2. Flash Back Masa SMP

Setiap pagi, Kanaya mendengar teriakan dari sang Mami. Harus bangun pagi, karena kebiasaan Kanaya sehabis sholat subuh tidur lagi. Maminya pasti ngomel. Anak perawan harus bangun pagi, bantu-bantu didapur. Ya meski ada bik Asih, ART dirumah kanaya. Orang tua Kanaya tak mengijinkan anak-anaknya untuk manja. Hari ini Kanaya ada try out, karena sebentar lagi ujian.

"Pagi semua..." sapa Kanaya.

"Pagi sayang..." jawab mami dan papi.

"Tuan putri... Sangat manja." ejek Arga.

"Papi kak Arga tu, sukanya bikin mood Naya ancur pagi-pagi." manja Kanaya.

"Kamu itu Ga, sukanya usilin adikmu. Buruan sarapan terus antar adik mu." celoteh pak Adinata.

"Biasanya juga naik angkot. Dasar gadis kecil..."

"Papi....."

Orang tua mereka pun menggelengkan kepala. Melihat tingkah kedua anaknya. Meski Arga sudah kuliah, baru masuk. Tapi tingkahnya masih seperti anak kecil. Kalau bertemu sang adik.

Hari-hari Kanaya hanya belajar dan belajar. Kali ini dia sedang belajar di ruang tamu. Inilah awal mula, Naya bertemu dengan Dirga. Naya masih sibuk dengan soal-soalnya. Ada Arga dan gengnya yang sekedar ngumpul bareng. Mereka baru pulang kuliah.

"Assalamualaikum..." salam Dirga.

"Walaikumsalam, mana kak?" jawab dan tanya Naya.

"Astagfirullah kakak lupa dek, nanti ya beli."

"Yah kak Arga mah gitu, orang pengen es buahnya sekarang."

"Hai gadis kecil..." sapa Dirga.

Kanaya hanya terbengong melihat kehadiran sosok laki-laki tampan. Pertama kalinya Naya, melihat Dirga. Dia sudah terpesona. Inilah awal, Kanaya jatuh cinta pada pandangan pertama.

"Jangan panggil dia gadis kecil. Kena amukan mampus lu Dir." celoteh Arga.

"Apaan sih, minggir..." ketus Naya.

"Tuh... Lu sih Dir, mau kemana?" tanya Arga.

Kanaya tidak menoleh sedikit pun. Dan tidak menjawab pertanyaan kakaknya. Dia lanjut belajar dikamar. Teman kak Arga, siapa ya tadi. Tanya Kanaya dalam hatinya. Tapi Kanaya pun lanjut untuk belajar.

...****************...

Di sekolah, Kanaya dan sahabatnya Dinda sedang ada diperpustakaan. Mereka memutuskan belajar disana agar fokus. Datanglah Bagas yang sekedar basa-basi menyapa Kanaya.

"Hai kalian... Boleh gabung?" sapa Bagas.

"Eh Bagas, bol..." jawab Dinda.

"Silahkan Gas, aku permisi dulu ya. Aku mau ke kelas." jawab Naya.

"Eh Nay, tungguin... Bye Bagas."

Kanaya berjalan dengan kesal masuk ke dalam kelasnya. Diperjalanan menuju kelas datanglah si perundung Tania. Dia menghadang perjalanan Kanaya. Tania dan teman-temannya, Bela dan Luna. Selalu membuat Kanaya ilfil dengan mereka.

"Mau apa lagi lo deketin Bagas gue!!" sinis Tania.

"Eh, bukan Naya yang deketin. Tapi si Bagas tu deket-deket mulu." jawab Dinda.

"Lo diem, orang yang ditanya Naya !!" bentak Bela

"Lagian, lo mau aja sih temenan sama Naya." tambah Luna.

"Eh, udah... Tania jangan cari masalah deh. Aku sama Bagas nggak ada apa-apa. Kamu tanya sendiri sama dia. Kenapa selalu ngintilin aku. Bukan sombong, tapi aku udah muak dengan tuduhan-tuduhan mu itu. Silahkan ambil si Bagas itu."

Kanaya pun berlalu dan duduk dibangkunya. Hari ini try out terakhir. Membuat Kanaya sedikit bernafas lega. Tinggal menghitung hari mereka ujian. Seperti biasa Dinda dan Kanaya menunggu bus dihalte.

"Eh Nay, aku pulang duluan. Udah dijemput supir aku, mau ke rumah nenek ku soalnya." kata Dinda.

"Oke... Eh kok kak Arga juga jemput ya..." heran Kanaya.

Dinda pergi masuk mobilnya sedang Kanaya masih berdiri mematung. Memang benar itu mobil kakaknya. Tapi yang mengemudi bukan Arga. Melainkan Dirga yang menjemput Kanaya.

"Hai gadis kecil... Yuk naik..." sapa dan ajak Dirga.

"Kak Arga kemana kak?" tanya Kanaya terlihat canggung.

"Masuk dulu, nanti pasti ketemu Arga." ajak Dirga.

Kanaya pun masuk ke dalam mobil. Dirga melajukan mobil, di dalam mobil Kanaya hanya diam. Tidak cerewet seperti biasanya. Biasanya kalau yang jemput Arga, pasti minta mampir jajan dulu. Dan pastinya Arga yang membelikan. Dan herannya Kanaya, Dirga berhenti dipusat jajanan yang biasanya Kanaya berhenti.

"Loh, kok..."

"Ayo turun, pasti kamu pengen jajan dulukan. Arga yang bilang wajib mampir kesini." jelas Dirga.

Kanaya pun menurut saja, dia turun. Membeli somay, es buah, es krim dan masih banyak sekali. karena Kanaya tipikal anak yang apa adanya. Tapi dia bayar sendiri, sungkan kalau Dirga yang bayarin.

"Pakai uang ku saja, simpan uang jajan mu gadis kecil." ucap Dirga.

"Nggak papa, aku yang jajan ini." jawab Kanaya.

"Bolehkan jangan panggil aku gadis kecil? Aku sudah mau SMA, nama ku Kanaya." jelas Kanaya.

"Hehehehe... Udah gede ya..." goda Dirga.

"Sama nyebelinnya kaya kak Arga." gerutu Kanaya.

"Apa? Aku denger loh..."

"Enggak... Udah, aku mau pulang."

Dirga pun menuruti kemauan Kanaya. Tapi mereka tidak pulang, melainkan menjemput Arga terlebih dahulu. Diperjalanan Dirga curi-curi pandang ke Kanaya sambil senyum-senyum. Melihat Kanaya yang asik ngemil jajanan yang ia beli tadi. Dua puluh menit kemudian, mereka sampai di kampus. Tapi Kanaya tidak mau turun, karena suasana kampus sangat ramai.

"Ayo turun Nay... Masih lama lo." ajak Dirga.

"Nggak papa Kak, aku d-disini aja."

"Kenapa? Udah ayo turun." paksa Dirga.

Dirga menarik tangan Kanaya untuk turun dari mobil. Jantung Kanaya tiba-tiba berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Dia menjadi kikuk dan mengeluarkan keringat dingin. Dengan cepat, Kanaya melepaskan tangannya dari genggaman Dirga. Dan berjalan dibelakang Dirga. Dirga malah memegang pundak Kanaya dan berjalan dibelakangnya.

"Hai anak cantik..." sapa Andre.

"Hai manis..." sapa Dito.

Kanaya hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Mereka tidak tahu kalau Kanaya sedang gugup. Hanya dengan dipegang tangan diperlakukan dengan lembut oleh Dirga. Sudah membuat Kanaya melayang. Rasanya berbeda lebih membuat hatinya berbunga-bunga.

"Dasar buaya... Adik gue ini. Udah dek ayo pulang. Pada gila tu orang." kesal Arga yang adiknya digoda.

"Idih sok protektif lu Ga...." teriak Dito.

Mereka pun tertawa bersama. Arga menggandeng tangan Kanaya untuk pulang. Diikuti oleh, ketiga sahabatnya. Kanaya duduk di samping sang kakak yang mengemudi. Sedangkan ketiga sahabat kakaknya berada dibelakang. Seperti biasanya, banyak celotehan tidak jelas keluar dari mereka berempat. Sampai pada akhirnya Dirga mengeluarkan suaranya.

"Diantara mereka yang ganteng sendiri aku kan Nay?" tanya Dirga sedikit menggoda Kanaya.

Kanaya pun tersipu malu dan mengalihkan pandangan keluar jendela. Arga menyadari kegugupan sang adik. Yang terlihat tidak seperti biasanya. Arga pun menyodorkan ponsel dan headset. Untuk dipakai Kanaya. Kanaya pun langsung menerima dan memakainya. Sedangkan Dirga masih sama suka curi-curi pandang kearah gadis kecil. Yaitu Kanaya, entah kenapa Dirga merasa ada yang berbeda dari Kanaya.

Episodes
1 1. Kanaya
2 2. Flash Back Masa SMP
3 3. Flash Back Off Masa SMP
4 4. Badmood
5 5. Meyakinkan Hati Kanaya
6 6. Masih Berusaha
7 7. Perlahan Membuka Hati
8 8. Obrolan dari Hati ke Hati
9 9. Kencan Pertama
10 10. Jadian
11 11. Kamu kenapa?
12 12. Jelous
13 13. Kesayangan Dirga
14 14. Marahnya Kanaya
15 15. Mulai Menjauh
16 16. Kekesalan Selia
17 17. Hilangnya Kanaya
18 18. Tamparan
19 19. Wisuda
20 20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21 21. Hari Pertama LDR
22 22. Kejutan
23 23. Terhalang Jarak
24 24. Arga dan Zaskia
25 25. Persiapan Magang
26 26. Ditempat Magang
27 27. Menginap Dirumah Pacar
28 28. Drama Tania
29 29. Salah Paham
30 30. Pesta Pernikahan
31 31. Flash Back On
32 32. Pasangan Pasutri Baru
33 33. Kembali ke Aktifitas
34 34. Sok Berkuasa
35 35. Sebuah Pengakuan
36 36. Kabar Bahagia
37 37. Anak Pemilik Perusahaan
38 38. Overthinking
39 39. Memulai dari Nol
40 40. Membangun Perusahaan
41 41. Berbau Pelakor
42 42. Cemburu
43 43. Masalah Baru
44 44. Pertengkaran
45 45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46 46. Kehadiran Orang Baru
47 47. Ponakan baru
48 48. Satu Minggu yang Lalu
49 49. Perhatian
50 50. Mala Petaka
51 51. Arga dan Dirga
52 52. Kepulangan Kanaya
53 53. Semakin Membaik
54 54. Hujan Membawa Manfaat
55 55. Meyakinkan Hati
56 56. Rumah Baru
57 57. Membuka Lembaran Baru
58 58. Pindah Rumah
59 59. Malam Panjang
60 60. Obat Perangsang
61 61. Gara-gara Ulat Bulu
62 62. Dia Istriku
63 63. Pergi ke Pesta
64 64. Hal Yang Tak Diinginkan
65 65. Pulang
66 66. Undangan Dinda dan Andre
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Kanaya
2
2. Flash Back Masa SMP
3
3. Flash Back Off Masa SMP
4
4. Badmood
5
5. Meyakinkan Hati Kanaya
6
6. Masih Berusaha
7
7. Perlahan Membuka Hati
8
8. Obrolan dari Hati ke Hati
9
9. Kencan Pertama
10
10. Jadian
11
11. Kamu kenapa?
12
12. Jelous
13
13. Kesayangan Dirga
14
14. Marahnya Kanaya
15
15. Mulai Menjauh
16
16. Kekesalan Selia
17
17. Hilangnya Kanaya
18
18. Tamparan
19
19. Wisuda
20
20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21
21. Hari Pertama LDR
22
22. Kejutan
23
23. Terhalang Jarak
24
24. Arga dan Zaskia
25
25. Persiapan Magang
26
26. Ditempat Magang
27
27. Menginap Dirumah Pacar
28
28. Drama Tania
29
29. Salah Paham
30
30. Pesta Pernikahan
31
31. Flash Back On
32
32. Pasangan Pasutri Baru
33
33. Kembali ke Aktifitas
34
34. Sok Berkuasa
35
35. Sebuah Pengakuan
36
36. Kabar Bahagia
37
37. Anak Pemilik Perusahaan
38
38. Overthinking
39
39. Memulai dari Nol
40
40. Membangun Perusahaan
41
41. Berbau Pelakor
42
42. Cemburu
43
43. Masalah Baru
44
44. Pertengkaran
45
45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46
46. Kehadiran Orang Baru
47
47. Ponakan baru
48
48. Satu Minggu yang Lalu
49
49. Perhatian
50
50. Mala Petaka
51
51. Arga dan Dirga
52
52. Kepulangan Kanaya
53
53. Semakin Membaik
54
54. Hujan Membawa Manfaat
55
55. Meyakinkan Hati
56
56. Rumah Baru
57
57. Membuka Lembaran Baru
58
58. Pindah Rumah
59
59. Malam Panjang
60
60. Obat Perangsang
61
61. Gara-gara Ulat Bulu
62
62. Dia Istriku
63
63. Pergi ke Pesta
64
64. Hal Yang Tak Diinginkan
65
65. Pulang
66
66. Undangan Dinda dan Andre

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!