19. Wisuda

Pagi ini Kanaya sudah rapi dengan rok plisket hitam panjang dan kemeja pres bodi berwarna krem. Dia mengikat sebagian rambutnya dan sebagian ia biarkan terurai. Tak lupa mengambil tas dan buket bunga. Yang ingin ia berikan kepasa sang kekasih. Tak lupa dia juga memberi kado kepada Dirga. Dia melangkah dengan semangat menuju ruang makan. Terlihat kedua orang tuannya yang telah siap juga.

Mereka ingin menghadiri wisuda Arga yang satu prodi dengan Dirga, Dito dan Andre. Arga juga sudah ganteng dan rapi dengan setelan jasnya. Dia berangkat terlebih dahulu karena menjemput sang kekasih. Kanaya dan kedua orang tuanya pun berangkat bersama. Sampai dikampus, sudah ada Dirga yang menunggu dengan senyum lebarnya.

"Duh Nay, pacar kamu kok bisa punya senyum semanis itu. Mana ganteng, pinter dan rajin banget." goda mami.

"Sama kaya papi ya mi." celoteh papi.

"Beda dong pi, mudaan Dirga."

"Kalian apaan sih, alhamdulillah dong Kanaya berarti nggak salah pilih. Hehehe,,," jawab Kanaya.

Dia keluar dari mobil dan langsung menghampiri Dirga. Kanaya memberikan buket bungan dan kado kepada Dirga. Yang menambah manis senyum sang kekasih.

"Repot-repot kamu, eh mi, pi... Silahkan. Tempat pendamping sebelah kanan." ucap Dirga kemudian.

Kanaya mengrenyitkan keningnya. Sedekat itukah Dirga dan orang tuanya. Dirga masuk menggandeng Kanaya. Dirga dan Kanaya berpisah karena tempat duduk mereka berbeda. Acara wisuda pun dimulai dan berakhir dengan lancar. Mami dan papinya berpamitan untuk pulang terlebih dahulu. Sedang Kanaya berjalan menghampiri empat sekawan dan Zaskia.

"Selamat ya buat kalian semua." ucap Kanaya.

"Gadis kecil belajar yang pinter, biar cepet lulus kaya kita-kita." celoteh Arga.

"Kak arga...." kesal Kanaya.

"Ups, sorry... Lupa kakak dek. Mau pulang bareng kakak apa mas pacar?" goda Arga.

"By..., kamu emang dasar ngeselin kaya gini ya. Godain Naya terus." bela Zaskia.

"Emang ngeselin, dari orok Arga ngeselin banget." tambah Dito.

"Naya kakak yang anter ya..." tawar Andre.

"Ini tambah bego banget, lo mau embat pacar sohib lo juga." sentil Dito.

"Yah.... Siapa tahu ada celah diantara mereka Dit." pasrah Andre.

"Gila kalian pada... Ayok sayang. Pulang, disini otak kamu jadi nggak sehat dengerin mereka berdua." kata Dirga.

Mereka tertawa terpingkal, ulah mereka selalu konyol. Arga pulang dengan Zaskia. Dirga menggandeng tangan Kanaya dan berjalan menuju parkiran. Dirga melajukan mobilnya menuju apartemennya. Terlihat wajah Dirga sedikit murung. Kanaya jadi merasa ada yang salah pada diri kekasihnya itu. Masuk kedalam unit Dirga langsung memeluk Kanaya begitu erat.

"Hei... Kenapa?" tanya Kanaya.

"Pengen peluk aja yang lama." jawab Dirga masih memeluk Kanaya.

Kanaya membiarkan tubuhnya dipeluk oleh Dirga. Mungkin beban Dirga saat ini begitu berat. Tapi kenapa, sedangkan dia adalah lulusan terbaik. Kenapa seperti memiliki beban berat. Pertanyaan begitu banyak yang muncul dalam benak Kanaya. Mereka pun duduk disofa, yang masih dalam keheningan. Kanaya memberanikan diri bertanya.

"Kak Dirga anggap aku apa?" tanya Kanaya.

"Kenapa nanyanya gitu sayang? Kamu kan pacar aku calon istri aku." jawab Dirga masih menutupi bebannya.

"Lalu, kenapa ada masalah dipendem sendiri? Aku tahu kakak lagi nyembunyiin sesuatu dari aku." tanya Kanaya lembut.

"Bukan nyembunyiin sayang, cuma belum siap aja cerita. Takut malah jadi beban kamu juga."

"Kak, kita udah sama-sama dewasa ya... Kakak bisa kok membagi beban itu sama aku. Aku nggak papa, aku malah seneng, merasa aku ini orang terpenting kamu."

"Aduh gadis kecil ku udah dewasa beneran ya... Semakin pengen segera halal-in aja nih..."

"Kak Dirga aku nggak mau ya dibercandain."

"Iya iya maaf, kalau setelah ini aku jauh dari kamu gimana sayang?" tanya Dirga kembali bersedih.

"Emangnya kak Dirga mau kemana?"

"Kakak ada panggilan kerja tapi tidak disini. Di kota xxxx, yang jaraknya empat jam dari kota ini. Dan kita harus LDR, tapi kalau kamu nggak mau kakak cari yang masih satu kota sama kamu."

"Loh kenapa? Kan impian kak Dirga diriin perusahaan sendiri. Terus itu butuh modal dan mungkin ini batu loncatan untuk kakak. Jangan karena aku, mimpi mu terkubur dalam. Aku juga nggak bisa egoiskan menahan mu untuk tetap tinggal. Aku dukung kamu sayang." kata Kanaya meyakinkan Dirga dan memegang erat tangan Dirga.

"Kamu yakin? LDR itu nggak mudah loh sayang."

"Kak,, lakukan apa yang membuatmu bisa meraih cita-cita dan keinginan mu. Aku nggak mau jadi penghalang mu. Kita bisa kok telponan, vidio call dan masih banyak kok cara lain biar kita bisa berinteraksi jarak jauh."

Dirga tersenyum mendengar dukungan penuh dari kekasih kecilnya itu. Usia mereka terpaut empat tahun tapi pemikiran Kanaya sudah begitu dewasa. Dirga kembali memeluk Kanaya. Ada satu hal lagi yang membuat Dirga bersedih. Dia belum bisa mewujudkan janjinya untuk mengikat Kanaya dengan ikatan pertunangan. Karena saat ini kondisi keuangan Dirga begitu minim.

"Emb... Satu lagi sayang. Misal aku belum bisa menepati janji aku setelah wisuda ini kita belum tunangan nggak papa?"

Pertanyaan yang tiba-tiba membuat Kanaya tersedak. Karena saat ini dia sedang minum. Kanaya tidak menyangka jika pekataan Dirga waktu itu sungguh-sungguh. Ingin bertunangan dengannya setelah wisuda.

"Uhuk... Uhuk..." Kanaya terbatuk.

"Pelan-pelan minumnya..." kata Dirga sambil menepuk pelan punggung Kanaya.

"Kaget aja, ya aku pikir waktu itu hanya omongan aja kak. Ternyata seserius ini kak Dirga sama aku."

"Kanaya Putri Adinata, apa yang pernah aku ucapkan sama kamu. Itu niat tulus ku dan benar adanya bukan main-main. Kamu pertama dan terakhir." ucap Diga mengelus lembut pipi Kanaya.

"Aku bersyukur banget bisa dapat pacar eh calon suami kaya kak Dirga. Aku bakal nunggu kakak sampai siap dan aku bakal temenin kak Dirga dalam kondisi apa pun. Tapi Kak Dirga harus janji, kalau ada masalah atau apa kak Dirga harus cerita. Jangan dipendem sendiri kan ada aku."

"Iya sayang..."

Dirga mendaratkan kecupan dikening Kanaya. Setelah perbincangan yang cukup lama. Dirga mengantar Kanaya untuk pulang. Karena hari sudah semakin gelap. Kanaya sudah mandi, dan makan. Jadi sampai rumah tinggal istirahat saja. Sampai dirumah, Kanaya masuk. Dan sudah terlihat berbagai seserahan untuk lamaran kakaknya besok pagi. Kanaya tersenyum, dirumah lagi repot dia malah kelayapan.

"Jahat bener ya kamu Nay.."

"Ih... Kak Arga kebiasaan ngagetin." teriak Kanaya.

"Kemana aja? Kakaknya sibuk malah nggak bantuin." gerutu Arga.

"Ya kan ada telepon, kenapa nggak nelpon. Aku juga lupa hehehehe..."

"Cengengesan... Udah sana tidur. Besok awas kalau ngebo."

"Siap calon manten."

Episodes
1 1. Kanaya
2 2. Flash Back Masa SMP
3 3. Flash Back Off Masa SMP
4 4. Badmood
5 5. Meyakinkan Hati Kanaya
6 6. Masih Berusaha
7 7. Perlahan Membuka Hati
8 8. Obrolan dari Hati ke Hati
9 9. Kencan Pertama
10 10. Jadian
11 11. Kamu kenapa?
12 12. Jelous
13 13. Kesayangan Dirga
14 14. Marahnya Kanaya
15 15. Mulai Menjauh
16 16. Kekesalan Selia
17 17. Hilangnya Kanaya
18 18. Tamparan
19 19. Wisuda
20 20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21 21. Hari Pertama LDR
22 22. Kejutan
23 23. Terhalang Jarak
24 24. Arga dan Zaskia
25 25. Persiapan Magang
26 26. Ditempat Magang
27 27. Menginap Dirumah Pacar
28 28. Drama Tania
29 29. Salah Paham
30 30. Pesta Pernikahan
31 31. Flash Back On
32 32. Pasangan Pasutri Baru
33 33. Kembali ke Aktifitas
34 34. Sok Berkuasa
35 35. Sebuah Pengakuan
36 36. Kabar Bahagia
37 37. Anak Pemilik Perusahaan
38 38. Overthinking
39 39. Memulai dari Nol
40 40. Membangun Perusahaan
41 41. Berbau Pelakor
42 42. Cemburu
43 43. Masalah Baru
44 44. Pertengkaran
45 45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46 46. Kehadiran Orang Baru
47 47. Ponakan baru
48 48. Satu Minggu yang Lalu
49 49. Perhatian
50 50. Mala Petaka
51 51. Arga dan Dirga
52 52. Kepulangan Kanaya
53 53. Semakin Membaik
54 54. Hujan Membawa Manfaat
55 55. Meyakinkan Hati
56 56. Rumah Baru
57 57. Membuka Lembaran Baru
58 58. Pindah Rumah
59 59. Malam Panjang
60 60. Obat Perangsang
61 61. Gara-gara Ulat Bulu
62 62. Dia Istriku
63 63. Pergi ke Pesta
64 64. Hal Yang Tak Diinginkan
65 65. Pulang
66 66. Undangan Dinda dan Andre
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Kanaya
2
2. Flash Back Masa SMP
3
3. Flash Back Off Masa SMP
4
4. Badmood
5
5. Meyakinkan Hati Kanaya
6
6. Masih Berusaha
7
7. Perlahan Membuka Hati
8
8. Obrolan dari Hati ke Hati
9
9. Kencan Pertama
10
10. Jadian
11
11. Kamu kenapa?
12
12. Jelous
13
13. Kesayangan Dirga
14
14. Marahnya Kanaya
15
15. Mulai Menjauh
16
16. Kekesalan Selia
17
17. Hilangnya Kanaya
18
18. Tamparan
19
19. Wisuda
20
20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21
21. Hari Pertama LDR
22
22. Kejutan
23
23. Terhalang Jarak
24
24. Arga dan Zaskia
25
25. Persiapan Magang
26
26. Ditempat Magang
27
27. Menginap Dirumah Pacar
28
28. Drama Tania
29
29. Salah Paham
30
30. Pesta Pernikahan
31
31. Flash Back On
32
32. Pasangan Pasutri Baru
33
33. Kembali ke Aktifitas
34
34. Sok Berkuasa
35
35. Sebuah Pengakuan
36
36. Kabar Bahagia
37
37. Anak Pemilik Perusahaan
38
38. Overthinking
39
39. Memulai dari Nol
40
40. Membangun Perusahaan
41
41. Berbau Pelakor
42
42. Cemburu
43
43. Masalah Baru
44
44. Pertengkaran
45
45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46
46. Kehadiran Orang Baru
47
47. Ponakan baru
48
48. Satu Minggu yang Lalu
49
49. Perhatian
50
50. Mala Petaka
51
51. Arga dan Dirga
52
52. Kepulangan Kanaya
53
53. Semakin Membaik
54
54. Hujan Membawa Manfaat
55
55. Meyakinkan Hati
56
56. Rumah Baru
57
57. Membuka Lembaran Baru
58
58. Pindah Rumah
59
59. Malam Panjang
60
60. Obat Perangsang
61
61. Gara-gara Ulat Bulu
62
62. Dia Istriku
63
63. Pergi ke Pesta
64
64. Hal Yang Tak Diinginkan
65
65. Pulang
66
66. Undangan Dinda dan Andre

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!