"Mandi Nay, tadi dibawain baju mami. Karena aku bilang mau nginep." jelas Dirga.
"Kok bisa dikasih ijin?" tanya Kanaya.
"Itu rahasia ku sama papi." jawab Dirga.
Semakin membuat penasaran Kanaya. Kanaya masuk ke dalam kamar mandi. Sudah lengkap ada perawatan mandinya. Yang selalu dipakai Kanaya. Selesai mandi Kanaya mengganti bajunya. Dirga sudah menyiapkan satu kamar untuk Kanaya. Yang lengkap dengan pakaian, skincare dan semua milik Kanaya. Kanaya merasa diratukan. Padahal kata Arga, Dirga tidak memiliki siapa-siapa. Apa dia punya warisan yang banyak. Tanya Kanaya dalam hatinya.
Kanaya keluar kamar sudah wangi dengan dress rumahan. Dia menggerai rambutnya dan memakai make up simpel.
"Sini sayang... Mau makan diluar apa di apartemen aja?" tanya Dirga.
Panggilan sayang Dirga yang belum terbiasa. Membuat Kanaya begitu canggung. Pertama kali jadian dan sudah diratukan seperti ini. Kanaya berjalan perlahan mendekat. Dan duduk disamping Dirga.
"Kita makan disini aja kak, keliatannya kak Dirga sibuk." ucap Kanaya.
"Enggak sibuk sayang, ini deadline nya masih lama. Mau gofood apa?"
"Terserah aja, apa pun yang kak Dirga suka. Aku pasti suka."
"Kamu suka lalapan? Kita pesen ayam bakar lalapan ya..."
"Iya boleh kak..."
Dirga tersenyum dan mengusik rambut Kanaya. Dan meninggalkan kecupan dikening Kanaya. Membuat Kanaya membelalakkan matanya.
"Pertamakan? Aku yakin aku yang pertama." celoteh Dirga.
"Nggak ada yang seberani kamu." jawab Kanaya tertunduk malu.
"Aku sayang kamu Nay, I love you so much." ucap Dirga.
"I love you to kak Dirgantara."
"Kenapa panggilnya nama terus sayang?"
Kanaya hanya tersenyum, dan tidak terduga. Dirga malah mencium sekilas bibir Kanaya. Yang membuat Kanaya semakin salah tingkah. Dan dia pun beralasan masuk ke kamar ingin mengambil laptop. Karena terlalu lama Dirga yang kawatir menghampiri Kanaya.
Tok... Tok...
"Naya, sayang kamu lama sekali." panggil Dirga.
"Sebentar cari charger laptop kak."
Dan tak lama kemudian, Kanaya keluar dari kamar. Bersamaan bel apartemen berbunyi. Dirga membukakan pintu yang datang adalah Arga dan Zaskia pacarnya. Dirga tersenyum dan menyuruhnya masuk. Dirga menyuruh mereka duduk. Sedangkan Kanaya berdiri mematung melihat sang kakak dengan seorang perempuan. Terlihat sangat serasi dan saling sayang.
"Nggak capek non? Berdiri aja." kata Arga.
"Sini sayang, kenapa berdiri disitu?" ajak Dirga.
"Aduh.... Udah sayang sayangan aja nih..." goda Arga."
"Jangan gitu lah, kasian Naya kamu goda terus beb..." lerai Zaskia.
"What is your baby?" Kanaya gantian mengejek sang kakak.
"Kenalin Nay, aku Zaskia... Biasa di panggil Kia. Aku pacar kakak kamu."
"Kanaya kak Kia... Kenapa kakak mau sama si konyol ini?." ejek Kanaya.
Dia sambil mencubit lengan Arga. Arga meringis kesakitan karena ulah sang adik. Zaskia hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua. Kanaya duduk disamping Dirga. Dan apa yang dirga lakukan sangat membuatnya tidak nyaman. Karena ada kakaknya disini. Dirga mengelus rambut Kanaya. Memainkan jari jemarinya. Sepertinya Dirga begitu bucin terhadap Kanaya.
"Kamu ada tugas apa? Sini aku bantu." tawar Dirga.
"Oh... Nggak ada." jawab Kanaya tersenyum.
Karena memang tidak ada tugas apa-apa. Hanya pengalihan saja supaya Dirga tidak melihat Kanaya yang begitu salah tingkah. Arga disitu juga lagi bucin sama si Zaskia. Kanaya melihat begitu sayang sang kakak kepada pacarnya. Kanaya tidak pernah melihat sang kakak sebucin itu. Bahkan dari pacar-pacar kakaknya sebelum Zaskia.
Kita up gambar para tokoh ya say🤗
Kanaya Putri Adinata
Dirgantara
Arga Putra Adinata
Andre
Dito
Zaskia
Dinda
Bagas
Selia
Dirga sibuk kembali dengan aktifitasnya sendiri. Mengerjakan gambar desain yang sudah dipesan oleh perusahaan tempatnya kerja paruh waktu. Kanaya memperhatikan keuletan kekasihnya. Begitu pekerja keras dan ulet. Kanaya melihat sedikit desain Dirga yang menurutnya perlu dibenahi.
"Ini harus ya seperti ini kak?" tanya Kanaya.
"Dibiasakan panggil sayang. Kalau nggak dibiasakan ya selalu seperti ini." Dirga malah mempermasalahkan panggilan Kanaya.
"Kaku bener non." goda Arga.
"Baby, kamu ih... Suka bener godain Naya." bela Zaskia.
Kanaya disitu hanya diam, malu kalau harus melawan sang kakak. Karena pasti urusan akan panjang dan Dirga akan melihat. Bel apartemen berbunyi, dibukakan oleh Kanaya. Dan bukan gofood yang datang. Tapi Selia dengan sejuta dramanya.
"Kenapa kamu ada disini?!" tanya Selia judes.
"Ya mainlah...." jawab Kanaya santai.
Dirga menghampiri Kanaya dan ketika melihat yang datang Selia. Dirga langsung berada dihadapan Kanaya. Takut Selia melakukan hal buruk kepada kekasihnya. Karena Selia memiliki tindakan yang sangat kasar.
"Wajarlah dia disini, dia pacar aku Sel." jawab Dirga.
"Permisi pesanan atas nama Dirgantara." ucap babang gofood.
"Oh, makasi mas. Sayang kamu bawa masuk makanannya." suruh Dirga.
Kanaya pun masuk dengan membawa paper bag ukuran jumbo. Dia meletakkan diruang tv, tempat Arga dan Zaskia berada. Zaskia mendekati Kanaya dan menenangkannya. Dia yakin saat ini Kanaya kawatir dengan sang pacar. Dirga membawa Selia keluar dan menutup pintu. Dia tidak mau Kanaya mendengar obrolan mereka.
"Kamu tega gini-in aku Dirga, kamu nggak inget siapa yang kasih kerjaan buat kamu? Siapa yang usahain kamu kerja paruh waktu diperusahaan itu?" kata Selia mulai menjatuhkan air matanya.
"Aku inget, bahkan sudah berkali-kali aku bilang terima kasih Sel. Aku juga sudah jelasin, kalau cinta tidak bisa dipaksakan aku nggak suka sama kamu. Yang aku suka itu Kanaya, orang yang sudah aku kenal sejak lama. Bahkan sebelum kamu." jelas Dirga
Dirga seakan bosan menjelaskan hal yang sama kepada Selia. Dia selalu bilang kepada Selia, kalau dia memiliki cinta dimasa lalu. Yang akan selalu dia perjuangkan. Tapi Selia tak pernah menghiraukan itu.
"Oke kalau ini jalan yang kamu pilih Dir! Lihat saja apa yang akan kamu rasakan setelah ini." ancam Selia.
Selia pun pergi dengan kekesalannya. Dirga kembali masuk dan ikut bergabung kembali diruang tv. Kanaya tersenyum melihat Dirga yang memandangnya. Dirga mengusik rambut Kanaya dan duduk disampingnya.
"Kenapa nggak dimakan?" tanya Dirga.
"Ya kali makan tanpa nungguin si tuan rumah." jawab Arga.
Dirga pun tersenyum dan menyuruh Kanaya untuk menyiapkan. Mereka makan malam bersama. Kata Arga itung-itung ini pajak jadian mereka. Mereka pun makan dengan lahap. Selesai makan Kanaya dan Zaskia membereskan piring dan bungkus-bungkus yang berserakan. Kanaya juga terlihat begitu cekatan mencuci piring.
"Baby, ayo aku antar kamu pulang. Biarkan mereka berdua dulu, kan baru jadian." goda Arga sembari mento-el pipi Kanaya.
"Apaan sih? Kebiasaan jailnya nggak abis-abis." gerutu Kanaya.
Sepeninggalan Arga dan Zaskia, Kanaya merasa sangat salah tingkah. Bingung mau ngapain setelah beberes. Sedang Dirga masih diruang tv menghadap laptopnya. Kanaya pun memutuskan duduk disofa belakang Dirga duduk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments