Chapter 9 : Balapan Lucu

Kedekatan Tegar dengan The Evolve Wild membawanya pada perubahan yang signifikan. Ia yang menjadi bagian dari sekelompok geng sekolah yang terdiri dari Drew, Daffa, Wicak, Dito, Gani, Rendi, Abidzar dan Lila sebagai satu-satunya perempuan salah arah mulai terang-terangan kembali ke Tegar versi Jakarta.

Setiap pulang sekolah ia menyempatkan diri untuk nongkrong bersama gengnya di ruko warung burjo sekaligus basecamp The Evolve Wild.

Tegar menerima rokok dari seniornya yang membelikan sepiring intel goreng dan es jeruk ke semua anggota geng. Drew memang royal, tapi otaknya gesrek bin sengklek sampai guru-guru pada heran, mau di luluskan tapi minim prestasi banyak sensasi mau di tahan-tahan tapi sudah bosan mengajarnya. Heran.

“Emang dasarnya Tegar irit ngomong, Bray. Makan doang yang banyak!” tukas Drew sambil mengangkat saku kakinya ke kursi. Jian..., gayanya sudah mirip preman kampung nunggu jatah harian.

“Di cuekin Mika tuh beberapa hari habis masuk BK kemarin. Paling-paling lagi tobat dia, jadi bikin Tegar gak semangat.” sahut Daffa.

“Naksir Mika toh ceritanya! Wahaha. Mika tuh jelek, Bray. Cantikan juga Dela. Seksi.” sahut Wicak. Playboy tanpa pacar, ceweknya gonta-ganti, tergantung siapa yang mau jalan sama dia.

Lila yang menjadi kekasih sejati Drew mendengus saat Drew mengiyakan dengan jujur. Dela seksi.

“Sama Dela aja, Gar. Aku aman, gak ada tuh yang gangguin dia!”

“Dih, kalo Tegar maunya sama Mika jangan maksa dong. Betul, Gar?” sambar Daffa.

“Ngomongin apa sih kalian!” Tegar berdiri dengan muka datar. “Gue mau balik.”

“Eh... Eh... Tunggu dulu bray.” ucap Drew sambil meraih tangannya. Tegar ditawari mencoba hal baru. Balapan liar.

“Kalo menang dapat duit, Bray. Lumayan buat jajan.” Drew menyeringai. Sedikit banyak tahu kondisi Tegar. Dari style memang oke dia, dari isi dompet. Drew juaranya. “Motormu bisa tuh, tinggal servis cek kendaraan.”

Tegar dan Daffa saling pandang. Bingung. Dengan tawaran sedemikian mudahnya ia bisa mendapatkan uang tanpa susah-susah memasukkan lamaran kerja.

Tegar mengiyakan. Di luar dugaan Drew. Secepat itu Tegar setuju. Drew berdiri, mempunyai motor sport modifikasi tak membuatnya mencibir motor Tegar. Dia ngerti tidak murah memodifikasi motor biasa menjadi motor serupa itu. Dari spek, semua nyaris unggul.

“Tak antar ke bengkel langganan!”

Kedua cowok itu segera menaiki motor masing-masing dan menuju tempat yang di tuju. Untung duit jajan Tegar yang berkurang dari biasanya masih mampu membiayai servis motor karena hanya mengganti oli dan kampas rem+kopling.

Malamnya, Tegar pamit keluyuran malam untuk kali pertama. Shinta mendadak was-was dan senang putranya sudah nyaman tinggal di Solo dan mempunyai banyak teman baru.

Di tempat balapan, Tegar menghampiri The Evolve Wild yang parkir di bahu jalan di tengah suasana malam yang dingin dan temaram.

“Kita tunggu lawanmu, Gar.” kata Drew yang nangkring di atas motor.

“Anak The Horizon Blast, SMA sebelah.” jelas Daffa.

Tegar mengangguk lalu menikmati suasana balapan liar yang sedang berlangsung di jalan yang biasanya nampak ramai dengan aktivitas.

Beberapa saat kemudian, Tegar yang mengetuk-ngetuk spedometer memandang pecahnya penonton ke bahu jalan saat The Horizon Blast dengan motor yang super berisik datang.

“Siapa yang nantang, Matt?” teriak Ben, humas The Horizon Blast.

Drew tertawa pelan sambil melompat dari motor. “Aku dong!” Ia merangkul Tegar dan bersama-sama gengnya mendekati The Horizon Blast yang turun dari motor juga.

Drew menatap Matthew yang menjadi ketua geng. “Aku bawa anggota baruku buat nantang kamu, Mat!” ucapnya berapi-api.

Anjir, di lempar ke sarang musuh gue. Sinting juga Drew! Mana gue belum hafal jalan ini lagi!

Tegar memberikan senyum sinisnya pada geng motor The Horizon Blast yang semuanya memakai rompi jins sobek-sobek dengan emblem logo geng mereka yang dijahit sana-sini demi menunjukkan eksistensi.

“Berani gak?” tanyanya angkuh.

Matthew tersenyum remeh, “Mental kanebo basah lu! Gak terima kalah terus bawa-bawa anak baru kamu!”

Mattew menatap Tegar yang nyaris sempurna sebagai pembalap nyantai. Jaket hitam, celana joger, dan sneaker hangout jelas mempermudah fleksibilitas dalam menggeber motor tetapi tampilan santai Tegar memang menunjukkan bahwa ia anak geng motor baru.

“Buat anak baru kayak gini, sih, enaknya Ben aja yang duel. Sama gue besok kalo udah menang!”

“Oke.” Tegar menyanggupi tanpa beban. Keduanya peserta balapan liar langsung ke garis start.

Di atas motor yang sedang di geber-geber untuk pemanasan mesin, Tegar menghela napas.

Gue ngikutin dia ajalah daripada kesasar. Mampus ntar gue gak bisa balik rumah. Mama nangis.

Tegar menatap Ben yang menatapnya penuh permusuhan.

“Pulang aja sono, tidur, daripada balapan, ntar dimarahi mama!” ledek Ben.

Tegar menyeringai. “Iya kak!”

Warga setempat yang selesai mengambil uang taruhan berdiri di depan garis start. “SIAP!” Wushh... Dua suara knalpot yang berbeda mengudara. Tegar dan Ben menggeber motornya kuat-kuat melewatinya.

Di arena balap, Ben yang menggebu-gebu menyalip Tegar lalu tersenyum jumawa.

Lu duluan, ntar kalo udah kelihatan rame-rame lagi, gue ngebut. Batin Tegar. Tubuhnya panas dingin, balapan liar itu memacu adrenalinnya yang sudah lama istirahat. Dan begitu motor melewati tikungan tajam, rame-rame penonton terlihat. Tegar menggeber motornya sekuat tenaga dengan mental dan emosi yang meningkat.

Gue perlu duit jajan!

Wushhh... Tegar melewati Ben yang nyaris merasakan euforia kemenangan.

The Evolve Wild bersorak gembira. “Anak baru bisa diandalkan!” seru Drew lalu menahan motor Tegar yang nyaris mencium kakinya.

“Hebat, Bray. Hebat-hebat. Keren kamu. Tos-tos.”

Di sisi lain, Matthew menggeram jengkel sambil mengeplak helm Ben.

“Lawan anak baru gak bisa! Malu-maluin geng!”

“Sorry, lah habis dia nyante banget tadi balapannya. Aku jadi gegabah di garis akhir.” Ben menyeringai.

The Horizon Blast pun menatap kemenangan musuh mereka dengan ekspresi dongkol abis, bengis, dan tidak percaya diri.

“Aku tantang kamu di trek yang lebih panjang dan panas di Jogja! Seminggu lagi” teriak Matthew.

Drew mengacungkan jempolnya lalu memutarnya ke bawah. “Loser!”

Matthew dan gengnya naik ke atas motor, meninggalkan area balap dan meluncur ke markas mereka untuk menyusun strategi.

Di bahu jalan Tegar menerima separuh dari uang taruhan dengan jumlah 500rb. Lumayan mengisi kantongnya, tetapi ia perlu mentraktir gengnya dengan membeli anggur merah di warung mbok jamu dan membawanya ke markas.

Hari-hari berikutnya. Tegar kembali keluyuran malam, nongkrong terus dan keliling kota dengan gengnya. Ia pun sampai menggunakan uang sakunya untuk reparasi motornya hingga membuat Shinta khawatir.

Shinta menghubungi Harris untuk mempedulikan anaknya yang mulai bertingkah. Uang 500 juta pun kian menipis setelah digunakan memberi rumah baru setelah Shinta dan kakak laki-laki yang memiliki tiga anak dewasa berkonflik. Tegar pun mulai putar otak, ia harus menghasilkan uang sendiri. Dengan cara paling mudah dan ekstrim, ia mulai rutin ikut balapan setiap kali ada kesempatan. Tegar bertekad dan bersenang-senang untuk meluapkan emosi terdalamnya perihal sang ayah yang tidak bisa dihubungi.

“Gar, jangan lupa besok malam Minggu!” teriak Drew dan Mikaila yang mendengarnya, menahan Daffa untuk mengintrogasi perihal Tegar!

...***...

...Happy Reading ...

Terpopuler

Comments

Bambang

Bambang

ngakak banget kak. 🤣🤣🤣

2023-08-23

0

Cut SNY@"GranyCUT"

Cut SNY@"GranyCUT"

Lha uangnya buat foya2 beli anggur merah, mabuk.

2023-08-09

0

Cut SNY@"GranyCUT"

Cut SNY@"GranyCUT"

Jatah dari Bokap berkurang buat biaya kampanye😁

2023-08-09

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2 Chapter 2 : Manusia Bumi
3 Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4 Chapter 4 - Telen Beban
5 Chapter 5 - Emosi Tragedi
6 Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7 Chapter 7 : Persoalan Genting
8 Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9 Chapter 9 : Balapan Lucu
10 Chapter 10 : Tawuran
11 Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12 Chapter 12 : Aksi Matt
13 Chapter 13 : Ngegas
14 Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15 Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16 Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17 Chapter 17 : Panji Perang
18 Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19 Chapter 19 : Kepergok
20 Chapter 20 : Meledak
21 Chapter 21 : Salting
22 Chapter 22 : Iya, Sayang.
23 Chapter 23 : Ring Road Love
24 Chapter 24 : Bersenang-senang
25 Chapter 25 : OMG
26 Chapter 26 : Kekacauan
27 Chapter 27 : Kalah
28 Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29 Chapter 29 : Toleransi nol
30 Chapter 30 : Wuu...
31 Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32 Chapter 32 : Bolos Bersama
33 Chapter 33 : Saingan, Iya...
34 Chapter 34 : Hukuman
35 Chapter 35 : Gulma
36 Chapter 36 : Back Street
37 Chapter 37 : Emang Enak
38 Chapter 38 : Loyal
39 Chapter 39 : Pahit & Pedas
40 Chapter 40 : Kabut
41 Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42 Chapter 42 : Sidang Keluarga
43 Chapter 43 : Sinarnya Redup
44 Chapter 43 : Sedikit Balasan
45 Chapter 45 : Markijayyy
46 Chapter 46 : Membingungkan
47 Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48 Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49 Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50 Chapter 50 : Ribut
51 Chapter 51 : Sangar
52 Chapter 52 : Menggila
53 Chapter 53 : Erat
54 Chapter 54 : Meeting Points
55 Chapter 55 : SERI
56 Chapter 56 : Gak Mudah
57 Chapter 56 : Maju Ke Depan
58 Chapter 58 : Heuheu
59 Chapter 59 : Bujuk Rayu
60 Chapter 60 : Tersedak
61 Chapter 61 : Ngeri
62 Chapter 62 : Parau
63 Chapter 63 : Gila sih
64 Chapter 64 : Baper
65 Chapter 65 : Good Goodbye
66 Chapter 66 : Evoleventador
67 Chapter 67 : Iya berdua
68 Chapter 68 : Lulus
69 Chapter 69 : Hadiah
70 Chapter 70 : Menolak Kembali
71 Chapter 71 : Drama Sekolah
72 Chapter 72 : Back Off
73 Chapter 73 : Prediksi Tepat
74 Chapter 74 : Engagement Day
75 Chapter 75 : Bertemu Kamu
76 Chapter 76 : Takut
77 Chapter 77 : Merana
78 Chapter 78 : Reuni
79 Chapter 79 : Malu & Takut
80 Chapter 80 : Balapan Terakhir
81 Chapter 81 : Before Wedding
82 Chapter 82 : Wedding Agreement
83 Chapter 83 : Usaha
84 Chapter 84 : Quiz
85 Chapter 85 : Goals
86 Chapter 86 : A love
87 Chapter 87 : Kacau
88 Chapter 88 : Mabuk Aturan
89 Chapter 89 : Bos kecil
90 Bab 90 : Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2
Chapter 2 : Manusia Bumi
3
Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4
Chapter 4 - Telen Beban
5
Chapter 5 - Emosi Tragedi
6
Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7
Chapter 7 : Persoalan Genting
8
Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9
Chapter 9 : Balapan Lucu
10
Chapter 10 : Tawuran
11
Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12
Chapter 12 : Aksi Matt
13
Chapter 13 : Ngegas
14
Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15
Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16
Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17
Chapter 17 : Panji Perang
18
Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19
Chapter 19 : Kepergok
20
Chapter 20 : Meledak
21
Chapter 21 : Salting
22
Chapter 22 : Iya, Sayang.
23
Chapter 23 : Ring Road Love
24
Chapter 24 : Bersenang-senang
25
Chapter 25 : OMG
26
Chapter 26 : Kekacauan
27
Chapter 27 : Kalah
28
Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29
Chapter 29 : Toleransi nol
30
Chapter 30 : Wuu...
31
Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32
Chapter 32 : Bolos Bersama
33
Chapter 33 : Saingan, Iya...
34
Chapter 34 : Hukuman
35
Chapter 35 : Gulma
36
Chapter 36 : Back Street
37
Chapter 37 : Emang Enak
38
Chapter 38 : Loyal
39
Chapter 39 : Pahit & Pedas
40
Chapter 40 : Kabut
41
Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42
Chapter 42 : Sidang Keluarga
43
Chapter 43 : Sinarnya Redup
44
Chapter 43 : Sedikit Balasan
45
Chapter 45 : Markijayyy
46
Chapter 46 : Membingungkan
47
Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48
Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49
Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50
Chapter 50 : Ribut
51
Chapter 51 : Sangar
52
Chapter 52 : Menggila
53
Chapter 53 : Erat
54
Chapter 54 : Meeting Points
55
Chapter 55 : SERI
56
Chapter 56 : Gak Mudah
57
Chapter 56 : Maju Ke Depan
58
Chapter 58 : Heuheu
59
Chapter 59 : Bujuk Rayu
60
Chapter 60 : Tersedak
61
Chapter 61 : Ngeri
62
Chapter 62 : Parau
63
Chapter 63 : Gila sih
64
Chapter 64 : Baper
65
Chapter 65 : Good Goodbye
66
Chapter 66 : Evoleventador
67
Chapter 67 : Iya berdua
68
Chapter 68 : Lulus
69
Chapter 69 : Hadiah
70
Chapter 70 : Menolak Kembali
71
Chapter 71 : Drama Sekolah
72
Chapter 72 : Back Off
73
Chapter 73 : Prediksi Tepat
74
Chapter 74 : Engagement Day
75
Chapter 75 : Bertemu Kamu
76
Chapter 76 : Takut
77
Chapter 77 : Merana
78
Chapter 78 : Reuni
79
Chapter 79 : Malu & Takut
80
Chapter 80 : Balapan Terakhir
81
Chapter 81 : Before Wedding
82
Chapter 82 : Wedding Agreement
83
Chapter 83 : Usaha
84
Chapter 84 : Quiz
85
Chapter 85 : Goals
86
Chapter 86 : A love
87
Chapter 87 : Kacau
88
Chapter 88 : Mabuk Aturan
89
Chapter 89 : Bos kecil
90
Bab 90 : Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!