan Dirga dengan rasa kesalnya. Benar-benar Kanaya hari ini dikelilingi oleh orang-orang. Yang membuat badmood, moodnya berantakan. Dinda menggandeng tangan Kanaya dan mereka masuk kedalam kelasnya.
"Ayo Dir, kenapa malah berdiri disini?" tanya Arga.
"Salah, bener-bener salah Ga..."
"Salah apa?".
"Aku panggil adik lu, gadis kecil tadi."
"Jangan bilang lu udah mulai bucin sama adik gua...." curiga Arga.
"Emang boleh gua deketin adik lu?" tanya Dirga penasaran.
"Lu usaha sendiri, kalau adik gua mau. Aku setuju tapi kalau lu nyakitin Kanaya nggak ada maaf buat lu." kata Arga.
Sembari menunjukkan bogem tangan ke Dirga. Dirga tersenyum dan merangkul Arga. Mereka berjalan menuju kelas mereka. Mata kuliah pertama usai, Dinda dan Kanaya berjalan menuju kantin. Dinda dan Kanaya duduk menikmati pesanan mereka. Mata Kanaya tertuju kepada Dirga yang menggandeng seorang cewek.
"Ciiihhh... Dasar buaya." umpat Kanaya.
"Kenapa Nay?" tanya Dinda.
"Tuh, kayaknya emang aku nggak pantes deh Din. Aku harus hilangkan rasa ini." jelas Kanaya sedih.
"Ya kali terus galau gini... Itu temennya aja kali Nay."
Kanaya yang bertemu pandang dengan Dirga. Dia langsung memalingkan pandangannya. Dia menunduk dan kembali menikmati bakso yang sudah ia pesan tadi. Dinda tersadar ia pun ikut kembali menikmati makanannya. Tapi dirga malah berjalan menghampiri mereka.
"Nay, aku pesenin makan lagi ya..." tawar Dirga.
"Ha... Kenapa kak?" tanya Kanaya mendongakkan kepalanya.
Kanaya berpura-pura tidak mendengar. Dan tatapan cewek disamping Dirga. Membuat Kanaya semakin badmood. Tatapan yang begitu mengintimidasinya. Tatapan seorang perempuan yang merasa terancam.
"Siapa dia Dir?" tanya perempuan disamping Dirga.
"Calon istriku, jadi please ya kamu jangan deket-deket lagi sama aku." jawab Dirga yang tatapannya masih tertuju kepada Kanaya.
Kanaya mendadak tersedak mendengar perkataan Dirga. Dinda ikut kaget dengan ucapan yang baru saja dilontarkan Dirga. Sedang di kejauhan, Arga masih memantau pergerakan Dirga. Sambil tersenyum geli melihat tingkah sahabatnya itu.
"Apa maksud kamu? Terus kamu anggap apa aku? Sudah empat tahun aku nemenin kamu. Dan tiba-tiba saja kamu bilang dia calon istri kamu !!" Selia sangat marah.
Ya, perempuan yang bersama Dirga itu Selia. Dia sangat marah mendengar ucapan Dirga. Tatapannya pun semakin tajam kepada Kanaya. Dan Kanaya yang tidak mau urusan tambah runyam. Karena dia tipikal orang yang tidak mau masuk kedunia orang lain. Tidak mau ikut campur urusan orang.
"Maaf, kita permisi dulu. Jangan ikutkan aku ke dalam urusan mu kak Dirga. Selesaikan sendiri urusan kamu dengan dia. Jangan ikutkan aku masuk kedalan kehidupan mu. Sebelum urusan mu sendiri selesai." ucap Kanaya tegas.
Dia pun berdiri dan pergi dari kantin diikuti oleh Dinda. Semua pasang mata melihat begitu beraninya Kanaya speak-up. Sebelumnya tidak ada yang berani mengganggu Dirga karena Selia adalah anak orang terpandang. Bahkan berpengaruh dikampus ini. Arga yang melihat sikap adiknya sangat bangga. Karena memang Kanaya anak yang pemberani. Meskipun suka sama seseorang, tapi kalau orang itu memiliki kekasih. Dia akan mundur dan tidak akan pernah mau mengganggu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Melda Andriyani
suka SM Kanaya karakternya oke banget 🤩🤩🤩
2024-01-09
1