Janji

..."Baik, Mari kita Mulai."...

...----------------...

Lily menuju ke gedung Asrama Putri, gedung berwarna putih pucat itu tampak begitu besar dan kokoh. Disebelahnya, terdapat Aula yang jauh lebih besar dan Aula inilah yang memisahkan antara Asrama Putri dan Asrama Putra. Oh iya, soal barang bawaan milik Lily sudah terlebih dahulu diantarkan oleh para para petugas asrama, jadi Lily hanya terima beres saja.

Kamar Asrama di desain sendiri, tujuannya adalah untuk menjaga privasi masing-masing siswa. Fasilitasnya pun sebenarnya setara antara Bangsawan dan Rakyat biasa, yang membedakan adalah Tingkatan mereka. Mereka tetap dibagi atas tiga golongan, Bronze, Silver dan Gold yang didapatkan ketika tes masuk. Golongan ini ditentukan menggunakan Kristal mana yang dapat mendeteksi Mana serta elemen seseorang.

Bronze adalah Tingkatan bagi siswa yang mananya sangat minim dengan satu elemen. Kamarnya berada di lantas satu. Tidak menutup kemungkinan ada kaum bangsawan yang berada di tingkat ini.

Silver adalah tingkatan kedua bagi siswa yang mananya sedang dan memiliki lebih dari satu elemen. Tingkatan ini berada di lantai ke dua.

Dan yang terakhir, Gold. Tingkatan ketiga yang menandakan bahwa siswa Akademi tersebut memiliki potensi luar biasa dan Kaya akan mana serta memiliki tiga atau lebih dari tiga elemen. Tapi tidak menutup kemungkinan orang dengan mana yang sangat besar namun memiliki dua atau bahkan satu elemen bisa diterima di tingkatan ini.

Di alur sebelumnya, Liliana diterima di tingkat Bronze, karena walaupun dia memiliki tiga elemen tapi mananya sangat kecil. Sedangkan saat ini kalian bisa menebaknya bukan? Lily memasuki tingkat Gold karena mananya yang sangat besar bahkan mampu memecahkan kristal mana. Tidak heran sih, selama setahun ini dia berlatih dengan keras dan bersungguh-sungguh dibawah bimbingan sang Ayah dan Shiki. Lily juga memiliki lebih dari tiga elemen, hanya saja dia menyembunyikan keberadaan Elemen cahaya miliknya Agar tidak dicurigai, Lily harus berterimakasih pada Shiki.

Kembali ke Lily, gadis itu membuka kamarnya. Ada satu ranjang king size, satu lemari pakaian yang cukup (baca : sangat) besar, meja belajar, satu kamar mandi yang cukup besar walaupun tidak sebesar milik Lily di mansion dan meja nakas yang terlihat simpel namun elegan di sebelah ranjang Lily. Gadis itu lantas bergerak menuju lemari, ia membuka lemari tersebut dan menemukan tiga set seragam beserta atributnya seperti sepatu, jubah, blazer dan lain-lain. Lily mengambil seragam wajib dan berjalan menuju kamar mandi. Ia harus bergegas menuju Aula karena setengah jam lagi acara pembukaan penyambutan siswa baru akan segera dimulai.

...----------------...

Lily menyapukan pandangannya ke segala arah. Ia mencoba untuk mencari tempat kosong di kursi Gold yang tampaknya sudah hampir penuh. Mungkin yang terdekat adalah kursi yang berada di dekat pemuda berambut merah bata dengan iris Ruby yang tengah memandang takjub ke arah panggung. Lily tersenyum lantas menghampiri pemuda itu.

"Halo, apakah tempat ini kosong? sejauh ini kursi kosong terdekat yang kulihat ada disini." Pemuda itu menoleh dan tersenyum hangat. Ia lantas menepuk-nepuk kursi itu.

"Tentu saja nona, kebetulan kursi di sebelah saya memang kosong. Anda bisa duduk di sebelah saya." Lily mengangguk dan tersenyum, ia berterima kasih pada pemuda itu.

"Maaf kalau boleh tau, nama anda siapa? Saya Orion, Orion Endoxos. Lalu Anda?" Tanya pemuda itu dengan senyuman ramah. Lily bisa merasakan aura positif yang sangat kuat dari pemuda itu.

Lily tersenyum. "Jangan terlalu formal. Aku Liliana Illiosa, Kamu bisa memanggilku Lily." Jawab Lily sambil tersenyum. Orion mengangguk mengerti sampai ia teringat sesuatu. Pemuda itu lantas menatap Lily dari atas sampai bawah, membuat Lily agak kebingungan.

"Tunggu, kamu anak dari Grand Duke De Althair? Nona Liliana Illiosa De Althair??" Tanya Orion yang kaget setengah mati. Lily hanya tersenyum kikuk dan mengangguk. Orion hampir saja berlutut kalau tidak ditahan oleh Lily.

"Hey! Apa yang kamu lakukan?!" Lily berbisik tajam berusaha untuk tidak memancing keributan. Orion menunduk dengan sedikit gemetar.

"Kamu pasti mendengar rumor buruk tentangku ya?" Orion tetap diam membuat Lily menghela napas lelah.

"Padahal aku hanya ingin punya teman, kenapa susah sekali sih." gerutu Lily yang dengan jelas didengar oleh Orion. Pemuda itu menegakkan kepalanya.

"Emm- itu- Maaf Nona, aku memang mendengar rumor buruk tentangku, hanya saja aku tidak terlalu percaya karena aku belum melihat langsung. Aku hanya segan padamu karena keluargamu adalah pemimpin dari wilayah daerah yang kutempati selama ini." Lily menoleh.

"Lagi pula, dari yang kudengar setahun belakangan Nona bahkan sering pergi ke tengah kota dan membagikan banyak bahan makanan pada rakyat, anda juga pernah melakukan itu dua tahun lalu pada keluarga saya." Orion tersenyum, ia mengingat kedatangan seorang gadis berambut perak yang sedang tersesat di rumahnya, keesokan harinya malah segerobak beras dan kebutuhan pokok yang datang.

"Oh Kamu yang anak itu kan? wah kamu sudah tumbuh besar sekarang dan tolong tetap bicara non formal denganku ya? gaya bicaramu tadi itu di campur-campur loh." Orion mengangguk.

"Orangtuaku dan seluruh adikku dibantai oleh Iblis setahun lalu. Sejak itu aku memutuskan untuk melawan para iblis dan berlatih lebih keras agar bisa masuk akademi ini dan ikut membasmi para Iblis di Luar sana." Orion menatap ke depan dengan tatapan sendu namun masih tersenyum. Lily tertegun, ia lantas menepuk-nepuk bahu Orion, mencoba untuk memberikan sedikit suport.

"Mulai sekarang kamu tidak sendiri, aku juga memiliki tekad yang sama. Jadi, ayo berjuang bersama untuk membasmi iblis-iblis itu!" Lily menyodorkan kelingkingnya yang dibalas juga oleh Orion.

"Um! Berjanji." Tanpa mereka sadari, sebuah tanda berbentuk kobaran api mulai muncul di punggung tangan Orion, menandakan bahwa para pemegang takdir mulai terkumpul satu per satu.

"-Kita sambut, Dewan Siswa Akademi Evlogimènos!"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!