12. Jelous

"Pegi, samperin lo cowokkan Dir...." Dito memanasi Dirga.

"Iya, gua mah nggak bakal kasih kendor cowok deketin cewek gua." tambah Andre.

"Dasar kompor kalian !" cegah Arga.

Dirga malah acuh kembali makan. Menyantap habis makanan yang ia pesan. Dan meminum sampai tandas minumannya. Terlihat sekali Dirga jelous sama Bagas. Dia berdiri dan berjalan kearah Kanaya berada.

"Sayang, masih ada kelas?" tanya Dirga sok cool.

"Hmm... Enggak, ini makan dulu abis ini pulang." jawab Kanaya memperhatikan Dirga.

"Udah makannya? Kalau udah aku antar." masih tetap cool.

"Oh, udah kok. Dinda, Bagas aku duluan ya...." pamit Kanaya.

Dirga menggandeng tangan Kanaya dan pergi meninggalkan Dinda dan Bagas. Arga tersenyum kearah adiknya. Yang melirik kearahnya. Seakan Kanaya sedang minta tolong untuk dibebaskan dari sikap posesif Dirga. Diparkiran Dirga membukakan pintu untuk Kanaya dan memasangkan sit belt.

Tanpa bicara Dirga langsung pindah ke kursi kemudi. Dia melajukan mobilnya dan kembali ke apartemen. Dari sini Kanaya sudah mulai curiga. Ada apa dengan Dirga, tiba-tiba bersikap dingin. Dirga dan Kanaya sampai didepan pintu unit. Dirga memencet password pintu dan mereka pun masuk. Dirga membawa Kanaya kedalam kamarnya.

Dirga mendudukkan Kanaya diranjang tempat tidur. Dia mulai mendekati Kanaya. Mendekatkan wajah mereka berdua. Sampai posisi Kanaya saat ini rebahan diranjang. Kanaya sudah mulai panik dan takut. Dirga menatapnya tajam tanpa berkedip.

"Kak Dirga mau ngapain?" tanya Kanaya berusaha mendorong tubuh Dirga.

Tapi Dirga tak bergeming sedikit pun. Dirga masih terlihat dingin tanpa memalingkan tatapannya sedikit pun.

"Kenapa tadi nggak duduk bareng pas dikantin? Kenapa malah duduk dengan cowok lain?!" tanya Dirga sangat terlihat jelous.

"Kak Dirga jelous ya..." celoteh Kanaya.

Dirga kembali diam dia malah semakin mendekat dan tidak memberi ruang untuk Kanaya. Kanaya sudah tidak bisa berontak tangannya dikunci oleh Dirga. Perlahan Dirga mencium bibir Kanaya dengan lembut. Kanaya memejamkan matanya. Karena takut Dirga semakin jauh. Kanaya mengambil kelengahan Dirga dia mendorong Dirga. Hingga Dirga sadar dan membaringkan tubuhnya disamping Kanaya. Yang saat ini tengah terduduk.

Dirga duduk dan memegang tangan Kanaya. Yang dia lihat begitu tegang. Dirga merasa perbuatannya memang keterlaluan. Tidak bisa berpikir jernih sama sekali. Katanya baru pacaran pertama kali, tapi ciumannya seperti sudah berpengalaman. Kesal Kanaya dalam hatinya.

"Maaf sayang, aku memang jelous sama temen cowokmu itu. Jangan pernah jauh dari aku ya..." pinta Dirga.

"Kalau aku juga jelous boleh emang?" tanya Kanaya balik.

Dia menyodorkan ponselnya ke Dirga. Membuka foto yang dikirim oleh Selia kepadanya. Foto seperti Dirga tengah bertunangan dengan Selia.

"Jangan percaya... Foto ini memang sengaja Selia ambil. Katanya buat kenang-kenangan. Tapi setiap kali dia melihat ada wanita yang dekat dengan ku. Pasti pertama kali dia akan mengirim foto ini." jelas Dirga.

"Bisakah, aku percaya omongan kak Dirga?"

"Sayang sumpah, kamu tanya sedetail mungkin ke kakak kamu. Dia pasti akan jelasin secara terperinci. Sahabatku semua tahu, tanya Dito dan Andre juga." kekeh Dirga.

"Oke aku percaya." jawab Kanaya.

"Kamu belum jawab pertanyaan ku? Kenapa deket-deket sama Bagas. Benerkan dia Bagas namanya?"

"Aku nggak ada apa-apa sama Bagas. Emang kak Dirga lihat aku ngomong atau akrab dengannya?" Kanaya mulai berani.

"Enggak sayang, pokok kamu nggak boleh deket-deket. Sama si Bagas itu, dia itu suka sama kamu."

"Aku nggak suka sama dia. Dia aja yang deketin terus sayang." jawab Kanaya.

"Apa? Coba ulangi."

"Nggak ada pengulangan. Aku pengen pulang kak." ucap Kanaya.

Dirga menarik tangan Kanaya dan menjatuhkan kedalam pangkuannya. Membuat Kanaya kembali berontak. Karena Dirga juga semakin berani menunjukkan rasa sayangnya.

"Aku laporin sama kak Arga, kalau kak Dirga mesum." ancam Kanaya.

"Silahkan sayang, Arga sudah mempercayakan kamu sama aku."

"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Kanaya penasaran.

"Kitakan mau nikah, tinggal nunggu aku selesai skripsi terus wisuda. Nikah deh kita."

"Emang boleh secepat itu kak? Aku masih kuliah, semester satu." kawatir Kanaya.

"Sayang, kenapa sedih gitu? Apa jangan-jangan kamu nggak suka kalau hubungan kita lebih serius dari pacaran?" tanya Dirga.

Kanaya menggeleng tapi dia tidak menjawab apa-apa. Emang bener kamu seserius ini sama aku. Tanya Kanaya dalam hatinya. Cintanya disambut begitu serius ternyata oleh Dirga. Cinta pertama yang dulu hanya dianggapnya cinta monyet.

"Eh... Malah bengong, kita tunangan dulu bareng Arga bulan depan. Terus nikahnya Arga dulu, karena diakan kakak kamu. Kita nikahnya nunggu kamu siap. Yang penting kamu aku iket dulu dengan tunangan." jelas Dirga.

"kak... Seserius ini kamu sama aku?" tanya Kanaya mencari kebohongan dimata Dirga.

"Iya sayang... Aku sayang kamu dan udah mantap untuk meminangmu. Yang aku bicarain kemarin sama papi ya ini. Aku bukan memintamu untuk jadi pacarku tapi istriku." jelas Dirga.

Flash back on

Pagi sekali Dirga menjemput Kanaya ke rumahnya. Dia berniat untuk minta ijin kepada kedua orang tua Kanaya. Dirga sudah mantap ingin menjadikan Kanaya istrinya. Tidak mau berlama-lama pacaran.

"Permisi om, tante..." sapa Dirga.

"Eh Dirga, Arga sudah berangkat pagi-pagi tadi." jawab Pak Adi.

"Iya om, tapi saya kesini untuk jemput Kanaya." jawab Dirga.

"Kanaya? Tapi dia masih tidur Dir. Mi, bangunin Naya.... Ini Dirga jemput."

"Iya pi,,,, "

Bu Anita memanggil Kanaya dikamarnya. Dirga disitu terlihat sangat canggung saat pak Adi menatapnya seperti penuh selidik.

"Ada hubungan apa Dirga dan Kanaya?" tanya pak Adi.

"Emmmb... Om sebenarnya saya dan Kanaya tidak ada hubungan apa-apa. Tapi niat saya kesini juga ingin minta ijin untuk melamar Kanaya." canggung Dirga.

"Apa?! Seyakin itu kamu sama Kanaya nak?" kaget bu Anita.

"Iya tante, sudah sejak lama, tapi saya baru berani ijin sekarang. Om dan tante tenang saja, saya akan berusaha penuh untuk membahagiakan Kanaya. Saya sedang berusaha membangun perusahaan desain sendiri. Memang saat ini saya hanya karyawan paruh waktu om. Tapi saya yakin suatu saat nanti bisa mendirikan perusahaan sendiri." yakin Dirga.

"Om tidak bisa menjawab, yang bisa menjawab hanya Kanaya. Kami sebagai orang tua pasti mendukung apa yang terbaik untuk anak kami. Tapi om harap, jika dia telah memilih mu. Jaga anak om, jangan sakiti dia. Jika sedikit saja dia menjatuhkan air matanya. Om yang akan mengambilnya dari hidup mu selamanya." Wejang pak Adi.

Dirga mengangguk sungguh-sungguh. Akan berusaha menjaga kepercayaan orang tua Kanaya. Karena mereka sudah mempercayakan anak perempuannya kepada Dirga. Dirga juga akan berusaha sepenuhnya menjaga kepercayaan itu.

Flash back off

Terpopuler

Comments

Melda Andriyani

Melda Andriyani

mantap Dirga

2024-01-09

2

lihat semua
Episodes
1 1. Kanaya
2 2. Flash Back Masa SMP
3 3. Flash Back Off Masa SMP
4 4. Badmood
5 5. Meyakinkan Hati Kanaya
6 6. Masih Berusaha
7 7. Perlahan Membuka Hati
8 8. Obrolan dari Hati ke Hati
9 9. Kencan Pertama
10 10. Jadian
11 11. Kamu kenapa?
12 12. Jelous
13 13. Kesayangan Dirga
14 14. Marahnya Kanaya
15 15. Mulai Menjauh
16 16. Kekesalan Selia
17 17. Hilangnya Kanaya
18 18. Tamparan
19 19. Wisuda
20 20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21 21. Hari Pertama LDR
22 22. Kejutan
23 23. Terhalang Jarak
24 24. Arga dan Zaskia
25 25. Persiapan Magang
26 26. Ditempat Magang
27 27. Menginap Dirumah Pacar
28 28. Drama Tania
29 29. Salah Paham
30 30. Pesta Pernikahan
31 31. Flash Back On
32 32. Pasangan Pasutri Baru
33 33. Kembali ke Aktifitas
34 34. Sok Berkuasa
35 35. Sebuah Pengakuan
36 36. Kabar Bahagia
37 37. Anak Pemilik Perusahaan
38 38. Overthinking
39 39. Memulai dari Nol
40 40. Membangun Perusahaan
41 41. Berbau Pelakor
42 42. Cemburu
43 43. Masalah Baru
44 44. Pertengkaran
45 45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46 46. Kehadiran Orang Baru
47 47. Ponakan baru
48 48. Satu Minggu yang Lalu
49 49. Perhatian
50 50. Mala Petaka
51 51. Arga dan Dirga
52 52. Kepulangan Kanaya
53 53. Semakin Membaik
54 54. Hujan Membawa Manfaat
55 55. Meyakinkan Hati
56 56. Rumah Baru
57 57. Membuka Lembaran Baru
58 58. Pindah Rumah
59 59. Malam Panjang
60 60. Obat Perangsang
61 61. Gara-gara Ulat Bulu
62 62. Dia Istriku
63 63. Pergi ke Pesta
64 64. Hal Yang Tak Diinginkan
65 65. Pulang
66 66. Undangan Dinda dan Andre
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Kanaya
2
2. Flash Back Masa SMP
3
3. Flash Back Off Masa SMP
4
4. Badmood
5
5. Meyakinkan Hati Kanaya
6
6. Masih Berusaha
7
7. Perlahan Membuka Hati
8
8. Obrolan dari Hati ke Hati
9
9. Kencan Pertama
10
10. Jadian
11
11. Kamu kenapa?
12
12. Jelous
13
13. Kesayangan Dirga
14
14. Marahnya Kanaya
15
15. Mulai Menjauh
16
16. Kekesalan Selia
17
17. Hilangnya Kanaya
18
18. Tamparan
19
19. Wisuda
20
20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21
21. Hari Pertama LDR
22
22. Kejutan
23
23. Terhalang Jarak
24
24. Arga dan Zaskia
25
25. Persiapan Magang
26
26. Ditempat Magang
27
27. Menginap Dirumah Pacar
28
28. Drama Tania
29
29. Salah Paham
30
30. Pesta Pernikahan
31
31. Flash Back On
32
32. Pasangan Pasutri Baru
33
33. Kembali ke Aktifitas
34
34. Sok Berkuasa
35
35. Sebuah Pengakuan
36
36. Kabar Bahagia
37
37. Anak Pemilik Perusahaan
38
38. Overthinking
39
39. Memulai dari Nol
40
40. Membangun Perusahaan
41
41. Berbau Pelakor
42
42. Cemburu
43
43. Masalah Baru
44
44. Pertengkaran
45
45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46
46. Kehadiran Orang Baru
47
47. Ponakan baru
48
48. Satu Minggu yang Lalu
49
49. Perhatian
50
50. Mala Petaka
51
51. Arga dan Dirga
52
52. Kepulangan Kanaya
53
53. Semakin Membaik
54
54. Hujan Membawa Manfaat
55
55. Meyakinkan Hati
56
56. Rumah Baru
57
57. Membuka Lembaran Baru
58
58. Pindah Rumah
59
59. Malam Panjang
60
60. Obat Perangsang
61
61. Gara-gara Ulat Bulu
62
62. Dia Istriku
63
63. Pergi ke Pesta
64
64. Hal Yang Tak Diinginkan
65
65. Pulang
66
66. Undangan Dinda dan Andre

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!