Tawaran Gila

Syahnaz dan Aditya duduk di lantai bersandar pada dinding ruangan IGD. Musibah yang baru saja menimpa mereka benar-benar membuat keduanya tidak bisa berpikir lagi. Hari bahagia pernikahan yang dinanti-nantikan malah berujung duka yang mendalam.

Mereka seharusnya menikmati malam pengantin yang indah di dalam kamar yang sudah dihias dengan taburan bunga. Sayangnya, mereka harus melewati malam ini di depan ruang IGD rumah sakit.

“Mas, kok kamu nggak pernah bilang punya hutang sebanyak itu,” keluh Syahnaz dengan hatinya yang tersayat. Ia benar-benar merasa putus asa.

“Maafkan aku, Naz. Aku kira bisa mengatasinya sendiri tanpa melibatkanmu. Aku benar-benar minta maaf.” Aditya terlihat pasrah.

“Hutang sebanyak itu buat apa sih, Mas? Kok bisa kamu pinjam sama rentenir.” Syahnaz sangat kecewa dengan suaminya. Selama mereka pacaran, semua kelihatan baik-baik saja. Bahkan Aditya menunjukkan sisi tanggung jawab dan kemampuan finansial yang baik hingga akhirnya ia menerima lamaran lelaki itu.

“Aku butuh uang itu untuk bisnis, niatnya biar kita bisa kelola bareng setelah menikah. Tapi aku malah ditipu orang.” Aditya mencari-cari alasan agar bisa dimaafkan oleh Syahnaz.

“Untuk membiayai kuliahmu, aku juga sebenarnya memakai uang hutang itu,” imbuh Aditya.

Penjelasan dari lelaki itu cukup membuat Syahnaz ikut menyalahkan dirinya. Syahnaz mengusap kasar wajahnya. Ia begitu tertekan dengan masalah yang kini dihadapi.

“Seharusnya kamu diskusi dulu, Mas. Kalau sudah begini aku jadi bingung,” kata Syahnaz.

Aditya menarik lengan Syahnaz dan memeluk wanita itu. “Maafkan aku, ya! Aku sudah membuat kamu kecewa.”

Syahnaz menyandarkan kepala pada bahu Aditya. “Ya sudah, mas. Mau bagaimana lagi, semua juga sudah terjadi,” ucapnya pasrah.

“Sekarang kita tinggal memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan uang untuk melunasi hutangmu dan juga biaya operasi ibu,” sambungnya.

“Naz, aku ada solusi!” kata Aditya dengan semangat.

Lelaki itu seperti baru saja mendapatkan ide di otaknya. Matanya tampak berbinar meyakinkan kepada Syahnaz bahwa ia benar-benar memiliki solusi untuk permasalahan yang tengah mereka hadapi.

“Apa itu?” tanya Syahnaz. Ia sudah tidak berharap banyak bisa mendapatkan uang ratusan juta dalam waktu yang singkat. Ia tahu itu adalah hal yang hampir mustahil. Sementara, dokter masih menunggu keputusannya untuk menyetujui rencana operasi yang disarankan.

“Aku harap kamu jangan salah sangka dulu, ya. Aku mengatakan ini memang tujuannya demi kebaikan bersama,” kata Aditya sembari menatap dalam-dalam mata Syahnaz.

Syahnaz menganggukkan kepala.

“Aku pernah mendengar pembicaraan bosku, Pak Regi, dengan temannya. Mereka bilang sedang mencari seorang wanita yang sehat untuk bisa melahirkan anak teman Pak Regi itu. Jadi, bagaimana kalau aku mengajukan dirimu?”

Syahnaz membelalakkan mata. Ia menepis tangan Aditya darinya. Ia tahu kemana arah pembahasan itu. Ia bangkit dari tempatnya dan berjalan menjauh menuju ke area taman rumah sakit.

“Naz, tunggu dulu!”

Aditya mengejar Syahnaz. Ia menahan tangan wanita itu. Syahnaz menepisnya, seoah tidak sudi untuk dipegang-pegang oleh lelaki itu. Ia tidak menyangka suaminya bisa memiliki pemikiran segila itu terhadap istrinya sendiri.

Mata Syahnaz terlihat merah. Ia sungguh menahan kekesalannya. “Maksudmu, kamu ingin aku jadi pel acur? Kamu sadar nggak, aku ini istrimu!” Syahnaz berkata setengah berteriak.

Aditya langsung menutup mulut Syahnaz agar mereka tidak menjadi pusat perhatian. “Aku bilang tenang dulu, kita bicara baik-baik,” rayunya.

“Kamu ini sudah gila apa bagaimana, Mas? Kita baru saja menikah kamu sudah memberikan ide di luar nalar seperti itu!”

Syahnaz menangis terisak. Dadanya terasa sesak. Aditya memeluknya berusaha untuk menenangkan.

