8. Obrolan dari Hati ke Hati

Setelah cukup lama, dirga berpamitan pulang. Tak selang berapa lama Arga pulang. Dia terlihat begitu bahagia. Ya, Arga baru pulang kencan dengan sang kekasih. Arga duduk disebelah Kanaya yang asik nonton tv. Dia mengusik rambut sang adik. Membuat kegaduhan tercipta.

"Kak Arga apaan sih??!! Lagi nonton aku. Mau me time aja susah bener." kesal Kanaya.

"Tolongin ambilin minum." pinta Arga.

"Manja bener dah." gerutu Kanaya.

Tapi Kanaya tetap saja mengambilkan minum untuk sang kakak. Kabarnya malam ini kedua orang tua mereka pulang dari luar kota. Mumpung masih berdua, Kanaya ingin mencari tahu tentang Dirga.

"Kak, aku mau tanya boleh?" tanya Kanaya sungkan.

"Pasti Dirga kan?" tebak Arga.

"Hehehe,,, iya. Beberapa hari ini dia deketin aku. Dia loh kak yang deketin. Bukan aku, jadi kalau mau marah sama kak Dirga aja. Jangan sama aku." pinta Kanaya.

"Nggak marah kok, Dirga itu baik dek orangnya. Sayang aja, ditekan terus sama Selia. Dirga bukan seperti kita, yang apa-apa tinggal minta. Dia usaha sendiri, kerja paruh waktu terus bikin-bikin desain. Kaya kamu, bedanya desain Dirga lebih oke." jelas Arga.

"Bisa nggak sih, nggak usah pakai ejek aku?!" kesal Kanaya.

"Hahaha,, lah emang iya desain Dirga itu keren-keren. Dan itu salah satu penghasilannya. Dia jualin tu desainnya, hasilnya untuk kebutuhannya sehari-hari. Dia sudah tidak memiliki orang tua. Hidup sebatang kara. Dia udah punya rumah sendiri. Keren nggak tuh?" bangga Arga.

"Emang iya?" tanya Kanaya penasaran.

"Iya non, udah ah... Kakak mau mandi."

"Ih... Ceritanya setengah-setengah, nyebelin."

"Kamu akan tahu sendiri dari Dirga. Kalau mau tanya kakak setuju atau enggak. Kakak setuju aja, asal jangan lewatin batas." wejang Arga.

Arga berjalan masuk ke dalam kamarnya. Dan lanjut untuk mandi karena hari sudah sore. Kanaya memikirkan apa yang diceritakan kakaknya tadi. Dan jika sang kakak percaya dan memberi ijin untuk bersama Dirga. Berarti memang benar Dirga orangnya baik. Obrolan dari hati ke hati yang setengah-setengah. Gerutu Kanaya dalam hatinya. Tiba-tiba dering ponselnya tanda ada panggilan masuk.

"Iya, halo Dinda. Ada apa tumben bener?" tanya Kanaya.

"Aku ke situ boleh? Ada soal yang nggak aku tahu nih." kata Dinda diseberang.

"Silahkan, aku siap-siap dulu. Belum mandi soalnya." jawab Kanaya.

"Ih jorok banget, perawan jam segini masih kefeeett." ejek Dinda dan langsung mematikan teleponnya.

"Dasar kamprettt..." gerutu Kanaya.

kanaya pun pergi untuk mandi dan bersiap-siap. Lima belas menit kemudian Dinda sudah sampai dirumah Kanaya. Dinda menyapa Arga yang duduk santai diteras depan rumah.

"Sore kak Arga." sapa Dinda.

"Eh Dinda sore Din, masuk. Kanaya masih mandi." jawab Arga.

Dinda pun masuk dan menunggu Kanaya. Dinda mengeluarkan laptopnya dan menyalakan. Ponsel Kanaya berbunyi tapi Dinda tidak berani mengangkatnya. Nomornya tidak tersimpan. Dua puluh lima menit kemudian Kanaya sudah wangi dan cantik. Dia turun menemui Dinda yang sudah menunggunya.

"Nay tadi ponsel mu bunyi. Nomornya nggak kesimpen. Sampek sepuluh kali Nay." kata Dinda.

"Coba sini, siapa ya Din?" tanya Kanaya balik.

"Ada pesannya juga coba cek."

...085********* : Hai Nay, ini aku Dirga. Lagi apa?...

"Siapa Nay?" tanya Dinda.

"Kak Dirga.." jawab Kanaya pelan.

Dinda tersenyum dan dia mulai mengerjakan tugasnya. Kanaya sesekali menjelaskan. Dia belum membalas pesan Dirga. Kanaya baru menyimpan nomornya. Pasti kak Arga nih. Gerutu Kanaya dalam hati.

"Nay... PJnya mana?" goda Dinda.

"Pajak Jadian dari mane Din? Aku belum jadian. Masih PDKT kali Din."

"Ya aku tetep seneng sahabatku bahagia. Tinggal aku deh jomblo." keluh Dinda.

"Sama Bagas aja Din, wkwkwkwk."

"Asal ya lo Nay..."

Mereka pun kembali mengerjakan tugasnya. Hingga pukul delapan Dinda baru berpamitan pulang. Dinda ke rumah Kanaya menggunakan sepeda karena masih satu komplek. Kanaya membereskan buku dan laptopnya. Ia pun pergi ke dalam kamarnya.

^^^^^^Kak Dirga : sibuk ya Nay? Sampai aku dicuekin.^^^^^^

^^^Kanaya : Maaf kak, tadi masih belajar sama Dinda. Ini baru selesai.^^^

Dan Dirga menelepon Kanaya. Kanaya loncat dari tempat tidur saking bingungnya. Sampai kaki Kanaya keseleo karena salah tumpuan.

"Hallo kak..." jawab Kanaya.

"Kamu lagi apa Nay? Kelihatan lagi nahan sakit." balas Dirga.

"Enggak kok, ada apa ya kak?" tanya Kanaya masih kaku.

"Pengen denger suara kamu aja sih. Eh besok aku jemput ya ke kampusnya. Boleh Nay?" tanya Dirga.

"Emb boleh kak, tapi nanti malam papi, mami udah pulang."

"Emang kenapa? Sekalian aku minta ijin dong."

"Minta ijin untuk apa kak?"

"Ajak jalan kamu, kamu besok free kan?" tanya Dirga.

"Kak Arga sakiiiiitt..." teriak Kanaya tiba-tiba.

Dirga yang mendengar teriakan Kanaya. Dia tanpa berpikir panjang langsung pergi ke rumah Kanaya. Sedangkan Kanaya meringis kesakitan karena Arga memijit kaki Kanaya yang keseleo.

"Diem nggak?" perintah Arga.

"Tapi pelan-pelan sakit tahu." pinta Kanaya.

"Emang ya, cinta bisa buat orang ceroboh." ejek Arga.

"Mau ngobatin nggak? Udah sih, mau ke kamar."

Kanaya berjalan kekamarnya dengan tertatih. Dia kesal kepada Arga yang malah mengejeknya terus. Bel rumah Arga berbunyi, Arga pun membukakan pintu. Dan yang datang adalah Dirga.

"Ada apa bro?" tanya Arga.

"Mau main aja, kawatir sama Naya. Tadi teriak sakit pas aku telepon." jelas Dirga.

"Nah ini nih biang keroknya. Dikamar dia, abis kejeng klok. Kaget kali lo telpon dia." goda Arga.

"Udah diobatin belum?"

"Ya kali Dir, seusilnya gue. Gua masih punya perasaan iba kali. Udah tadi udah aku pijit. Mau liat dia? Ada di kamar tu."

"Yakin boleh? Nggak kamu antar gitu?" tanya Dirga.

"Silahkan aku percaya lo kok."

Dirga pun segera naik ke lantai dua. Dimana kamar Kanaya berada. Dia mengetuk pintu kamar Kanaya yang ada disebelah kamar Arga. Kanaya lagsung saja membukakan pintu. Dia berpikir kalau Arga yang mengetuk. Dan dia kaget ketika Dirga yang datang.

"Loh kak Dirga kok disini?" tanya Kanaya kaget.

"Keluar dulu gih, kita duduk disofa sana." ajak Dirga.

Dirga mengajak Kanaya keluar kamarnya. Karena Dirga tahu batasannya. Ada sofa didepan kamar Kanaya dan Arga. Mereka duduk disana. Dirga melihat kaki Kanaya yang sedikit membengkak.

"Masih sakit?" tanya Dirga.

"Hmmm, oh... Enggak udah mendingan kok." jawab Kanaya kikuk.

"Kenapa sampai bisa gini? Hati-hati dong kalau jalan." Dirga memberikan perhatian.

dia mengecek kaki Kanaya yang terlihat bengkak. Dia urut kembali sampai Kanaya berteriak kesakitan. Tapi setelahnya dia merasa enakan.

"Makasi kak." ucap Kanaya

Dirga hanya mengangguk dan berpamitan untuk pulang. Karena hari sudah larut malam. Pukul sebelas tepat, orang tua Kanaya pulang dari luar kota. Keadaan rumah sudah sepi. Karena Kanaya dan Arga sudah terlelap.

