9. Kencan Pertama

Pagi ini, Kanaya sudah disambut teriakan sang Mami seperti biasa. Kali ini Kanaya sudah siap. Dengan setelan rok cargo panjang berwarna mocca. Dan kaos putih berkerah, tak lupa ia mengikat kuda rambutnya yang panjang sesiku. Dan membiarkan beberapa poninya menjuntai. Dia turun dari tangga lantai dua. Disambut mata maminya yang terbelalak kaget. Melihat anak gadisnya yang sudah rapi.

"Ya ampun udah cantik aja anak mami." puji mami.

"Mami ngeledek ya..."

"Sarapan dulu, ajak tu cowoknya." kata mami.

"Cowok? Siapa coba?" Kanaya penasaran.

"Itu si Dirga, minta ijin mami sama papi. Katanya mau ngajak kamu bareng sama nanti mau ijin pulangkan kamu telat."

"Iya kah mi? Terus kak Arga kemana?" tanya Kanaya yang tak melihat batang hidung sang kakak.

"Berangkat pergi pagi banget. Katanya ada urusan mendadak."

"Bo'ong banget tu kak Arga."

Dirga dan papi berjalan menuju meja makan. Dirga menarik kursi disebelah Kanaya. Dan papi duduk dikursi kebesarannya. Tak terlihat wajah kawatir sedikit pun diraut papi dan mami Kanaya. Karena mereka sudah tahu bagaimana Dirga. Asal usul Dirga, yang sudah diketahui orang tua Kanaya. Selesai sarapan, Kanaya dan Dirga berpamitan untuk berangkat ke kampus.

"Mobil siapa kak?" tanya Kanaya penasaran.

"Mobil aku, ya nggak papa kan jelek?" tanya Dirga.

"Kenapa emang? Keren gini. Mobil klasik, aku suka." Kanaya terlihat begitu gembira.

"Yakin, nggak minder deket sama aku?"

"Enggak, aku kan udah bilang nggak memandang orang dari status sosialnya."

"Jadi kita jadian dong?" tanya Dirga tiba-tiba.

"Ya belumlah, aku belum lihat seberapa besar usaha mu kak."

Kanaya langsung menepis kata-kata Dirga. Dirga tersenyum mendapat jawaban Kanaya. Memang belum jadi pacar tapi Dirga yakin Kanaya bukan hanya menjadi pacarnya. Tapi kelak dia akan memperjuangkan Kanaya untuk menjadi istrinya. Aku yakin Kanaya Putri Adinata akan menjadi istriku, sedang ku usahakan. Ucap Dirga sungguh-sungguh dalam hatinya.

Sampai dikampus, Dinda sudah menunggu di parkiran. Karena mereka sudah janjian. Dinda ikut bahagia dengan apa yang saat ini dirasakan oleh Kanaya. Dirga membukakan pintu untuk Kanaya. Kanaya keluar dengan senyum mengembang dibibirnya. Bahkan semua yang melihat turut tersenyum melihat mereka berdua. Karena mereka tahu, Selia bukan apa-apa Dirga.

"Cieeeee... Dirga." sorak salah satu mahasiswa.

Kanaya menunduk sedang Dirga tersenyum bangga. Selia yang juga melihat pemandangan itu merasa sangat kesal. Dia pergi begitu saja menuju kelasnya.

"Dinda... Nitip Kanaya ya, bilang ke aku kalau dia suka nakal lirik-lirik cowok lain." kata Dirga yang mengoda Kanaya.

"Eh apaan coba.... Nggak ada ya aku lirik-lirik." kilah Kanaya.

"Tenang kak, ada aku yang siap jadi CCTV hidup, hehehe." goda Dinda.

Melihat Kanaya yang sedang salah tingkah. Karena digoda terus oleh Dinda dan Dirga. Dirga tersenyum jail kearah Kanaya. Kanaya pun pergi menarik Dinda untuk masuk ke dalam kelas. Jam kuliah usai, Dirga sudah berdiri disamping mobilnya. Kanaya sudah berjalan kearahnya. Sang perusak pun datang. Selia dengan semangat berlari ke arah Dirga. Dan melingkarkan tangannya dilengan Dirga.

Kanaya melihat itu dan dia berdiri mematung. Dinda yang juga menyaksikan adegan itu pun ikut kesal. Tapi Dirga mengacuhkan Selia. Dia berjalan ke arah Kanaya yang masih berdiri mematung dikoridor kampus.

"Ayo, telat nanti." ajak dan tarik Dirga.

