Pagi ini, Kanaya sudah disambut teriakan sang Mami seperti biasa. Kali ini Kanaya sudah siap. Dengan setelan rok cargo panjang berwarna mocca. Dan kaos putih berkerah, tak lupa ia mengikat kuda rambutnya yang panjang sesiku. Dan membiarkan beberapa poninya menjuntai. Dia turun dari tangga lantai dua. Disambut mata maminya yang terbelalak kaget. Melihat anak gadisnya yang sudah rapi.
"Ya ampun udah cantik aja anak mami." puji mami.
"Mami ngeledek ya..."
"Sarapan dulu, ajak tu cowoknya." kata mami.
"Cowok? Siapa coba?" Kanaya penasaran.
"Itu si Dirga, minta ijin mami sama papi. Katanya mau ngajak kamu bareng sama nanti mau ijin pulangkan kamu telat."
"Iya kah mi? Terus kak Arga kemana?" tanya Kanaya yang tak melihat batang hidung sang kakak.
"Berangkat pergi pagi banget. Katanya ada urusan mendadak."
"Bo'ong banget tu kak Arga."
Dirga dan papi berjalan menuju meja makan. Dirga menarik kursi disebelah Kanaya. Dan papi duduk dikursi kebesarannya. Tak terlihat wajah kawatir sedikit pun diraut papi dan mami Kanaya. Karena mereka sudah tahu bagaimana Dirga. Asal usul Dirga, yang sudah diketahui orang tua Kanaya. Selesai sarapan, Kanaya dan Dirga berpamitan untuk berangkat ke kampus.
"Mobil siapa kak?" tanya Kanaya penasaran.
"Mobil aku, ya nggak papa kan jelek?" tanya Dirga.
"Kenapa emang? Keren gini. Mobil klasik, aku suka." Kanaya terlihat begitu gembira.
"Yakin, nggak minder deket sama aku?"
"Enggak, aku kan udah bilang nggak memandang orang dari status sosialnya."
"Jadi kita jadian dong?" tanya Dirga tiba-tiba.
"Ya belumlah, aku belum lihat seberapa besar usaha mu kak."
Kanaya langsung menepis kata-kata Dirga. Dirga tersenyum mendapat jawaban Kanaya. Memang belum jadi pacar tapi Dirga yakin Kanaya bukan hanya menjadi pacarnya. Tapi kelak dia akan memperjuangkan Kanaya untuk menjadi istrinya. Aku yakin Kanaya Putri Adinata akan menjadi istriku, sedang ku usahakan. Ucap Dirga sungguh-sungguh dalam hatinya.
Sampai dikampus, Dinda sudah menunggu di parkiran. Karena mereka sudah janjian. Dinda ikut bahagia dengan apa yang saat ini dirasakan oleh Kanaya. Dirga membukakan pintu untuk Kanaya. Kanaya keluar dengan senyum mengembang dibibirnya. Bahkan semua yang melihat turut tersenyum melihat mereka berdua. Karena mereka tahu, Selia bukan apa-apa Dirga.
"Cieeeee... Dirga." sorak salah satu mahasiswa.
Kanaya menunduk sedang Dirga tersenyum bangga. Selia yang juga melihat pemandangan itu merasa sangat kesal. Dia pergi begitu saja menuju kelasnya.
"Dinda... Nitip Kanaya ya, bilang ke aku kalau dia suka nakal lirik-lirik cowok lain." kata Dirga yang mengoda Kanaya.
"Eh apaan coba.... Nggak ada ya aku lirik-lirik." kilah Kanaya.
"Tenang kak, ada aku yang siap jadi CCTV hidup, hehehe." goda Dinda.
Melihat Kanaya yang sedang salah tingkah. Karena digoda terus oleh Dinda dan Dirga. Dirga tersenyum jail kearah Kanaya. Kanaya pun pergi menarik Dinda untuk masuk ke dalam kelas. Jam kuliah usai, Dirga sudah berdiri disamping mobilnya. Kanaya sudah berjalan kearahnya. Sang perusak pun datang. Selia dengan semangat berlari ke arah Dirga. Dan melingkarkan tangannya dilengan Dirga.
Kanaya melihat itu dan dia berdiri mematung. Dinda yang juga menyaksikan adegan itu pun ikut kesal. Tapi Dirga mengacuhkan Selia. Dia berjalan ke arah Kanaya yang masih berdiri mematung dikoridor kampus.
"Ayo, telat nanti." ajak dan tarik Dirga.
"Din, pinjem dulu sahabatnya ya..." pamit Dirga.
Dinda tersenyum dan mengangguk. Selia memanyunkan bibirnya. Awas aja kamu Dirga, batin Selia. Dirga membukakan pintu dan menyuruh Kanaya masuk. Kanaya yang masih terlihat kesal. Sengaja digoda oleh Dirga.
"Cemburu ya..." ucap Dirga.
"Enggak, biasa aja. Kan bukan siapa-siapa." jawab Kanaya.
"Yang bukan siapa-siapa itu siapa?" tanya Dirga mendadak serius.
"Ya Selia kan bukan siapa-siapa kamu. Aku juga belum ada status. Jadi dilarang cemburu."
"Nggak ada yang ngelarang kamu cemburu Nay. Aku malah seneng, jadi ada kemajuan. Cemburu katanya tanda sayang."
Mobil Dirga berhenti disebuah gedung besar. Dan ia melanjutkan masuk untuk memarkirkan mobilnya. Kanaya masih celingukkan. Ini mau apa disini? Tanyanya dalam hati. Kanaya masih diam tidak mau turun.
"Ayo turun, ini kencan pertama kita lo. Sayang kalau hanya dimobil." kata Dirga.
"Emang harus ya kak ditempat kaya gini?" tanya Kanaya merasa takut.
"Ayo turun dulu, aku mau ajak kamu kencan dirumah ku." kata Dirga.
"Rumah?"
"Iya aku punya apartemen disini Nay. Untuk masa depan kita nanti. Hehehe...."
Dirga menarik tangan Kanaya dan berjalan memasuki lift. Dirga memencet angka delapan belas. Unit Dirga ada dilantai delapan belas. Sampai didepan unit Dirga, dia menyuruh Kanaya memencet tombol password pintu.
"Tanggal ulang tahun kamu sayang. Eh Nay..." goda Dirga.
Kanaya tidak percaya tapi ia tetap mencoba. Dan ternyata benar, passwordnya tanggal ulang tahun Kanaya. Kanaya duduk diruang tv. Dirga mengambilkan minum dan duduk disebelah Kanaya. Kanaya sedikit bergeser, karena dia masih takut kalau Dirga berbuat macam-macam.
"Sini dong duduknya deketan, aku nggak makan orang." kata Dirga sedikit menarik Kanaya.
"Kak...." Kanaya menjauh lagi.
"Kamu yang nge-jauh, aku yang mendekat kalau gitu. Ini aku anggap kencan pertama kita ya Nay. Dirumah aku, rumah kita lebih tepatnya.
"Apa maksudnya rumah kita kak?" Kanaya heran.
"Aku udah yakin sama kamu. Dan aku udah nyiapin ini untuk kita dimasa depan. Ya mungkin aku terlalu berharap sama kamu. Tapi aku yakin kamu pertama dan terakhir." ucap Dirga
Yang saat ini berada dihadapan Kanaya yang duduk disofa. Dirga bersila dihadapan Kanaya dan memegang tangannya. Kanaya tak percaya mendapat effort sebesar ini dari Dirga. Padahal mereka belum jadian. Tapi Dirga sudah begitu yakin kepadanya.
"Gimana Nay? Udah ada jawaban buat aku?" tanya Dirga.
kanaya hanya mengangguk.
"Apa artinya ini?" tanya Dirga.
"Iya Dirgantara. Aku mau jadi pacar kamu." jawab Kanaya.
karena saking senangnya, Dirga langsung memeluk Kanaya. Kanaya kaget dengan apa yang dilakukan Dirga.
"Kak... Emang boleh ya kaya gini terus?" tanya Kanaya dengan polosnya.
"Maaf sayang, aku seneng banget. Akhirnya kamu mau jadi pacar aku."ungkap Dirga.
Dirga duduk disamping Kanaya dan merangkulnya. Mereka menonton drama korea yang penuh dengan adegan romantis. Sengaja dipilih oleh Dirga. Itung-iting belajar, karena mereka pertama kali pacaran.
"Boleh seperti itu Nay?" tanya Dirga tiba-tiba.
Yang tidak mendapat jawaban dari Kanaya. Dirga menunjukan adegan cipika cipiki. Yang membuat darah Kanaya berdesir. Bulu kudunya merinding, seumur-umur belum pernah dia melakukan hal seperti itu. Kecuali dengan keluarganya. Karena memang Dirga benar-benar orang pertama yang dicintai Kanaya setelah keluarganya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments