"Pegi, samperin lo cowokkan Dir...." Dito memanasi Dirga.
"Iya, gua mah nggak bakal kasih kendor cowok deketin cewek gua." tambah Andre.
"Dasar kompor kalian !" cegah Arga.
Dirga malah acuh kembali makan. Menyantap habis makanan yang ia pesan. Dan meminum sampai tandas minumannya. Terlihat sekali Dirga jelous sama Bagas. Dia berdiri dan berjalan kearah Kanaya berada.
"Sayang, masih ada kelas?" tanya Dirga sok cool.
"Hmm... Enggak, ini makan dulu abis ini pulang." jawab Kanaya memperhatikan Dirga.
"Udah makannya? Kalau udah aku antar." masih tetap cool.
"Oh, udah kok. Dinda, Bagas aku duluan ya...." pamit Kanaya.
Dirga menggandeng tangan Kanaya dan pergi meninggalkan Dinda dan Bagas. Arga tersenyum kearah adiknya. Yang melirik kearahnya. Seakan Kanaya sedang minta tolong untuk dibebaskan dari sikap posesif Dirga. Diparkiran Dirga membukakan pintu untuk Kanaya dan memasangkan sit belt.
Tanpa bicara Dirga langsung pindah ke kursi kemudi. Dia melajukan mobilnya dan kembali ke apartemen. Dari sini Kanaya sudah mulai curiga. Ada apa dengan Dirga, tiba-tiba bersikap dingin. Dirga dan Kanaya sampai didepan pintu unit. Dirga memencet password pintu dan mereka pun masuk. Dirga membawa Kanaya kedalam kamarnya.
Dirga mendudukkan Kanaya diranjang tempat tidur. Dia mulai mendekati Kanaya. Mendekatkan wajah mereka berdua. Sampai posisi Kanaya saat ini rebahan diranjang. Kanaya sudah mulai panik dan takut. Dirga menatapnya tajam tanpa berkedip.
"Kak Dirga mau ngapain?" tanya Kanaya berusaha mendorong tubuh Dirga.
Tapi Dirga tak bergeming sedikit pun. Dirga masih terlihat dingin tanpa memalingkan tatapannya sedikit pun.
"Kenapa tadi nggak duduk bareng pas dikantin? Kenapa malah duduk dengan cowok lain?!" tanya Dirga sangat terlihat jelous.
"Kak Dirga jelous ya..." celoteh Kanaya.
Dirga kembali diam dia malah semakin mendekat dan tidak memberi ruang untuk Kanaya. Kanaya sudah tidak bisa berontak tangannya dikunci oleh Dirga. Perlahan Dirga mencium bibir Kanaya dengan lembut. Kanaya memejamkan matanya. Karena takut Dirga semakin jauh. Kanaya mengambil kelengahan Dirga dia mendorong Dirga. Hingga Dirga sadar dan membaringkan tubuhnya disamping Kanaya. Yang saat ini tengah terduduk.
Dirga duduk dan memegang tangan Kanaya. Yang dia lihat begitu tegang. Dirga merasa perbuatannya memang keterlaluan. Tidak bisa berpikir jernih sama sekali. Katanya baru pacaran pertama kali, tapi ciumannya seperti sudah berpengalaman. Kesal Kanaya dalam hatinya.
"Maaf sayang, aku memang jelous sama temen cowokmu itu. Jangan pernah jauh dari aku ya..." pinta Dirga.
"Kalau aku juga jelous boleh emang?" tanya Kanaya balik.
Dia menyodorkan ponselnya ke Dirga. Membuka foto yang dikirim oleh Selia kepadanya. Foto seperti Dirga tengah bertunangan dengan Selia.
"Jangan percaya... Foto ini memang sengaja Selia ambil. Katanya buat kenang-kenangan. Tapi setiap kali dia melihat ada wanita yang dekat dengan ku. Pasti pertama kali dia akan mengirim foto ini." jelas Dirga.
"Bisakah, aku percaya omongan kak Dirga?"
"Sayang sumpah, kamu tanya sedetail mungkin ke kakak kamu. Dia pasti akan jelasin secara terperinci. Sahabatku semua tahu, tanya Dito dan Andre juga." kekeh Dirga.
"Oke aku percaya." jawab Kanaya.
"Kamu belum jawab pertanyaan ku? Kenapa deket-deket sama Bagas. Benerkan dia Bagas namanya?"
"Aku nggak ada apa-apa sama Bagas. Emang kak Dirga lihat aku ngomong atau akrab dengannya?" Kanaya mulai berani.
"Enggak sayang, pokok kamu nggak boleh deket-deket. Sama si Bagas itu, dia itu suka sama kamu."
"Aku nggak suka sama dia. Dia aja yang deketin terus sayang." jawab Kanaya.
"Apa? Coba ulangi."
"Nggak ada pengulangan. Aku pengen pulang kak." ucap Kanaya.
Dirga menarik tangan Kanaya dan menjatuhkan kedalam pangkuannya. Membuat Kanaya kembali berontak. Karena Dirga juga semakin berani menunjukkan rasa sayangnya.
"Aku laporin sama kak Arga, kalau kak Dirga mesum." ancam Kanaya.
"Silahkan sayang, Arga sudah mempercayakan kamu sama aku."
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Kanaya penasaran.
"Kitakan mau nikah, tinggal nunggu aku selesai skripsi terus wisuda. Nikah deh kita."
"Emang boleh secepat itu kak? Aku masih kuliah, semester satu." kawatir Kanaya.
"Sayang, kenapa sedih gitu? Apa jangan-jangan kamu nggak suka kalau hubungan kita lebih serius dari pacaran?" tanya Dirga.
Kanaya menggeleng tapi dia tidak menjawab apa-apa. Emang bener kamu seserius ini sama aku. Tanya Kanaya dalam hatinya. Cintanya disambut begitu serius ternyata oleh Dirga. Cinta pertama yang dulu hanya dianggapnya cinta monyet.
"Eh... Malah bengong, kita tunangan dulu bareng Arga bulan depan. Terus nikahnya Arga dulu, karena diakan kakak kamu. Kita nikahnya nunggu kamu siap. Yang penting kamu aku iket dulu dengan tunangan." jelas Dirga.
"kak... Seserius ini kamu sama aku?" tanya Kanaya mencari kebohongan dimata Dirga.
"Iya sayang... Aku sayang kamu dan udah mantap untuk meminangmu. Yang aku bicarain kemarin sama papi ya ini. Aku bukan memintamu untuk jadi pacarku tapi istriku." jelas Dirga.
Flash back on
Pagi sekali Dirga menjemput Kanaya ke rumahnya. Dia berniat untuk minta ijin kepada kedua orang tua Kanaya. Dirga sudah mantap ingin menjadikan Kanaya istrinya. Tidak mau berlama-lama pacaran.
"Permisi om, tante..." sapa Dirga.
"Eh Dirga, Arga sudah berangkat pagi-pagi tadi." jawab Pak Adi.
"Iya om, tapi saya kesini untuk jemput Kanaya." jawab Dirga.
"Kanaya? Tapi dia masih tidur Dir. Mi, bangunin Naya.... Ini Dirga jemput."
"Iya pi,,,, "
Bu Anita memanggil Kanaya dikamarnya. Dirga disitu terlihat sangat canggung saat pak Adi menatapnya seperti penuh selidik.
"Ada hubungan apa Dirga dan Kanaya?" tanya pak Adi.
"Emmmb... Om sebenarnya saya dan Kanaya tidak ada hubungan apa-apa. Tapi niat saya kesini juga ingin minta ijin untuk melamar Kanaya." canggung Dirga.
"Apa?! Seyakin itu kamu sama Kanaya nak?" kaget bu Anita.
"Iya tante, sudah sejak lama, tapi saya baru berani ijin sekarang. Om dan tante tenang saja, saya akan berusaha penuh untuk membahagiakan Kanaya. Saya sedang berusaha membangun perusahaan desain sendiri. Memang saat ini saya hanya karyawan paruh waktu om. Tapi saya yakin suatu saat nanti bisa mendirikan perusahaan sendiri." yakin Dirga.
"Om tidak bisa menjawab, yang bisa menjawab hanya Kanaya. Kami sebagai orang tua pasti mendukung apa yang terbaik untuk anak kami. Tapi om harap, jika dia telah memilih mu. Jaga anak om, jangan sakiti dia. Jika sedikit saja dia menjatuhkan air matanya. Om yang akan mengambilnya dari hidup mu selamanya." Wejang pak Adi.
Dirga mengangguk sungguh-sungguh. Akan berusaha menjaga kepercayaan orang tua Kanaya. Karena mereka sudah mempercayakan anak perempuannya kepada Dirga. Dirga juga akan berusaha sepenuhnya menjaga kepercayaan itu.
Flash back off
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Melda Andriyani
mantap Dirga
2024-01-09
2