"Din, pinjem dulu sahabatnya ya..." pamit Dirga.

Dinda tersenyum dan mengangguk. Selia memanyunkan bibirnya. Awas aja kamu Dirga, batin Selia. Dirga membukakan pintu dan menyuruh Kanaya masuk. Kanaya yang masih terlihat kesal. Sengaja digoda oleh Dirga.

"Cemburu ya..." ucap Dirga.

"Enggak, biasa aja. Kan bukan siapa-siapa." jawab Kanaya.

"Yang bukan siapa-siapa itu siapa?" tanya Dirga mendadak serius.

"Ya Selia kan bukan siapa-siapa kamu. Aku juga belum ada status. Jadi dilarang cemburu."

"Nggak ada yang ngelarang kamu cemburu Nay. Aku malah seneng, jadi ada kemajuan. Cemburu katanya tanda sayang."

Mobil Dirga berhenti disebuah gedung besar. Dan ia melanjutkan masuk untuk memarkirkan mobilnya. Kanaya masih celingukkan. Ini mau apa disini? Tanyanya dalam hati. Kanaya masih diam tidak mau turun.

"Ayo turun, ini kencan pertama kita lo. Sayang kalau hanya dimobil." kata Dirga.

"Emang harus ya kak ditempat kaya gini?" tanya Kanaya merasa takut.

"Ayo turun dulu, aku mau ajak kamu kencan dirumah ku." kata Dirga.

"Rumah?"

"Iya aku punya apartemen disini Nay. Untuk masa depan kita nanti. Hehehe...."

Dirga menarik tangan Kanaya dan berjalan memasuki lift. Dirga memencet angka delapan belas. Unit Dirga ada dilantai delapan belas. Sampai didepan unit Dirga, dia menyuruh Kanaya memencet tombol password pintu.

"Tanggal ulang tahun kamu sayang. Eh Nay..." goda Dirga.

Kanaya tidak percaya tapi ia tetap mencoba. Dan ternyata benar, passwordnya tanggal ulang tahun Kanaya. Kanaya duduk diruang tv. Dirga mengambilkan minum dan duduk disebelah Kanaya. Kanaya sedikit bergeser, karena dia masih takut kalau Dirga berbuat macam-macam.

"Sini dong duduknya deketan, aku nggak makan orang." kata Dirga sedikit menarik Kanaya.

"Kak...." Kanaya menjauh lagi.

"Kamu yang nge-jauh, aku yang mendekat kalau gitu. Ini aku anggap kencan pertama kita ya Nay. Dirumah aku, rumah kita lebih tepatnya.

"Apa maksudnya rumah kita kak?" Kanaya heran.

"Aku udah yakin sama kamu. Dan aku udah nyiapin ini untuk kita dimasa depan. Ya mungkin aku terlalu berharap sama kamu. Tapi aku yakin kamu pertama dan terakhir." ucap Dirga

Yang saat ini berada dihadapan Kanaya yang duduk disofa. Dirga bersila dihadapan Kanaya dan memegang tangannya. Kanaya tak percaya mendapat effort sebesar ini dari Dirga. Padahal mereka belum jadian. Tapi Dirga sudah begitu yakin kepadanya.

"Gimana Nay? Udah ada jawaban buat aku?" tanya Dirga.

kanaya hanya mengangguk.

"Apa artinya ini?" tanya Dirga.

"Iya Dirgantara. Aku mau jadi pacar kamu." jawab Kanaya.

karena saking senangnya, Dirga langsung memeluk Kanaya. Kanaya kaget dengan apa yang dilakukan Dirga.

"Kak... Emang boleh ya kaya gini terus?" tanya Kanaya dengan polosnya.

"Maaf sayang, aku seneng banget. Akhirnya kamu mau jadi pacar aku."ungkap Dirga.

Dirga duduk disamping Kanaya dan merangkulnya. Mereka menonton drama korea yang penuh dengan adegan romantis. Sengaja dipilih oleh Dirga. Itung-iting belajar, karena mereka pertama kali pacaran.

"Boleh seperti itu Nay?" tanya Dirga tiba-tiba.

Yang tidak mendapat jawaban dari Kanaya. Dirga menunjukan adegan cipika cipiki. Yang membuat darah Kanaya berdesir. Bulu kudunya merinding, seumur-umur belum pernah dia melakukan hal seperti itu. Kecuali dengan keluarganya. Karena memang Dirga benar-benar orang pertama yang dicintai Kanaya setelah keluarganya.

