Saka mengelus dada melihat pohon yang semula menjadi tempatnya menembak kini hancur tak tersisa akibat serangan dari pemimpin bandit yang rupanya telah mengetahui keberadaannya. Beruntung Saka sempat menghindar dengan langkah angin sejauh 800 meter ke arah utara sehingga tak terkena dampak serangan.
Merasa tak berguna menyerang secara sembunyi-sembunyi lagi, Saka menghampiri tempat pertempuran sembari membeli sebuah revolver dari sistem, karena senapan sniper tidak cocok untuk serangan jarak dekat.
"Bocah nakal, apa maksudmu ikut campur?" gertak sang pemimpin bandit dengan geram.
Saka melangkah dengan tenang, tangan kanannya memegang revolver erat dan matanya menyipit, jika dilihat dari dekat, wajah pemimpin bandit ini sungguh ....
"Jelek sekali!" celetuk Saka tanpa sadar usai mengamati wajah sang pemimpin bandit yang memiliki banyak luka serta posisi anggota tubuh di wajah yang tidak pada tempatnya. Layaknya orang yang mempunyai penyakit stroke, bibirnya monyong ke kiri, pipi menggelambir turun, mata besar sebelah, hidung panjang dan bengkok ke bawah layaknya sang penyihir yang pernah ia baca di buku dongeng. Namun anehnya, orang itu masih sanggup berbicara dengan jelas.
"Sistem, kenapa wajah orang itu jelek sekali?"
[Ding! Itu adalah efek dari percobaan racunnya. Seorang kultivator racun, meskipun kebal terhadap racun, tetapi tetap mengalami efek samping. Seperti yang Tuan lihat sekarang]
Saka bergidik. "Heh, Monster Jelek! Aku sebenarnya tidak mau ikut campur, tetapi cara mainmu sungguh membuatku gatal. Beraninya main curang menggunakan racun, cuih!"
Mendengar ucapan Saka, raut wajah pemimpin bandit itu menggelap. "Bocah sialan! Siapa yang kau sebut monster! Cari mati, hah?"
Saka menggelengkan kepalanya prihatin.
"Heh, Tua Bangka Buruk Rupa yang Tidak Peka, tentu saja aku menyebut dirimu. DIRIMU!"
Kata-kata Saka membuat lelaki tua itu melotot. Apa katanya? Tua Bangka? Buruk Rupa? Dan Tidak Peka? Pemimpin bandit itu ternganga tak percaya.
"Apa kau tidak sadar kalau wajahmu macam monster?" lanjut Saka yang belum usai mengolok-olok pria itu.
Suara tawa teredam terdengar dari rombongan pedagang. Bahkan, pemimpin pengawal menutup mulutnya menahan tawa.
"Bocah sialaan! Jangan panggil aku Bagbi jika tidak bisa meledakkan kepalamu hari ini!"
"Babi? Nama yang cocok untukmu!" gumam Saka yang mampu didengar oleh semua orang.
Pemimpin bandit bernama Bagbi itu tidak lagi banyak omong, kepalanya sudah berasap karena marah. Saat ini yang ia pikirkan adalah bagaimana cara untuk memberi pelajaran kepada bocah laknat yang tengah tersenyum polos di depannya itu.
"Rasakan ini! Racun Rambut Gimbal!"
Dengan tolakan keras di kaki, pemimpin bandit melompat, sembari tangannya membentuk sebuah pola yang memunculkan sebuah bola hijau berbau busuk.
Saka terpaku di tempatnya, bukan karena tak bisa bergerak karena tekanan energi, tetapi karena nama racun yang menurutnya sangat aneh.
"Apakah racun ini akan membuat seseorang menjadi botak? Atau menjadi gembel?" tanyanya dengan konyol.
Sepersekian detik setelah Saka bertanya, gumpalan bola hijau itu meluncur ke arah Saka dan menyebar mengelilingi tubuhnya.
"Hahahaha ... kali ini kau tak akan selamat dari racun andalanku, Bocah! Asal kau tau saja racun itu akan masuk ke dalam tubuh melalui semua rambut yang ada di tubuhmu, kemudian kau tak akan bisa bergerak selama sepuluh detik sebelum seluruh tulangmu keropos dan kau akan mat--"
Ucapan dari Babgi tak bisa berlanjut kala netranya melihat sesuatu yang terasa sangat mustahil. Gumpalan hijau racun miliknya memang masuk dengan kecepatan yang bisa dilihat mata telanjang ke dalam tubuh Saka, tetapi tidak ada efek apapun. Saka tetap berdiri tegak dengan senyum polosnya.
"Babi Tua, apa kau sudah selesai?" Saka menggerakkan seluruh sendi tubuhnya kala merasakan aliran energi murni mulai memenuhi seluruh meridian dan dantiannya.
"Ba-ba-bagaimana kau bisa baik-baik saja?" Tak hanya pemimpin bandit, bahkan anak buah bandit yang tersisa serta kumpulan pedagang itu tak bisa menyembunyikan raut heran.
"Sederhana saja, racunmu terlalu payah!" Saka membuat gestur 'oke' dengan ibu jari di bawah.
Bagi seseorang yang selalu membanggakan teknik racun miliknya, Bagbi benar-benar merasa terhina. Bukan hanya racun miliknya tidak bekerja pada lawan, tetapi lawan yang dihadapinya bisa dibilang masih anak kecil.
"Sialan! Selamat dari racunku, kau tidak akan selamat dari seranganku!" Bagbi lantas melancarkan serangan dengan menggunakan kekuatan penuhnya. Sebuah bola api hijau meluncur cepat ke arah Saka. Menggunakan langkah angin, Saka menghindar.
Dorr!
Dorr!
Dorr!
Seperti pepatah, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Sembari menghindari serangan dari Bagbi, Saka melepaskan tiga tembakan yang mengakhiri hidup tiga anak buah Bagbi yang tersisa.
"K-kau ...." Tak mampu lagi mengekspresikan kemarahan, wajah Bagbi menghitam dan ....
Engaahh!
Bagbi muntah darah.
"Welcome to the hell, Jerk!" teriak Saka sebelum melepaskan tembakan ke arah Bagbi yang sudah kehabisan energi.
Dorr!
Tanpa kata, bandit buruk rupa itu menutup usia.
Saka tersenyum puas saat mendengar notifikasi dari sistem jika poinnya bertambah.
"Saudara Muda, terima kasih sudah menolong kami!"
Saka tersadar dari euphoria-nya saat pemimpin pedagang itu mendekat. Ia kemudian menyimpan revolver miliknya ke dalam inventory.
"Sama-sama, Tuan! Kebetulan saya sedang berada di dekat sini," balas Saka sembari tersenyum sopan. Prinsipnya akan selalu sama seperti saat ia hidup di bumi, ia akan bersikap sama layaknya orang lain bersikap padanya. Intinya, jika orang lain baik, maka Saka akan membalas kebaikan itu, dan jika mereka jahat, Saka juga tak akan segan-segan untuk memberikan pelajaran.
"Jika boleh tahu, jenis senjata seperti apa yang tadi Saudara Muda gunakan? Kenapa bentuknya sangat asing?"
Saka terdiam, ia sama sekali tidak mengantisipasi akan ada pertanyaan seperti ini.
"Ah, benar juga! Kata sistem di sini masih sangat alami. Pasti semua orang akan asing jika melihatku memakai pistol," batin Saka.
Melihat Saka yang terdiam, pemimpin pengawal itu menepuk keningnya. "Ah, kenapa aku sangat tidak sopan? Maafkan aku, Saudara Muda! Perkenalkan, yang tua ini adalah pengawal dari Paviliun Bunga Mekar, panggil saja Bahar!"
"Paman Bahar, panggil saja aku Dirga," ucap Saka yang enggan memakai nama yang diberikan keluarga Hirawan.
Bahar tampak tersenyum puas melihat kesopanan dari pemuda di hadapannya itu.
"Paman, apakah sudah aman?" Suara lembut datang dari arah karavan yang dijaga ketat oleh rombongan pedagang.
"Nona Sofia, keadaan sudah aman! Bandit itu sudah terbunuh," kata Bahar sembari mendekat ke arah karavan dan membuka pintunya. Dari dalam karavan, kemudian muncul seorang gadis yang sangat cantik dan anggun. Dengan gaun hijau muda dan kulit yang putih bersih, gadis itu seperti peri. Saka yang sebelumnya sangat jarang bertemu dengan perempuan kecuali pasukannya, hanya mampu membuka mulut dengan iler yang menetes. Meski di internet banyak foto artis yang sangat cantik, bahkan ditetapkan sebagai gadis tercantik di dunia, masih tidak bisa dibandingkan dengan gadis di hadapannya ini.
Cantik, anggun, dan bersinar!
"Tuan Muda, terima kasih sudah membantu rombongan kami!" Gadis itu membungkuk ke arah Saka yang masih tertegun bodoh menatap keindahan yang baru pertama kali ia lihat.
Tak mendapat respon, gadis itu mendongak, melihat Saka yang masih menatapnya dengan kagum. Tak merasa risih, gadis itu justru tersenyum tipis.
"Tuan Muda!" sapanya lagi sembari melambaikan tangan di depan wajah Saka.
"Ah, i-iya!" Saka tergagap. Ia mengusap liur yang menetes dan tersenyum malu. Sungguh, ini sangat memalukan.
"Tuan Muda, jika berkenan, maukah Tuan Muda ikut denganku ke kota Tanica? Tentu saja akan ada imbalan besar karena Tuan Muda sudah membantu Paviliun Bunga Mekar!"
Saka tertegun, penawaran ini sungguh menarik. Paviliun Bunga Mekar adalah kekuatan terbesar kedua di kerajaan Victoria. Jika Saka bisa menjalin kerjasama dengan Paviliun Bunga Mekar, maka Saka akan lebih mudah menyusun kekuatan dan mendapat dukungan.
"Bolehkah?"
"Tentu saja, Tuan Muda bisa menjadi anggota VIP kami dan menikmati berbagai fasilitasnya."
"Baiklah, aku--"
"Tunggu dulu!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
K4k3k 8¤d¤
❣🤞🏽❣🤞🏽❣🤞🏽❣🤞🏽❣
2024-04-19
1
K4k3k 8¤d¤
semangat semangat terus semangat thor lanjutin update sampai tamat ditunggu sama para reader yang setia menanti mu update kembali
2024-04-19
1
fantasi jabar🤭🤭
namanya nama masa modern hahaha
2024-02-21
2