Dewan Siswa, Yang Terkuat 'Katanya'

"-Kita sambut, Dewan Siswa Akademi Evlogimènos!"

...----------------...

Lily dan Orion menoleh ke arah panggung yang luas itu. Mereka sebetulnya tidak begitu mendengarkan perkataan pembawa acara sejak tadi karena terlalu sibuk mengobrol. Keduanya memperhatikan satu persatu manusia ber-pin gold yang memasuki panggung. Mata Lily sedikit menyipit ketika melihat sang kakak menjadi salah satu dari orang yang berada di sana.

"MATHEUS XELAVIAN DE POLARIS!"

"ATLAS ZEVERION DE ALTHAIR!"

"RYMOND YUGOS DE ORION!"

"XAVIER SALUVIAN DE CAPELLA!"

"LEVIAN RAXENDER DE SIRIUS!"

"CHORELIA AZZURA DE QIOLEY!"

"DAN ASTORIA ROSELIAN DE ERLION!"

Ketujuh siswa yang berjejer di atas Panggung kini menunduk memberikan salam kepada kepala Akademi, Profesor Zelena. Tepuk tangan yang meriah menggema diseluruh Aula.

"Selamat datang, para pejuang sekalian. Kami, para dewan siswa menyambut kalian di Akademi kita tercinta, Evlogimènos. Kami berharap kalian dapat berkembang di Akademi ini." Matheus selaku ketua dewan siswa memberikan kata-kata pembuka yang diikuti oleh pidato panjang dari Profesor Zelena. Sejujurnya Lily sama sekali tidak fokus, apalagi ketika ia melihat pemuda yang ia temui di pasar malam alias Xavier itu ada disini, terlebih dia juga seorang pangeran dari Westaxia.

"Agak tidak bisa dipercaya sih." Gumam Lily yang anehnya bisa didengar oleh Orion.

"Hmm, maksudmu?" Lily menoleh dan tersenyum kikuk.

"Tidak, hanya hal tidak penting." Orion menyipitkan matanya.

"Kamu berbohong, Auramu berubah menjadi kuning." Lily kaget tentu saja, ia menatap Orion dengan tatapan horror yang hanya dibalas oleh senyuman lembut.

"Aku memang bisa membaca seseorang dari Aura yang dia pancarkan. Bukan dalam konteks apakah orang itu manusia atau iblis atau bahkan bukan keduanya, tapi bagaimana perasaan manusia tersebut." jelas Orion. Lily hanya bisa melongo setelah mendengar penjelasan Orion.

'Anak ini, ajaib.' Gumam Lily dalam batinnya. Shiki terkekeh geli mendengar suara batin nonanya.

"Woah, ini kemampuan yang berguna sih, kamu bisa tahu mana orang yang tulus padamu dengan akurat." Orion mengangguk riang.

'Aura Lily berubah menjadi putih kembali, dia sangat tulus.' Batin Orion saat melihat kembali Aura gadis di sebelahnya itu.

"-Dan, Saya akan membacakan tiga siswa dengan peringkat tertinggi tahun ini." Profesor Zelena tersenyum kepada seluruh audiens.

"Andrea Florytha De Aquilla dengan peringkat ketiga, Orion Endoxos dengan peringkat kedua dan Liliana Illiosa De Althair dengan peringkat pertama!" Lily dan Orion menoleh bersama dengan wajah Shock.

"Ketiga Siswa yang saya panggil bisa berdiri dan keluarkan elemen terkuat kalian, lalu pancarkan pada kristal di tengah panggung ini." Perintah Profesor Zelena. Lily dan Orion berpandangan kembali, jika tidak melihat Surai keduanya, orang-orang mungkin akan mengira mereka berdua anak kembar saking kompaknya.

Lily menghela napas sesaat. Gadis itu membuka telapak tangannya, bersamaan dengan partikel es yang mulai berputar membentuk sinar biru terang yang begitu indah. Secara bersama mereka bertiga mulai mengarahkan elemen mereka ke dalam kristal. Lily dengan Elemen esnya, Orion dengan Elemen apinya dan Rea dengan Elemen Air miliknya. Ketiga Elemen tersebut beresonansi dan membentuk ledakan besar yang menyilaukan dan membentuk Kilauan cahaya indah yang menghiasi seluruh Aula.

Tepuk tangan datang bersahutan. Para siswa bahkan para master ikut terkagum dengan kemampuan ketiga siswa tersebut. Profesor Zelena mengisyaratkan mereka bertiga untuk duduk.

Tiba-tiba, kilauan cahaya tersebut tersingkir oleh angin yang dikeluarkan gadis berambut coklat, Chorelia Azzura. Gadis itu memasang wajah datar yang terkesan angkuh membuat Lily langsung tidak suka dengan gadis itu.

"Cih, tidak sopan sekali, padahal Profesor Zelena belum memberikan Instruksi untuk menghentikan cahaya itu." Gumam Lily yang terdengar kesal.

Orion yang memperhatikan tingkah gadis di sebelahnya itu sedikit meringis melihat responnya. Sejujurnya ia memiliki pendapat yang sama, hanya saja dia masih sedikit maklum. Kebanyakan bangsawan memang seperti itu sih, kecuali yang disebelahnya.

"Bukankah sebagian besar dari bangsawan memang begitu, Lily?" Lily menoleh, ia menghela napas mendengar pertanyaan Orion yang terdengar polos.

"Tidak semua, Orion. Ada banyak bangsawan yang rendah hati, tapi memang sebagiannya seperti penjilat menyebalkan yang suka bergosip tapi sombong. Belum saja mereka bertemu Iblis istimewa, apalagi Iblis tingkat Atas." Orion mengerutkan dahinya.

"Kenapa kamu bilang seperti itu?" Lily menoleh dan menggeleng, ia belum mau membeberkan semuanya.

"Itu hanya perumpamaan. Aku memang yakin mereka kuat, tapi kalau melihat gadis yang sedikit tidak sopan itu, kurasa aku sedikit hilang respect dengan Dewan Siswa meski kakakku berada di sana." Orion mengangguk.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!