Episodes
1 1. Kanaya
2 2. Flash Back Masa SMP
3 3. Flash Back Off Masa SMP
4 4. Badmood
5 5. Meyakinkan Hati Kanaya
6 6. Masih Berusaha
7 7. Perlahan Membuka Hati
8 8. Obrolan dari Hati ke Hati
9 9. Kencan Pertama
10 10. Jadian
11 11. Kamu kenapa?
12 12. Jelous
13 13. Kesayangan Dirga
14 14. Marahnya Kanaya
15 15. Mulai Menjauh
16 16. Kekesalan Selia
17 17. Hilangnya Kanaya
18 18. Tamparan
19 19. Wisuda
20 20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21 21. Hari Pertama LDR
22 22. Kejutan
23 23. Terhalang Jarak
24 24. Arga dan Zaskia
25 25. Persiapan Magang
26 26. Ditempat Magang
27 27. Menginap Dirumah Pacar
28 28. Drama Tania
29 29. Salah Paham
30 30. Pesta Pernikahan
31 31. Flash Back On
32 32. Pasangan Pasutri Baru
33 33. Kembali ke Aktifitas
34 34. Sok Berkuasa
35 35. Sebuah Pengakuan
36 36. Kabar Bahagia
37 37. Anak Pemilik Perusahaan
38 38. Overthinking
39 39. Memulai dari Nol
40 40. Membangun Perusahaan
41 41. Berbau Pelakor
42 42. Cemburu
43 43. Masalah Baru
44 44. Pertengkaran
45 45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46 46. Kehadiran Orang Baru
47 47. Ponakan baru
48 48. Satu Minggu yang Lalu
49 49. Perhatian
50 50. Mala Petaka
51 51. Arga dan Dirga
52 52. Kepulangan Kanaya
53 53. Semakin Membaik
54 54. Hujan Membawa Manfaat
55 55. Meyakinkan Hati
56 56. Rumah Baru
57 57. Membuka Lembaran Baru
58 58. Pindah Rumah
59 59. Malam Panjang
60 60. Obat Perangsang
61 61. Gara-gara Ulat Bulu
62 62. Dia Istriku
63 63. Pergi ke Pesta
64 64. Hal Yang Tak Diinginkan
65 65. Pulang
66 66. Undangan Dinda dan Andre
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Kanaya
2
2. Flash Back Masa SMP
3
3. Flash Back Off Masa SMP
4
4. Badmood
5
5. Meyakinkan Hati Kanaya
6
6. Masih Berusaha
7
7. Perlahan Membuka Hati
8
8. Obrolan dari Hati ke Hati
9
9. Kencan Pertama
10
10. Jadian
11
11. Kamu kenapa?
12
12. Jelous
13
13. Kesayangan Dirga
14
14. Marahnya Kanaya
15
15. Mulai Menjauh
16
16. Kekesalan Selia
17
17. Hilangnya Kanaya
18
18. Tamparan
19
19. Wisuda
20
20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21
21. Hari Pertama LDR
22
22. Kejutan
23
23. Terhalang Jarak
24
24. Arga dan Zaskia
25
25. Persiapan Magang
26
26. Ditempat Magang
27
27. Menginap Dirumah Pacar
28
28. Drama Tania
29
29. Salah Paham
30
30. Pesta Pernikahan
31
31. Flash Back On
32
32. Pasangan Pasutri Baru
33
33. Kembali ke Aktifitas
34
34. Sok Berkuasa
35
35. Sebuah Pengakuan
36
36. Kabar Bahagia
37
37. Anak Pemilik Perusahaan
38
38. Overthinking
39
39. Memulai dari Nol
40
40. Membangun Perusahaan
41
41. Berbau Pelakor
42
42. Cemburu
43
43. Masalah Baru
44
44. Pertengkaran
45
45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46
46. Kehadiran Orang Baru
47
47. Ponakan baru
48
48. Satu Minggu yang Lalu
49
49. Perhatian
50
50. Mala Petaka
51
51. Arga dan Dirga
52
52. Kepulangan Kanaya
53
53. Semakin Membaik
54
54. Hujan Membawa Manfaat
55
55. Meyakinkan Hati
56
56. Rumah Baru
57
57. Membuka Lembaran Baru
58
58. Pindah Rumah
59
59. Malam Panjang
60
60. Obat Perangsang
61
61. Gara-gara Ulat Bulu
62
62. Dia Istriku
63
63. Pergi ke Pesta
64
64. Hal Yang Tak Diinginkan
65
65. Pulang
66
66. Undangan Dinda dan Andre

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!