"Selamat datang, Gadis dalam Ramalan."
...----------------...
"Hah?" Lily memiringkan kepalanya ke kiri, ucapan Nenek itu terdengar janggal. Melihat gadis dihadapannya kebingungan, wanita tua itu tampak tertawa kalem yang lebih terlihat menyeramkan di mata Lily.
"Anda tidak perlu tahu terlalu banyak, lambat laun pasti semua akan terungkap nona." Jawab Nenek itu dengan nada tenang. Lily mengangguk menurut, walaupun ia masih sangat penasaran dengan ucapan Nenek tua itu. Namun ia memilih mengabaikannya, informasi tentang Hakai Lucafier lebih penting.
"Emm, maaf sebelumnya nyonya, maksud saya datang kesini untuk-"
"Mengetahui lebih dalam tentang Raja Para Iblis, apakah itu yang ingin anda tanyakan , nona?" Lily tertegun, instingnya mengatakan bahwa Wanita tua di hadapannya ini bukan orang sembarangan. Gadis itu akhirnya mengangguk sambil meningkatkan kewaspadaannya.
Wanita tua itu lantas mengambil sebuah kotak di sebuah tak, wanita itu lantas menyodorkannya pada Lily. Hal itu tentu saja membuat gadis itu bertambah bingung. Si nenek lantas menunjukan sebuah gestur, meminta Lily untuk membuka kotak misterius itu. Gadis itu membuka kotak dengan hati-hati, dahinya mengerut ketika mendapati sebuah kalung dengan bandul kristal berwarna biru. Sebuah objek melingkari bandul itu, membuat mata Lily sedikit melebar.
"Tunggu, ini-" Lily menggenggam bandul kalung itu. Seperti beresonansi, Tanda di punggung tangannya ikut bersinar kebiruan. Gadis itu takjub, tampaknya indah sekali. Ia lantas menatap sang nenek yang masih tersenyum. Sekilas dia mengingat senyum Shiki, senyumnya mirip seperti si nenek, hanya saja vibesnya lebih tenang sedangkan si nenek lebih horor.
Si nenek lantas kembali berjalan ke sebuah rak, mengambil sebuah buku cukup tebal, bersampulkan sebuah ukiran hewan yang Lily jelas tahu apa itu, sosok legendaris yang terbilang langka di dunia ini. Salah satu Hewan sihir legendaris yang telah hilang ratusan tahun lalu. Ia lantas memberikan itu pada Lily.
"Simpanlah kedua barang ini, Keduanya akan sangat berguna ketika great war terjadi. Tapi anda tidak perlu khawatir, sebagai gadis dalam Ramalan saya yakin anda akan mampu melewatinya." Nenek itu lagi-lagi tersenyum. Lily semakin frustasi, gadis itu begitu bingung dengan segala perkataan yang dikatakan sang nenek.
"Maksudmu sebenarnya apa, Nyonya? Saya bukan orang yang cukup pintar untuk mengartikan kata 'ramalan', bisa jelaskan maksud perkataan anda pada saya?" Tanya Lily berusaha sesopan mungkin, pasalnya kalau di depannya bukanlah orang tua, ia pasti sudah mengamuk saking frustasinya.
Nenek itu mengangguk, menuntun Lily untuk duduk di salah satu sofa.
"Sang Lily biru baru kini telah bertumbuh, kali ini dia lebih kuat. Walaupun Lily itu sempat tidak bertahan lama, kali ini sang Lily telah menjadi semakin kuat dan akan merubah takdir yang sudah 100 tahun tidak berubah. Hanya saja sang penghancur akan mengincarnya tidak lama lagi berusaha memetik dan memeras seluruh sari bunga itu. Anda harus hati-hati nak." Jawab Nenek itu yang kali ini terlihat khawatir. Lily terdiam sebentar, ia sedikit memproses kumpulan kalimat itu.
"Saya tidak bisa membantu banyak Nona, setidaknya kedua benda yang saya berikan telah kembali kepada pemilik aslinya. Lalu mengenai Informasi tentang Hakai Lucafier, saya hanya memiliki sedikit, tolong dengarkan dan ingat baik-baik." Lily yang masih bingung berusaha mau tidak mau harus bersiap mendengarkan informasi penting itu.