“Asal kamu tahu, ini juga sangat berat untukku. Aku sangat mencintaimu, Naz. Kita sama-sama punya mimpi untuk memiliki keluarga kecil yang bahagia. Tapi, keadaannya seperti ini. Ibumu sedang sakit, butuh banyak biaya operasi. Aku juga, kalau tiga hari ini tidak bisa melunasi hutang, mereka bisa saja membunuhku. Aku pasti akan mati.”

Mendengar ucapan Aditya membuat emosi Syahnaz sedikit mereda. Ia memang tengah dihadapkan dengan realita yang sulit. Pihak rumah sakit masih menunggu keputusannya untuk tindakan operasi.

“Kalau ada cara selain ini, pasti sudah aku lakukan, Naz. Apalagi untuk merelakanmu kepada lelaki lain, kamu tahu kalau itu sangat berat untukku. Ini satu-satunya cara yang bisa kita pilih, Naz. Mereka rela memberikan banyak uang jika ada yang mau melakukannya.”

Aditya terus berusaha meyakinkan Syahnaz. Ia menyelipkan helaian rambut istrinya ke belakang telinga. Dengan lembut ia mengusap air mata yang mengalir di pipi Syahnaz.

“Aku rasa ini tidak akan berat untukmu. Kamu hanya perlu bertahan selama satu tahun sampai kamu melahirkan anak untuknya. Setelah itu, kita akan bersama lagi. Nanti, biar aku yang akan mengurus ibumu dengan baik, kamu jangan khawatir.”

Ucapan Aditya terdengar begitu meyakinkan. Syahnaz yang tidak bisa memikirkan cara lain, mulai terpancing untuk mengikuti ide gila suaminya.

“Apa kamu tidak akan jijik padaku, Mas?” tanya Syahnaz dengan mata berkaca-kaca.

Aditya mengerutkan dahinya.

“Kamu menyuruhku untuk melayani lelaki lain, aku harus tidur dengannya dan melahirkan anak untuknya. Apa kamu tidak jijik membayangkannya? Aku sendiri rasanya …”

Syahnaz tak bisa melanjutkan kata-katanya. Buliran air mata kembali menetes di pipinya.

Aditya meraih kedua tangan sang istri dan menciumnya dengan lembut. “Sayang, mana mungkin aku akan menganggapmu seperti itu, sementara kamu melakukannya demi keluarga kita. Aku justru akan bangga padamu, sudah berani mengorbankan diri demi kebaikan bersama.”

Syahnaz kembali menangis, ia memeluk erat suaminya. Ia begitu takut membayangkan jika mengambil keputusan semacam itu.

Aditya sosok lelaki yang ia kenal dengan baik sejak lama. Ia tahu lelaki itu sangat pekerja keras hingga berhasil menjadi karyawan tetap di perusahaan ternama. Syahnaz yang awalnya hanya pelayan di kafe, bahkan sampai disekolahkan hingga lulus sarjana saking baiknya. Setelah lulus, Aditya berencana memasukkannya untuk bekerja di perusahaan juga. Atau setidaknya ia bangunkan usaha untuk Syahnaz. Sayangnya, harapan itu hanya tinggal harapan.

“Lakukan saja, Mas. Aku mau,” kata Syahnaz dengan wajah sendu.

Aditya mengusap air mata istrinya. Ia memberikan kecupan singkat di dahi. Ia lantas mengambil ponsel dan menghubungi atasannya.

“Selamat malam, Pak. Maaf mengganggu waktu istirahat Anda,” sapa Aditya ketika teleponnya diangkat.

“….”

“Saya menemukan wanita yang sesuai dengan kriteria yang Bapak cari untuk Tuan Jendra. Apa Bapak masih mencari kandidatnya?” tanya Aditya sembari melirik ke arah Syahnaz. Wanita itu tampak pasrah dengan air mata yang tak kunjung henti mengalir.

“….”

“Ah, waktu itu saya tidak sengaja mendengar. Tapi, saya jadi ikut kepikiran. Kalau memang Anda tertarik, bagaimana kalau kita bertemu?”

“….”

Wajah Aditya terlihat bahagia ketika mendengar suara dari seberang telepon. “Baik, Pak! Kami akan segera ke sana!” kata Aditya dengan semangat. Ia menutup kembali telepon setelah sambungan terputus.

“Sayang, atasanku bilang akan mempertemukan kita dengan Tuan Jendra!” kata Aditya dengan semangat. “Kamu jangan menangis terus, ini kesempatan kita untuk keluar dari masalah. Ayo, kita harus secepatnya pergi menemui mereka!”

