Chapter 17 : Panji Perang

Keberadaan dua barang bukti di tengah lapangan kembali membuat Mikaila dan The Evolve Wild harus merasakan nikmatnya sinar matahari pagi-pagi sambil beristirahat di tempat.

Pak Rama, di depan tiang bendera, dengan sikap istirahat di tempat mengamati semua siswa yang kemarin sore sampai malam menyelesaikan tugas mereka mengecat tembok meski dengan bantuan tangan lawan.

“Siapa dari kalian yang akan menjadi saksi di Polsek dan sekolah Sanjaya?”

Mikaila spontan angkat tangan dari sikap istirahat di tempatnya. “Bapak mau membuat laporan lagi?”

“Bapak akan membuat perhitungan secara hukum dengan SMA Sanjaya! Kasus kalian sudah tidak bisa dibiarkan secara konvensional, ini sudah termasuk tindak kriminal. Bapak sangat-sangat yakin, semua guru harus turun tangan bersama pihak berwajib dan orang tua! Mika, nanti kamu print surat edaran pemanggilan seluruh orang tua ke sekolah, jadwalkan pertemuan besok pagi!”

Hasilnya, jauh dari prediksi Mikaila dan Drew. Mereka pikir mereka akan kena hukuman lagi setelah kemarin merundung Reno dan tidak menuntaskan hukuman dengan tangan sendiri. Pak Rama justru melancarkan langkah pertama dan fatal yang menentukan langkah selanjutnya.

“Baik, Pak. Saya laksanakan.” Mikaila mengangguk khidmat. “Sekalian saya juga mau jadi saksinya!”

“Saya juga, Pak!” Drew mengacungkan jari telunjuknya, diikuti teman-temannya. Tapi karena itu full otoritas Pak Rama, para saksi adalah saksi pilihan yang sangat penting banget demi kelancaran proses laporan nanti. Maka hanya Mikaila, Drew, dan Wicak— sebagai murid dan geng paling netral— ikut ke Polsek dan SMA Sanjaya.

Mikaila mengikat rambutnya dengan cepat. “Wic, kasih saran buat aku dong ntar kalo ketemu mantan harus gimana?” tanyanya setelah murid yang lain bubar dari lapangan dan Pak Rama menyiapkan mobil dinas.

Wicak berdehem dengan bijak. “Bahagia, Mika. Biar Rio paham putus darinya adalah kebahagiaan yang tertunda.”

“Buset dah,” Mikaila tergelak, “terus kalo gak naik kelas itu apaan? Sukses yang tertunda?”

Drew yang tersinggung, menarik ekor rambut Mikaila sampai gadis itu tertawa-tawa.

“Gak usah ungkit-ungkit masa laluku! Aku gini karena menerima estafet kepemimpinan geng sekolah! Harusnya kalian bangga dong punya ketua geng kayak gini!” celetuk Drew yang makin membuat Mikaila terpingkal-pingkal.

“Tapi Drew, mau tau kenapa Pak Rama ngasih rekaman cctv ke kita dan beliau gak marah lagi? Seenggaknya gak kayak kemarin?”

“Pa'an?”

“Aku janji buat mendisposisikan geng sekolah biar kamu lulus tahun ini!”

“Bujug budeng.” seru Drew terkejut-kejut seraya berhenti di bawah pohon penuh. “Emang udah cocok jadi emak-emak kamu. Kerjaanmu ngatur mulu!”

“Itu sih kalo Tegar mau jadi bapaknya. Aku pasti siap jadi emak-emak.” sahut Mikaila enteng.

“Buset dah, Tegar bawa apa sih sampe dia gila begitu?” keluhnya pada Wicak. Wicak sendiri yang saban harinya jadi tim hore mengendikkan bahu.

“Paling-paling bawa pesona anak gaul Jakarta, udah biarin aja Mika yang gila, kamu gak usah repot, Drew. Mikir masa depan aja, malu sama musuh, masa iya ntar kejar paket C, kasian bapak ibuku, orang penting!”

Drew yang tak mendukung kata-kata itu keluar dari anggotanya menginjak sepatu Wicak. “Tolong kata-katanya gak usah sok bijak! Playboy bau kencur aja sok jadi motivator terkenal!”

Mikaila berhenti tertawa karena perutnya sakit. “Serius, Drew. Tahun ini kelas 12 harus lulus semua. Aku yakin kok kamu mampu, kurang-kurangin deh bandelmu. Banyak-banyak les privat.”

“Tolong, Pak. Tegar gak usah di skorsing, males banget aku di gangguin Mika terus!” seru Drew sambil berlari kecil ke mobil Pak Rama. Mereka masuk ke kursi penumpang bergantian. Wicak berada di tengah sebagai penengah antara Mikaila dan Drew yang masih melayangkan protes dan gugatan bersama demi harga diri.

Pak Rama menghela napas. “Kalian berdua sebenarnya kompak, hanya perlu mencocokkan visi dan misi sekolah.”

“Namanya juga jiwa muda, Pak. Ego veni, vidi, dan vici masih setinggi langit.” sahut Wicak. ”Kalah ditindas, menang di sanjung.”

“Betul, tapi kalian harus ingat... Menjadi anggota geng motor sah-sah saja, bapak tidak melarang. Orang tua kalian pasti juga mendukung positifnya.. Kalo seperti kemarin siapa yang rugi? Motor di beli pakai uang ya anak-anak. Coba kalian tanya, motor-motor yang kalian pakai itu masih kredit apa sudah lunas? Berpikir tentang risiko lebih kritis lagi!”

“Iya bapak kepala sekolah. Tapi motorku sudah lunas.” sahut Drew jumawa.

Pak Rama mengangguk. “Untuk skorsing Tegar dan Daffa bapak pertimbangan lagi, sekarang kalian fokus jadi saksi! Yang jujur, gak usah takut, bapak bawa semua rekaman cctv sekolah dan lokasi kalian tawuran kemarin!”

Mikaila yang sudah merelakan sebagai kewarasannya dan waktunya The Evolve Wild sontak merosot.

“Terus gimana soal disposisi Drew dan gengnya, Pak? Jalan gak?” tanyanya lemah.

“Jadi dong, Mika. Bapak senang banget kamu jadi mata-mata bapak.”

Kesepuluh jari Mikaila mengepal di atas paha. Dia melirik ke arah Drew dengan bombastis eyes. “Tak akan kubiarkan kalian bikin malu masa jabatanku sebagai ketua OSIS! Aku akan mengibarkan panji-panji perdamaian. Tapi beasiswa masih jalan kan, Pak?”

Seringai di bibir Drew terlihat karena setahunya beasiswa prestasi yang mengalir ke rekening Mikaila sebagian dari donatur, termasuk orang tuanya.

“Selesai masalah Horizon, urusan Drew cs baru di mulai. OMG! Ada yang mau nolongin aku enggak?” seru Mikaila dalam hati. “Tapi pertama-tama aku harus ketemu Tegar dulu, urusan hati nomer satu! Ya.”

...***...

