"Maaf Mas Bambang. Apa itu istri Mas yang ketiga?" tanya Rara lirih.
"Bhuahahaha... ya ampun Rara. Ada-ada saja kamu," ucap Bambang seraya tertawa.
"Aduh gimana ya, Mas. Aku sekarang jadi bingung jadinya," cicit Rara yang kentara mimik wajahnya kebingungan.
"Siapa yang bilang kalau aku sudah menikah tiga kali?" tanya Bambang serius.
"Maaf, Mas Bambang. Begini, ketika tempo yang lalu Mas dan Anita bercerai, Anita minta tolong pada saya untuk dicarikan pekerjaan serta tempat tinggal. Dia mengatakan sudah bercerai dengan Mas karena Mas ketahuan berselingkuh dan sudah menikahi wanita lain secara diam-diam di belakang Anita. Bahkan rumah dan harta gono gini lainnya tak secuilpun Mas beri untuk Anita," cicit Rara merasa tak enak hati membuka cerita luka lama antara Bambang dan Anita.
"Apa! Dia bilang begitu sama kamu, Ra?" tanya Bambang dengan nada yang sudah naik beberapa oktaf.
Rara pun mengangguk memberi jawaban atas pertanyaan Bambang barusan padanya.
"Dasar wanita gila!" hardik Bambang yang sudah emosi jiwa.
Rara pun jadi bingung melihat reaksi Bambang yang sepertinya bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Anita padanya.
"Asal kamu tahu Ra, aku sebenarnya tak mau membuka aib mantan istriku sendiri. Apalagi di depan sahabatnya. Fiuhh... tapi aku harus mengatakan kejujuran di depanmu walau mungkin terdengar lucu dan bisa saja nanti membuatmu merasa jijik dengan sahabatmu sendiri," ucap Bambang seraya menghela nafas berat.
"Kenapa, Mas?" tanya Rara yang penasaran.
Akhirnya mengalir cerita dari Bambang bahwa dia menceraikan Anita lima tahun lalu karena memergoki Anita berselingkuh dengan Ayah kandung Bambang yang sekaligus mertua Anita sendiri.
Harta yang dimiliki orang tua Bambang adalah berasal dari warisan mendiang ibu kandung Bambang. Sontak seluruh keluarga besar mengusir sang Ayah dan Anita. Dan tidak memberikan sepeserpun harta pada keduanya.
Sebulan kemudian setelah Bambang resmi bercerai dari Anita, Ayah kandung Bambang meninggal dunia terkena serangan jantung. Otomatis kehidupan Anita terlunta-lunta karena tak ada penghasilan dan sandaran yang mapan.
"Itulah faktanya Ra. Aku harap kamu berhati-hati dengan Anita. Dia itu wanita berbulu musang. Baik di depan belum tentu di belakang kita juga baik. Aku sudah menikah dengannya selama tiga tahun lebih dan tak menyangka dia tega menusuk dan mengkhianatiku."
"Bahkan beberapa harta mendiang ibuku dijual oleh Ayahku guna memenuhi gaya hidup Anita yang hedon saat perselingkuhan mereka belum ketahuan oleh kami. Dan aku yakin Anita sengaja berselingkuh dengan Ayahku hanya untuk mengincar harta saja yang ia pikir itu semua milik Ayahku padahal tidak," ucap Bambang dengan tegas.
"Astaga, Anita. Aku tak menyangka Mas, dia seperti itu. Kenapa dia bohong padaku dan menuduh Mas yang berselingkuh?" cicit Rara sendu.
"Apa yang aku katakan begitulah faktanya, Ra. Jika kamu tak percaya, kamu boleh tanya ke pengadilan agama tempat kami bercerai. Tertera jelas alasan serta bukti-bukti kami bercerai," ucap Bambang.
"Iya, Mas. Aku percaya padamu. Aku datang ke daerah ini karena rumah kontrakan Anita ada di belakang tak jauh dari minimarket ini, Mas. Sudah lama aku tak bertemu dengannya. Namun sayang saat aku ke sana tadi ternyata Anita sudah pindah. Bahkan kata pemilik kontrakannya, Anita sudah menikah."
"Semoga kali ini dia menikah dengan benar dan berubah menjadi manusia yang lebih baik. Bukan mengambil suami dari wanita lain," ucap Bambang.
Deg...
Hati Rara mendadak gamang mendengar ucapan mantan suami Anita. Akhirnya Rara berpamitan pada Bambang.
Suasana mood ibu hamil yang satu ini tengah gelisah dan cemas yang belum bisa tergambar jelas.
Tiba-tiba Rara mendadak rindu rumahnya. Akhirnya ia menaiki angkot untuk jurusan ke rumah mendiang orang tuanya. Bukan pulang ke rumah ibu mertuanya. Ia pasrah jika harus menerima hukuman dari ibu mertuanya. Toh hal itu sudah biasa baginya.
Rara berjalan kaki dari depan komplek rumahnya. Sebab angkot yang ia naiki hanya berhenti di depan jalan raya besar dan tak masuk ke dalam komplek rumahnya.
Suasana di sana masih sama seperti dahulu yakni terlihat bersih dan asri. Bahkan ia menyapa beberapa satpam komplek. Cuma dia cukup aneh melihat tatapan satpam komplek padanya.
"Kenapa mereka melihatku begitu ya?" batin Rara yang bingung saat berjalan menuju rumahnya.
Sedangkan di pos satpam, tengah terjadi gosip pembicaraan mengenai kedatangan Rara yang sudah lama tak singgah ke komplek rumah mendiang orang tuanya. Namun hari ini tiba-tiba datang ke sana.
"Itu tadi Mbak Rara kan?" tanya Satpam 1.
"Iya," jawab Satpam 2.
"Penampilannya jauh beda ya sama yang dulu. Sekarang kok kayak orang miskin. Padahal suaminya beberapa waktu lalu sempat ke sini mengosongkan barang-barang di rumah Mbak Rara. Suaminya masih terlihat tampan dan naik mobil sedan mewah yang sama kayak dulu," ucap Satpam 1.
"Benar juga kata kamu. Cuma ya sudahlah, itu kehidupan rumah tangga mereka. Bagaimana di dalamnya kan kita gak tahu. Kita cuma bisa melihat dari luarnya saja," tutur Satpam 2.
"Tapi Mbak Rara kenapa ke sini? Kan rumahnya sudah disita pihak Bank. Bahkan mau dilelang. Papannya saja masih terpampang nyata," ucap Satpam 1.
"Oh iya juga sih."
Rara berjalan gontai sambil memikirkan tentang Anita dan juga suami baru sahabatnya itu serta kehidupan Anita sekarang. Setelah mendengar penuturan dari mantan suami Anita tadi, jujur Rara kecewa pada Anita.
Dikarenakan Anita dan dirinya sudah bersahabat sejak kuliah dulu. Tapi dengan tega membohonginya mengenai fakta perceraiannya yang lalu. Entah motifnya apa, Rara pun tak tahu.
Tiba-tiba langkah kaki Rara terhenti dan dirinya hanya bisa berdiri kaku di depan rumah peninggalan orang tuanya.
Deg...
"Rumahku. Kenapa bisa begini? Ya Tuhan, cobaan apa lagi ini," batin Rara bingung dan berkecamuk rasa hebat saat membaca papan besar tertera di pagar rumahnya.
Menyatakan bahwa rumahnya telah disita oleh pihak Bank dan dalam tahap lelang.
🍁🍁🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Zuhril Witanto
pastilah ulah si pram
2024-11-05
0
Zuhril Witanto
jeng jeng ..
2024-11-05
0
Zuhril Witanto
astaghfirullah...
2024-11-05
0