14. Marahnya Kanaya

Didalam lift, Kanaya berada didepan Dirga mereka yang hanya berdua. Membuat Dirga keluar tingkah jailnya. Dia merasa gemas melihat Kanaya yang cemberut. Dirga menarik Kanaya kebelakang. Hingga mereka saat ini berdiri sejajar. Sedangkan tangannya melingkar dipinggang Kanaya. Dan menyandarkan kepalanya di bahu Kanaya.

"Jangan marah sayang." mohon Dirga.

"Kak Dirga sama nyebelinnya sama kak Arga. Ngeselin..." gerutu Kanaya.

"Emang Arga sering ya nyium kaya gitu. Wah... Kurang ajar si Arga ya..." Dirga masih menggoda kekasihnya itu.

"Iiiihhhh.... Ya nggak gitu, terserah kamu. Jauh-jauh dari aku." kesal Kanaya.

"Atutu marahnya sayang ku ngeriiiii... Aku nggak akan bisa jauh dari kamu." rengek Dirga.

Dirga belum pindah dari posisinya. Sampai mereka sudah ada diparkiran. Membuat Kanaya berjalan mendahului Dirga kembali. Tapi kali ini Dirga sigap langsung menggandeng Kanaya. Membukakan pintu untuk Kanaya. Dan mereka perjalanan pulang.

"Sayang udah ih marahnya...." bujuk Dirga.

"Mau beli es boba? Milkshake? Ice cream? Atau..."

Kanaya menggelengkan kepalanya tanda tidak mau. Dia masih kesal dengan sikap Dirga. Kanaya tidak apa-apa hanya takut kalau Dirga kelepasan. Jadi kelewat batas sama Kanaya. Baru juga pacaran seminggu, sudah tiga kali Dirga memberi syok terapi lewat sentuhannya. Terutama ciuman tiba-tiba ala Dirga.

"Oke... Maaf ya, aku nggak bakal ulangi lagi apa yang nggak kamu suka." janji Dirga.

"Kak Dirga janji?"

"Iya sayang.... Eh atau aku ijin dulu deh kalau mau cium hehehe." Dirga masih saja menggoda.

Dirga suka sekali melihat Kanaya marah. Cemberutnya itu bikin gemes, pengen cubit pipinya. Dan melumat kasar bibirnya yang mengerucut. Terlihat begitu menggoda dan sexy. Tenang saja Kanaya Putri Adinata, aku janji kamu yang pertama dan terakhir. Ucap Dirga dalam hatinya.

"Aku nggak mampir ya sayang, mau menyelesaikan revisi skripsi ku." kata dirga.

"Oke...."

"Ya ampun iritnya, udah dong marahnya. Jangan harap bisa keluar kalau masih marah." bujuk Dirga.

"Aku nggak marah, udah ya.... Bye."

"Nggak ada ya kaya gitu. Nggak boleh dong marah gini sayang." bujuk Dirga lagi.

"Aku nggak marah kak Dirga. Udah ya, aku capek mau istirahat." pamit Kanaya.

Dirga membiarkan Kanaya turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Kanaya melihat kepergian Dirga dari balik jendela. Dia lanjut masuk kedalam kamar dengan menghentak-hentakkan kakinya.

"Eh... Eh... Kenapa anak mami nih?" tanya mami.

"Lagi sebel aja mi sama kak Dirga. Udah ah, mau istirahat capek."

Bu Anita hanya menggeleng melihat tingkah anak gadisnya itu. Arga yang tahu Kanaya lagi marahan sama Dirga. Malah asik usilin sang adik.

"Doooooorrrr...." teriak Arga dibalik pintu kamar Kanaya.

"Aaaaaaaaaaaaa.... Kak Argaaaa.... Nyebelin ya. Kelua nggak?! Udah sana keluar!" kesal Kanaya.

Yang disabut gelak tawa Arga. Dia merasa puas sudah menjaili sang adik. Dia pun kembali masuk ke dalam kamarnya. Dan Kanaya tidur tengkurap diatas ranjangnya. Tas kuliahnya pun ia lempar ke sembarang arah. Sampai Kanaya tidak sadar sudah ada pesan dan telepon dari Dirga berpuluh-puluh kali. Kanaya menggeliat dan meraba kasurnya. Dia mendapati ponselnya dan menyalakannya. Mata kanaya terbelalak melihat spam pesan dan lima puluh panggilan masuk.

"Halo sayang kemana aja?" tanya Dirga terlihat kesal.

"Hmmm... Baru bangun." jawab Kanaya yang masih malas.

"Oh...udah ya cantik marahnya. Mandi gih udah sore, aku mau lanjut kerjain skripsi dulu."

"Hmm oke..."

"Tunggu, aku on the way...."

Tut...tut...

Dirga langsung memutus sambungan teleponnya. Kanaya langsung meloncat dari ranjang dan mengambil handuk untuk mandi. Dia takut kalau Dirga kerumahnya dan dia belum mandi. Usai mandi, dia memakai setelan santainya. Atasan sabrina berwarna pink dan rok cargo hitam selutut. Dia pun turun kedapur sekedar mengambil minum. Bel rumahnya berbunyi dan dia langsung berlari membukakan pintu. Benar saja yang datang adalah Dirga.

"Mana senyumnya?" tanya Dirga dengan menggamit pipi Kanaya dengan tangannya.

Hinggak bibir Kanaya mengerucut. Dirga tak melepaskan hal itu. Tangan yang satunya membawa kantong kresek berisi camilan. Penuh untuk mengembalikan mood pacarnya.

"Kak.... Sakit tahu." kesal Kanaya.

"Maaf dong sayangku...." mohon Dirga.

"Udah aku maafin, ini apa?" tanya Kanaya.

"Cemilan buat kita, aku mau ngerjain skripsi disini ya..." ijin Dirga.

"Iya boleh, mau dimana?"

"Di samping kolam aja biar adem..."

Kanaya pun masuk dan berjalan ke samping kolam. Sedang Dirga mengekor dibelakang Kanaya. Dirga meletakkan tas dan juga kantung kresek yang penuh berisi camilan. Kanaya berjalan menuju dapur dan mengambilkan Dirga segelas minum.

"Minumnya kak..." ucapnya.

"Makasi sayang, udah ya jangan marah lagi..." lagi-lagi Dirga membujuk.

"Iya sayang, udah buruan dikerjain aku mau ambil buku tugas dan laptop ku juga. Bentar ya..."

Dirga membalasnya dengan senyuman. Turunlah Arga yang juga lengkap dengan laptopnya. Dia tahu kalau Dirga ada dirumahnya. Melihat dari jendela kamar ada mobil Dirga terparkir. Dia langsung duduk disamping Dirga yang juga sibuk revisi.

"Gimana punya lo Dir?" tanya Arga.

"Tinggal dikit aja revisinya. Punya lo udah kelar?" tanya Dirga balik.

"Udah sih, tapi belum yakin aja aku."

Kanaya datang dengan setumpuk buku dan laptopnya. Dirga langsung berdiri membantu sang kekasih. Membawakan buku dan laptop Kanaya. Arga menopang dagunya dengan kedua tangan.

"Nay, jangan disia-siakan orang kaya Dirga tu langka. Jangan sering ambekan, jangan sering nyusahin dia. Kakak bilang gini juga untuk kebaikan kamu." wejang Arga.

Dirga hanya tersenyum dan mengelus lembut rambut Kanaya. Kanaya mengrenyitkan dahinya. Merasakan begitu pehatiannya sang kakak kepadanya. Kalau Arga sudah bilang seperti itu. Berarti Dirga memang orang yang baik untuknya. Jarang-jarang Arga berkata serius seperti ini.

"Udah kalian lanjut aja. Takut ganggu gua, kalau dia nyebelin, ngeselin dan sesukanya sendiri jitak aja kepalanya Dir. Biar dia cepet sadar." goda Arga sambil berlari.

"Yeeeeeee... Dasar kompor." oyak Kanaya.

Tanpa sadar Dirga sedari tadi memandanginya. Melihat Kanaya yang fokus sekali dengan tugasnya. Dia merasa sangat tepat memilih Kanaya. Anak orang berada tapi tetap gigih untuk masa depannya. Dia juga tidak pernah memandang status sosial seseorang. Dia semakin yakin dengan calon istrinya itu.

"Kak Dirga kenapa?" tanya Kanaya.

"Enggak papa, ada yang sulit sini aku bantuin." alih Dirga.

Kanaya menunjukkan nomor mana saja yang ia rasa susah. Dirga menjelaskan dan membantu Kanaya menyelesaikan tugasnya. Sudah malam, Dirga berpamitan untuk pulang. Dan Kanaya membereskan buku-bukunya. Dia pun pergi tidur karena besok pagi dia ada kuliah pagi. Dan jadwalnya pun full seharian penuh. Dan tentunya Dirga yang menjemput.

