Bersama Pemuda Misterius

"Siapa pemuda ini?/siapa gadis ini?"

...----------------...

Mereka berdua bertatapan beberapa detik, sebelum si pemuda memutus terlebih dahulu dan mengambil makanan pesanannya. Ia lantas melenggang pergi. Lily mengendikkan bahunya lalu segera membayar pesanannya dan segera berjalan pergi. Gadis itu tidak ambil pusing dengan sikap pemuda berambut hitam itu, hanya saja entah kenapa Lily merasa sangat familiar dengan sosok itu.

Tanpa ia sadari, pemuda itu ternyata telah membuntutinya. Lily yang merasakan hawa keberadaan si penguntit itu segera berbalik, membuat pemuda dengan makanan di mulutnya itu terdiam.

"Ada apa? Kenapa kamu mengikutiku sejak tadi?" Pemuda itu bergeming sambil menatap Lily dalam diam, membuat gadis itu harus menahan hasrat untuk menjambak pemuda menyebalkan di hadapannya itu.

"Aku tidak mengikutimu." Ucap pemuda itu dengan intonasi datar, tanpa emosi. Wajahnya bahkan sedatar triplek. Lily tentu saja geram namun ia memilih untuk berbalik dan meninggalkan pemuda misterius itu. Bisa gadis itu rasakan kalau si pemuda masih mengikutinya dan membuntutinya sejak tadi, namun Lily memilih acuh. Ia dengan semangat mencoba segala permainan yang ia lihat, mulai dari panahan hingga lempar belati. Sayangnya tidak ada satupun yang mampu ia menangkan.

"Ish! kenapa susah sekali sih, perasaan dulu aku lumayan jago main beginian." Ucap Lily sambil diselingi dengan gerutuan, membuat si penjual tertawa pelan. Tiba-tiba, seseorang mengambil alih belati yang berada di tangan Lily dan melemparnya hingga tepat mengenai jantung target. Semua orang terkejut, Lily bahkan refleks menatap pemuda misterius itu.

Ni orang sapa dah, dateng-dateng kayak jelangkung. Gerutu Lily dalam hati. Si penjual memberikan gadis itu hadiah yang dijanjikan berupa sebuah tusuk konde perak dengan hiasan berbentuk serpihan salju yang indah, mirip seperti yang ada di drama China yang sering Lily tonton dulu. Gadis itu menerimanya dengan gembira, tapi sesaat kemudian dia terdiam. Ia segera menyodorkan benda itu kepada pemuda misterius yang sedari tadi diam memandanginya.

"Milikmu. Kamu yang memenangkannya kan? jadi ini milikmu." Ucap Lily yang sedikit tidak rela. Pemuda itu menggeleng, ia lantas memutar tubuh Lily kebelakang. Tangannya perlahan memutar tubuh gadis itu dengan lembut. Dengan telaten, si pemuda tanpa nama itu mulai menggelung rambut Lily yang sedikit memanjang dari terakhir kali. Dia lantas memasangkan tusuk konde itu dirambut Lily.

Lily menyentuh rambutnya yang sudah di tata sedemikian rupa. Ia ingin sekali melihat hasilnya, tapi sayangnya ia tidak punya cermin.

"Jangan disentuh, itu akan merusak tatanannya." Tangan Lily berhenti, ia lantas menatap pemuda itu dengan intens. Mulai menelisik wajahnya yang ternyata cukup paripurna. Rahang tegas, hidung bangir yang mulus seperti perosotan dan jangan lupa dengan mata hitamnya yang entah kenapa terlihat familiar bagi Lily. Mungkin jika itu bukan Lily, orang lain sudah jatuh cinta. Sayangnya MC kita ini sedikit sangat buruk untuk sekedar menyukai orang lain. Lagipula Lily merasa kalau pemuda di hadapannya sedikit berbahaya, hawanya terasa aneh.

"Xavier, namaku." Ucap pemuda itu dengan singkat. Lily mengangguk, lalu mengulurkan tangannya ke arah pemuda itu.

"Ana. Terimakasih untuk hadiahnya." Ucap Lily. Pemuda itu menyambut uluran tangan itu. Lily sedikit tersentak, tapi akhirnya ia tersenyum. Setelah jabatan tangan itu, Lily memilih untuk pergi meninggalkan pemuda itu sendiri. Xavier menatap punggung sempit Lily yang mulai menghilang. Tangannya bergerak menyentuh dadanya, perlahan senyum kecil terukir di wajah yang selalu menampilkan ekspresi datar.

"Hangat, seperti pulang." lirihnya saat itu. Tak lama, pemuda itu langsung menghilang entah kemana, meninggalkan bau darah yang menyengat, Bau khas kaum iblis.

...----------------...

"Raut wajahmu kenapa jelek begitu, Lily? apa terjadi sesuatu? Ah iya, ngomong-ngomong Tatanan rambutmu bagus." Miguel mengoceh sambil menunjuk-nunjuk rambut Lily. Jika kalian lupa, Miguel ini adalah Werewolf sahabat Max dan Lily.

Lily menghela napasnya. Pikirannya penuh dengan pemuda bernama Xavier itu. Bukan memikirkan bagaimana caranya bisa bertemu lagi dengan sosok misterius itu, tapi tentang mahluk jenis apa Xavier itu. Baunya aneh, seperti iblis tapi hawanya masih manusia walau sudah terkontaminasi. Gadis itu mengurut kedua pelipisnya dengan hati-hati, dia bingung setengah mati dengan hal-hal yang makin tidak normal. Mulai dari ia yang disebut anak dalam ramalan, sampai pertemuannya dengan Xavier.

Kalau aku sampai bertemu dengan Iblis nomor 1 secara tiba-tiba, aku tidak heran sih. Rutuk Lily dalam hati.

Miguel yang merasa suasana hati Lily sedang tidak baik memilih untuk diam, daripada dia mendapatkan pelototan maut. Lily akhirnya menghela napas.

"Aku bertemu dengan seseorang tadi, hawanya manusia tapi bau darahnya lumayan menyengat. Dia itu- mahluk spesies apa?" Miguel terbelalak mendengar pertanyaan kawannya itu.

"Itu kecil kemungkinan seharusnya. Paling kalau memang dia tidak menjadi iblis, pikirannya sedang dikontrol, makanya baunya jadi seperti itu." Dahi Lily mengerut.

"Pikiran yang dikontrol?" Tanya Gadis itu penasaran. Miguel mengangguk membenarkan.

"Em! Pikiran yang dikontrol itu maksudnya, kalau si manusia tidak bisa diubah menjadi Iblis, maka si raja iblis itu akan menanamkan selnya di otak si manusia dan mengontrolnya dari sana. Jadi, si manusia itu bisa saja sadar siapa dirinya, bisa saja tidak." Lily manggut-manggut, sepertinya benar kalau pemuda itu dikendalikan oleh iblis. Gadis itu memegang tusuk kondenya, mencoba merasakan hawa iblis di sana dan untungnya tidak ada.

"Tunggu, katanya kalau kita diberikan tusuk konde oleh orang lain, itu artinya kita sudah dijadikan milik orang itu?!" Miguel memandang heboh Lily yang sedang menyentuh tusuk konde itu. Lily hanya menghela napas, sahabatnya ini sangat berkebalikan dengan sifat para alpha pada umumnya.

"Tidak sih, kami bahkan baru bertemu tadi. Dibanding dengan hubungan percintaan, aku merasa bahwa kami memang memiliki hubungan, tapi bukan menjurus ke asmara."

"Intinya kami tidak ada unsur apapun tahu! Aku juga tidak suka dengannya." Hatiku aja masih nyangkut di si aniki yang jadi donat. Batin Lily sambil mengingat salah satu scene anime favoritnya itu.

"Nona Lily~" Sesosok perempuan bergaun putih dengan rambut hitam legam menghampiri Lily dan memeluknya. Lily terkekeh lalu memeluk balik.

"Ada apa, Nona Isabella?" Lily yang sudah melepaskan pelukannya menatap Isabella yang terlihat begitu bersemangat. Namun sesaat setelahnya, ia menatap Miguel dengan tatapan tajam.

"Kau! Jemput Max sana! Kau meninggalkannya di dekat kota sendirian, awas saja kalau dia kenapa-napa." Lily berbalik dan menatap Miguel yang sudah nyengir kuda. Isabella merengut, Gadis berjenis Fairy itu menggeret tangan Lily dan meninggalkan Miguel sendiri disana.

"Nona! Anda tau, ada sebuah pedang aneh di hutan ini. Pedang itu tertancap sekitar beberapa ratus tahun lalu. Kemudian saat kami mengecek, pedang itu malah bersinar terang, cahayanya putih dengan gradasi kebiruan yang saaaangat indah. Kami berusaha untuk mencabutnya tapi tidak bisa-" Lily mengangguk, dia mendengarkan cerita Isabella dengan seksama sambil memandang langit yang terang di penuhi bintang-bintang.

"-Nah, bagaimana kalau Nona yang mencabut pedangnya?" Lily berhenti, mereka kini tepat berada di perbatasan hutan dengan mansion Althair.

"Terimakasih, Isabel. Aku mungkin akan mencoba 2 hari lagi, karena ada pesta minum teh yang harus aku hadiri. Nanti aku akan pergi ke sana sekalian berkunjung!" Lily tersenyum ke arah sahabatnya membuat Isabel yang sempat sedih tertawa kembali.

"Baik nona! Selamat tidur!" Dalam sekejap, Isabel lenyap dari pandangan Lily. Setelah menghilangkan hawa keberadaannya, ini Gadis itu melangkah menuju mansion. Seperti biasa, ia melompati tembok tinggi, lalu segera menaiki pohon dekat kamarnya dan masuk ke kamar. Namun, hari ini adalah hari sialnya Lily. Pasalnya, Ayah dan Ibunya sudah menunggu kepulangannya.

Terpopuler

Comments

Frando Wijaya

Frando Wijaya

Xavier? nma yg gk asing deh 🤔

2024-08-27

0

Jasmine Flow

Jasmine Flow

wahhh...mantap nih ceritanya...lanjutkan thor apa yg akan terjadi dg Lily ya?..

2023-08-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!