Episodes
1 1. Kanaya
2 2. Flash Back Masa SMP
3 3. Flash Back Off Masa SMP
4 4. Badmood
5 5. Meyakinkan Hati Kanaya
6 6. Masih Berusaha
7 7. Perlahan Membuka Hati
8 8. Obrolan dari Hati ke Hati
9 9. Kencan Pertama
10 10. Jadian
11 11. Kamu kenapa?
12 12. Jelous
13 13. Kesayangan Dirga
14 14. Marahnya Kanaya
15 15. Mulai Menjauh
16 16. Kekesalan Selia
17 17. Hilangnya Kanaya
18 18. Tamparan
19 19. Wisuda
20 20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21 21. Hari Pertama LDR
22 22. Kejutan
23 23. Terhalang Jarak
24 24. Arga dan Zaskia
25 25. Persiapan Magang
26 26. Ditempat Magang
27 27. Menginap Dirumah Pacar
28 28. Drama Tania
29 29. Salah Paham
30 30. Pesta Pernikahan
31 31. Flash Back On
32 32. Pasangan Pasutri Baru
33 33. Kembali ke Aktifitas
34 34. Sok Berkuasa
35 35. Sebuah Pengakuan
36 36. Kabar Bahagia
37 37. Anak Pemilik Perusahaan
38 38. Overthinking
39 39. Memulai dari Nol
40 40. Membangun Perusahaan
41 41. Berbau Pelakor
42 42. Cemburu
43 43. Masalah Baru
44 44. Pertengkaran
45 45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46 46. Kehadiran Orang Baru
47 47. Ponakan baru
48 48. Satu Minggu yang Lalu
49 49. Perhatian
50 50. Mala Petaka
51 51. Arga dan Dirga
52 52. Kepulangan Kanaya
53 53. Semakin Membaik
54 54. Hujan Membawa Manfaat
55 55. Meyakinkan Hati
56 56. Rumah Baru
57 57. Membuka Lembaran Baru
58 58. Pindah Rumah
59 59. Malam Panjang
60 60. Obat Perangsang
61 61. Gara-gara Ulat Bulu
62 62. Dia Istriku
63 63. Pergi ke Pesta
64 64. Hal Yang Tak Diinginkan
65 65. Pulang
66 66. Undangan Dinda dan Andre
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Kanaya
2
2. Flash Back Masa SMP
3
3. Flash Back Off Masa SMP
4
4. Badmood
5
5. Meyakinkan Hati Kanaya
6
6. Masih Berusaha
7
7. Perlahan Membuka Hati
8
8. Obrolan dari Hati ke Hati
9
9. Kencan Pertama
10
10. Jadian
11
11. Kamu kenapa?
12
12. Jelous
13
13. Kesayangan Dirga
14
14. Marahnya Kanaya
15
15. Mulai Menjauh
16
16. Kekesalan Selia
17
17. Hilangnya Kanaya
18
18. Tamparan
19
19. Wisuda
20
20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21
21. Hari Pertama LDR
22
22. Kejutan
23
23. Terhalang Jarak
24
24. Arga dan Zaskia
25
25. Persiapan Magang
26
26. Ditempat Magang
27
27. Menginap Dirumah Pacar
28
28. Drama Tania
29
29. Salah Paham
30
30. Pesta Pernikahan
31
31. Flash Back On
32
32. Pasangan Pasutri Baru
33
33. Kembali ke Aktifitas
34
34. Sok Berkuasa
35
35. Sebuah Pengakuan
36
36. Kabar Bahagia
37
37. Anak Pemilik Perusahaan
38
38. Overthinking
39
39. Memulai dari Nol
40
40. Membangun Perusahaan
41
41. Berbau Pelakor
42
42. Cemburu
43
43. Masalah Baru
44
44. Pertengkaran
45
45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46
46. Kehadiran Orang Baru
47
47. Ponakan baru
48
48. Satu Minggu yang Lalu
49
49. Perhatian
50
50. Mala Petaka
51
51. Arga dan Dirga
52
52. Kepulangan Kanaya
53
53. Semakin Membaik
54
54. Hujan Membawa Manfaat
55
55. Meyakinkan Hati
56
56. Rumah Baru
57
57. Membuka Lembaran Baru
58
58. Pindah Rumah
59
59. Malam Panjang
60
60. Obat Perangsang
61
61. Gara-gara Ulat Bulu
62
62. Dia Istriku
63
63. Pergi ke Pesta
64
64. Hal Yang Tak Diinginkan
65
65. Pulang
66
66. Undangan Dinda dan Andre

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!