Harta Karun

Saka terbaring di atas rerumputan dengan napas terengah. Di sekelilingnya terbaring ribuan mayat semut neraka.

[Ding! Selamat Tuan telah membunuh 2478 semut neraka, mendapatkan 23.000 poin pengalaman]

[Ding! Poin sudah cukup untuk kenaikan ranah, apakah Tuan ingin menaikkan ranah sekarang?]

Saka melirik status miliknya.

Nama : Wisaka Hirawan

Status : Calon Penguasa Alam

Kultivasi : Ranah Raja¹

Tingkat Tubuh : Perak 0/100.000

Ketrampilan Aktif :

- Tinju militer (max)

- Taekwondo (max)

- Snipper (max)

- Langkah angin (2/10)

- Harimau membelah gunung (3/10)

- Mata Dewa (1/10)

Elemen : Api Naga Abadi

Energi mental : 70/100

Ketrampilan Pasif :

- Teknik Penyerapan Ilahi

Poin Pengalaman : 121.000/100.000

Poin Sistem : 0 ps

Inventory : Tidak ada

Versi Sistem : 1.0

"Naikkan!"

Fluktuasi energi kemudian tampak semakin kuat dengan Saka sebagai pusatnya. Saka sendiri sedang memejamkan mata, menikmati energi yang semakin membeludak di dalam dirinya. Danau energinya semakin meluas, meridian-meridian milik Saka semakin melebar dan menguat, arus hangat juga dirasakan oleh Saka mengalir ke seluruh tubuhnya.

Duuaaarrr!

Ranah Raja tingkat dua.

Sebuah kekuatan besar dirasakan Saka. Senyumnya semakin melebar saat persepsinya semakin luas. Jika saja ia di luar, mungkin dalam jarak 10 kilo, Saka masih bisa menggunakan persepsinya. Karena kabut di sini menghalangi persepsi seseorang, Saka hanya mampu menggunakan persepsinya sejauh 5 kilo. Itu pun sudah pasti berkat sistem.

"Sistem, terima kasih," bisik Saka.

[Ding! Sama-sama, Tuan!]

Saka menatap matahari yang mulai condong ke barat. Satu hari penuh, ia berhasil menguasai pegunungan berkabut bagian kaki gunung, dan pertengahan. Untuk daerah puncak, Saka akan menundanya untuk sementara, karena di depannya kini ada sebuah goa dengan energi kuat yang mendorong Saka untuk masuk. Goa ini yang dijaga oleh ribuan semut api itu.

Saka mengedarkan persepsinya untuk memeriksa di dalam goa, tak mendeteksi adanya bahaya, Saka melangkah perlahan. Semakin ke dalam, keadaan di goa semakin pengap dan gelap. Namun meski begitu, Saka tak merasa kesulitan karena mata dewa miliknya memungkinkan untuk tetap melihat dengan jelas di keadaan segelap apapun.

Berjalan selama 500 meter, Saka belum juga menemukan sesuatu. Lorong yang ada di depannya sangat panjang. Saka terus saja berjalan, hingga satu jam kemudian tak juga menemukan ujung dari goa, Saka berhenti karena merasa ada yang aneh. Matanya memandang ke sekeliling, ia hanya merasa berjalan di tempat selama satu jam. Tak ada perubahan ataupun penanda jika ia telah berjalan sangat jauh karena semua dinding-dinding goa terlihat sama.

Beberapa saat terdiam, Saka tersentak.

Ilusi!

Ya, pasti di sini terpasang ilusi yang membuatnya tetap jalan di tempat.

"Sistem, bagaimana aku mematahkan ilusi ini?"

[Ding! Ini adalah array ilusi, Tuan harus menguasai teknik array agar bisa mematahkan ilusi ini]

Saka tersenyum kecut.

"Sistem, kalau aku berbalik keluar, apakah aku bisa kembali?"

[Ding! Tidak, Tuan! Teknik array ilusi ini memungkinkan seseorang atau makhluk hidup apapun akan terjebak selamanya, kecuali ia memiliki ranah yang lebih tinggi dari pemilik teknik array ilusi]

Saka hampir menangis.

"Lalu bagaimana caraku keluar? Aku tidak mungkin terus di sini bukan? Kau ada cara?"

