Hari ini Dirga sudah stand bay didepan rumah sang kekasih hati. Sekedar ingin mengantarnya pergi ke kampus. Karena hari ini Dirga free. Seminggu lagi dia wisuda, tinggal mempersiapkan saja. Kanaya masuk kedalam mobil Dirga yang sudah dibukakan oleh Dirga. Dipasangkan juga sabuk pengamannya. Kanaya selalu bahagia dengan hal-hal kecil seperti ini. Membuatnya merasa sangat dihargai sebagai wanita.
Sampai dikampus, Dirga kembali menunjukkan love language nya. Membuat Kanaya sangat bersemangat untuk kuliah. Selia yang juga ada di parkiran sangat kesal melihat mereka berdua. Dia berjalan menghampiri Kanaya. Dirga yang tahu akan hal itu langsung berdiri didepan Kanaya. Berjaga-jaka kalau Selia berbuat jahat kepada Kanaya.
"Mau apa lagi Sel?" tanya Dirga masih biasa.
"Aku mau bikin perhitungan sama anak bawang ini. Minggir kamu !!" bentaknya.
"Kalau kamu ada urusan sama dia, berarti sama aku juga. Dia pacar aku." tegas Dirga.
"Dia udah ngerebut kamu dari aku Dirga. Dia pantas dapat ini !!"
Selia ingin menampar Kanaya tapi ditahan oleh dirga. Melihat itu Kanaya maju selangkah menjadi didepan Dirga. Tak pernah dia memiliki rasa takut sedikit pun.
"Rebut kamu bilang? Tidak sedikit pun aku merebut barang kamu atau orang terdekatmu. Aku dan kak Dirga bersama karena memang kita sama-sama sendiri. Kak Dirga tidak memiliki ikatan dan atau hubungan dengan kamu mbak Selia." Kanaya menjelaskan dengan tegas.
"Dan satu jangan pernah cari masalah denganku. Aku bukan perempuan lemah, yang mainnya belakang. Kalau berani itu satu lawan satu sini. Aku memang belum punya bukti. Tapi aku yakin kamu yang mau celakai aku kemarin." kata Kanaya dengan tenang.
Selia kembali ingin menampar Kanaya. Tapi Kanaya sendiri yang menangkis tangan Selia. Dan memelintir tangan Selia. Selia berteriak kesakitan dan akhirnya Kanaya melepaskan nya. Dirga memandangi Kanaya yang nampak kesal dengan kepergian Selia. Yang berusaha berkali-kali ingin menamparnya. Dirga tersenyum dan mengusik kepala kekasihnya itu.
"Ya ampun sayangnya aku, berani bener ya...." goda Dirga.
"Aku nggak pernah takut kalau aku nggak salah. Jadi kak Dirga nggak usah terlalu khawatirkan aku. Aku ke kelas dulu ya kak." pamit Kanaya.
"Eits, tunggu dulu buru-buru amat neng. Nanti kakak jemput lagi, sekarang Naya nya kak Dirga belajar yang pinter. Biar bisa meraih semua yang kamu impikan. Take care sayang." wejang Dirga.
Dirga selalu mengelus kepala Kanaya tanda ia sangat sayang Kanaya. Kanaya mengangguk dan pergi berjalan menuju kelasnya. Merasa dicintai secara ugal-ugalan oleh lelaki yang selama ini ia idamkan. Sampai dikelas, Dinda terlihat begitu antusias dengan kedatangan Kanaya. Setelah beberapa hari tidak masuk, karena ulah Selia.
"Hai Nayaaaa.... Aku kangeeenn banget." cerewet Dinda yang langsung memeluk Kanaya.
"Sama Din... Bosen dirumah terus. Oh ya makasi ya semua catatannya. Tapi belum aku bawa masih dirumah."
"It's oke bestie...."
Mereka mengikuti mata kuliah dengan santai dan menyenangkan. Karena kali ini dosen favorit mereka yang pembawaannya banyak lawaknya. Usai sudah kuliah hari ini. Dinda dan Kanaya bergegas untuk pulang. Selia lagi-lagi membuat ulah. Dia langsung menjambak Kanaya yang baru saja keluar kelas. Dinda langsung mencoba melepas tangan Selia. Dan kali ini Kanaya bertatapan dengan Selia.
"Mau lo apa sih?!" tanya Kanaya kesal.
"Gue mau Dirga balik ke pelukan gue...!!!"
Selia kembali ingin menapar Kanaya. Tapi Kanaya kembali memelintir tangan Selia.
Plaaakkk...
Suara tamparan yang begitu keras dipipi Selia. Ya, Kanaya menampar Selia. Dia dengan berani menampar kakak tingkatnya itu. Selia memegangi pipinya yang tampak memerah bekas tamparan Kanaya.
"Denger baik-baik, aku bukan tipikal orang yang suka balas dendam. Tapi sama kamu, mbak Selia tanpa mengurangi rasa hormat saya. Tolong jangan ganggu aku. Permisi."
Dinda mengikuti Kanaya yang bejalan dengan mantap menuju parkiran. Dan benar saja, Dirga sudah menunggu disana. Dinda berpamitan mereka berpisah di parkiran. Dirga membukakan pintu untuk Kanaya. Dan memasangkan sabuk pengamannya.
"Kenapa sayang? Kesel gitu mukanya." tanya Dirga.
"Lagi kesel aja sama mak lampir. Nggak bosen apa cari masalah terus."
"Mak lampir... Bentar-bentar maksud kamu Selia?" tanya Dirga terpingkal-pingkal.
"Iya siapa lagi? Aku tampar dia tadi." kesal Kanaya.
Dirga sontak terdiam dan memandangi Kanaya penuh selidik. Dia menghadapkan wajah Kanaya kepadanya. Sampai mereka saling berhadapan. Dirga menggapit pipi Kanaya dengan satu tangan hingga bibir Kanaya mengerucut.
"Siapa yang ngajarin sok jagoan kaya gini hmmm?" tanya Dirga.
"Ng-nggak ada kak, salah ya?" tanya Kanaya langsung lesu.
"Jangan ulangi lagi, nggak baik berantem-berantem gitu. Kamu itu perempuan harus terlihat elegan. Lebih baik menghindar ya...."
"Dia jambak aku duluan.... Aku suruh diem?"
"Dia jambak kamu? Wah kalau itu boleh lawan. Hehehe..."
Dirga pun mengelus lembut pipi Kanaya dan mereka bergegas untuk pulang. Dirga mengajak Kanaya pulang ke apartemennya terlebih dahulu. Dia ingin Kanaya membantu mempersiapkan perlengkapan wisudanya. Sampai diunit Dirga, Kanaya merebahkan badannya disofa. Sedang Dirga masuk ke kamarnya sekedar berganti baju. Dirga keluar kamar dan Kanaya buru-buru untuk duduk. Dirga tersenyum melihat Kanaya yang salah tingkah.
"Kenapa? Capek ya istirahat aja lagi. Aku udah bilang anggap saja ini rumahmu sendiri. Nanti kan rumah kita bersama." jelas Dirga.
"Arahnya kesana mulu, masih juga semester satu. Kak Dirga juga masih mau wisuda. Terus cari kerja juga buat nafkahi aku." jawab Kanaya terlalu serius.
Dirga berjalan mendekat dan duduk disebelah Kanaya. Kanaya sedikit bergeser, tapi Dirga terus mendekat. Sampai Kanaya mentok ke sudut sofa. Dirga semakin mendekat, Kanaya menahan tubuh Dirga yang sudah mengukungnya.
"Cium sedikit..." goda Dirga.
Kanaya menggeleng dengan kuat dan Dirga semakin menggodanya. Kanaya memejamkan matanya. Dan jatuhlah Dirga tertawa senang melihat Kanaya yang ketakutan seperti ini. Kanaya membuka mata dan memukul dada Dirga.
"Aduh... Sakit." teriak Dirga.
"Kak maaf, kekencengan ya Naya mukulnya. Yang mana yang sakit?" kawatir Kanaya.
Tapi Dirga malah memeluk Kanaya. Kanaya menjadi salang tingkah dan melepas pelukan Dirga. Ia pergi ke dapur beralasan ingin mengambil minum. Kanaya membantu Dirga menyiapkan perlengkapan wisudanya untuk besok. Setelah itu Dirga mengantarkan kekasihnya itu pulang. Sampai Dirumah Kanaya turun.
"Aku masuk dulu kak, hati-hati dijalan. Sampai langsung kabarin aku ya... da sayang..."
"Siap tuan putri, da... Buruan bersih-bersih dan langsung tidur ya..."
Dirga pun kembali melajukan mobilnya dan kembali pulang ke apartemennya. Karena dia harus segera istirahat. Untuk menyambut hari wisuda besok supaya fres wajahnya. Dan bersiap menyambut tantangan diluar sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments