6. Masih Berusaha

Kanaya terbangun dari tidurnya. Dia merasa lapar, ia mengikat rambutnya asal dan pergi ke dapur. Didapur sudah ada Arga dan para sahabatnya. Mereka memasak mie instan bersama. Karena Arga menyuruh ARTnya istirahat. Dan mami papinya belum pulang masih diluar kota. Kanaya sudah berdiri mematung di meja makan. Dirga tersadar ada seseorang yang memperhatikan mereka. Dia pun tersenyum melihat Kanaya dengan kesederhanaannya. Rambut yang diikat asal, menambah kesan natural.

"Hai Naya..." sapa Dirga.

"Hai Kanaya...." sapa Andre dan Dito.

Kanaya hanya mengangguk dan memberikan seulas senyum. Dia kembali ke kamarnya, padahal perutnya keroncongan. Tapi dia menghindari Dirga. Masih malu saja kalau mengingat kejadian tadi sore. Belum percaya kalau Dirga memang sayang kepadanya.

"Kalian ini... Adik gua pasti malu tu. Udah Dir, bawa semangkuk sini. Aku antar ke kamarnya." kata Arga.

"Aku ikut..." celoteh Dirga.

"Lah.. Ngapain?? Udah biar Arga aja. Ntar malah nggak mau makan kalau lo ikut." kata Dito.

"Iya, nanti aja kalau masih mau usaha. Hahaha." ejek Arga.

Dirga pun mengalah, dia kembali menyantap mienya. Dito dan Andre berebut sisa mie yang masih ada. Membuat Dirga membawa mangkuk mienya ke pinggir kolam. Dia menikmati mienya disana. Sembari memikirkan usahanya untuk meyakinkan Kanaya. Memang hatinya sudah jatuh cinta kepada Kanaya adik sahabatnya itu.

...----------------...

"Tuan putri ini makan malamnya." teriak Arga dari luar kamar Kanaya.

"Hehehe makasi kak Arga. Lagian bawa temen ndak bilang-bilang. Akukan malu, mana cuma pakai hot pant. Kaos oblong." gerutu Kanaya.

"Jadilah dirimu sendiri Nay. Selama masih sopan kakak nggak akan larang. Lagian masih sebatas lutut ini. Belum begitu hooooottt nak...." ejek Arga.

"Udah keluar sana.... Laper."

"Ngusir, udah bener aku bawain lu ye... Yang buat Dirga pasti mantep." goda Arga.

"Teruuuusss... Kenapa kalau yang buat kak Dirga?" tanya Kanaya melihat gelagat aneh kakaknya.

"Barang kali luluh hati si eneng." goda Arga

Dia langsung berlari keluar kamar sang adik. Dan turun bergabung kembali dengan para sahabatnya. Mereka bermain gitar sampai larut malam. Kanaya yang haus turun kedapur ingin mengambil minum. Dia berjalan pelan dan membuka lemari es pelan-pelan. Agar kakanya dan para sahabatnya tidak terbangun. Namun Kanaya malah dikagetkan dengan Dirga yang berdiri dibelakang pintu lemari es.

"Astaga... Kak Dirga." kaget Kanaya.

"Maaf, ku kira maling ngendap-ngendap. Ternyata tuan putri... Hehehe." goda Dirga.

"Masih sempetnya godain." jawab Kanaya sembari pergi.

Tangannya ditarik oleh Dirga, dan jatuhlah mereka saling pandang. Sepersekian detik Kanaya dag dig dug, sport jantung. Dia bergegas melepaskan genggaman tangan Dirga.

"Bentar doang, aku nggak bisa tidur. Temenin ngobrol kek." pinta Dirga.

Memang cinta bisa membuat orang menjadi bodoh. Kanaya mau aja, nurut dituntun Dirga sampai duduk dipinggir kolam. Mereka masih kikuk diam tanpa berbicara sedikit pun. Dirga yang mulanya biasa saja juga mendadak menjadi blo'on. Kanaya melirik Dirga yang masih diam.

"Gimana hari ini Nay?" tanya Dirga.

"Ha.... Ya biasa aja kak, kuliah, pulang, istrirahat. Kan tadi kak Dirga yang jemput." jawab Kanaya.

"Gimana Nay?" tanya Dirga.

"Gimana apanya?" tanya Kanaya balik.

"Kalau aku sayang kamu boleh? Mau nggak jadi pacar ku?"

