Skorsing yang dijalani Tegar dan kekacauan di sekolah membuat Mikaila dan The Evolve Wild rela berkumpul bersama. Mau tidak mau, Mikaila harus menguras tenaga dan emosinya demi keberlangsungan kehidupannya di sekolah dengan bekerja sama dengan makhluk-makhluk yang kerap menaikkan emosinya.
Sore hari, di rumah Drew yang bergelimang harta dan pernak-pernik mahakarya pengerajin Nusantara. Mikaila berkacak pinggang menghadap Drew yang alpa tadi pagi.
“Sekarang gimana caranya kita balas dendam ke Mamat dkk tapi dengan cara yang manis dan gurih!” ucapnya tegas.
“Emang cilok Mang Asep depan sekolah, Mik. Kalo ngomong yang bener dong, manis gurih.” sahut Daffa.
Mikaila menghela napas sambil mendorong bahunya. “Mikir deh Drew, mereka gak akan tinggal diam dan kita-kita bakal di awasi guru sampai mereka ketemu pelaku penyerangan sekolah! Aku stress!” ucapnya tanpa basa-basi lagi.
“Kamu saksinya gimana aku tempur sama Rio demi mengunggulkan nama sekolah, sekarang kalian malah jadi musuh dalam selimut! Pasti nih ya sekolahnya ngira kita ini cuma peniru!” tandasnya berang.
Drew menggilas rokoknya di asbak tengkorak seraya menghela napas. “Gar, mulut nih cewek kamu tutup pake bibirmu lah. Cerewet banget!”
Tegar menoleh sembari menyunggingkan senyum. “Tergantung ceweknya mau nggak!”
Mikaila menyambar bungkus makanan ringan dan melemparkannya ke Tegar. “Siapa kamu cium-cium aku, ngaca deh!”
“Calon pacarmu paling.” sambut Wicak, “sudah terang-terangan kangen dan perhatian, kalian cuma perlu sedikit percikan bunga asmara dan kencan pertama.”
“Didoain dong makanya!” katanya dengan ekspresi sungguh-sungguh dan ekspresi muka yang serius.
Tegar tergelak. Sungguh diluar pikirannya kalau ada cewek setransparan Mikaila karena biasanya gadis-gadis akan malu-malu kucing dengan perasaannya, tapi gadis ini emang lain, dia itu beneran tidak punya malu!
“Gue juga lihat-lihat bibir siapa yang sanggup gue jadikan ciuman pertama.”
“Udah Bray, udah. Kita lagi rapat masa depan kita di sekolah bukan cium-ciuman, elah, bangsat, hargai jomblo!” potong Daffa. “Lanjut diskusinya.”
Kembali Drew berwajah serius. “CCTV udah ada, kita cuma perlu cari bukti tambahan apalagi motor mereka ada yang ketinggalan, sekarang pasti ada tuh Mamat cs yang lagi cari motornya dan di marahin Mak-bapaknya!”
“Pembalasan kita main cerdik, Drew. Bukan tawuran lagi!” sergah Mikaila.
“Emang bukan tawuran, junior kampret!” Drew mendesis. ”Kita bagi tugas, kamu salin rekaman cctv, kita cari bukti di lapangan.”
“Terus motornya mau digimanain?”
“Terpaksa, aku harus bilang kalo mereka juga nyerang basecamp dan ngomong jujur balapan kemarin! Mereka harus kena semprot kepsek dan BK!”
“Jangan!” sahut Tegar. “Nanti semua kena skorsing. Biar aku aja, kalian cuma perlu bantu sekolah ngasih bukti secara diam-diam!”
“Itu udah jelas, Bray. Tapi the Horizon Blast perlu kena batunya. Itu harus! Rencana lanjutan kita pikir nanti, setuju, Bray?” Drew menatap teman-temannya.
Bray, Bray. Mikaila menyambar minuman kaleng di meja seraya duduk di dekat Daffa sementara Tegar main game tanpa memperdulikan kehadirannya. Sungguh tidak berperikemikailaan!
“Terus gimana sama masalah Tegar bersih-bersih sekolah? Kalian geng! Satu di hukum semua kena!”
“Perhatian banget sih, Tegar aja oke tuh bersih-bersih sekolah sendiri.” Daffa meringis saat Mikaila menabok pahanya kuat-kuat.
“Pokoknya aku gak mau tau kalian semua setiap pulang sekolah ikut bersih-bersih sekolah, minimal kalian bikin nama geng terlihat bagus di mata guru-guru, bukan cuma balapan doang yang diagung-agungkan terus bikin masalah setiap hari! Ngerti kalian.” bentak Mikaila dengan suara fatal.
Drew berdiri dengan muka iseng seraya menepuk bahu teman-temannya. “Nih cewek enaknya diapain, Bray? Udah sendirian, nyolot abis, hobi ngatur-ngatur lagi.” Drew, Dito, dan Gani mengerubungi Mikaila dengan berdiri di depannya sementara Daffa dan Wicak otomotif mengapit gadis itu di sofa. Semua menyeringai lebar bak serigala yang menemukan buruan hanya Tegar yang mengawasinya dengan santai
Mikaila meremas kaleng minuman dengan cemas. Ia merasa seperti hendak di nodai pemuda-pemuda itu dan ternyata tiba-tiba Drew-Gani meraih pergelangan kakinya, Daffa-Wicak membopongnya. Mereka bersusah payah membawanya ke pinggir kolam renang. Mereka tertawa riang ditengah situasi pemberontak gadis yang memanggil-manggil nama Tegar sebelum mengayunkannya dan byurrr...
Gelagapan Mikaila berusaha mencapai permukaan air setelah dunianya gelap sekaligus basah semua. Mikaila mengusap wajahnya lalu mencipratkan air kolam ke arah mereka yang berlari tunggang langgang ke balkon. “Kampret kalian semua, beraninya sama cewek lagi. Banci tau gak, rese banget, sialan.......!”
Geng The Evolve Wild tertawa-tawa. Pembalasan itu sudah cukup menyenangkan hati mereka setelah Mikaila menjadi gadis sok yang menyebalkan.
“Tolongin dia, Gar!” bujuk Daffa.
Tegar menyelesaikan game-nya seraya mencopot jaketnya. “Lihat aja, tambah murka itu cewek sama kita.”
“Hadapi dong.”
Tegar menghampiri Mikaila seraya mengulurkan tangannya. “Bisa?”
Mikaila menyerang Tegar dengan menariknya kuat-kuat ke dalam kolam. Jelas Tegar gelagapan, dia ke permukaan air seraya mengusap wajahnya.
“Balas dendam nona?” Tegar mendekat.
“Anggap aja satu sama!” desis Mikaila sebelum menyelam untuk menghindari Tegar yang menonton wajahnya lalu ke baju seragamnya yang melekat pada tubuh.
...***...
...Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
CebReT SeMeDi
cewek strong mandiri ya kek gini, orang cerewet itu pasti setia gar 🤣🤣
2023-08-13
1
Umine LulubagirAwi
walah, gar2x. jgn modus ga sngja gtu lihatinnya! 🙈
2023-08-03
0
Tini Wartini
Jdi lah geng yg manis & gurih,...tdk hny tawuran & balapan liar...😁😁
2023-08-01
0