[Ding! Tuan bisa membeli teknik array di toko sistem, Sistem akan menyatukan teknik sehingga Tuan bisa langsung menguasainya]

Mata Saka kembali berbinar. Ia kemudian memberikan perintah kepada sistem untuk membuka toko. Benar juga, kenapa ia bisa melupakan jika sistem miliknya ini seperti toko serba ada?

Saka menggeser beberapa menu yang dijual. Ada barang, ada teknik, pil, eliksir, bahkan Saka menemukan barang-barang yang bisa ia temukan di bumi. Menu makanan cepat saji yang dulu sering ia makan pun ada. Namun meski begitu, ada beberapa item yang masin berwarna abu-abu.

"Waahh benar-benar lengkap!" serunya sembari berdecak tak percaya. "Tapi kenapa ada yang masih abu-abu?"

[Ding! Tentu saja Tuan, toko sistem adalah toko terlengkap di seluruh alam, untuk item yang masih abu-abu, akan terbuka jika Tuan sudah meningkatkan sistem ke versi 2]

Saka kemudian menggeser kembali layar sistem hingga menemukan teknik array yang untung saja sudah berwarna.

Teknik array kuno : 1.000.000 ps

Saka kemudian melirik poin sistem miliknya.

Poin Sistem : 0

Sial!

"Sistem, belum lengkap dua hari kita bersama, bagaimana mungkin aku bisa membeli teknik array dengan 1 juta poin saat aku saja belum menemukan eliksir ataupun batu roh?"

Saka terduduk dengan putus asa. Satu-satunya harapan sudah musnah.

[Ding! Tuan bisa menukarnya juga dengan koin emas, perbandingan 1:100. Satu koin emas, Tuan mendapatkan 100 poin sistem]

Saka kemudian melirik cincin spasial di jari tangan kirinya. Sejak ia bangun di dunia aneh ini, Saka sama sekali tidak melihat apa saja yang ada di cincin spasial milik Saka sebelumnya.

Membuka penghalang cincin spasial, Saka mengumpat, "Bajingaan! Miskin sekali orang ini!"

Di cincin itu hanya terdapat 15 koin emas, 40 koin perak, satu pedang kusam dan beberapa setel pakaian.

"Sistem, 15 koin emas aku hanya akan mendapatkan 1.500 poin sistem. Itu bagaikan setitik air di danau," keluh Saka.

[Ding! Kalau begitu Tuan bisa membelinya secara kredit. 15 koin emas akan sistem ambil sebagai uang muka]

Saka terpana.

"Sistem, jujur padaku! Kau sebenarnya dari koperasi mana?"

Tak ada jawaban dari sistem membuat Saka menghela napas panjang.

"Baiklah, aku akan membeli secara kredit untuk teknik array daripada aku mati di sini."

[Ding! Pembelian teknik array kuno diproses]

[Ding! Selamat teknik array kuno berhasil dibeli. Uang muka 1.500 poin sistem, sisa 998.000 poin sistem akan dibayarkan setelahnya]

[Ding! Apakah Tuan akan memasang teknik array kuno sekarang?]

[Ya atau Tidak]

Saka mengangguk. "Ya!"

[Ding! Memulai pemasangan teknik array kuno, harap Tuan mengambil posisi nyaman]

Saka menggeser duduknya hingga bersandar di dinding goa. Perlahan rasa hangat mengalir di kepala membuatnya memejamkan mata, dan berbagai pengetahuan tentang teknik array bermunculan. Tak hanya pengetahuan, tapi juga penerapan. Saka seolah telah belajar teknik array bertahun-tahun dan menguasinya.

[Ding! Selamat pemasangan teknik array kuno berhasil. Kini Tuan menjadi ahli array level 1]

Saka membuka mata dan menyeringai. Ia tak menyangka jika pengetahuan tentang array ini sangat mendetail dan mengingat teknik miliknya adalah teknik array kuno, Saka berspekulasi jika tingkatan teknik miliknya dan teknik ahli array lain berbeda.

[Ding! Memang benar Tuan, teknik array kuno adalah teknik yang langka. Karena teknik array kuno telah dipercaya hilang jutaan tahun yang lalu]

Spekulasinya dikonfirmasi, Saka semakin tersenyum lebar. "Setidaknya aku memiliki sesuatu yang lain selain hanya mengandalkan tingkatan kultivasi. Dengan semua teknik yang aku miliki, aku yakin bisa bertarung dengan orang yang berbeda dua ranah di atasku," monolog Saka.

"Baiklah, waktunya kita mematahkan ilusi sialan yang membuatku berjalan di tempat selama satu jam ini."

Saka mengamati sekeliling. Setelah mendapatkan teknik array, Saka kini mulai melihat semuanya dengan berbeda. Ia melihat di sekeliling dinding gua banyak terdapat formasi array dengan larik-larik rumit yang tak mampu dilihat oleh kultivator biasa.

Saka menggerakkan kedua jari tangan, membuat segel dan menghentakkannya ke satu batu yang agak menonjol di dinding yang menjadi fondasi dari formasi array ilusi.

Brakk!!

Suara berderak terdengar bersamaan dengan suara kaca yang pecah.

Selanjutnya yang terlihat dalam visi Saka sama sekali tak pernah terlintas dalam pikirannya.

Gila!

Ini harta karun!

Terpopuler

Comments

K4k3k 8¤d¤

K4k3k 8¤d¤

💝🙏🏾💝🙏🏾💝🙏🏾💝🙏🏾💝

2024-04-19

1

Arif Ismawan

Arif Ismawan

tap tap kayak kilat,langsung melesat

2024-02-29

2

Putra_Andalas

Putra_Andalas

bener² gk Konsisten nih Ranahnya...tiba² naik 5 tingkat ,disaat berikutnya turun 5 tingkat...lalu naik lagi 1 tingkat.... puyeng gk tuh yg baca 😵🤣😬

2024-02-24

2

lihat semua
Episodes
1 Transmigrasi
2 Awal Yang Baru
3 Pegunungan Berkabut
4 Harta Karun
5 Markas Baru
6 Pertempuran
7 Paviliun Bunga Mekar
8 Tuan Muda Orlando
9 Pertunangan Raden Hirawan
10 Bolehkah Aku Memanggilmu, Ibu?
11 Pergi
12 Perseteruan
13 Tetua Rama
14 Bertemu Para Petinggi
15 Pelelangan
16 Bukan Lagi Bagian Keluarga Hirawan
17 Klan Darah
18 Kenyataan Pahit Keluarga Hirawan
19 Fisik Dewi Es
20 Jackpot
21 Merampok Sistem 1
22 Merampok Sistem 2
23 Elemen Cahaya
24 Ternyata Warisan Dewi
25 Hirawan vs Caraka
26 Hirawan vs Caraka 2
27 Musnahnya Keluarga Caraka
28 Memulai Petualangan
29 Vampire
30 Membebaskan Tawanan
31 Perketat Keamanan
32 Kedatangan Prajurit Kota
33 Siaga
34 Pulang
35 Rahasia Puncak Pegunungan Berkabut
36 Pasangan Yang Cocok
37 Raja Naga
38 Pamit
39 Hutan Jurang
40 Inti Es Semesta
41 Tigra, Harimau Suci
42 Sekte Lembah Hitam dan Raja Dharma
43 Membantu Desa Paju
44 Upgrade Sistem Selesai
45 Berlatih 1
46 Berlatih 2
47 Kebangkitan Fisik Dewi Es
48 Naik Ranah
49 Melatih Arunika
50 Kota Rogo
51 Tuan Muda Rajasa
52 Telur Dalam Batu
53 Keluarga Rajasa Musnah
54 Undangan Tuan Kota
55 Masalah Kecil
56 Sampai di Kota Ngiwa
57 Banteng atau Sapi?
58 Misi
59 Pasukan Garuda
60 Perkembangan Pasukan Garuda
61 Memulai Penyerangan 1
62 Memulai Penyerangan 2
63 Gejolak Kota Ngiwa
64 Kotak Semesta
65 Genting
66 Biar Nggak Lupa
67 Ke Istana
68 Strategi
69 Perang dengan Vampire
70 Akhir Perang
71 Tindakan Spontan Sofia
72 Dua
73 Kebersamaan
74 Hari Pernikahan
75 Benua Tengah
76 Pembebasan
77 Sekte Pedang Langit
78 Sekte Pedang Langit 2
79 Pertempuran di Hutan Kematian
80 Masalah Selesai
81 Alam Kultivator (end)
82 Disambut Jutaan Monster
83 Insiden Kecil
84 Kerajaan Angin
85 Masalah Selalu Datang
86 20 Tahun yang Lalu
87 Identitas Asli
88 Kembali ke Kerajaan Api
89 Sambutan Hangat
90 Mengobati Kakek dan Paman
91 Meningkatkan Kekuatan
92 Jurang Kegelapan
93 Ular Kepala Sembilan
94 Kondisi Kerajaan Api Terkini
95 Pesta Rakyat
96 Dunia Kecil
97 Gunung Dewa
98 Qian
99 Rubah Surgawi, Foxy
100 Kota Aneh
101 Potongan Tubuh Jenderal Iblis
102 Keluarga Narendra yang Lain
103 Narendra vs Sekte Rajawali Besi
104 Dunia Canopus Kacau
105 Kembali ke Kerajaan Api
106 Gelombang Monster
107 Di Balik Gelombang Monster
108 Rencana Selanjutnya
109 Dunia Kecil Kerajaan Naga
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Transmigrasi
2
Awal Yang Baru
3
Pegunungan Berkabut
4
Harta Karun
5
Markas Baru
6
Pertempuran
7
Paviliun Bunga Mekar
8
Tuan Muda Orlando
9
Pertunangan Raden Hirawan
10
Bolehkah Aku Memanggilmu, Ibu?
11
Pergi
12
Perseteruan
13
Tetua Rama
14
Bertemu Para Petinggi
15
Pelelangan
16
Bukan Lagi Bagian Keluarga Hirawan
17
Klan Darah
18
Kenyataan Pahit Keluarga Hirawan
19
Fisik Dewi Es
20
Jackpot
21
Merampok Sistem 1
22
Merampok Sistem 2
23
Elemen Cahaya
24
Ternyata Warisan Dewi
25
Hirawan vs Caraka
26
Hirawan vs Caraka 2
27
Musnahnya Keluarga Caraka
28
Memulai Petualangan
29
Vampire
30
Membebaskan Tawanan
31
Perketat Keamanan
32
Kedatangan Prajurit Kota
33
Siaga
34
Pulang
35
Rahasia Puncak Pegunungan Berkabut
36
Pasangan Yang Cocok
37
Raja Naga
38
Pamit
39
Hutan Jurang
40
Inti Es Semesta
41
Tigra, Harimau Suci
42
Sekte Lembah Hitam dan Raja Dharma
43
Membantu Desa Paju
44
Upgrade Sistem Selesai
45
Berlatih 1
46
Berlatih 2
47
Kebangkitan Fisik Dewi Es
48
Naik Ranah
49
Melatih Arunika
50
Kota Rogo
51
Tuan Muda Rajasa
52
Telur Dalam Batu
53
Keluarga Rajasa Musnah
54
Undangan Tuan Kota
55
Masalah Kecil
56
Sampai di Kota Ngiwa
57
Banteng atau Sapi?
58
Misi
59
Pasukan Garuda
60
Perkembangan Pasukan Garuda
61
Memulai Penyerangan 1
62
Memulai Penyerangan 2
63
Gejolak Kota Ngiwa
64
Kotak Semesta
65
Genting
66
Biar Nggak Lupa
67
Ke Istana
68
Strategi
69
Perang dengan Vampire
70
Akhir Perang
71
Tindakan Spontan Sofia
72
Dua
73
Kebersamaan
74
Hari Pernikahan
75
Benua Tengah
76
Pembebasan
77
Sekte Pedang Langit
78
Sekte Pedang Langit 2
79
Pertempuran di Hutan Kematian
80
Masalah Selesai
81
Alam Kultivator (end)
82
Disambut Jutaan Monster
83
Insiden Kecil
84
Kerajaan Angin
85
Masalah Selalu Datang
86
20 Tahun yang Lalu
87
Identitas Asli
88
Kembali ke Kerajaan Api
89
Sambutan Hangat
90
Mengobati Kakek dan Paman
91
Meningkatkan Kekuatan
92
Jurang Kegelapan
93
Ular Kepala Sembilan
94
Kondisi Kerajaan Api Terkini
95
Pesta Rakyat
96
Dunia Kecil
97
Gunung Dewa
98
Qian
99
Rubah Surgawi, Foxy
100
Kota Aneh
101
Potongan Tubuh Jenderal Iblis
102
Keluarga Narendra yang Lain
103
Narendra vs Sekte Rajawali Besi
104
Dunia Canopus Kacau
105
Kembali ke Kerajaan Api
106
Gelombang Monster
107
Di Balik Gelombang Monster
108
Rencana Selanjutnya
109
Dunia Kecil Kerajaan Naga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!