...Welcome to Evlogimènos Academy Arc...
...20%...
.......
...50%...
.......
...70%...
.......
...99%...
.......
...100%...
.......
...Data Found...
...----------------...
Seorang Gadis dengan Surai Perak tengah berkaca di sebuah kaca besar. Surai sebahunya tampak begitu indah, dipadukan dengan mata sebiru langit dan sedalam lautan yang begitu indah. Anak yang mulai menginjak masa remaja itu tersenyum tipis. Gaun berwarna perak yang ia kenakan terlihat begitu serasi dengan kulit seputih porselen miliknya.
"Tidak terasa... Sudah tiga tahun ternyata." Gumam Gadis itu. Tangannya mengusap pedang dengan ukiran es dan naga di atas meja. Matanya memejam, secara ajaib pedang itu berubah menjadi cahaya dan masuk ke dalam sebuah tanda ditelapak tangannya. Sebuah kalung berbandul biru dengan gambar Naga melingkar di lehernya.
Suara pintu yang terbuka membuat gadis itu seketika terdiam, lalu menoleh ke asal suara.
"Nona, Kereta yang akan membawa anda ke Akademi telah tiba, barang-barang Anda juga sudah dimasukan ke dalam." Gadis berambut perak itu mengangguk. Ia lantas tersenyum.
"Terima kasih, Noi." Noi tersenyum pada sang nona, ia lalu memeluk nonanya dengan hangat. Sedikit tidak sopan memang, tapi nonanya sendiri yang memintanya untuk menganggapnya sebagai sahabat.
"Kami akan sangat merindukan anda, Nona Lily." Lily membalas pelukan itu tidak kalah erat. Setelah satu tahun sejak peristiwa di hutan dan munculnya Shiki, Lily mulai berlatih dengan lebih keras. Selain dibantu oleh sang ayah, Shiki juga memiliki peran penting ketika melatihnya bahkan latihan dari lelaki itu jauh lebih keras. Namun berkat itu, stamina dan kekuatan Lily meningkat pesat begitupula dengan pengendalian elemen, sihir dan kemampuan berpedangnya.
Lily dan Noi turun menuju ruang tengah. Disana Arsean dan Bella sudah menunggunya. Untuk Shiki, lelaki itu lebih memilih berada di alam bawah sadar Lily agar tidak di curigai oleh orang-orang selain keluarganya. Lily memeluk keduanya orangtuanya dengan erat, matanya berkaca-kaca namun tidak sampai menangis. Regan yang melihat nonanya menangis hanya tertawa kecil, sekuat apapun nonanya ternyata ia masih tetap bocah kecil.
"Aku akan merindukan kalian berdua." Ucap Lily sambil menatap kedua orangtuanya. Arsean mengusap rambut putrinya dengan lembut. Matanya memancarkan kebanggaan yang kentara. Putrinya kini akan memasuki Akademi, benar-benar waktu yang begitu cepat.
"Sering-seringlah pulang ketika liburan, jangan seperti kakakmu yang sibuk dengan Dewan siswa." Ucap Bella. Lily tertawa mendengarnya, ia lantas mengangguk.
"Ayah dan Ibu, aku mohon jaga diri kalian ya? Ayah jangan terlalu larut dalam pekerjaanmu, sesekali manfaatkan paman Regan dengan baik dan luangkan waktu dengan ibu lebih banyak, paham?" Arsean terkekeh. Ia lantas mengecup pucuk kepala putrinya dengan lembut. Matanya menatap sang putri dengan hangat sebelum mengangguk.
"Tentu, apapun untuk Putri Ayah."
Lily lantas memeluk kedua orangtuanya sekali sebelum menuju ke kereta. Setelah melepaskan pelukannya, Gadis itu lantas melambai dan mendekati Zack yang sudah menunggunya.
Pemuda itu membuka pintu kereta. "Silahkan masuk, Nona." Lily mengangguk dan berterima kasih. Gadis itu lantas memasuki kereta dan segera duduk. Matanya kini menatap ke arah jendela. Jalanan Centraxia masih sama seperti setahun yang lalu. Untunglah jarak Akademi dengan Centraxia tidak terlalu jauh, karena Akademi Evlogimènos memang masih berada di wilayah Centraxia.
Lily tersenyum lembut menatap jalanan. Akhirnya ia sampai pada saat dimana alur asli akan dimulai. Akademi Evlogimènos, Akademi yang terletak di Centraxia, titik tengah Kekaisaran Epitychìa dan merupakan Wilayah kekuasaan Grand Duke De Althair. Akademi ini adalah Akademi terbaik di Benua Barat. Akademi ini menerima seluruh kalangan yang memiliki bakat, entah itu bangsawan maupun rakyat biasa. Ada begitu banyak tokoh menakjubkan yang merupakan lulusan dari Akademi ini, contohnya Kaisar ke 300, Ergard Lazuardi De Sirius dan Kedua orangtua Lily juga para raja kerajaan di Kekaisaran Epitychìa.
Waktu tempuh dari Mansion Althair menuju Akademi ini mungkin sekitar 20 menit, kalau dari informasi yang Lily dapat.
"Akan ada banyak tokoh penting yang muncul. Pangeran Matheus, Rea dan banyak tokoh lain. Hah, mengingat reputasinya di masyarakat dan bangsawan, ku harap aku masih punya teman setidaknya sampai lulus. Tidak mungkin aku akan melawan Pasukan iblis sendirian kan?" Lily memijit pelipisnya.
"Kamu akan mendapatkannya Lily, bahkan akan lebih baik dari yang kamu harapkan." Suara Shiki memasuki pikirannya, Lily tersenyum dan diam-diam mengharapkan doa itu terkabul.
Beberapa kereta kuda lain mulai terlihat, tampaknya mereka sudah begitu dekat dengan tujuan. Lily menarik napasnya, gadis itu mulai menenangkan dirinya.
"Kita sudah sampai Nona." Suara Zack membuat perhatian Lily teralihkan. Pintu kereta terbuka dan Gadis berambut perak itu mulai menapakkan kaki di atas tanah. Para bangsawan maupun rakyat biasa yang baru tiba segera menaruh atensi ke arah Lily. Gadis yang kini menjadi pusat perhatian itu hanya memasang wajah datar sebagai tameng, aslinya dia mah sedang gugup setengah mati.
"Loh, bukankah itu Nona Liliana? terlihat dari rambutnya. Tapi tunggu, bukankah rumornya dia selalu memakai riasan menor?"
"Cih, paling ini trik barunya untuk menggait para pria tampan. Walaupun begitu, Putri Andrea jauh lebih cantik dan baik."
"Tapi yang kudengar, Putri Andrea sempat menyiram Nona Liliana di pesta minum teh Putri Claudia setahun yang lalu loh, rumornya Teh itu berisi racun."
"Sungguh? wah kasihan sekali..."
Lily memutar bola mata, ia malas mendengar gosip dari orang-orang tentang dirinya. Apakah mereka tidak memiliki pekerjaan lain?
Lily menarik napasnya perlahan, kini ia bersiap untuk memulai babak baru dalam hidupnya.
"Baik, mari kita mulai."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments