Paviliun Bunga Mekar begitu padat dengan aktivitas ratusan manusia yang bersiap untuk mengikuti acara pelelangan perdana di kota Tanica. Empat keluarga besar juga terlihat mengirimkan perwakilannya sehingga pihak Paviliun semakin extra memberikan pengamanan demi kelancaran acara lelang. Beruntung Paviliun Obat sebelumnya juga memiliki banyak pengawal kuat sehingga acara tetap berjalan lancar meskipun pengawal yang dibawa kemarin sudah disergap oleh bandit.
Dengan menggunakan jubah hitam yang menyembunyikan wajahnya, Saka menatap antrean orang-orang yang akan masuk ke Paviliun. Saat merasa antrean sudah berkurang, Saka mendekat.
"Berhenti!"
Seorang penjaga yang bertugas mengawasi gerbang menghentikan langkah Saka. Ia menatap Saka penuh selidik.
"Bisa kau tunjukkan identitasmu?"
Saka terdiam sejenak. Ia tak mungkin menggunakan identitas Wisaka Hirawan di sini, tapi jika tak mengungkapkan identitasnya, kemungkinan ia tak bisa masuk. Saat tengah bergelut dengan pikirannya sendiri, penjaga itu sangat tidak sabar melihat Saka hanya terdiam.
"Apa kau tuli? Aku meminta identitas!" Ia mempertegas kata-katanya, bahkan tangan kanannya sudah berada di atas sarung pedang yang berada di pinggangnya.
Saka tersentak, lalu menepuk keningnya pelan. Kenapa ia bisa lupa dengan lencana yang kemarin diberikan Sofia?
"Aku hanya mempunyai ini," ucap Saka sambil memperlihatkan lencana miliknya.
Penjaga itu tampak tertegun, lalu gemetar. Tubuhnya membungkuk dan berkata lirih, "Tuan, maafkan kelancanganku."
Saka tersenyum, rupanya lencana ini benar-benar memuluskan semuanya.
"Tidak masalah, kau hanya menjalankan tugas. Apa sekarang aku bisa masuk?"
Penjaga itu mengangguk-angguk seperti ayam mematuk beras, lalu dengan tergesa mempersilakan Saka untuk masuk.
"Silakan masuk, Tuan! Sekali lagi maaf atas kelancangan saya!"
"Tidak masalah!" Saka mengangguk singkat, menepuk pundak sang penjaga dua kali sebelum melenggang pergi.
Masuk ke lantai satu, Saka langsung disuguhkan dengan berbagai rak yang menyimpan barang-barang yang diperjualbelikan secara bebas. Seperti eliksir yang mudah didapat, senjata kelas bawah, buku-buku sejarah dan lainnya. Tidak ada yang istimewa membuat Saka memutuskan untuk naik ke lantai dua.
Di lantai dua, bau harum obat-obatan membuat sirkulasi darah Saka terasa semakin lancar.
"Permisi, ada yang bisa kami bantu?" Salah seorang pelayan yang menjaga rak obat-obatan menghampiri Saka yang hanya berdiri diam sembari mengamati sekeliling.
"Tidak ada, aku hanya ingin bertanya dimana tempat lelang?"
Pelayan itu tampak mengerutkan kening sejenak sebelum menjawab. "Lelang diadakan di lantai tiga dan empat, tetapi tidak semua orang bisa mengikuti lelang. Anda harus menunjukkan surat undangan dari paviliun kami," jelas pelayan itu panjang lebar.
"Aku bukan ingin mengikuti pelelangan, tapi aku ingin mengikutkan barangku untuk dilelang, apakah boleh?"
"Kalau boleh tahu, barang seperti apa yang ingin Anda lelang?"
Saka kemudian mengeluarkan satu eliksir yang tadi dipetiknya dari goa.
Pelayan itu menatap eliksir di tangan Saka sebelum matanya melotot. "I-ini ... daun patah tulang?"
Ekspresi tidak percaya dari pelayan itu adalah hiburan tersendiri bagi Saka. Daun patah tulang adalah salah satu eliksir paling langka di Victoria. Bahkan dengan kekuatan Pavilun Bunga Mekar, masih terlalu sulit untuk mereka menemukan eliksir ini meski hanya satu tahun sekali. Sesuai namanya, daun patah tulang sangat berguna sebagai bahan obat penyembuhan tulang. Bahkan tulang yang sudah putus sekali pun, akan bisa disambung kembali asalkan ada daun patah tulang.
"Tung-tunggu sebentar! Saya akan memanggil manager kami!"
Pelayan itu tak mengulur waktu dan langsung melesat pergi dengan kecepatan penuh. Saka hanya terkekeh lalu menghampiri sebuah kursi kayu di depan kasir dan duduk dengan tenang.
Saat tengah menunggu, dua orang yang tidak diharapkan masuk ke ruangan. Saka semakin menarik tudung jubahnya sehingga wajahnya benar-benar tenggelam dan tidak ada seorang pun yang mengenalinya. Termasuk dua orang yang baru saja masuk. Bukan Saka takut, tapi ia terlalu malas dengan keributan.
"Sayang, Paviliun Bunga Mekar memang sesuai dengan rumornya. Hanya dalam satu hari setelah sampai di kota Tanica, mereka mampu mengadakan pelelangan dalam skala besar seperti ini," Suara seorang perempuan terdengar jelas di pendengaran Saka. Sepertinya mereka berdua berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk.
"Tentu saja, Paviliun Bunga Mekar ini dudukung penuh oleh kerajaan, bahkan kabarnya Sekte Bukit Dewa sebagai sekte terbesar di Victoria pun mendukung Paviliun Bunga Mekar." Kini suara laki-laki yang sangat dibenci oleh Saka terdengar.
"Ah, ternyata Tuan Muda Kedua keluarga Hirawan dan Nona Caraka juga ada di sini." Sebuah suara menginterupsi percakapan keduanya.
"Tentu saja kita ada di sini. Apakah Tuan Muda keluarga Olsen tidak mendapatkan undangan dari Paviliun Bunga Mekar?"
Mario Olsen, adalah Tuan Muda keluarga Olsen yang digadang-gadang sebagai penerus patriak keluarga. Dengan statusnya sebagai murid inti Sekte Naga Bumi di kota Rogo, dan kultivasinya yang sudah berada di ranah Jenderal tingkat dua, Mario sudah jauh di atas Raden. Dulu, satu-satunya saingan Mario adalah Saka, setelah kultivasi Saka hancur, keluarga Olsen semakin memandang rendah keluarga Hirawan.
"Cih, keluarga Hirawan memang luar biasa, rela membuang mantan jenius keluarga dan bahkan masih berpikir menyatukan kedua keluarga denganmu yang hanya berada di ranah Prajurit akhir."
Saka tersenyum dalam diam. Pemandangan ini sungguh menghibur dirinya. Dulu Mario adalah musuh bebuyutannya, keduanya bersaing untuk menjadi yang terkuat di keluarga masing-masing. Meski begitu, hubungan Saka dan Mario tidak sepenuhnya buruk. Keduanya bersaing secara sehat sehingga saat Mario mendengar kecelakaan tentang Saka, pemuda itu lantas pulang untuk memastikan.
"Tuan Muda Olsen, apakah kamu takut bersatunya keluarga kami akan membuat keluargamu tertinggal jauh?" Raden mencibir. Ia sama sekali tidak takut karena memiliki dua keluarga sebagai dukungannya.
"Cih, kamu bahkan tidak pantas bersaing denganku. Di keluargamu, hanya Saka yang pantas menjadi lawanku, kamu tidak pantas." Ucapan penuh penghinaan itu membuat wajah Raden merah padam. Ia memang menyadari jika bakat kultivasinya terhitung biasa saja dibanding dengan Saka dan Mario. Keduanya adalah jenius kota Tanica. Bahkan Tuan Muda Evan dari keluarga Mahendra yang menjadi keluarga terbesar terakhir di kota Tanica, tak memiliki bakat sebaik mereka berdua.
Saka hampir saja meyemburkan tawanya. Ia sangat puas melihat ekspresi terhina dari wajah Raden, sementara Alisha yang sejak tadi berdiri diam pun merasa malu. Andai keluarga Olsen sebodoh keluarga Hirawan, tentu saja Alisha lebih memilih menjalin pertunangan dengan Mario setelah kultivasi Saka hancur. Hanya saja, keluarga Olsen sangat hati-hati dalam bertindak membuat orang luar sulit untuk masuk.
"Hei, apa yang kau tertawakan?" Hardikan Raden membuat tawa Saka berhenti begitu juga punggungnya yang bergetar.
"Tidak ada," jawab Saka singkat, sedikit mengubah suara agar keduanya tidak mengenalinya.
"Kau--" Suara Raden terputus saat pelayan yang tadi datang dengan tergopoh-gopoh.
"Tuan Muda, Anda sudah ditunggu di ruangan manager kami!" ucapnya dengan sopan dan membungkuk ke arah Saka yang masih duduk.
Raden yang ingin mengamuk mengurungkan niatnya. Tangannya sedikit gemetar. Jika orang ini disambut dengan begitu sopan bahkan ditunggu di ruangan manager Paviliun Bunga Mekar, pasti identitasnya tidak main-main. Hampir saja ia membuat kesalahan dan menyinggung seseorang yang tidak boleh ia singgung.
"Baiklah, tunjukkan jalannya!" pinta Saka yang diangguki oleh pelayan itu. Keduanya berjalan keluar, tetapi saat di ambang pintu, langkah Saka berhenti. Ia menoleh ke tempat di mana Mario berdiri. "Tuan Muda Olsen, saya sangat menyukai Anda, saya harap kita bisa bertemu kembali lain waktu."
Saka pergi, meninggalkan Mario yang mengernyit heran. Ia merasa sangat tidak asing dengan seringaian dari orang berjubah itu.
Mungkinkah ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Nazrul
👍🏻👍🏻
2024-01-03
2
Jimmy Avolution
terus
2023-12-03
1
Laura Aqila
Terusss lanjuttt
2023-11-22
1