Terpopuler

Comments

αуαηgηуαᴳᴼᴶᴼᴷᴵᴷᴼᵇᵃᵍⁱ2

αуαηgηуαᴳᴼᴶᴼᴷᴵᴷᴼᵇᵃᵍⁱ2

feeling si Aditya ni cm manfaatin istriny😩

2024-02-12

1

Truely Jm Manoppo

Truely Jm Manoppo

kok ada ya suami macam ini ??? Gila kali ya 🙈🙈🙈

2023-12-26

0

Mentari

Mentari

dasar suami gendeng bisa bisanya istrinya di jual demi melunasi hutang2nya😡😡🤦

2023-11-15

1

lihat semua
Episodes
1 Petaka di Hari Pernikahan
2 Tawaran Gila
3 Calon Wanita Tuan Jendra
4 Malam Pertama dengan Tuan Jendra
5 Obat Kesuburan Palsu
6 Sonya Si Wanita Liar
7 Rencana Licik Jendra
8 Keluarga Jendra
9 Elisa, Istri Jendra
10 Malangnya Elisa
11 Gerakkan Tangan Elisa
12 Menjenguk Ibu
13 Penelantaran
14 Bibit Kecemburuan
15 Resign
16 Periksa Kehamilan
17 Istri Pengganti
18 Menghadiri Pesta
19 Pengkhianat
20 Pertemuan Syahnaz dan Aditya
21 Ide Gila Aditya
22 Kemarahan Jendra
23 Salah Paham
24 Dari Ratu Menjadi Babu
25 Perasaan Syahnaz
26 Sakit Meriyang
27 Merindukan Kasih Sayang
28 Kamu Milik Siapa?
29 Anda Puas Saya Lemas
30 Pelayan Khusus Tuan Jendra
31 Kesepakatan
32 Transaksi Akhir
33 Mulai Terkuak
34 Hal Menyakitkan
35 Main Cantik
36 Memilih Rumah
37 Kepulangan Ibu
38 Ingin Membunuh Aditya
39 Mendatangi Blue Ocean
40 Adu Mulut
41 Hadiah dari Jendra
42 Liburan di Jepang
43 Kabar Mengejutkan
44 Sang Istri Sah
45 Kunjungan Liana
46 Sebatas Pelayan
47 Kehangatan Jendra
48 Gelang Mencurigakan
49 Telepon dari Rania
50 Rasa Penasaran Elisa
51 Liburan di Pantai
52 Sesuatu yang Tidak Diharapkan
53 Di Antara Dua Wanita
54 Kehamilan Syahnaz
55 Buku Nikah Syahnaz
56 Pencarian Elisa
57 Perhatian Elisa
58 Pemerasan
59 Kewaspadaan
60 Ingin Sepertimu
61 Liburan
62 Masa Depan yang Samar
63 Skandal yang Terbongkar
64 Permintaan Cerai
65 Keputusan
66 Merasa Terpuruk
67 Kepulangan Rania
68 Menikahi Syahnaz
69 Restu Ibu
70 Malam Pertama Sebagai Pasangan Sah
71 Dari Pembantu Jadi Mantu
72 Pura-Pura Miskin
73 Benih Ayah Mertua
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Petaka di Hari Pernikahan
2
Tawaran Gila
3
Calon Wanita Tuan Jendra
4
Malam Pertama dengan Tuan Jendra
5
Obat Kesuburan Palsu
6
Sonya Si Wanita Liar
7
Rencana Licik Jendra
8
Keluarga Jendra
9
Elisa, Istri Jendra
10
Malangnya Elisa
11
Gerakkan Tangan Elisa
12
Menjenguk Ibu
13
Penelantaran
14
Bibit Kecemburuan
15
Resign
16
Periksa Kehamilan
17
Istri Pengganti
18
Menghadiri Pesta
19
Pengkhianat
20
Pertemuan Syahnaz dan Aditya
21
Ide Gila Aditya
22
Kemarahan Jendra
23
Salah Paham
24
Dari Ratu Menjadi Babu
25
Perasaan Syahnaz
26
Sakit Meriyang
27
Merindukan Kasih Sayang
28
Kamu Milik Siapa?
29
Anda Puas Saya Lemas
30
Pelayan Khusus Tuan Jendra
31
Kesepakatan
32
Transaksi Akhir
33
Mulai Terkuak
34
Hal Menyakitkan
35
Main Cantik
36
Memilih Rumah
37
Kepulangan Ibu
38
Ingin Membunuh Aditya
39
Mendatangi Blue Ocean
40
Adu Mulut
41
Hadiah dari Jendra
42
Liburan di Jepang
43
Kabar Mengejutkan
44
Sang Istri Sah
45
Kunjungan Liana
46
Sebatas Pelayan
47
Kehangatan Jendra
48
Gelang Mencurigakan
49
Telepon dari Rania
50
Rasa Penasaran Elisa
51
Liburan di Pantai
52
Sesuatu yang Tidak Diharapkan
53
Di Antara Dua Wanita
54
Kehamilan Syahnaz
55
Buku Nikah Syahnaz
56
Pencarian Elisa
57
Perhatian Elisa
58
Pemerasan
59
Kewaspadaan
60
Ingin Sepertimu
61
Liburan
62
Masa Depan yang Samar
63
Skandal yang Terbongkar
64
Permintaan Cerai
65
Keputusan
66
Merasa Terpuruk
67
Kepulangan Rania
68
Menikahi Syahnaz
69
Restu Ibu
70
Malam Pertama Sebagai Pasangan Sah
71
Dari Pembantu Jadi Mantu
72
Pura-Pura Miskin
73
Benih Ayah Mertua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!