Episodes
1 1. Kanaya
2 2. Flash Back Masa SMP
3 3. Flash Back Off Masa SMP
4 4. Badmood
5 5. Meyakinkan Hati Kanaya
6 6. Masih Berusaha
7 7. Perlahan Membuka Hati
8 8. Obrolan dari Hati ke Hati
9 9. Kencan Pertama
10 10. Jadian
11 11. Kamu kenapa?
12 12. Jelous
13 13. Kesayangan Dirga
14 14. Marahnya Kanaya
15 15. Mulai Menjauh
16 16. Kekesalan Selia
17 17. Hilangnya Kanaya
18 18. Tamparan
19 19. Wisuda
20 20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21 21. Hari Pertama LDR
22 22. Kejutan
23 23. Terhalang Jarak
24 24. Arga dan Zaskia
25 25. Persiapan Magang
26 26. Ditempat Magang
27 27. Menginap Dirumah Pacar
28 28. Drama Tania
29 29. Salah Paham
30 30. Pesta Pernikahan
31 31. Flash Back On
32 32. Pasangan Pasutri Baru
33 33. Kembali ke Aktifitas
34 34. Sok Berkuasa
35 35. Sebuah Pengakuan
36 36. Kabar Bahagia
37 37. Anak Pemilik Perusahaan
38 38. Overthinking
39 39. Memulai dari Nol
40 40. Membangun Perusahaan
41 41. Berbau Pelakor
42 42. Cemburu
43 43. Masalah Baru
44 44. Pertengkaran
45 45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46 46. Kehadiran Orang Baru
47 47. Ponakan baru
48 48. Satu Minggu yang Lalu
49 49. Perhatian
50 50. Mala Petaka
51 51. Arga dan Dirga
52 52. Kepulangan Kanaya
53 53. Semakin Membaik
54 54. Hujan Membawa Manfaat
55 55. Meyakinkan Hati
56 56. Rumah Baru
57 57. Membuka Lembaran Baru
58 58. Pindah Rumah
59 59. Malam Panjang
60 60. Obat Perangsang
61 61. Gara-gara Ulat Bulu
62 62. Dia Istriku
63 63. Pergi ke Pesta
64 64. Hal Yang Tak Diinginkan
65 65. Pulang
66 66. Undangan Dinda dan Andre
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Kanaya
2
2. Flash Back Masa SMP
3
3. Flash Back Off Masa SMP
4
4. Badmood
5
5. Meyakinkan Hati Kanaya
6
6. Masih Berusaha
7
7. Perlahan Membuka Hati
8
8. Obrolan dari Hati ke Hati
9
9. Kencan Pertama
10
10. Jadian
11
11. Kamu kenapa?
12
12. Jelous
13
13. Kesayangan Dirga
14
14. Marahnya Kanaya
15
15. Mulai Menjauh
16
16. Kekesalan Selia
17
17. Hilangnya Kanaya
18
18. Tamparan
19
19. Wisuda
20
20. Pertunangan Arga dan Zaskia
21
21. Hari Pertama LDR
22
22. Kejutan
23
23. Terhalang Jarak
24
24. Arga dan Zaskia
25
25. Persiapan Magang
26
26. Ditempat Magang
27
27. Menginap Dirumah Pacar
28
28. Drama Tania
29
29. Salah Paham
30
30. Pesta Pernikahan
31
31. Flash Back On
32
32. Pasangan Pasutri Baru
33
33. Kembali ke Aktifitas
34
34. Sok Berkuasa
35
35. Sebuah Pengakuan
36
36. Kabar Bahagia
37
37. Anak Pemilik Perusahaan
38
38. Overthinking
39
39. Memulai dari Nol
40
40. Membangun Perusahaan
41
41. Berbau Pelakor
42
42. Cemburu
43
43. Masalah Baru
44
44. Pertengkaran
45
45. Aku Akan Pertahankan Milikku
46
46. Kehadiran Orang Baru
47
47. Ponakan baru
48
48. Satu Minggu yang Lalu
49
49. Perhatian
50
50. Mala Petaka
51
51. Arga dan Dirga
52
52. Kepulangan Kanaya
53
53. Semakin Membaik
54
54. Hujan Membawa Manfaat
55
55. Meyakinkan Hati
56
56. Rumah Baru
57
57. Membuka Lembaran Baru
58
58. Pindah Rumah
59
59. Malam Panjang
60
60. Obat Perangsang
61
61. Gara-gara Ulat Bulu
62
62. Dia Istriku
63
63. Pergi ke Pesta
64
64. Hal Yang Tak Diinginkan
65
65. Pulang
66
66. Undangan Dinda dan Andre

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!