5. Meyakinkan Hati Kanaya

Tepat pukul dua, Dinda dan Kanaya keluar dari kelas. Arga dan Dirga memperhatikan Kanaya yang wajahnya tampak tak bersemangat. Dirga ingin menghampiri ditahan oleh Arga. Karena Selia terlihat berjalan mendekati Kanaya dan Dinda yang masih duduk santai dikoridor kampus.

"Hei anak semester satu..." sapa Selia dengan angkuh.

Kanaya dan Dinda tidak menjawab, mereka hanya diam. Selia sedikit mendorong pundah Kanaya. Kanaya masih diam tak menghiraukan. Dinda yang ingin membalas ditahan oleh Kanaya. Arga tetap diam, sedangkan Dirga ingin menghampiri mereka bertiga. Ditahan oleh Arga karena dia yakin adiknya bisa mengatasinya sendiri.

"Lo budek ya... aku peringatkan ya!!! Jangan deket-deket sama Dirga. Baru juga disini, belum tahu power keluarga ku dikampus ini." tegas Selia.

"Hahahaha... Ya kali mbak aku harus takut gitu? Setelah tahu power keluarga mu?" jawab Kanaya masih santai.

"Ngelunjak lo ya !!!" Selia masih dengan sombongnya ingin menampar Kanaya.

"Aku nggak selemah itu. Aku disini kuliah bukan mau cari gara-gara sama senior. Silahkan ambil Dirga mu itu, bilang sama dia jangan deketin aku. Kalau perlu kamu rantai dia biar sama kamu terus. Yuk Din pulang..." tegas Kanaya.

Kanaya begitu tegas, membuat Selia merasa kesal. Dia mengepalkan tangannya dan menghentak-hentakkan kakinya. Arga yang melihat keberanian Kanaya tersenyum dengan bangga.

"Lo liat sendiri Dir, adik gua nggak selemah yang lu pikir. Lo harus yakin-nin dia, kalau memang nggak ada apa-apa sama Selia. Dia itu batu, keras kepala banget. Dan nggak pernah mau ikut campur urusan orang. Lo selesain bener-bener deh sama Selia. Tegas-in sama dia." jelas Arga.

Dirga hanya tersenyum kecut menanggapi nasehat Arga. Aku akan meyakinkan hati kamu Kanaya Putri Adinata. Selalu menyebut nama penuh Kanaya. Karena itu menjadi semangat tersendiri untuk Dirga. Selia memang keterlaluan, setiap kali Dirga dekat dengan perempuan lain. Dia pasti akan mengancam dan lebih-lebih melabraknya. Seakan Dirga memang memiliki hubungan dengannya. Padahal tidak ada sama sekali.

Kanaya merasa kesal dengan Selia. Dinda tahu sahabatnya kesal sekali. Karena Kanaya tidak pernah mau ribut kalau soal cowok. Meskipun dia secinta dan sesayang apa pun. Dia tipikal orang yang tidak mau merusak atau masuk dalam hubungan orang lain. Dihalte Dinda dijemput mamanya. Karena harus menyusul papanya kebandara. Sedang Kanaya terpaksa harus menunggu bus lewat. Karena Arga masih ada latian basket.

Tin... Tin...

Kanaya tersenyum, ternyata ia dijemput oleh kakaknya. Dia bersemangat dan sedikit berlari menuju mobil. dia membuka pintu mobil. Dan langsung lesu tak bersemangat lagi. Dia kembali menutup pintu mobilnya dan kembali duduk dihalte. Karena yang ada dikemudi adalah Dirga. Yang sengaja disuruh oleh Arga untuk mengantar adiknya pulang. Dirga tahu Kanaya menghindarinya. Akhirnya Dirga memarkirkan mobilnya terlebih dulu.

Dirga turun dan ikut duduk disamping Kanaya. Kanaya sibuk dengan ponselnya. Dirga masih memperhatikan tanpa mengucap sepatah kata pun. Dan datanglah Bagas dengan mogenya. Dia ingin mengantarkan Kanaya.

"Hai Nay... Yuk aku antar pulang." ajak Bagas.

"Oh... Maaf Gas, udah dijemput kakak ku." jawab Kanaya.

"Mana? Kamu bohong ya Nay..." Bagas terlihat kecewa.

"Aku yang jemput, itu mobilnya." jawab Dirga sambil menunjukan tempat parkir.

"Oh... Ya udah, aku duluan Nay...." pamit Bagas.

Bagas tak menghiraukan Dirga yang ada disitu. Bagas merasa dia kalah cepat dengan Dirga. Tapi Bagas selalu saja berusaha mendekati Kanaya tanpa lelah.

"Ayuk pulang non..." ajak Dirga yang sudah mengambil ponsel dan tas Kanaya.

Dirga tersenyum sambil membukakan pintu mobil untuk Kanaya. Kanaya terpaksa masuk kedalam mobil. Karena Dirga memaksanya. Tas dan ponselnya sudah dibawa masuk ke dalam mobil. Dirga memasangkan sabuk pengaman kepada Kanaya. Kanaya memundurkan tubuhnya. Agar sedikit menjauh dari Dirga. Sengaja Dirga melamakan memasang sabuk.

"Kak, udah belum?" jengkel Kanaya.

"Sudah tuan putri... Tuan putri sudah nyaman?" goda Dirga.

"Kanaya namaku Kanaya."

Dirga hanya tersenyum melihat wajah Kanaya yang kesal kepadanya. Merasa sangat lucu dan membuat Dirga semakin ingin mendapatkan hati Kanaya. Ya Ampun Naya, emang boleh sesalting ini. Ucap Kanaya dalam hatinya. Kanaya hanya diam dan memandang keluar jendela. Dan Dirga berhenti ditaman kota.

"Loh kenapa kesini?" tanya Kanaya.

"Santai dulu... Ayo turun dulu Nay." ajak Dirga.

Masih dengan love language Dirga yang semakin membuat Kanaya bertanya-tanya. Mereka berjalan-jalan mengelilingi taman. Dan bodohnya Kanaya hanya mengikuti Dirga. Dirga merasa lelah dan mengajak Kanaya duduk dibangku kosong.

"Duduk dulu Nay..." ajak Dirga.

"Bentar, mau beli minum dulu." jawab Kanaya.

Kanaya pergi membeli dua botol air mineral. Yang penjualnya tak jauh dari tempat mereka duduk. Dirga masih dengan tatapannya yang tak berpindah dari Kanaya. Yang berjalan menuju dirinya yang duduk.

"ini kak, pasti haus jugakan?" tawar Kanaya.

"Haus kasih sayang..." goda Dirga.

"Apaan sih, bercandanya nggak asik. Jangan mulai bikin aku badmood." jelas Kanaya tegas.

"Kalau bikin seneng boleh dong Nay?" tanya Dirga.

"Kayanya kita pulang aja deh kak, aku nggak nyaman seperti ini. Kak Dirga goda-goda aku terus, ya maaf kalau aku keGE'eran. Tapi memang aku nggak nyaman seperti ini." tegas Kanaya.

"Dengerin aku ya Nay, kali ini aja. Selebihnya kamu pikirkan sendiri. Mau jauh sama aku juga boleh. Aku sama Selia benar-benar nggak ada apa-apa. Sumpah, kalau masih nggak percaya tanya kakak mu dia tahu semuanya tentang aku." jelas Dirga.

"Lagian aku tu sukanya sama seseorang dari dulu yang nggak pernah berani ngungkapin sampai sekarang. Jadi tolong jangan percaya apa pun yang dibilang Selia. Dia itu pengacau dihidup ku dari dulu." jelas Dirga penuh penekanan.

"Terus sukanya sama siapa? Perempuan yang dari dulu kakak suka siapa?" tanya Kanaya penasaran.

"Kalau kamu boleh nggak?" tanya Dirga tiba-tiba.

Membuat Kanaya yang sedang minum tersedak karena kaget. Beneran kamu suka sama aku kak. Tanya Kanaya dalam hatinya. Tapi dia tidak mau keGe'ran yang jatuhnya bikin sakit hatinya. Sepulang dari taman Kanaya hanya diam. Tidak berani berkata apapun. Sampai dirumah sepeninggalan Dirga yang harus kembali kekampus pun. Kanaya seperti belum percaya kalau Dirga menyukainya. Dia memutuskan untuk tidur.

Kirim pesan

Kanaya : boleh aku curhat Din.

Belum ada balasan dari Dinda, Kanaya sudah memejamkan matanya. Hingga jam menunjukkan pukul enam, Kanaya belum bangun dari tidurnya. Dia bebas karena papi dan maminya ada diluar kota untuk urusan bisnis. Dia juga tidak tahu kalau para sahabat kakaknya menginap dirumahnya. Dirga yang ada dikamar Arga, lengkap dengan para sahabatnya. Sebenarnya celingukan mencari tahu keberadaan Kanaya.

Episodes
1 1. Kanaya
2 2. Flash Back Masa SMP
3 3. Flash Back Off Masa SMP
4 4. Badmood
5 5. Meyakinkan Hati Kanaya
6 6. Masih Berusaha
7 7. Perlahan Membuka Hati
8 8. Obrolan dari Hati ke Hati
9 9. Kencan Pertama
10 10. Jadian
11 11. Kamu kenapa?
12 12. Jelous
13 13. Kesayangan Dirga
14 14. Marahnya Kanaya
15 15. Mulai Menjauh
16 16. Kekesalan Selia
17 17. Hilangnya Kanaya
18 18. Tamparan
19 19. Wisuda
20 20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21 21. Hari Pertama LDR
22 22. Kejutan
23 23. Terhalang Jarak
24 24. Arga dan Zaskia
25 25. Persiapan Magang
26 26. Ditempat Magang
27 27. Menginap Dirumah Pacar
28 28. Drama Tania
29 29. Salah Paham
30 30. Pesta Pernikahan
31 31. Flash Back On
32 32. Pasangan Pasutri Baru
33 33. Kembali ke Aktifitas
34 34. Sok Berkuasa
35 35. Sebuah Pengakuan
36 36. Kabar Bahagia
37 37. Anak Pemilik Perusahaan
38 38. Overthinking
39 39. Memulai dari Nol
40 40. Membangun Perusahaan
41 41. Berbau Pelakor
42 42. Cemburu
43 43. Masalah Baru
44 44. Pertengkaran
45 45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46 46. Kehadiran Orang Baru
47 47. Ponakan baru
48 48. Satu Minggu yang Lalu
49 49. Perhatian
50 50. Mala Petaka
51 51. Arga dan Dirga
52 52. Kepulangan Kanaya
53 53. Semakin Membaik
54 54. Hujan Membawa Manfaat
55 55. Meyakinkan Hati
56 56. Rumah Baru
57 57. Membuka Lembaran Baru
58 58. Pindah Rumah
59 59. Malam Panjang
60 60. Obat Perangsang
61 61. Gara-gara Ulat Bulu
62 62. Dia Istriku
63 63. Pergi ke Pesta
64 64. Hal Yang Tak Diinginkan
65 65. Pulang
66 66. Undangan Dinda dan Andre
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Kanaya
2
2. Flash Back Masa SMP
3
3. Flash Back Off Masa SMP
4
4. Badmood
5
5. Meyakinkan Hati Kanaya
6
6. Masih Berusaha
7
7. Perlahan Membuka Hati
8
8. Obrolan dari Hati ke Hati
9
9. Kencan Pertama
10
10. Jadian
11
11. Kamu kenapa?
12
12. Jelous
13
13. Kesayangan Dirga
14
14. Marahnya Kanaya
15
15. Mulai Menjauh
16
16. Kekesalan Selia
17
17. Hilangnya Kanaya
18
18. Tamparan
19
19. Wisuda
20
20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21
21. Hari Pertama LDR
22
22. Kejutan
23
23. Terhalang Jarak
24
24. Arga dan Zaskia
25
25. Persiapan Magang
26
26. Ditempat Magang
27
27. Menginap Dirumah Pacar
28
28. Drama Tania
29
29. Salah Paham
30
30. Pesta Pernikahan
31
31. Flash Back On
32
32. Pasangan Pasutri Baru
33
33. Kembali ke Aktifitas
34
34. Sok Berkuasa
35
35. Sebuah Pengakuan
36
36. Kabar Bahagia
37
37. Anak Pemilik Perusahaan
38
38. Overthinking
39
39. Memulai dari Nol
40
40. Membangun Perusahaan
41
41. Berbau Pelakor
42
42. Cemburu
43
43. Masalah Baru
44
44. Pertengkaran
45
45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46
46. Kehadiran Orang Baru
47
47. Ponakan baru
48
48. Satu Minggu yang Lalu
49
49. Perhatian
50
50. Mala Petaka
51
51. Arga dan Dirga
52
52. Kepulangan Kanaya
53
53. Semakin Membaik
54
54. Hujan Membawa Manfaat
55
55. Meyakinkan Hati
56
56. Rumah Baru
57
57. Membuka Lembaran Baru
58
58. Pindah Rumah
59
59. Malam Panjang
60
60. Obat Perangsang
61
61. Gara-gara Ulat Bulu
62
62. Dia Istriku
63
63. Pergi ke Pesta
64
64. Hal Yang Tak Diinginkan
65
65. Pulang
66
66. Undangan Dinda dan Andre

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!