17. Hilangnya Kanaya

Dirga pergi berlari sekuatnya. Dia sampai dibelakang kampus. Disana ada gudang, dia berjalan kearah sana. Perlahan dia berjalan sambil berteriak memanggil nama Kanaya. Tidak ada sautan atau jawaban.

"Kemana kamu Nay?" mulut Dirga tak berhenti berucap.

Dari kejauhan Dirga seperti melihat sepatu. Dia berlari mendekat dan benar sepatu itu milik Kanaya. Tapi hanya satu. Yang satunya tak tahu entah dimana. Dirga celingukan, naik keatas tumpukan kardus melihat kejendela kaca. Ada seorang yang tergeletak diruangan kosong itu. Dirga turun dan berusaha mendobrak pintu besi. Namun kekuatannya tidak cukup besar.

Dirga langsung menelepon Arga dan kawan-kawan. Untuk pergi ke gudang belakang kampus. Dua puluh menit kemudian mereka sampai.

"Dimana Dir?" tanya Arga nafasnya masih tersengal.

"Didalam..."

Mereka berempat berusaha membuka pintu dengan alat seadanya. Mereka mencari besi untuk membuka rantai dipintu. Akhirnya mereka berhasil, Dirga berlari. Dan benar, Kanaya tergeletak tak sadarkan diri. Dengan sekuat tenaga Dirga menggendong Kanaya menuju parkiran. Arga masuk ke kelas Kanaya untuk mengambil tas adiknya. Mereka bergegas menuju rumah sakit. Sedikit kening Kanaya berdarah dan lengannya ada memar.

Tiga puluh menit kemudian, mereka sampai dirumah sakit. Kanaya masih diruang IGD ditangani oleh dokter. Arga menghubungi kedua orang tuanya. Sedangkan Dirga terduduk lemas di kursi tunggu.

"Bukan salah lo Dir, ini musibah." kata Arga.

"Kalau saja, gue becus jagain Kanaya. Dia tidak akan seperti ini. Adik lo tidak sekarat seperti ini Ga...." teriak Dirga.

Dirga seperti kehilangan arah. Merasa sangat bersalah dengan hilangnya Kanaya. Dan ia menemukan Kanaya dengan keadaan yang tak sadarkan diri. Dinda dan Zaskia datang menjenguk setelah jam kuliah selesai. Sedangkan orang tua Kanaya juga baru datang.

"Bagaimana adik mu sayang?" cemas mami.

"Dia didalam masih ditangani dokter mi. Mami tenang dulu, Kanaya pasti kuat." tenang Arga.

Mami saat ini ada dipelukan papi. Mereka semua harap-harap cemas dengan keadaan Kanaya. Dikejauhan mereka tidak sadar jika ada seseorang yang memperhatikan mereka. Hanya Dirga yang sedikit menaruh curiga kepada orang yang duduk tidak jauh dari mereka. Lengkap berpakaian hitam-hitam. Dirga berdiri, tapi seseorang yang berpakaian serba hitam itu langsung pergi.

"Ada apa Dir?" tanya papi yang sedari tadi memperhatikan Dirga.

"Enggak om, kaya ada orang yang mencurigakan. Tapi mungkin perasaan ku saja." jelas Dirga.

"Kamu urus dulu diri kamu. Bersihin tubuhmu, nanti pas Kanaya sadar malah sedih liat kamu yang kucel gini." kata pak Adi.

"Baik om."

Dirga diantar oleh Andre dan Dito. Mereka ke toilet, sedang Dito ke toko seberang rumah sakit. Untuk membeli kaos, karena jarak rumah sakit dan apartemen Dirga terlalu jauh. Setengah jam kemudian mereka kembali. Bersamaan dengan dokter yang keluar dari IGD.

"Pasien baik-baik saja. Sudah boleh dijenguk. Tapi tunggu dipindahkan ke ruang rawat inap dulu ya." jelas dokter.

Mereka semua mengikuti para perawat yang mendorong brangkar Kanaya. Dirga terus berada disamping Kanaya yang masih terbaring lemah. Tatapan mereka bertemu sepersekian detik. Membuat Dirga kembali merasa bersalah dengan kejadian hilangnya Kanaya kali ini. Dia yakin ada campur tangan Selia. Sampai diruang rawat, yang masuk hanya orang tua Kanaya dan Dirga. Yang lainnya menunggu diluar. Karena tidak boleh banyak orang masuk.

"Sayang, mana yang sakit?" tanya mami.

"Aku nggak papa mi, jangan khawatirkan aku." jawab Kanaya sedikit lemah.

"Papi akan cari siapa yang udah nyakitin anak papi !" papi terlihat begitu marah.

"Saya akan mencarinya om, saya juga yang akan kasih pelajaran mereka !" tegas Dirga.

"Memang ya mantu papi ini, sangat bisa diandalin." jawab papi.

Membuat mami tersenyum dan Kanaya melototi sang papi. Papi tersenyum jail ke arah Kanaya. Mami juga ikut tersenyum kearah Kanaya. Dirga mendadak kikuk didalam ruangan. Papi mengajak mami keluar ruangan.

"Mi kita keluar dulu, biar mereka melepas rindu mi." ajak papi.

Mami mengangguk dan mengikuti papi keluar. Sepeninggalan orang tua Kanaya. Dirga langsung memeluk Kanaya erat. Hampir saja ia kehilangan orang yang disayangi. Membuat rasa traumanya kembali. Rasa kehilangannya, ketika kedua orang tuanya pergi dan tidak kembali.

"Kak, aku nggak papa. Cuma masih sedikit syok aja." tenang Kanaya.

"Aku nggak mau kamu hilang kaya tadi. Kakak kan udah bilang kamu hati-hati. Maaf ya kak Dirga telat tadi." Dirga terlihat kecewa.

"Sayang... Aku baik-baik aja hanya lecet sedikit. Dan masih syok, udah ya kawatirnya."

"Jangan hilang lagi, kemana-mana harus bawa ponselmu. Aku nggak mau kejadian ini terulang. Lagian kenapa bisa sampek kegini?" tanya Dirga.

"Selia... Aku ingat, ketika keluar dari Toilet dia yang menarik ku. Tapi setelah itu kaya dipukul benda keras. Tengkuk ku aja masih terasa sakit."

Jelas Kanaya yang hanya teringat Selia menariknya. Setelah itu dia tidak sadarkan diri. Dan ketika sadar dia sudah berada dirumah sakit. Dirga menempelkan keningnya ke kening Kanaya. Merasakan suhu tubuh Kanaya yang sedikit hangat.

"Pusing sayang?" tanya Dirga.

"Sedikit, aku lapar kak." ucap Kanaya kemudian.

"Baiklah, aku beli makan untuk kamu dulu ya. Biar dijagain mami sama papi dulu kamunya. Diluar juga ada Arga, Zaskia, Dinda, dito dan Andre."

Kanaya mengangguk dan Dirga pergi keluar. Orang tua Kanaya masuk, sedang yang lain masih diluar. Dirga membeli bubur ayam dan air mineral. Serta buah-buahan supaya tenaga Kanaya cepat pulih. Dia kembali dengan dua kantong kresek.

"Hmmm... Pasti cepet sembuh kalau seperti ini perawatnya." goda mami.

"Papi nggak salah pilih pokoknya Dir. Jagain anak gadis papi ya Dir." imbuh papi.

Kanaya melototi papi dan maminya. Yang mereka keburu pergi keluar. Dengan telaten Dirga menyuapi Kanaya. Mengupaskan buah dan menyuapkan kembali ke mulut manis gadis kecilnya itu.

"Udah kak, aku kenyang."

"Ya udah kamu istirahat. Kakak disini ya...." kata Dirga.

Kanaya pun memejamkan matanya. Semua sudah berpamitan pulang termasuk kedua orang tua kanaya. Tapi papi Kanaya sudah menyiapkan penjagaan ketat untuk putrinya itu. Dirga merapikan selimut Kanaya. Dan meninggalkan kecupan dikening kekasihnya itu.

"Good night sayang, mimpi indah ya."

Dirga terlihat begitu sayang kepada Kanaya. Dia tidak ingin kehilangan sosok orang yang dia sayangi. Begitu banyak penderitaan Dirga ketika harus melawan rasa sakit kehilangan. Dia tidak ingin mengulang rasa sakit yang sama. Kehilangan orang yang teramat ia sayangi. Walau pun mereka baru bersama baru genap sebulan. Tapi Dirga begitu yakin ingin menjadikan Kanaya hidupnya. Kanaya cinta pertama Dirga. Sama dengan Dirga juga cinta pertama Kanaya. Mereka memang ditakdirkan bertemu kembali dalam ikatan cinta.

Episodes
1 1. Kanaya
2 2. Flash Back Masa SMP
3 3. Flash Back Off Masa SMP
4 4. Badmood
5 5. Meyakinkan Hati Kanaya
6 6. Masih Berusaha
7 7. Perlahan Membuka Hati
8 8. Obrolan dari Hati ke Hati
9 9. Kencan Pertama
10 10. Jadian
11 11. Kamu kenapa?
12 12. Jelous
13 13. Kesayangan Dirga
14 14. Marahnya Kanaya
15 15. Mulai Menjauh
16 16. Kekesalan Selia
17 17. Hilangnya Kanaya
18 18. Tamparan
19 19. Wisuda
20 20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21 21. Hari Pertama LDR
22 22. Kejutan
23 23. Terhalang Jarak
24 24. Arga dan Zaskia
25 25. Persiapan Magang
26 26. Ditempat Magang
27 27. Menginap Dirumah Pacar
28 28. Drama Tania
29 29. Salah Paham
30 30. Pesta Pernikahan
31 31. Flash Back On
32 32. Pasangan Pasutri Baru
33 33. Kembali ke Aktifitas
34 34. Sok Berkuasa
35 35. Sebuah Pengakuan
36 36. Kabar Bahagia
37 37. Anak Pemilik Perusahaan
38 38. Overthinking
39 39. Memulai dari Nol
40 40. Membangun Perusahaan
41 41. Berbau Pelakor
42 42. Cemburu
43 43. Masalah Baru
44 44. Pertengkaran
45 45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46 46. Kehadiran Orang Baru
47 47. Ponakan baru
48 48. Satu Minggu yang Lalu
49 49. Perhatian
50 50. Mala Petaka
51 51. Arga dan Dirga
52 52. Kepulangan Kanaya
53 53. Semakin Membaik
54 54. Hujan Membawa Manfaat
55 55. Meyakinkan Hati
56 56. Rumah Baru
57 57. Membuka Lembaran Baru
58 58. Pindah Rumah
59 59. Malam Panjang
60 60. Obat Perangsang
61 61. Gara-gara Ulat Bulu
62 62. Dia Istriku
63 63. Pergi ke Pesta
64 64. Hal Yang Tak Diinginkan
65 65. Pulang
66 66. Undangan Dinda dan Andre
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Kanaya
2
2. Flash Back Masa SMP
3
3. Flash Back Off Masa SMP
4
4. Badmood
5
5. Meyakinkan Hati Kanaya
6
6. Masih Berusaha
7
7. Perlahan Membuka Hati
8
8. Obrolan dari Hati ke Hati
9
9. Kencan Pertama
10
10. Jadian
11
11. Kamu kenapa?
12
12. Jelous
13
13. Kesayangan Dirga
14
14. Marahnya Kanaya
15
15. Mulai Menjauh
16
16. Kekesalan Selia
17
17. Hilangnya Kanaya
18
18. Tamparan
19
19. Wisuda
20
20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21
21. Hari Pertama LDR
22
22. Kejutan
23
23. Terhalang Jarak
24
24. Arga dan Zaskia
25
25. Persiapan Magang
26
26. Ditempat Magang
27
27. Menginap Dirumah Pacar
28
28. Drama Tania
29
29. Salah Paham
30
30. Pesta Pernikahan
31
31. Flash Back On
32
32. Pasangan Pasutri Baru
33
33. Kembali ke Aktifitas
34
34. Sok Berkuasa
35
35. Sebuah Pengakuan
36
36. Kabar Bahagia
37
37. Anak Pemilik Perusahaan
38
38. Overthinking
39
39. Memulai dari Nol
40
40. Membangun Perusahaan
41
41. Berbau Pelakor
42
42. Cemburu
43
43. Masalah Baru
44
44. Pertengkaran
45
45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46
46. Kehadiran Orang Baru
47
47. Ponakan baru
48
48. Satu Minggu yang Lalu
49
49. Perhatian
50
50. Mala Petaka
51
51. Arga dan Dirga
52
52. Kepulangan Kanaya
53
53. Semakin Membaik
54
54. Hujan Membawa Manfaat
55
55. Meyakinkan Hati
56
56. Rumah Baru
57
57. Membuka Lembaran Baru
58
58. Pindah Rumah
59
59. Malam Panjang
60
60. Obat Perangsang
61
61. Gara-gara Ulat Bulu
62
62. Dia Istriku
63
63. Pergi ke Pesta
64
64. Hal Yang Tak Diinginkan
65
65. Pulang
66
66. Undangan Dinda dan Andre

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!