Pegunungan Berkabut

Sesuai namanya, pegunungan berkabut adalah pegunungan yang dipenuhi oleh kabut. Sejauh mata memandang hanya warna putih yang terlihat. Bahkan pohon tertinggi pun tak nampak. Dari jauh, pegunungan berkabut tampak seperti tumpukan awan yang menjulang tinggi dari tanah sampai ke langit. Karena kabut itulah, pegunungan ini termasuk pegunungan yang terlarang di kerajaan Victoria, kabut itu membuat jarak pandang manusia terbatas. Para kultivator hanya berani datang di kaki gunung saja, seperti yang dilakukan oleh Wisaka dan tunangannya dulu. Di kaki gunung, monsternya masih level rendah dan kabut pun tipis. Tidak terlalu menghalangi pandangan seperti yang berada di tengah dan puncak pegunungan.

Saka memandang pegunungan di depannya itu dengan perasaan yang rumit. Kecelakaan yang membuat dantiannya rusak seharusnya tidak akan terjadi jika Raden tidak memancing monster khimera untuk turun gunung. Monster yang bertubuh campuran antara singa, kambing dan ular itu seharusnya berada di tengah pegunungan. Tetapi Raden berhasil memancingnya turun membuat Saka mau tidak mau harus melawannya demi menyelamatkan Alisha.

Perbedaan ranah yang signifikan tentu saja membuat Saka tak berkutik. Ia menerima pukulan telak di perut hingga menghancurkan dantiannya. Beruntung Pandu segera datang dan menyelamatkan Saka sehingga ia tak menjadi santapan monster khimera. Namun tentu saja, kedatangan Pandu sudah sangat terlambat.

"Sistem, bisakah aku memasang hadiahku di sini?"

[Ding! Bisa Tuan]

"Oke, Sistem! Pasang mata dewa!"

Saka lantas merasakan arus hangat di matanya yang mulai memanas, terasa sedikit kesemutan sebelum kemudian matanya mendingin dan sangat sejuk. Saka membuka mata dan mau tak mau ia harus terkejut. Pegunungan yang sebelumnya tampak diselimuti awan putih kini terlihat transparan dengan banyaknya pepohonan tinggi. Saka mampu melihat banyaknya kupu-kupu yang terbang di pegunungan tengah dan persepsinya yang meluas.

"Sistem, apakah mata dewa ini mampu melihat objek yang sangat jauh dan menembus halangan apapun?"

[Ding! Benar Tuan!]

"Waahhh, ini sangat hebat!" Tanpa sadar, Saka berjingkrak kegirangan. Ia harus bersyukur karena hari yang masih sangat pagi sehingga ia tak akan dianggap aneh oleh orang-orang yang lewat.

"Sistem, pasang teknik penyerapan Ilahi!"

Saka kemudian merasakan kesemutan di seluruh tubuhnya hingga ia jatuh bersimpuh di tanah. Berbagai informasi muncul diotaknya bersamaan dengan arus hangat yang menghilangkan kesemutan. Saka menghirup napas panjang, ia merasakan aliran energi yang masuk bersamaan saat ia sedang bernapas.

"Sistem, apakah teknik penyerapan ilahi ini bisa menyerap semua energi sembari aku bernapas?"

[Ding! Benar Tuan! Energi itu nanti akan langsung menguatkan pondasi kultivasi Tuan saat naik ranah. Teknik penyerapan ilahi juga bisa menyerap energi kegelapan, racun, dan energi negatif lainnya yang kemudian dinetralkan menjadi energi positif untuk Tuan Muda]

"Lalu, setetes darah naga ini untuk apa?" tanya Saka setelah mengambil hadiah terakhir di Inventory. Kini di tangan kanannya melayang setetes darah dengan energi yang sangat kuat dirasakan oleh Saka.

[Ding! Jika Tuan mengonsumsinya, setetes darah naga akan membuat Tuan memiliki garis darah naga, ke depannya Tuan bisa mengendalikan seluruh ras naga di alam primordial]

Mendengar ucapan Sistem, Saka langsung memasukkan darah itu ke mulut dan menelannya. Sensasi terbakar langsung terasa dari tenggorokan ke perut. Dantiannya bergetar hebat, elemen api juga ikut bergetar merespon darah naga yang perlahan tercampur di setiap meridian milik Saka. Kini di lautan jiwanya, Saka bisa melihat sebuah danau luas dengan patung harimau di tengahnya. Satu bola cahaya kecil yang merupakan elemen api miliknya kini berwarna hitam, padahal sebelumnya berwarna merah. Belum sempat mengatasi rasa heran, Saka merasakan danau energinya seolah meluap ingin mendobrak dinding pembatas.

Duaarrr!

Ranah Jenderal tingkat 6.

Duaarrr!

Ranah Jenderal tingkat 7.

Duaarrr!

Duaaarr!

Duuaarrr!

Ledakan teredam dari dalam tubuh Saka berkali-kali menandakan kenaikan kultivasi pemuda itu hingga ranah Raja tingkat satu.

Saka membuka mata dengan takjub. Ini adalah pertama kali ia naik ranah secara berturut-turut. Jika dulu ia harus bekerja keras menyerap energi dari alam, batu roh, eliksir dan inti monster, kini ia bisa langsung naik 5 ranah sekaligus hanya dengan setetes darah naga.

"Sistem, kenapa elemen apiku berwarna hitam?"

[Ding! Setelah mendapat darah naga, elemen api Tuan berevolusi menjadi api naga abadi. Api naga abadi adalah tingkatan api yang sangat tinggi, tidak bisa padam kecuali kehendak sang pemilik]

Mata Saka berbinar. Ia mencoba memunculkan elemen apinya. Kini api hitam berkobar di tangan kanannya. Iseng, Saka melemparkan api itu ke salah satu pohon yang ada di depannya, dalam hitungan detik, pohon itu berubah menjadi abu. Api masih berkobar melahap pohon yang lain. Saka yang panik dengan cepat menjentikkan jarinya untuk memadamkan api. Terlihat hampir satu meter di depan Saka sudah menjadi tanah lapang tanpa tumbuhan apapun yang ada di atasnya.

Fyuhh! Hampir saja! Saka masih belum terbiasa dengan api naga abadi sehingga masih belum bisa mengontrol tingkat panasnya.

"Baiklah, mari kita berburu monster demi pundi-pundi poin pengalaman. Di pegunungan berkabut dengan tingkat bahaya yang sangat tinggi ini, seharusnya tersimpan harta karun bukan?" gumam Saka sambil berjalan semakin dalam ke area pegunungan.

Semakin dalam, kabut semakin pekat, tapi bukan masalah untuk Saka, dengan mata dewa ia bisa melihat semuanya dengan jelas seolah tanpa kabut. Ia semakin melangkah dengan hati-hati saat persepsinya menangkap seekor monster ranah Raja tidak jauh dari tempatnya berada.

Groaaaarrr!!

Raungan mengerikan bersamaan dengan hadirnya monster babi berkepala serigala di hadapan Saka. Saka mengernyit sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak. Ini adalah pengalaman pertamanya melihat bentuk monster yang sangat jelek. Jauh lebih jelek dari yang terjelek. Antara badan dan kepala sangat tidak sinkron, badannya yang sebesar mobil avanza, kepalanya lebih besar seperti gong kelurahan.

Groaaarrr!!

Monster itu meraung marah. Sepertinya ia paham jika dirinya tengah diejek oleh manusia di depannya itu.

"Heh, monster jelek! Orangtua kau kawin silang apa gimana? Inilah bunda kalau menyalahi takdir Tuhan!"

Grrooaaarr!

Monster itu mulai menyerang dengan membabi buta. Saka terus menghindar dari serangan monster sembari bertanya kepada sistem jenis monster jelek yang ada di depannya itu.

"Jadi namanya Athos?" gumam Saka setelah mendapat jawaban dari sistem.

Saat monster Athos melompat, Saka merendahkan tubuhnya dan menggunakan tinju militer untuk memberikan serangan telak pada perut sang monster.

Bang!

Ugh!

Monster itu hanya terhuyung sesaat, tetapi tak berdampak apa-apa, berbeda dengan Saka yang kini sibuk meniup kepalan tangannya yang terasa menumbuk lempengan baja.

"Sial! Keras sekali! Jangan-jangan dinamakan Athos karena badannya keras?" monolognya sembari mencari titik kelemahan sang monster. Dunia ini sangat aneh, sungguh!

Mengalirkan energi ke kepalan tangannya sekali lagi, Saka menyambut serangan sang monster. Kini, ia mengalihkan sasaran ke kepala monster yang berbentuk serigala.

Bang!

Baik Saka maupun sang monster, keduanya mundur beberapa langkah. Berbeda dengan sebelumnya, kini sang monster tampak kesakitan. Saka semakin bersemangat, serangan selanjutnya ia selalu mengarahkan serangannya ke kepala sang monster.

Guaghh!

Prak!

Satu serangan pamungkas dari Saka yang memadukan teknik tinju militer dan harimau membelah gunung, berhasil membuat kepala sang monster pecah.

[Ding! Selamat Tuan telah membunuh monster ranah Raja, mendapat 1000 poin pengalaman]

Terpopuler

Comments

K4k3k 8¤d¤

K4k3k 8¤d¤

💌👍🏻💌👍🏻💌👍🏻💌👍🏻💌

2024-04-19

2

Arif Ismawan

Arif Ismawan

smoga penulis mendapat Avanza seperti cerita di atas

2024-02-29

2

Putra_Andalas

Putra_Andalas

malah turun maning...kgak bisa dikoreksi 😵

2024-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Transmigrasi
2 Awal Yang Baru
3 Pegunungan Berkabut
4 Harta Karun
5 Markas Baru
6 Pertempuran
7 Paviliun Bunga Mekar
8 Tuan Muda Orlando
9 Pertunangan Raden Hirawan
10 Bolehkah Aku Memanggilmu, Ibu?
11 Pergi
12 Perseteruan
13 Tetua Rama
14 Bertemu Para Petinggi
15 Pelelangan
16 Bukan Lagi Bagian Keluarga Hirawan
17 Klan Darah
18 Kenyataan Pahit Keluarga Hirawan
19 Fisik Dewi Es
20 Jackpot
21 Merampok Sistem 1
22 Merampok Sistem 2
23 Elemen Cahaya
24 Ternyata Warisan Dewi
25 Hirawan vs Caraka
26 Hirawan vs Caraka 2
27 Musnahnya Keluarga Caraka
28 Memulai Petualangan
29 Vampire
30 Membebaskan Tawanan
31 Perketat Keamanan
32 Kedatangan Prajurit Kota
33 Siaga
34 Pulang
35 Rahasia Puncak Pegunungan Berkabut
36 Pasangan Yang Cocok
37 Raja Naga
38 Pamit
39 Hutan Jurang
40 Inti Es Semesta
41 Tigra, Harimau Suci
42 Sekte Lembah Hitam dan Raja Dharma
43 Membantu Desa Paju
44 Upgrade Sistem Selesai
45 Berlatih 1
46 Berlatih 2
47 Kebangkitan Fisik Dewi Es
48 Naik Ranah
49 Melatih Arunika
50 Kota Rogo
51 Tuan Muda Rajasa
52 Telur Dalam Batu
53 Keluarga Rajasa Musnah
54 Undangan Tuan Kota
55 Masalah Kecil
56 Sampai di Kota Ngiwa
57 Banteng atau Sapi?
58 Misi
59 Pasukan Garuda
60 Perkembangan Pasukan Garuda
61 Memulai Penyerangan 1
62 Memulai Penyerangan 2
63 Gejolak Kota Ngiwa
64 Kotak Semesta
65 Genting
66 Biar Nggak Lupa
67 Ke Istana
68 Strategi
69 Perang dengan Vampire
70 Akhir Perang
71 Tindakan Spontan Sofia
72 Dua
73 Kebersamaan
74 Hari Pernikahan
75 Benua Tengah
76 Pembebasan
77 Sekte Pedang Langit
78 Sekte Pedang Langit 2
79 Pertempuran di Hutan Kematian
80 Masalah Selesai
81 Alam Kultivator (end)
82 Disambut Jutaan Monster
83 Insiden Kecil
84 Kerajaan Angin
85 Masalah Selalu Datang
86 20 Tahun yang Lalu
87 Identitas Asli
88 Kembali ke Kerajaan Api
89 Sambutan Hangat
90 Mengobati Kakek dan Paman
91 Meningkatkan Kekuatan
92 Jurang Kegelapan
93 Ular Kepala Sembilan
94 Kondisi Kerajaan Api Terkini
95 Pesta Rakyat
96 Dunia Kecil
97 Gunung Dewa
98 Qian
99 Rubah Surgawi, Foxy
100 Kota Aneh
101 Potongan Tubuh Jenderal Iblis
102 Keluarga Narendra yang Lain
103 Narendra vs Sekte Rajawali Besi
104 Dunia Canopus Kacau
105 Kembali ke Kerajaan Api
106 Gelombang Monster
107 Di Balik Gelombang Monster
108 Rencana Selanjutnya
109 Dunia Kecil Kerajaan Naga
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Transmigrasi
2
Awal Yang Baru
3
Pegunungan Berkabut
4
Harta Karun
5
Markas Baru
6
Pertempuran
7
Paviliun Bunga Mekar
8
Tuan Muda Orlando
9
Pertunangan Raden Hirawan
10
Bolehkah Aku Memanggilmu, Ibu?
11
Pergi
12
Perseteruan
13
Tetua Rama
14
Bertemu Para Petinggi
15
Pelelangan
16
Bukan Lagi Bagian Keluarga Hirawan
17
Klan Darah
18
Kenyataan Pahit Keluarga Hirawan
19
Fisik Dewi Es
20
Jackpot
21
Merampok Sistem 1
22
Merampok Sistem 2
23
Elemen Cahaya
24
Ternyata Warisan Dewi
25
Hirawan vs Caraka
26
Hirawan vs Caraka 2
27
Musnahnya Keluarga Caraka
28
Memulai Petualangan
29
Vampire
30
Membebaskan Tawanan
31
Perketat Keamanan
32
Kedatangan Prajurit Kota
33
Siaga
34
Pulang
35
Rahasia Puncak Pegunungan Berkabut
36
Pasangan Yang Cocok
37
Raja Naga
38
Pamit
39
Hutan Jurang
40
Inti Es Semesta
41
Tigra, Harimau Suci
42
Sekte Lembah Hitam dan Raja Dharma
43
Membantu Desa Paju
44
Upgrade Sistem Selesai
45
Berlatih 1
46
Berlatih 2
47
Kebangkitan Fisik Dewi Es
48
Naik Ranah
49
Melatih Arunika
50
Kota Rogo
51
Tuan Muda Rajasa
52
Telur Dalam Batu
53
Keluarga Rajasa Musnah
54
Undangan Tuan Kota
55
Masalah Kecil
56
Sampai di Kota Ngiwa
57
Banteng atau Sapi?
58
Misi
59
Pasukan Garuda
60
Perkembangan Pasukan Garuda
61
Memulai Penyerangan 1
62
Memulai Penyerangan 2
63
Gejolak Kota Ngiwa
64
Kotak Semesta
65
Genting
66
Biar Nggak Lupa
67
Ke Istana
68
Strategi
69
Perang dengan Vampire
70
Akhir Perang
71
Tindakan Spontan Sofia
72
Dua
73
Kebersamaan
74
Hari Pernikahan
75
Benua Tengah
76
Pembebasan
77
Sekte Pedang Langit
78
Sekte Pedang Langit 2
79
Pertempuran di Hutan Kematian
80
Masalah Selesai
81
Alam Kultivator (end)
82
Disambut Jutaan Monster
83
Insiden Kecil
84
Kerajaan Angin
85
Masalah Selalu Datang
86
20 Tahun yang Lalu
87
Identitas Asli
88
Kembali ke Kerajaan Api
89
Sambutan Hangat
90
Mengobati Kakek dan Paman
91
Meningkatkan Kekuatan
92
Jurang Kegelapan
93
Ular Kepala Sembilan
94
Kondisi Kerajaan Api Terkini
95
Pesta Rakyat
96
Dunia Kecil
97
Gunung Dewa
98
Qian
99
Rubah Surgawi, Foxy
100
Kota Aneh
101
Potongan Tubuh Jenderal Iblis
102
Keluarga Narendra yang Lain
103
Narendra vs Sekte Rajawali Besi
104
Dunia Canopus Kacau
105
Kembali ke Kerajaan Api
106
Gelombang Monster
107
Di Balik Gelombang Monster
108
Rencana Selanjutnya
109
Dunia Kecil Kerajaan Naga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!