Dirga menunduk menunggu jawaban Kanaya. Sedang Kanaya masih bingung, belum percaya kalau cintanya disambut oleh Dirga. Cinta dari masa lalu, kini datang lagi. Tapi Kanaya, belum bisa menerima Dirga jika masih dibayangi oleh Selia.

"Nggak perlu jawab sekarang. Aku akan berusaha meyakinkan mu. Kalau aku benar-benar sendiri. Selia bukan apa-apa aku. Bolehkan Nay, aku yakinkan kamu?" tanya Dirga.

"Aku butuh bukti kak. Nggak hanya omongan, aku juga nggak mau dicap sebagai perebut atau perusak hubungan orang. Selesaikan dulu urusan mu dengan kak Selia. Baru kita obrolin ini." jawab Kanaya yang sebenarnya juga sayang sama Dirga.

"Aku akan berusaha terus untuk dapatin hati kamu Kanaya Putri Adinata. Kalau ingin mu aku beres sama Selia dulu oke. Aku turutin aku buktiin. Karena memang aku sama Selia nggak ada apa-apa."

Jelas Dirga dengan memegang tangan Kanaya. Disitu terlihat Dirga begitu sungguh-sungguh. Terdengar samar-samar obrolan mereka berdua oleh Arga. Arga tersenyum dan mendoakan semoga adiknya memilih hal yang tepat.

Kanaya pamit kepada Dirga untuk masuk kedalam kamarnya. Dirga mengangguk dan dia pun ikut tidur disofa yang ada diruang tv. Arga berpura-pura tidur pulas. Agar Dirga tidak curiga kalau dia dari tadi menguping pembicaraan mereka. Pagi hari, Kanaya sudah cantik tinggal berangkat ke kampus. Hari ini hanya ada satu mata kuliah saja.

Kanaya ingin sarapan, bibi sudah menyiapkan Nasi goreng dan ada juga roti panggang. Ketika ingin mengambil jus di lemari es. Terhalang oleh Dirga yang juga ada disana.

"Permisi kak." ucap Kanaya dengam sopan.

"Emang boleh ya Nay secantik ini?" goda Dirga.

"Heleh buaya..." tiba-tiba Arga menyambar dari belakang Kanaya.

"Jangan mulai patahkan usaha akulah Ga..." ucap Dirga memelas.

"Hahahaha... Pokoknya Nay, jangan gampang luluh sama Dirga. Kakak dukung kamu, kalau dia ngapa-ngapain kamu nih..."

Lagi-lagi Arga menunjukkan bogem mentahnya kepada Dirga. Kanaya bergegas mengambil jus dan duduk menyantap sarapannya. Dirga tersenyum melihat Kanaya yang semangat pagi ini. Telihat cantik dan modis dengan pakaian yang digunakan kali ini. Karena Arga and the geng, tidak ada kelas. Arga menyuruh Dirga mengantar adiknya.

Diperjalanan menuju kampus, Kanaya hanya diam. Dirga tak tahu saja, kalau jantung Kanaya rasanya seperti berlomba. Dag dig dug terus kalau sedang bersama Dirga. Sedangkan kanaya sok jual mahal dengan Dirga. Aslinya dia juga sayang banget. Seneng akhirnya cintanya disambut juga oleh Dirga.

"Jangan turun Nay !!" perintah Dirga.

"Kenapa kak?" tanya Kanaya heran.

Ternyata Dirga yang akan membukakan pintu untuk Kanaya. Banyak pasang mata yang melihat mereka. Karena Dirga termasuk mahasiswa populer, jadi banyak yang mengenalnya. Dinda ikut senang Kanaya diantar oleh Dirga. Cowok yang selama ini dikagumi sahabatnya itu.

"Mau aku antar sampai kelas?" tawar Dirga.

"Enggak kak, ini aja malu banget pada ngeliatin." jawab Kanaya.

"Nanti juga akan terbiasa sayang. Ups, sorry Nay." goda Dirga.

"Ih... Ngeselin banget. Nanti aku pulang sama Dinda. Tolong bilangin kak Arga nggak usah jemput ya kak." pinta Kanaya.

"Siap gadis kecil." goda Dirga kembali.

Kanaya kali ini tersenyum dengan panggilan Dirga. Dia berbunga-bunga semoga Dirga berusaha terus meyakinkan hatinya. Supaya Kanaya bisa menjawab iya dengan mantap. Dinda memeluk Kanaya dan mereka berjalan masuk kedalam kelas mereka. Mata kuliah pun dimulai. Dinda dan Kanaya memperhatikan penjelasan dosennya.

Episodes
1 1. Kanaya
2 2. Flash Back Masa SMP
3 3. Flash Back Off Masa SMP
4 4. Badmood
5 5. Meyakinkan Hati Kanaya
6 6. Masih Berusaha
7 7. Perlahan Membuka Hati
8 8. Obrolan dari Hati ke Hati
9 9. Kencan Pertama
10 10. Jadian
11 11. Kamu kenapa?
12 12. Jelous
13 13. Kesayangan Dirga
14 14. Marahnya Kanaya
15 15. Mulai Menjauh
16 16. Kekesalan Selia
17 17. Hilangnya Kanaya
18 18. Tamparan
19 19. Wisuda
20 20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21 21. Hari Pertama LDR
22 22. Kejutan
23 23. Terhalang Jarak
24 24. Arga dan Zaskia
25 25. Persiapan Magang
26 26. Ditempat Magang
27 27. Menginap Dirumah Pacar
28 28. Drama Tania
29 29. Salah Paham
30 30. Pesta Pernikahan
31 31. Flash Back On
32 32. Pasangan Pasutri Baru
33 33. Kembali ke Aktifitas
34 34. Sok Berkuasa
35 35. Sebuah Pengakuan
36 36. Kabar Bahagia
37 37. Anak Pemilik Perusahaan
38 38. Overthinking
39 39. Memulai dari Nol
40 40. Membangun Perusahaan
41 41. Berbau Pelakor
42 42. Cemburu
43 43. Masalah Baru
44 44. Pertengkaran
45 45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46 46. Kehadiran Orang Baru
47 47. Ponakan baru
48 48. Satu Minggu yang Lalu
49 49. Perhatian
50 50. Mala Petaka
51 51. Arga dan Dirga
52 52. Kepulangan Kanaya
53 53. Semakin Membaik
54 54. Hujan Membawa Manfaat
55 55. Meyakinkan Hati
56 56. Rumah Baru
57 57. Membuka Lembaran Baru
58 58. Pindah Rumah
59 59. Malam Panjang
60 60. Obat Perangsang
61 61. Gara-gara Ulat Bulu
62 62. Dia Istriku
63 63. Pergi ke Pesta
64 64. Hal Yang Tak Diinginkan
65 65. Pulang
66 66. Undangan Dinda dan Andre
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Kanaya
2
2. Flash Back Masa SMP
3
3. Flash Back Off Masa SMP
4
4. Badmood
5
5. Meyakinkan Hati Kanaya
6
6. Masih Berusaha
7
7. Perlahan Membuka Hati
8
8. Obrolan dari Hati ke Hati
9
9. Kencan Pertama
10
10. Jadian
11
11. Kamu kenapa?
12
12. Jelous
13
13. Kesayangan Dirga
14
14. Marahnya Kanaya
15
15. Mulai Menjauh
16
16. Kekesalan Selia
17
17. Hilangnya Kanaya
18
18. Tamparan
19
19. Wisuda
20
20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21
21. Hari Pertama LDR
22
22. Kejutan
23
23. Terhalang Jarak
24
24. Arga dan Zaskia
25
25. Persiapan Magang
26
26. Ditempat Magang
27
27. Menginap Dirumah Pacar
28
28. Drama Tania
29
29. Salah Paham
30
30. Pesta Pernikahan
31
31. Flash Back On
32
32. Pasangan Pasutri Baru
33
33. Kembali ke Aktifitas
34
34. Sok Berkuasa
35
35. Sebuah Pengakuan
36
36. Kabar Bahagia
37
37. Anak Pemilik Perusahaan
38
38. Overthinking
39
39. Memulai dari Nol
40
40. Membangun Perusahaan
41
41. Berbau Pelakor
42
42. Cemburu
43
43. Masalah Baru
44
44. Pertengkaran
45
45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46
46. Kehadiran Orang Baru
47
47. Ponakan baru
48
48. Satu Minggu yang Lalu
49
49. Perhatian
50
50. Mala Petaka
51
51. Arga dan Dirga
52
52. Kepulangan Kanaya
53
53. Semakin Membaik
54
54. Hujan Membawa Manfaat
55
55. Meyakinkan Hati
56
56. Rumah Baru
57
57. Membuka Lembaran Baru
58
58. Pindah Rumah
59
59. Malam Panjang
60
60. Obat Perangsang
61
61. Gara-gara Ulat Bulu
62
62. Dia Istriku
63
63. Pergi ke Pesta
64
64. Hal Yang Tak Diinginkan
65
65. Pulang
66
66. Undangan Dinda dan Andre

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!