"Hakai Lucafier, seorang Iblis paling kuat yang pernah ada, dia mampu menghancurkan sebuah benua hanya dengan jentikan jari jika ia mau. Kekuatan terbesarnya adalah Final Attack berupa sebuah sebuah barrier yang akan mengurung daerah target dan menghancurkannya secara telak, tanpa tersisa. Dia takut terhadap cahaya matahari, seperti vampire. Namun berbeda dengan mereka, para iblis memakan inti jiwa para manusia, bukan darah. Mereka juga memakan mayat manusia jika sedang sedikit kelaparan. Kini Hakai tengah mencari pemilik sang cahaya untuk usahanya menaklukan matahari. Hanya dengan menyerap inti jiwa milik si cahaya, iblis itu akan kebal dengan cahaya matahari, dia tidak akan lenyap, begitupun para bawahannya."
"Lalu cara Hakai menjadikan seorang sebagai iblis itu terbilang unik, dia akan meminumkan darah miliknya ke dalam mulut si target, darah itu mulai bereaksi dan menginvasi seluruh tubuh si target dan menguasainya." Lily tertegun, tangannya mengepal erat menahan amarahnya yang ingin meluap. Suhu ruangan berubah menjadi lebih dingin, membuat sang nenek kembali tersenyum.
"Tapi saya yakin, anda akan mampu melewatinya. Anda tidak akan sendiri, ada begitu banyak orang yang memiliki tujuan sama, yang terkuat akan berkumpul dan berjuang mengalahkan Raja Iblis itu." Sang Nenek mengelus pundak Lily, berusaha menenangkan kemarahan gadis itu. Lily menarik napasnya dan menghembuskannya perlahan. Kemarahannya mulai mereda.
"Apakah ada informasi lain lagi nyonya?" Tanya Lily sambil tersenyum, walaupun nenek di sampingnya ini terlihat menyeramkan, tapi ternyata beliau sangat baik. Nenek itu menggeleng dan tersenyum. Lily ikut tersenyum, ia menggenggam tangan si nenek dengan lembut.
"Saya tahu dari senyum dan nada bicara anda, tersirat sebuah dendam besar bagi Hakai Lucafier, saya berjanji akan menghancurkan iblis itu nyonya, membalaskan dendam orang-orang yang sudah disakiti oleh para iblis busuk itu." Sang nenek tak bisa menyembunyikan keterkejutan di wajahnya, wanita itu lantas menunduk dan menangis.
"Anak dan suami saya dibunuh, mere-ka hanya tidak sengaja melewati iblis itu. Tanpa belas kasihan, iblis itu menyerap inti jiwa mereka." Nenek itu menangis, menumpahkan lukanya yang masih segar walaupun sudah bertahun-tahun lalu. Lily tersenyum miris, ia berjanji akan membalaskan dendam mereka semua.
Kamu telah berurusan dengan orang yang salah, Hakai Lucafier. Batin Lily yang diselimuti oleh amarah.
Lily lantas bangun, ia mengambil sekantong tas kecil yang berisi uang tentunya dan menyerahkan lima keping emas kepada si nenek. Nenek itu menggeleng, menolak secara halus pemberian gadis itu.
"Saya hanya menginginkan anda untuk menang melawan iblis itu nanti, dia memiliki 4 iblis tingkat atas bersamanya dan seorang pangeran kegelapan. Kalahkan mereka nona, dan kembalikan sang pangeran seperti semula." Lily mengangguk. Ia segera memeluk singkat nenek itu lalu beranjak pergi meninggalkan toko antik itu. Sang nenek menatap punggung gadis perak yang sudah menjauh.
"Semoga kali ini anda berhasil nona, saya menantikannya." Nenek itu tersenyum. Setelahnya Ia langsung menghilang tanpa bekas.
...----------------...
Setelah menyimpan Buku dan Kalung itu di dalam tas yang ia bawa sekaligus menyamarkan Aura kedua barang itu, Lily memutuskan untuk berjalan-jalan sedikit di pasar malam. Gadis itu berusaha untuk mengalihkan perhatiannya untuk sementara.
Matanya berbinar melihat seseorang yang sedang menjual sebuah makanan mirip dango yang ada di jepang. Gadis itu segera menghampiri sang penjual.
"Saya pesan dua tusuk ya tuan." Ucap Lily bersamaan dengan seorang pemuda yang ada disebelahnya. Mereka berdua saling memandang satu sama lain.
"Siapa pemuda ini? /siapa gadis ini?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Frando Wijaya
kykny itu....yg sebelom reinkarnasi... antagonist kna bunuh gara2 hakai lucafier?
2024-08-27
0
Sweet_Fobia (ᴗ_ ᴗ )
Gua setia nungguin update lo, thor! jangan bikin gua kecewa 😤
2023-08-03
0
Hebe
Bikin nangis dan senyum sekaligus.
2023-08-03
0