^^^Bersambung. ^^^

Terpopuler

Comments

Umine LulubagirAwi

Umine LulubagirAwi

ampun dah, mika.
msih mkirin urusan hti ke tegar. always lg.🤣🤭

2023-09-01

0

suminar

suminar

😆😆😆😆😆😆

2023-08-19

0

CebReT SeMeDi

CebReT SeMeDi

kedanan tegar tenan mean mik

2023-08-15

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2 Chapter 2 : Manusia Bumi
3 Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4 Chapter 4 - Telen Beban
5 Chapter 5 - Emosi Tragedi
6 Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7 Chapter 7 : Persoalan Genting
8 Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9 Chapter 9 : Balapan Lucu
10 Chapter 10 : Tawuran
11 Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12 Chapter 12 : Aksi Matt
13 Chapter 13 : Ngegas
14 Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15 Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16 Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17 Chapter 17 : Panji Perang
18 Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19 Chapter 19 : Kepergok
20 Chapter 20 : Meledak
21 Chapter 21 : Salting
22 Chapter 22 : Iya, Sayang.
23 Chapter 23 : Ring Road Love
24 Chapter 24 : Bersenang-senang
25 Chapter 25 : OMG
26 Chapter 26 : Kekacauan
27 Chapter 27 : Kalah
28 Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29 Chapter 29 : Toleransi nol
30 Chapter 30 : Wuu...
31 Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32 Chapter 32 : Bolos Bersama
33 Chapter 33 : Saingan, Iya...
34 Chapter 34 : Hukuman
35 Chapter 35 : Gulma
36 Chapter 36 : Back Street
37 Chapter 37 : Emang Enak
38 Chapter 38 : Loyal
39 Chapter 39 : Pahit & Pedas
40 Chapter 40 : Kabut
41 Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42 Chapter 42 : Sidang Keluarga
43 Chapter 43 : Sinarnya Redup
44 Chapter 43 : Sedikit Balasan
45 Chapter 45 : Markijayyy
46 Chapter 46 : Membingungkan
47 Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48 Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49 Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50 Chapter 50 : Ribut
51 Chapter 51 : Sangar
52 Chapter 52 : Menggila
53 Chapter 53 : Erat
54 Chapter 54 : Meeting Points
55 Chapter 55 : SERI
56 Chapter 56 : Gak Mudah
57 Chapter 56 : Maju Ke Depan
58 Chapter 58 : Heuheu
59 Chapter 59 : Bujuk Rayu
60 Chapter 60 : Tersedak
61 Chapter 61 : Ngeri
62 Chapter 62 : Parau
63 Chapter 63 : Gila sih
64 Chapter 64 : Baper
65 Chapter 65 : Good Goodbye
66 Chapter 66 : Evoleventador
67 Chapter 67 : Iya berdua
68 Chapter 68 : Lulus
69 Chapter 69 : Hadiah
70 Chapter 70 : Menolak Kembali
71 Chapter 71 : Drama Sekolah
72 Chapter 72 : Back Off
73 Chapter 73 : Prediksi Tepat
74 Chapter 74 : Engagement Day
75 Chapter 75 : Bertemu Kamu
76 Chapter 76 : Takut
77 Chapter 77 : Merana
78 Chapter 78 : Reuni
79 Chapter 79 : Malu & Takut
80 Chapter 80 : Balapan Terakhir
81 Chapter 81 : Before Wedding
82 Chapter 82 : Wedding Agreement
83 Chapter 83 : Usaha
84 Chapter 84 : Quiz
85 Chapter 85 : Goals
86 Chapter 86 : A love
87 Chapter 87 : Kacau
88 Chapter 88 : Mabuk Aturan
89 Chapter 89 : Bos kecil
90 Bab 90 : Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2
Chapter 2 : Manusia Bumi
3
Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4
Chapter 4 - Telen Beban
5
Chapter 5 - Emosi Tragedi
6
Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7
Chapter 7 : Persoalan Genting
8
Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9
Chapter 9 : Balapan Lucu
10
Chapter 10 : Tawuran
11
Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12
Chapter 12 : Aksi Matt
13
Chapter 13 : Ngegas
14
Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15
Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16
Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17
Chapter 17 : Panji Perang
18
Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19
Chapter 19 : Kepergok
20
Chapter 20 : Meledak
21
Chapter 21 : Salting
22
Chapter 22 : Iya, Sayang.
23
Chapter 23 : Ring Road Love
24
Chapter 24 : Bersenang-senang
25
Chapter 25 : OMG
26
Chapter 26 : Kekacauan
27
Chapter 27 : Kalah
28
Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29
Chapter 29 : Toleransi nol
30
Chapter 30 : Wuu...
31
Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32
Chapter 32 : Bolos Bersama
33
Chapter 33 : Saingan, Iya...
34
Chapter 34 : Hukuman
35
Chapter 35 : Gulma
36
Chapter 36 : Back Street
37
Chapter 37 : Emang Enak
38
Chapter 38 : Loyal
39
Chapter 39 : Pahit & Pedas
40
Chapter 40 : Kabut
41
Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42
Chapter 42 : Sidang Keluarga
43
Chapter 43 : Sinarnya Redup
44
Chapter 43 : Sedikit Balasan
45
Chapter 45 : Markijayyy
46
Chapter 46 : Membingungkan
47
Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48
Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49
Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50
Chapter 50 : Ribut
51
Chapter 51 : Sangar
52
Chapter 52 : Menggila
53
Chapter 53 : Erat
54
Chapter 54 : Meeting Points
55
Chapter 55 : SERI
56
Chapter 56 : Gak Mudah
57
Chapter 56 : Maju Ke Depan
58
Chapter 58 : Heuheu
59
Chapter 59 : Bujuk Rayu
60
Chapter 60 : Tersedak
61
Chapter 61 : Ngeri
62
Chapter 62 : Parau
63
Chapter 63 : Gila sih
64
Chapter 64 : Baper
65
Chapter 65 : Good Goodbye
66
Chapter 66 : Evoleventador
67
Chapter 67 : Iya berdua
68
Chapter 68 : Lulus
69
Chapter 69 : Hadiah
70
Chapter 70 : Menolak Kembali
71
Chapter 71 : Drama Sekolah
72
Chapter 72 : Back Off
73
Chapter 73 : Prediksi Tepat
74
Chapter 74 : Engagement Day
75
Chapter 75 : Bertemu Kamu
76
Chapter 76 : Takut
77
Chapter 77 : Merana
78
Chapter 78 : Reuni
79
Chapter 79 : Malu & Takut
80
Chapter 80 : Balapan Terakhir
81
Chapter 81 : Before Wedding
82
Chapter 82 : Wedding Agreement
83
Chapter 83 : Usaha
84
Chapter 84 : Quiz
85
Chapter 85 : Goals
86
Chapter 86 : A love
87
Chapter 87 : Kacau
88
Chapter 88 : Mabuk Aturan
89
Chapter 89 : Bos kecil
90
Bab 90 : Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!