Pagi ini Kanaya tidak dijemput mas pacar. Melainkan ia bareng sama si konyol Arga. Sekalian Arga juga mau menjemput tuan putrinya Zaskia. Zaskia sudah terlihat rapi menunggu didepan teras rumah. Kanaya pun turun dari mobil dan berpindah duduk di kursi belakang. Arga terlihat begitu manis kalau sudah dengan sang pujaan hati. Kanaya tersenyum geli melihat tingkah kakaknya itu.
Ting...
^^^^^^Kak Dirga: Selamat pagi kesayangan aku♥️^^^^^^
^^^Kanaya: Pagi sayang... Udah berangkat? Aku masih dijalan, sama si konyol dan kak Kia.^^^
^^^Kak Dirga: Oke sayang, aku tunggu diparkiran.^^^
Kanaya terlihat asik sendiri berbalas pesan dengan Dirga. Sedangkan Kia sibuk dengan Arga yang tidak malu, bucin didepan sang adik.
"Nggak usah malu kak Kia, emang si konyol bucin bener sama kakak." goda Kanaya.
"Konyol-konyol gini kakak mu, sayang kamu juga." kesal Arga.
"Hahahaha... Yakin sayang aku?" masih mode menggoda Arga.
"Jangan mancing ya... Aku turunin sini baru tahu rasa." ancam Arga.
"Beibyyyy... Please ya, jangan ancam-ancam adik kamu kek gitu." bela Zaskia.
Kanaya menjulurkan lidahnya ke arah sang kakak. Membuat Arga kesal, malah dia kena omel Zaskia. Kanaya tertawa penuh dengan kemenangan. Sampai dikampus, sudah ada tiga cowok cool yang menunggu mereka. Siapa lagi kalau bukan Dito, Andre dan Dirga. Dirga membukakan pintu untuk Kanaya.
"Makasi sayang." ucap Kanaya malu-malu.
"Sama-sama kesayangannya Dirga."
"Hueeeekkkk.... Hueekkkk... Ini salah ini." kesal Dito.
"Tutup kuping dan telinga lu... Emang udah nasib kita kali Dit, jones jomblo ngenes." tambah Andre.
Dari kejauhan nampak Dinda yang berlari kecil menghampiri Kanaya. Mata Andre dan dito mulai berhenti disatu titik manusia. Andre menutup mata Dito dan begitu pula Dito.
"Jangan liat pokoknya kamu jangan liat biar gue aja Ndre." celoteh Dito.
"Enak aja, gua nggak mau lewatin bidadari lewat."
Dirga dan semua orang yang disitu merasa aneh melihat tingkah Andre dan Dito. Yang emang aneh dari lahir. Dinda yang sudah ada disamping Kanaya merasa lucu dengan tingkah mereka.
"Hai, aku Andre..." Andre langsung mengulurkan tangannya ke Dinda.
"Dinda kak..."
"Aku Dito..." kenal dito sambil mengambil alih tangan Dinda yang masih dipegang Andre.
"Dinda kak... Nay, ayo masuk kelas." Dinda mengajak Kanaya masuk ke dalam kelas.
Kanaya mengangguk dan melepas tangan Dirga. Yang sedari tadi menggenggamnya. Dirga tersenyum melepas kepergian Kanaya. Andre dan Dito masih bengong sepeninggalan Dinda. Arga menggeplak kepala mereka berdua.
"Kalian kaya kebo yang kelaparan kalau liat yang bening sedikit." kata Arga.
"Sayang... Kamu ah, jangan kek gitu." larang Zaskia yang memang sangat kalem.
"Kalau nggak gitu, mereka nggak akan sadar honey..." Arga membela diri.
Mereka pun berjalan menuju kelas, Arga mengantar Zaskia dulu ke kelasnya. Lanjut ia berjalan sedikit berlari menyusul ketiga sahabatnya. Seperti biasa mereka akan menjadi pusat perhatian dikampus. Seperti boyband yang hits pada masanya. Arga dan Dirga terlihat cool. Sedang Andre dan Dito suka sekali tebar pesona.
"Hai Rena...."
"Hallo putri.."
Celoteh Andre dan Dito semakin menjadi. Padahal mereka asal manggil nggak kenal juga siapa namanya. Jurusannya apa, yang penting mereka happy aja. Dirga menggeleng melihat tingkah dua sohibnya. Sampai dikelas dan mengikuti mata kuliah pertama. Jam istirahat, Kanaya enggan keluar kelas. Walau pun diajak Dinda ke kantin.
"Kantin yuk Nay....." ajak Dinda.
"Ogah males Din, kemaren aja aku dijelousin." cemberut Kanaya.
"Kenapa emang?"
"Males kalau ke kantin ada Bagas terus ikut semeja sama kita. Nanti kak Dirga ambekan hadeeehh..."
"Kita semeja bareng geng kak Dirga kalau gitu." tawar Dinda.
"Males juga... Takut dikira numpang kepopuleran."
"Nggak asik lo... Ya udah mau nitip nggak?" dinda pergi ke kantin sendiri.
Kanya menggeleng, dia sibuk membaca novel dalam ponselnya. Melihat Dinda yang ke kantin sendiri, Dirga berinisiatif pergi ke kelas Kanaya. Dengan membawa sekotak susu coklat.
"Kesayangannya Dirga..." ucap seseorang.
Kanaya mengangkat kepalanya, yang tadi fokus keponselnya. Dia melihat Dirga menyodorkan sekotak susu coklat. kanaya meraihnya dan tersenyum kecil. Melirik sekeliling kelas, masih ada beberapa temannya. Yang ikut mesam-mesem melihat kebucinan Dirga.
"Kak Dirga ngapain kesini?" bisik Kanaya.
"Nyamperin kesaya..."
Belum sempat Dirga melanjutkan jawabannya. Kanaya sudah membungkam mulut Dirga. Dan mengajaknya keluar menuju koridor kampus.
"Udah duduk sini aja, emang boleh sebucin ini dikampus? Malu tauuuu...." gerutu Kanaya.
"Dia udah berani protes hahahaha...." goda Dirga.
Dirga meringis kesakitan mendapat cubitan dipinggangnya. Bagas yang lewat hanya lewat. Tidak menyapa atau sekedar memberi senyum ke arah Kanaya. Padahal Dirga udah ancang-ancang mau ngajak duel kalau masih tebar pesona keceweknya. Dinda yang lewat masuk ke kelas hanya memberi seulas senyum takut mengganggu orang yang lagi bucin-bucinnya.
"Udah sana masuk, udah mau kelas lagi. Take care sayang, nanti pulang aku antar." pamit Dirga.
Tak lupa dia merapikan rambut Kanaya dan menyelipkannya ditelinga. Dirga melambaikan tangan dan pergi menuju kelasnya. Kanaya masuk dan duduk ditempatnya. Bagas kecewa dengan Kanaya yang tidak menyambut cintanya. Dinda nyengir menyambut Kanaya. Satu jam berlalu, mereka pun bersiap untuk pulang. Dinda dan Kanaya berpisah diparkiran. Dinda sudah dijemput supirnya dan Kanaya sudah ditunggu Dirga.
"Kita mampir apartemen dulu ya... Mau mandi dulu gerah." pinta Dirga.
Kanaya hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil. Bagas masih memantau dari kejauhan. Dua puluh menit kemudian mereka sampai diunit Dirga.
"Aku mandi dulu. Kalau mau minum ambil aja sayang. Apa kamu mau mandi sekalian?" tanya Dirga.
"Enggak nanti aja dirumah kak."
Kanaya berjalan menuju dapur dan mengambil minuman dingin. Isi lemari es Dirga cukup lengkap. Terisi untuk satu bulan kebutuhan Dirga. Kanaya menonton tv pas sekali ada drakor dan adegannya begitu romantis. Dirga yang sudah selesai mandi dan berganti baju juga melihat. Dia berjalan kearah Kanaya yang tidak sadar dengan kehadiran Dirga.
Dirga mengulurkan tangan ke dagu Kanaya dari belakang. Dan menyandarkan kepala Kanaya di sandaran sofa. Tak butuh waktu lama Dirga sudah mengambil kesempatan untuk mencium bibir Kanaya.
"Emmmbbb kak...." berontak Kanaya.
"Lagian kamu mancing liat tontonan yang kaya gitu. Aku praktekin sekalian." kata Dirga tersenyum penuh kemenangan.
"Ngeselin... Orang tvnya nyala langsung drakor kok. Nggak ada ya aku pancing-pancing." kesal Kanaya.
"Atutu cantiknya aku... Jangan marah. Ayo aku antar pulang."
Kanaya pun mengambil tasnya dan berjalan didepan Dirga. Dirga tersenyum kecil melihat Kanaya yang sedang cemberut. Semakin menambah sayang Dirga ke Kanaya. Ingin segera nikah aja biar bisa hidup serumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments