Istri Pengganti

Jendra menghentikan mobil yang dibawanya di depan rumah. Tiga orang pekerja menghampiri dan membukakan pintu untuk Syahnaz dan Rania. Mereka juga mengambil barang-barang yang ada di bagasi mobil.

Setelah dari rumah sakit, Rania mengajak Syahnaz jalan-jalan. Seperti seorang mertua yang baik, ia membelanjakan banyak barang untuk Syahnaz. Ia sangat berharap bisa segera mendapatkan cucu dari wanita yang Jendra pilih itu.

"Nanti malam kamu pergi ke undangan Pak Eriko, kan?" tanya Rania kepada putranya.

Mereka bertiga berjalan memasuki rumah diikuti tiga orang pelayan yang membawakan belanjaan. Langkah kaki mereka terdengar serempak di atas lantai marmer yang mengkilap.

"Mama sudah tahu kan, apa jawabanku," ucap Jendra dengan ekspresi wajah datarnya.

Rania terlihat menghela napas dengan kekesalannya. Jendra selalu melewatkan acara pertemuan yang biasa diselenggarakan para pengusaha. Alasannya, ia tak memiliki pasangan untuk diajak.

Setiap ia sarankan membawa siapa saja sebagai teman, termasuk adiknya, Terry, Jendra selalu menolak. Putranya hanya ingin datang jika bersama Elisa. Sementara Elisa entah sampai kapan akan tertidur di atas ranjangnya.

Padahal, pertemuan bisnis pasti memiliki dampak yang baik untuk kemajuan usaha di perusahaan Jendra. Rania ingin putranya memiliki banyak kenalan agar bisnisnya juga semakin berkembang. Namun, Jendra selalu membatasi dirinya.

"Sampai kapan kamu akan seperti ini terus? Sekarang sudah ada Syahnaz, kamu bisa mengajaknya dan memperkenalkan dia sebagai istrimu. Toh tidak ada yang tahu sebenarnya wajah Elisa," usul Rania.

Syahnaz celingukan mendengar namanya disebut. Ia merasa tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.

"Syahnaz lelah setelah Mama ajak ke dokter dan juga belanja, dia butuh istirahat," kilah Jendra. Ia perlu memberikan alasan agar ibunya menyerah.

"Mama justru mengajak Syahnaz belanja untuk malam ini. Sudah Mama belikan semua yang Syahnaz perlukan agar nanti malam pantas untuk mendampingimu. Syahnaz tadi juga sudah bilang setuju," kata Rania tak mau kalah. Ia juga memakai Syahnaz agar Jendra menyerah padanya.

"Hah?" lirih Syahnaz. Ia merasa tidak mengatakan apapun saat diajak belanja. Ia bahkan tidak meminta dan memilih barang-barang itu, semua Rania yang memilih. Di sana, posisinya seperti bola ping pong yang terus bolak-balik dilempar oleh Rania dan Jendra.

"Apa kamu tidak kasihan dengan Syahnaz? Dia pasti kebosanan kamu suruh di rumah terus. Sesekali ajak dia ke tempat yang bagus, bertemu dengan orang-orang baru. Syahnaz itu mau sekali menemani kamu ke pesta. Iya kan, Syahnaz?" tanya Rania.

"Ah, apa?" Syahnaz tergagap menjawabnya. Ia melihat Rania memberi isyarat dengan matanya. "Em, iya, Ma," jawabnya.

Sebenarnya, kalau ia bisa memilih, ia sangat ingin beristirahat di rumah. Ia jarang ada waktu malas-malasan karena jika ada Jendra di kamar, lelaki itu bahkan tidak akan membiarkannya menganggur.

"Tuh, dengar, kan ... Syahnaz itu ingin sesekali diajak ke pesta," ujar Rania meyakinkan putranya.

Syahnaz hanya diam, ia tak berani membantah sekalipun ucapan Rania tak sesuai dengan isi hatinya.

"Yakin kamu mau datang ke acara pesta?" tanya Jendra memastikan.

Syahnaz tersenyum kikuk. Sekilas ia melirik ke arah Rania yang sedang menatapnya penuh harap. Ia semakin merasa tersudut.

"Iya, Mas. Aku mau sesekali mencoba datang ke pesta," jawab Syahnaz dengan senyuman kakunya.

Jendra menganggukkan kepalanya. "Baiklah kalau begitu, malam ini kita akan datang ke pesta," ucapnya.

Rania terlihat girang. Satu langkah rencananya akan berhasil. Setelah memastikan Jendra masih normal menyukai wanita, ia ingin putranya juga menjalani kehidupan yang normal seperti pengusaha lainnya yang biasa menghadiri pesta.

"Kalau begitu, aku naik ke atas duluan," kata Jendra.

Rania berseru senang setelah Jendra naik ke atas. Ia memeluk Syahnaz dan meluapkan kebahagiaannya. Setelah sekian lama, akhirnya sikap dingin putranya mencair.

"Malam ini kamu harus berdandan dengan cantik, Syahnaz. Kamu pasti akan suka dengan acara pesta," kata Rania.

Ia berharap malam ini Syahnaz bisa menjadi pasangan yang pantas mendampingi putranya. Kecantikan alami Syahnaz membuat Rania yakin tidak perlu banyak memolesnya, Syahnaz bisa terlihat elegan. Hanya perlu menambahkan perhiasan agar penampilannya meyakinkan sebagai kaum bangsawan.

"Tapi, Ma ... Bagaimana kalau ketahuan aku ini sebenarnya bukan istri Mas Jendra?" tanya Syahnaz. Ia sangat cemas memikirkan hal itu. Apalagi orang yang akan datang di acara pesta pastilah orang-orang penting. Ia tidak boleh membuat Jendra malu.

"Kamu tenang saja. Jendra dan Elisa itu dulu menikah di luar negeri. Tidak ada yang tahu seperti apa wajah Elisa. Apalagi dia kecelakaan tak lama setelah pernikahan. Orang hanya tahu Jendra sudah menikah, tapi tidak tahu seperti apa istrinya," kata Rania menenangkan.

Syahnaz mengembangkan senyuman, ia merasa sedikit tenang. "Ya sudah, Ma. Aku mau naik ke atas dulu, ya," ucapnya.

Rania mengangguk. "Jangan lupa nanti pakai pakaian yang sudah Mama belikan untukmu, ya. Kamu harus menikmati pesta malam ini."

"Iya, Ma."

Syahnaz lantas beranjak dari tempatnya menuju ke lantai atas. Barang-barang belanjaan sudah lebih dulu diantarkan oleh para pelayan ke kamar atas.

Saat melewati pintu kamar Elisa, keadaannya sedikit terbuka. Rasa penasaran muncul dalam pikirannya. Secara perlahan ia mendekat ke arah pintu dan melihat ke dalam.

Tampak Jendra ada di sana, duduk di samping ranjang Elisa sembari merebahakan kepala di atas ranjang dan tangannya memegang erat tangan Elisa.

Entah apa yang Syahnaz rasakan saat melihat hal itu, pikirannya campur-aduk. Namun, gejolak di dalam dadanya seakan membuncah. Ia sadar posisinya meskipun terkadang ia lupa kenapa dia bisa ada di sana.

"Sayang ... Sampai kapan kamu akan seperti ini? Apa kamu tidak merindukanku?"

Jendra menegakkan kepalanya. Tampak air mata menetes di pipinya. Ini pertama kalinya Syahnaz melihat lelaki dingin itu bisa menangis.

Dengan lembut Jendra menciumi tangan Elisa yang tak memberikan respon apapun. Air matanya berderai. Situasi haru itu turut menyentuh perasaan Syahnaz. Ia tidak tega berlama-lama di sana. Rasanya sangat menyakitkan. Ia lantas memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya.

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

q bingung sm jendra

2023-11-07

1

Sunarti

Sunarti

mama nya Jendra yg suka memaksa

2023-08-17

0

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

kadihan elisa jg shanaz ya apa elisa mau dimadu mama jendra bnci sekali sama elisa

2023-08-11

0

lihat semua
Episodes
1 Petaka di Hari Pernikahan
2 Tawaran Gila
3 Calon Wanita Tuan Jendra
4 Malam Pertama dengan Tuan Jendra
5 Obat Kesuburan Palsu
6 Sonya Si Wanita Liar
7 Rencana Licik Jendra
8 Keluarga Jendra
9 Elisa, Istri Jendra
10 Malangnya Elisa
11 Gerakkan Tangan Elisa
12 Menjenguk Ibu
13 Penelantaran
14 Bibit Kecemburuan
15 Resign
16 Periksa Kehamilan
17 Istri Pengganti
18 Menghadiri Pesta
19 Pengkhianat
20 Pertemuan Syahnaz dan Aditya
21 Ide Gila Aditya
22 Kemarahan Jendra
23 Salah Paham
24 Dari Ratu Menjadi Babu
25 Perasaan Syahnaz
26 Sakit Meriyang
27 Merindukan Kasih Sayang
28 Kamu Milik Siapa?
29 Anda Puas Saya Lemas
30 Pelayan Khusus Tuan Jendra
31 Kesepakatan
32 Transaksi Akhir
33 Mulai Terkuak
34 Hal Menyakitkan
35 Main Cantik
36 Memilih Rumah
37 Kepulangan Ibu
38 Ingin Membunuh Aditya
39 Mendatangi Blue Ocean
40 Adu Mulut
41 Hadiah dari Jendra
42 Liburan di Jepang
43 Kabar Mengejutkan
44 Sang Istri Sah
45 Kunjungan Liana
46 Sebatas Pelayan
47 Kehangatan Jendra
48 Gelang Mencurigakan
49 Telepon dari Rania
50 Rasa Penasaran Elisa
51 Liburan di Pantai
52 Sesuatu yang Tidak Diharapkan
53 Di Antara Dua Wanita
54 Kehamilan Syahnaz
55 Buku Nikah Syahnaz
56 Pencarian Elisa
57 Perhatian Elisa
58 Pemerasan
59 Kewaspadaan
60 Ingin Sepertimu
61 Liburan
62 Masa Depan yang Samar
63 Skandal yang Terbongkar
64 Permintaan Cerai
65 Keputusan
66 Merasa Terpuruk
67 Kepulangan Rania
68 Menikahi Syahnaz
69 Restu Ibu
70 Malam Pertama Sebagai Pasangan Sah
71 Dari Pembantu Jadi Mantu
72 Pura-Pura Miskin
73 Benih Ayah Mertua
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Petaka di Hari Pernikahan
2
Tawaran Gila
3
Calon Wanita Tuan Jendra
4
Malam Pertama dengan Tuan Jendra
5
Obat Kesuburan Palsu
6
Sonya Si Wanita Liar
7
Rencana Licik Jendra
8
Keluarga Jendra
9
Elisa, Istri Jendra
10
Malangnya Elisa
11
Gerakkan Tangan Elisa
12
Menjenguk Ibu
13
Penelantaran
14
Bibit Kecemburuan
15
Resign
16
Periksa Kehamilan
17
Istri Pengganti
18
Menghadiri Pesta
19
Pengkhianat
20
Pertemuan Syahnaz dan Aditya
21
Ide Gila Aditya
22
Kemarahan Jendra
23
Salah Paham
24
Dari Ratu Menjadi Babu
25
Perasaan Syahnaz
26
Sakit Meriyang
27
Merindukan Kasih Sayang
28
Kamu Milik Siapa?
29
Anda Puas Saya Lemas
30
Pelayan Khusus Tuan Jendra
31
Kesepakatan
32
Transaksi Akhir
33
Mulai Terkuak
34
Hal Menyakitkan
35
Main Cantik
36
Memilih Rumah
37
Kepulangan Ibu
38
Ingin Membunuh Aditya
39
Mendatangi Blue Ocean
40
Adu Mulut
41
Hadiah dari Jendra
42
Liburan di Jepang
43
Kabar Mengejutkan
44
Sang Istri Sah
45
Kunjungan Liana
46
Sebatas Pelayan
47
Kehangatan Jendra
48
Gelang Mencurigakan
49
Telepon dari Rania
50
Rasa Penasaran Elisa
51
Liburan di Pantai
52
Sesuatu yang Tidak Diharapkan
53
Di Antara Dua Wanita
54
Kehamilan Syahnaz
55
Buku Nikah Syahnaz
56
Pencarian Elisa
57
Perhatian Elisa
58
Pemerasan
59
Kewaspadaan
60
Ingin Sepertimu
61
Liburan
62
Masa Depan yang Samar
63
Skandal yang Terbongkar
64
Permintaan Cerai
65
Keputusan
66
Merasa Terpuruk
67
Kepulangan Rania
68
Menikahi Syahnaz
69
Restu Ibu
70
Malam Pertama Sebagai Pasangan Sah
71
Dari Pembantu Jadi Mantu
72
Pura-Pura Miskin
73
Benih Ayah Mertua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!