"Ada banyak hal, tapi semuanya akan impas Lily."
...****************...
Matahari telah kembali menunjukan kuasanya. Setelah merasa seluruh urusannya telah selesai, Lily yang ditemani oleh Shiki dalam wujud manusia kini memutuskan untuk kembali ke kediamannya.
"Aku kembali." Arsean dan Bella menoleh secara bersamaan ketika mendengar suara sang putri. Tanpa banyak bicara, Bella segera berlari dan memeluk tubuh putrinya dengan erat hingga pedang yang ada digenggaman gadis itu jatuh. Air matanya perlahan turun, ia merasa bahagia karena putrinya kembali dengan selamat tanpa luka apapun, tampaknya kejadian penyerangan oleh Iblis beberapa waktu lalu masih membekas di ingatannya.
Lily menepuk pelan punggung sang ibu. "Ibu, aku baik-baik saja, aku kembali dengan selamat." ujar Lily yang berusaha menenangkan sang Ibu.
Arsean menatap pemandangan di hadapannya dengan tatapan teduh, bohong jika ia tidak khawatir pada sang Putri. Menyadari sesuatu yang janggal, ia segera menatap Shiki yang tengah menatap interaksi Lily dan sang Ibu. Merasa diperhatikan, Shiki akhirnya menoleh dan tersenyum pada Arsean.
"Senang bertemu dengan Anda, Grand Duke. Anda pasti mengenali saya kan?" Mata Arsean melebar, ekspresi terkejut di wajahnya nampak sangat jelas.
......................
"Oh, jadi rencananya pertunangannya dibatalkan ya... baiklah. Tunggu- Maksud ayah gadis itu ingin membatalkan pertunangannya?!" Matheus membulatkan matanya, ia ikut kaget mendengar adiknya memekik tepat di sebelah telinganya. Belum lagi tentang fakta bahwa Lily sendiri yang menginginkan pertunangan mereka dibatalkan.
"Sebenarnya apa yang dipikirkan gadis itu?" gumam Matheus, ia masih memikirkan alasan gadis yang selalu menempelnya seperti lintah itu.
Claudia melirik ayahnya yang juga ikut berpikir. "Ayah, bukankah cukup aneh jika Nona Liliana ingin membatalkan pertunangannya? padahal ini sudah berjalan lama kan? Apakah karena acara minum teh sebelumnya?" Tanya Claudia kepada sang ayah.
"Tidak, Ayah yakin alasannya bukan itu. Sejujurnya, Grand Duke juga tidak menyetujui pertunangan ini sejak lama, hanya saja ia terlalu menyayangi Nona Liliana. Ayah pun juga begitu, tapi melihat hubungan Matheus dan Liliana juga reputasinya membuat ayah ikut ragu. Tapi mendengar Liliana memutuskan untuk tidak melanjutkan acara pertunangan itu, ayah sedikit terkejut." Lelaki paruh baya itu menatap putra dan putrinya.
"Aku tidak ingin membatalkannya." Claudia dan Raja Maximus menatap Matheus. Tatapan pemuda itu masih datar seperti biasa.
Maximus menghela napas. "Tidak bisa, pertunangan ini bahkan sebenarnya hanya sebuah rencana karena kamu tidak menyetujuinya sejak setahun yang lalu. Jadi, tidak ada alasan untuk kamu tidak setuju, Matheus. Kamu tahu semenyeramkan apa Grand Duke De Althair jika kamu mengusiknya bukan?" Matheus seketika merinding, terlebih ketika ia mengingat bahwa Lelaki berambut Putih itu pernah membantai ratusan iblis di perbatasan dalam semalam, kekuatannya itu... mengerikan.
"Ah iya, Apakah ayah tahu mengenai rumor sebuah barrier tak kasat mata di daerah Centraxia yang baru saja muncul semalam?" Claudia mencoba untuk mengganti topik pembicaraan.
Maximus terdiam sebentar, lelaki itu lantas berjalan ke arah jendela. Ia menatap sinar mentari yang tengah bersinar dengan cerah.
"Barrier itu bukankah hanya sebuah legenda?" Tanya Matheus yang mulai tertarik.
"Tidak, itu bukan hanya sebuah legenda." Maximus menatap kedua anaknya.
"Dengan munculnya Barrier itu mengartikan bahwa sosok yang akan membunuh Si 'Kehancuran' beserta pasukannya telah hadir."
"Dan orang itu berada di Centraxia."
...----------------...
Arsean memijit pelipisnya dengan pelan sedangkan Bella masih memeluk putrinya. Shiki kini tengah duduk berhadapan dengan Sang Grand Duke. Senyuman penuh ketenangan masih terpajang di wajah tampannya. Lily telah menceritakan seluruh kejadian yang ia alami semalam kepada kedua orangtuanya.
"Hah, jadi anda adalah roh hewan sihir milik leluhur saya terdahulu yang kini telah bereinkarnasi menjadi putri saya." Shiki mengangguk.
"Saya tahu ini sulit dipercaya, tapi begitulah adanya. Putri anda adalah Nona saya sekarang, Tuan Arsean." Sahut Shiki dengan ramah. Arsean menghela napas, ia menatap Lily yang sedang menutup matanya sebentar.
"Lily, bisakah kamu pindah ke dalam kamarmu? ayah Ingin membicarakan hal penting dengan dia." Lily membuka matanya lalu menoleh ke arah Sang Ayah, Ibu dan Shiki secara bergantian. Setelah beberapa menit, Lily akhirnya mengangguk dan memberi salam sebelum ia naik ke dalam kamar.
Lily membuka kamarnya yang begitu ia rindukan, padahal baru sehari. Gadis itu langsung merebahkan diri. Pikirannya melayang kembali ke peristiwa kemarin malam, ia masih belum percaya apa yang terjadi sebenarnya. Tentang alasannya ada di dunia ini, padahal sebelumnya dia sudah mati.
"Mulai sekarang, mungkin semuanya tidak akan semudah sebelumnya. Aku yakin para keparat itu akan mulai mengincar ku dan pedang itu. Aku harus menjadi lebih kuat dari sebelumnya." Lily meneguhkan tekadnya, ia akan menyiapkan segala hal untuk menghadapi para iblis menyebalkan itu.
"Huh, semua akan segera dimulai."
...REINKARNATION ARC, **END**...
.......
.......
.......
...Are you ready for the next Arc? ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Frando Wijaya
HA! Bru merinding? terlambat dsr bch!
2024-08-28
0
Frando Wijaya
cih 😒💢...udh gw duga
2024-08-28
0
Jasmine Flow
jangan lama upnya thor...ak rindu petualangan lilyana.tp thor...ceritakan yg lebih bnyak pula tentang keluarga lily.sang duke yg begitu menyayangi putrinya.
2023-09-03
1