Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah

To the is the day. Akhirnya hari yang sudah di sepakati bersama kedua belah pihak siswa kesayangan guru dan siswa pembuat gaduh akan terlaksana. Mikaila dan Drew mendatangi ruang kepsek bersama setelah melakukan perdebatan sengit di kantin. Drew enggan mengakui kehebatan Mikaila sebagai anak emas, sementara dia hanya pecundang setengah koplak yang susah dilepas sekolah karena duit orang tuanya, akunya tadi dan keberadaan mereka membuat Pak Rama mengernyit, pasalnya dua siswa yang tak pernah akur itu tampak berteman baik secara kompak. Aneh lah, pasti ada apa-apa.

“Mau apa kalian?” Kedua mata hitam Pak Rama terlihat lebih dingin dari biasanya.

“Saya jamin penyerangan sekolah ada hubungannya sama kamu, Drew! Mau ganti rugi?”

“Bapak bisa ketemu mama, papa. Drew sudah bilang karena...” Tanpa basa-basi lagi, semua muntahan fakta yang tidak pernah Pak Rama duga sebelumnya mengacaukan bap yang sudah ia buat.

“Kenapa tidak dari kemarin kamu bilang sama saya!” Pak Rama membentak, “kamu juga Mikaila, bersekongkol juga kamu sama dia!”

Kok aku kena sih, parah nih, parah.. Udah ngotot gak usah ngomongin balapan kemarin pake jujur segala. Sekarang lihat nih, lihat, hukuman dari Pak Rama bakal nambah lagi.

“Kamu panggil semua anak-anak The Evolve Wild ke lapangan!”

Cuaks...

Drew meliriknya dengan tatapan tajam. Giliranmu!

Mikaila mengangguk samar, ia menahan Pak Rama yang akan berdiri.

“Jadi pak, berhubung kami memiliki bukti sangat akurat, saya ingin minta salinan cctv kemarin. Boleh, pak?” tanya Mikaila takut-takut.

“Buat apa?” Pak Rama bersedekap.

“Buat cari bukti-bukti kalo Matthew dalang dari sekolah ini, Pak!”

“Apa tidak cukup masalah yang kamu perbuat dengan sekolah mereka? Sekolah kita masih di bawah kredibilitas SMA Sanjaya Bakti setelah kekalahan kita kemarin, itu gara-gara kamu Mikaila.”

“Saya tau, Pak!” Mikaila berjingkat mangkel. “Saya jamin kalo masalah penyerangan murni bukan kesalahan geng sekolah kita, tapi karena kekalahan Matt waktu balapan. Dia iri dengan Tegar, Pak. Dia nyerang sekolah dan basecamp untuk balas dendam!”

“Cukup Mikaila! Kamu keluar.” Pak Rama menunjuk pintu dengan tegas.

Mikaila menguncupkan bibirnya lalu bermuram durja di kursi pesakitan yang hanya di duduki murid baru dan penuh problem. Tegar sudah kemarin, Drew sering, sekarang dia!

“Ayolah, Pak. Bikin ini jadi gong masa akhir jabatanku sebagai ketua OSIS. Saya bakal urus geng sekolah dengan sebaik-baiknya.”

Pak Rama tersenyum kecil dalam hati. Dia sangat mengerti betapa keras kepala Mikaila dan kegigihan gadis itu menjalankan tugas berat di sekolah itu.

“Baik, bapak akan memberi kesempatan ini pada kamu untuk membuktikan bahwa semua anggota geng The Evolve Wild kelas 12 lulus tahun ini dan memberikan bukti konkret pelaku penyerangan sekolah.”

ASTAGHFIRULLAH! Mikaila memikirkan sejenak uluran jabat tangan Pak Rama sebelum menyepakatinya dengan hati kecut.

“Sialan! Ngurus Drew aja susah banget, mana goblik banget dia. Apalagi ngurus rombongannya! Belum apa-apa udah capek aku.” keluh Mikaila dengan bahu merosot ke arah lapangan.

Di sana sudah lengkap anggota geng The Evolve Wild yang berdiri dengan sikap istirahat di tempat di depan guru BK, wali kelas dan Pak Rama yang menyusul kemudian.

“Kalian mau di hukum apa?” tanya Bu Weni.

Daffa dan Wicak lalu sikut-sikutan, Bu Weni yang suka bercanda-canda nampak terlihat serius, ngeri banget, gak biasanya begitu, pikir Daffa. “Di hukum seperti Tegar saja, Bu!” celetuknya tiba-tiba.

Spontan semua anggota geng tak terkecuali Mikaila menoleh ke arahnya.

Bu Weni dan Pak Rama saling tatap, mengangguk samar.

“Skorsing? Pemanggilan orang tua? Bersih-bersih sekolah seminggu? Ganti rugi kaca depan dan pembinaan?”

Mampus. Debar jantung mereka berdetak seirama. Mereka saling bertatapan, saling mempertimbangkan. Pemanggilan orang tua dan skorsing tidak ada di list mereka kecuali Daffa, soalnya dia pingin banget di perhatikan orang tuanya dan skorsing satu Minggu itu lumayan buat di rumah, buat sarapan bersama, jalan-jalan bareng dan walaupun harus di marahi dulu, Daffa sih oke-oke aja, yang lain protes.

“Jadi yang di skorsing hanya Daffa saja? Yang lain minta hukuman lain?” seru Bu Weni.

“Betul, Bu!” seru Mikaila sebelum di protes yang lain.

“Kalian keliling lapangan tiga kali, push up, sit up 10x dan cat ulang vandalisme di tembok sekolah sepulang sekolah!”

“Siap, Bu!” teriak Mikaila.

“Bangsat.” Maki Drew setelah guru-guru pergi dan mereka sedang berlari keliling lapangan. “Bayar tukang boleh nggak sih, Bray?”

“Mentang-mentang banyak duit terus apa-apa kamu ukur pake uang, Drew.” sahut Mikaila yang berlari di belakangnya.

“Loh, junior sok taat! Justru ideku ini ide cerdik, aku bisa ngasih rezeki ke tukangnya daripada gak ada duit apalagi kerjaan! Mikir panjang, otak kok adanya cuma negatif thinking!” sembur Drew berapi-api.

Mikaila mencebikkan bibir. “Di pikir-pikir lagi gak ada yang larang nyewa orang. Tumben otakmu ada benerannya, Drew. Setuju-setuju aku!”

Drew memelankan langkahnya, lelah sudah mendera mereka yang telah menyelesaikan hukuman fisik hingga sore harinya hukuman fisik kembali terlaksana.

“Semangat Mikaila. Cie... jadi geng The Evolve Wild.” seru Melody dan Sarina dengan dramatis ketika ketua osisnya sedang mengepel lantai kelas bersama Daffa dan Wicak.

Mikaila mendengus. “Bukannya bantuin cuma cerewet kalian berdua!”

“Gak setia kawan emang sahabatmu, Mik. Udah gabung aja sama kita-kita, pasti setia kok apalagi Tegar.” potong Daffa.

Melody dan Sarina menjulurkan lidah seraya melengos. “Kita bantu doa aja, Mik, kamu jadian sama Tegar.” seru keduanya saat melewati Dela dan Mira yang ikut menyaksikan hukuman yang Mikaila jalani.

Dela mendengus. “Gak mungkin sekelas Tegar mau sama Mika, dia cuma anak beasiswa!”

“Pembuat masalah lagi, Tegar juga pilih-pilih kali.” sahut Mira.

Melody dan Sarina kompak berhenti melangkah lalu menghampiri musuh mereka.

“Terus kenapa kalo cuma anak beasiswa dan pembuat onar? Punya masalah sampai segitunya kamu sama Mika?” Melody menaruh tasnya di lantai. Pemegang sabuk hitam taekwondo kelas tiga itu menaikkan alisnya.

“Nggak ingat kamu terakhir nyentuh Mikaila?Soal ngunci kamar mandi kemarin juga untung Mikaila gak dendam sama kamu karena ada Tegar, coba kalo sampai dia kekurung seharian? Aku jamin menyesal kamu pasti!”

Dela lalu meraih tangan Mira seraya meninggalkan Melody dan Sarina yang pernah menyerangnya dengan satu jurus taekwondo kala ia menempelkan permen karet di rambut Mikaila.

“Selama ada Melody, kita gak bisa nyerang Mika secara terbuka, Mir. Mending kita pulang aja!” ucap Dela lalu menoleh sekilas. Mikaila, Daffa, dan Wicak menghampiri Melody dan Sarina sambil bertepuk tangan. Hebat, Melody memang cantik dan ceria, tapi dia juga jago bela diri.

“Lagian apa cakepnya Tegar sih, Del. Cakepan juga Ben, The Horizon Blast harus tahu kalo the Evolve Wild sama Mikaila di hukum!”

“Bener-bener.” Dela bersorak girang. “Kita ke markas mereka aja sekarang, biar makin panas itu dada Drew dan Mika. Dengar kan, Mika bakal ngurus the Evolve Wild? Kita rusak rencananya!” Dela dan Mira bertos-tos ria seraya pergi ke parkiran sekolah.

...----------------...

Terpopuler

Comments

CebReT SeMeDi

CebReT SeMeDi

malah hancurin sekolah sendiri, dasar Cewek² g punya masa depan jadi tukang ngadu domba

2023-08-13

1

Cut SNY@"GranyCUT"

Cut SNY@"GranyCUT"

Eh ada mata2 penghianat sekolah nih.. Dela dan Mira

2023-08-10

0

Uphe Fenty Agesty💞

Uphe Fenty Agesty💞

liat aja ntar loe...
belum tau aja klu the horizon blast pd pengecut semua....

2023-08-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2 Chapter 2 : Manusia Bumi
3 Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4 Chapter 4 - Telen Beban
5 Chapter 5 - Emosi Tragedi
6 Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7 Chapter 7 : Persoalan Genting
8 Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9 Chapter 9 : Balapan Lucu
10 Chapter 10 : Tawuran
11 Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12 Chapter 12 : Aksi Matt
13 Chapter 13 : Ngegas
14 Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15 Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16 Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17 Chapter 17 : Panji Perang
18 Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19 Chapter 19 : Kepergok
20 Chapter 20 : Meledak
21 Chapter 21 : Salting
22 Chapter 22 : Iya, Sayang.
23 Chapter 23 : Ring Road Love
24 Chapter 24 : Bersenang-senang
25 Chapter 25 : OMG
26 Chapter 26 : Kekacauan
27 Chapter 27 : Kalah
28 Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29 Chapter 29 : Toleransi nol
30 Chapter 30 : Wuu...
31 Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32 Chapter 32 : Bolos Bersama
33 Chapter 33 : Saingan, Iya...
34 Chapter 34 : Hukuman
35 Chapter 35 : Gulma
36 Chapter 36 : Back Street
37 Chapter 37 : Emang Enak
38 Chapter 38 : Loyal
39 Chapter 39 : Pahit & Pedas
40 Chapter 40 : Kabut
41 Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42 Chapter 42 : Sidang Keluarga
43 Chapter 43 : Sinarnya Redup
44 Chapter 43 : Sedikit Balasan
45 Chapter 45 : Markijayyy
46 Chapter 46 : Membingungkan
47 Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48 Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49 Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50 Chapter 50 : Ribut
51 Chapter 51 : Sangar
52 Chapter 52 : Menggila
53 Chapter 53 : Erat
54 Chapter 54 : Meeting Points
55 Chapter 55 : SERI
56 Chapter 56 : Gak Mudah
57 Chapter 56 : Maju Ke Depan
58 Chapter 58 : Heuheu
59 Chapter 59 : Bujuk Rayu
60 Chapter 60 : Tersedak
61 Chapter 61 : Ngeri
62 Chapter 62 : Parau
63 Chapter 63 : Gila sih
64 Chapter 64 : Baper
65 Chapter 65 : Good Goodbye
66 Chapter 66 : Evoleventador
67 Chapter 67 : Iya berdua
68 Chapter 68 : Lulus
69 Chapter 69 : Hadiah
70 Chapter 70 : Menolak Kembali
71 Chapter 71 : Drama Sekolah
72 Chapter 72 : Back Off
73 Chapter 73 : Prediksi Tepat
74 Chapter 74 : Engagement Day
75 Chapter 75 : Bertemu Kamu
76 Chapter 76 : Takut
77 Chapter 77 : Merana
78 Chapter 78 : Reuni
79 Chapter 79 : Malu & Takut
80 Chapter 80 : Balapan Terakhir
81 Chapter 81 : Before Wedding
82 Chapter 82 : Wedding Agreement
83 Chapter 83 : Usaha
84 Chapter 84 : Quiz
85 Chapter 85 : Goals
86 Chapter 86 : A love
87 Chapter 87 : Kacau
88 Chapter 88 : Mabuk Aturan
89 Chapter 89 : Bos kecil
90 Bab 90 : Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2
Chapter 2 : Manusia Bumi
3
Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4
Chapter 4 - Telen Beban
5
Chapter 5 - Emosi Tragedi
6
Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7
Chapter 7 : Persoalan Genting
8
Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9
Chapter 9 : Balapan Lucu
10
Chapter 10 : Tawuran
11
Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12
Chapter 12 : Aksi Matt
13
Chapter 13 : Ngegas
14
Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15
Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16
Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17
Chapter 17 : Panji Perang
18
Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19
Chapter 19 : Kepergok
20
Chapter 20 : Meledak
21
Chapter 21 : Salting
22
Chapter 22 : Iya, Sayang.
23
Chapter 23 : Ring Road Love
24
Chapter 24 : Bersenang-senang
25
Chapter 25 : OMG
26
Chapter 26 : Kekacauan
27
Chapter 27 : Kalah
28
Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29
Chapter 29 : Toleransi nol
30
Chapter 30 : Wuu...
31
Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32
Chapter 32 : Bolos Bersama
33
Chapter 33 : Saingan, Iya...
34
Chapter 34 : Hukuman
35
Chapter 35 : Gulma
36
Chapter 36 : Back Street
37
Chapter 37 : Emang Enak
38
Chapter 38 : Loyal
39
Chapter 39 : Pahit & Pedas
40
Chapter 40 : Kabut
41
Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42
Chapter 42 : Sidang Keluarga
43
Chapter 43 : Sinarnya Redup
44
Chapter 43 : Sedikit Balasan
45
Chapter 45 : Markijayyy
46
Chapter 46 : Membingungkan
47
Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48
Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49
Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50
Chapter 50 : Ribut
51
Chapter 51 : Sangar
52
Chapter 52 : Menggila
53
Chapter 53 : Erat
54
Chapter 54 : Meeting Points
55
Chapter 55 : SERI
56
Chapter 56 : Gak Mudah
57
Chapter 56 : Maju Ke Depan
58
Chapter 58 : Heuheu
59
Chapter 59 : Bujuk Rayu
60
Chapter 60 : Tersedak
61
Chapter 61 : Ngeri
62
Chapter 62 : Parau
63
Chapter 63 : Gila sih
64
Chapter 64 : Baper
65
Chapter 65 : Good Goodbye
66
Chapter 66 : Evoleventador
67
Chapter 67 : Iya berdua
68
Chapter 68 : Lulus
69
Chapter 69 : Hadiah
70
Chapter 70 : Menolak Kembali
71
Chapter 71 : Drama Sekolah
72
Chapter 72 : Back Off
73
Chapter 73 : Prediksi Tepat
74
Chapter 74 : Engagement Day
75
Chapter 75 : Bertemu Kamu
76
Chapter 76 : Takut
77
Chapter 77 : Merana
78
Chapter 78 : Reuni
79
Chapter 79 : Malu & Takut
80
Chapter 80 : Balapan Terakhir
81
Chapter 81 : Before Wedding
82
Chapter 82 : Wedding Agreement
83
Chapter 83 : Usaha
84
Chapter 84 : Quiz
85
Chapter 85 : Goals
86
Chapter 86 : A love
87
Chapter 87 : Kacau
88
Chapter 88 : Mabuk Aturan
89
Chapter 89 : Bos kecil
90
Bab 90 : Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!