Chapter 7 : Persoalan Genting

Hari berganti, seminggu berlalu. Tegar menerima uang terakhir dari Mikaila yang menuntaskan janjinya memberi uang 20rb perhari dan menemaninya beradaptasi tanpa beban.

“Selesai tugasku. Aku bebas, wuahh...!” Mikaila berseru dengan suara fatal yang membuat Tegar mengira cewek itu hanya terpaksa mengurusinya.

Tegar mendengus seraya mengeluarkan dompet dari celana olahraga. Tegar mengeluarkan uang Mikaila yang kini berjumlah seratus dua puluh ribu.

“Aku gak butuh!” Tegar melipat keseluruhan uang itu seraya menjejalkan ke saku tas Mikaila. “Makasih udah nemenin!”

Tegar berbalik, ia melebarkan langkah dengan terburu-buru menebus rintik hujan ke arah parkiran sekolah untuk mengambil motor.

Gue kira dia seneng jalan sama gue, ternyata gue beban dia. Mirip bokap, bangsat!

Tegar mencolok lubang kunci motor dengan emosi, ia menggeber motornya sekuat tenaga sampai memancing atensi siswa-siswi yang menunggu hujan reda di penghujung sore.

Mikaila meraih uang itu dengan muka masam. “Dia kenapa sih. Kalo gak mau ngapain nggak bilang dari kemarin sampai aku bawa bekal dua rantang! Nyebelin.”

Disulut rasa kesal, Mikaila berlari dari bawah peneduh saat Tegar menggeber motornya keluar parkiran. Dia mencegat Tegar yang perlu menarik remnya kuat-kuat agar tidak menabraknya.

“Mau sakit kamu?” teriak Tegar jengkel. “Otakmu di pake!”

“Nebeng!” Tanpa persetujuan, Mikaila naik ke atas motor, “antar pulang.”

Tegar memindahkan tasnya ke depan badan seraya menggeber motornya keluar sekolah tanpa minat. Terulang kembali dia harus menguras emosi untuk meladeni gadis sesuka hati sampai ke rumahnya dengan keadaan basah kuyup.

“Aku gak terima kamu balikin duitku sekarang, enak bener kamu. Aku lho sampai bawa dua rantang ke sekolah biar tetap kenyang tanpa jajan. Di ejek Dela lagi. Pokoknya aku gak mau tau, kamu kudu beliin aku apapun pakai duit tadi!” Mikaila menyerahkan uangnya setelah turun dari motor.

Tegar beruntung mereka sanggup melewati jalan tikus demi menghindari tilang online. Tapi ia tidak beruntung saat Sera menyuruhnya mampir sambil melambaikan tangan dari teras rumah.

“Besok aja, Tante. Basah semua!” seru Tegar. Gue lagi males bertamu sekarang, anakmu bikin dongkol.

Mikaila mengusap wajahnya yang basah kuyup dengan ekspresi semringah. “Cie janji datang lagi, kita tunggu deh.”

Tegar menjejalkan uang 120rb ke saku jaket seraya pulang ke rumah.

Shinta yang menyambut anaknya geleng-geleng kepala, kembali ia menyaksikan putranya basah dan cemberut.

“Bisa gak kak, pulang sekolah seneng gitu? Mama lihat seminggu sekolah kamu bete mulu. Ada masalah? Kamu di bully?”

“Gak, Ma. Biasa aja.”

“Terus? Oh, kamu berantem?”

“Enggak, Ma. Tegar cuma banyak tugas. Papa masih gak bisa dihubungi?” Tegar mengalihkan pembicaraan. Mikaila pantang diceritakan sebelum jadian.

“Mama udah coba chat dan telepon, cuma gak terhubung. Mungkin papa sibuk jadi gak sempet lihat hpnya!”

“Ya kalo inget punya hp simpanan, Ma. Udah tua kan? Takutnya pikun.”

“Gar...” Shinta membalas dengan nada masam. “Ayahmu lagi usaha, kita maklumi aja!”

“Terserah mama!” Tegar masuk ke rumah yang sangat berbeda kondisinya dengan di Jakarta. Kesunyian kerap merajalela di seluruh sudut-sudut ruangan. Hanya sekali dua kali rengekan Dinda terdengar menanyakan kedatangan ayahnya. Selebihnya bocah itu cemberut. Barangkali gadis yang akan menginjak usia 11 tahun itu sudah mengerti sedikit banyak ayahnya antara ada dan tiada.

Keesokan paginya, kegiatan sekolah kembali dilaksanakan. Tegar berangkat sekolah lebih awal untuk menaruh hadiah di laci Mikaila.

“Tumben udah masuk, Bray.” Daffa mengajak Tegar bertos-tos. “Ke kantin yuk? Drew mau kenalan sama kamu tuh? Motormu katanya keren banget. Biasa buat balapan?”

Cerocosan Daffa hanya Tegar tanggapi dengan anggukan kepala. Bersama Wicak yang baru datang, mereka pergi ke kantin.

Drew membuang rokoknya ke saluran air di pojokan kantin yang tak terlihat dari pusat persekolahan dan guru-guru. Pentolan geng The Evolve Wild itu nampaknya memang anak yang rajin mampir ke kantin pagi-pagi untuk sarapan.

Tegar mengulurkan tangan saat Drew mengajaknya bersalaman. “Tegar.” ucapnya dingin.

Drew meringis sambil menyuruhnya duduk-duduk. “Pindahan dari Jakarta udah bisa ngapain aja di sini?”

“Nurutin Mika ngerjain PR dan tugas kelas!” timpal Daffa.

Drew tertawa sembari memasukkan baju seragamnya ke celana setelah lagu pertanda dimulainya jam sekolah terdengar.

“Mikaila bagi kita musuh, banyak yang gak suka sama dia karena otoriter! Dua kali aku masuk BK gara-gara ketahuan ngerokok sama dia!” keluh Drew sambil menawarkan bungkusan rokok ke Tegar.

“Santai. The Evolve Wild bisa terima anak baru asal gak bocor ke Mika. Tuh anak embernya setengah modar sama guru-guru! Makanya jadi ketua OSIS.”

Tegar mendengus dengan hati dongkol. Ternyata kedekatannya dengan Mikaila sudah menyebar bagai virus.

Gue bakal pindah kursi, Mikaila cs bikin gue terlihat lemah dan amatir.

Di kelas, Mikaila menatap Tegar yang membereskan buku-buku paket dari laci.

“Mau ke mana?” tanyanya heran sambil mencekal pergelangan tangannya.

“Urusan kita udah selesai!” Tegar menghela napas, dengan tetap mencondongkan badan di berbisik. “Cek lacimu.”

Mikaila merogoh lacinya dan mendapatkan bungkusan plastik hitam berisi jaket rajut retro v-neck dan bandana merah.

“Makasih, tapi gak perlu sama notanya kali!” serunya sambil melempar kertas nota yang ia remas-remas ke arahnya.

“Biar lo ngerti gue gak ambil uangmu sepersen pun.”

Tegar menahan senyum sambil menyeret kursi ke bangku kosong di belakang Daffa dan Wicak.

...***...

^^^Bersambung ^^^

Terpopuler

Comments

CebReT SeMeDi

CebReT SeMeDi

masa SMA ku ga indah ngene Yo mbk Vi🫣🫣

2023-07-30

1

CebReT SeMeDi

CebReT SeMeDi

masa SMA ku ga indah ngene Yo mbk Vi🫣🫣

2023-07-30

1

choowie

choowie

cieee 🥰🥰🥰

2023-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2 Chapter 2 : Manusia Bumi
3 Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4 Chapter 4 - Telen Beban
5 Chapter 5 - Emosi Tragedi
6 Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7 Chapter 7 : Persoalan Genting
8 Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9 Chapter 9 : Balapan Lucu
10 Chapter 10 : Tawuran
11 Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12 Chapter 12 : Aksi Matt
13 Chapter 13 : Ngegas
14 Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15 Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16 Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17 Chapter 17 : Panji Perang
18 Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19 Chapter 19 : Kepergok
20 Chapter 20 : Meledak
21 Chapter 21 : Salting
22 Chapter 22 : Iya, Sayang.
23 Chapter 23 : Ring Road Love
24 Chapter 24 : Bersenang-senang
25 Chapter 25 : OMG
26 Chapter 26 : Kekacauan
27 Chapter 27 : Kalah
28 Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29 Chapter 29 : Toleransi nol
30 Chapter 30 : Wuu...
31 Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32 Chapter 32 : Bolos Bersama
33 Chapter 33 : Saingan, Iya...
34 Chapter 34 : Hukuman
35 Chapter 35 : Gulma
36 Chapter 36 : Back Street
37 Chapter 37 : Emang Enak
38 Chapter 38 : Loyal
39 Chapter 39 : Pahit & Pedas
40 Chapter 40 : Kabut
41 Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42 Chapter 42 : Sidang Keluarga
43 Chapter 43 : Sinarnya Redup
44 Chapter 43 : Sedikit Balasan
45 Chapter 45 : Markijayyy
46 Chapter 46 : Membingungkan
47 Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48 Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49 Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50 Chapter 50 : Ribut
51 Chapter 51 : Sangar
52 Chapter 52 : Menggila
53 Chapter 53 : Erat
54 Chapter 54 : Meeting Points
55 Chapter 55 : SERI
56 Chapter 56 : Gak Mudah
57 Chapter 56 : Maju Ke Depan
58 Chapter 58 : Heuheu
59 Chapter 59 : Bujuk Rayu
60 Chapter 60 : Tersedak
61 Chapter 61 : Ngeri
62 Chapter 62 : Parau
63 Chapter 63 : Gila sih
64 Chapter 64 : Baper
65 Chapter 65 : Good Goodbye
66 Chapter 66 : Evoleventador
67 Chapter 67 : Iya berdua
68 Chapter 68 : Lulus
69 Chapter 69 : Hadiah
70 Chapter 70 : Menolak Kembali
71 Chapter 71 : Drama Sekolah
72 Chapter 72 : Back Off
73 Chapter 73 : Prediksi Tepat
74 Chapter 74 : Engagement Day
75 Chapter 75 : Bertemu Kamu
76 Chapter 76 : Takut
77 Chapter 77 : Merana
78 Chapter 78 : Reuni
79 Chapter 79 : Malu & Takut
80 Chapter 80 : Balapan Terakhir
81 Chapter 81 : Before Wedding
82 Chapter 82 : Wedding Agreement
83 Chapter 83 : Usaha
84 Chapter 84 : Quiz
85 Chapter 85 : Goals
86 Chapter 86 : A love
87 Chapter 87 : Kacau
88 Chapter 88 : Mabuk Aturan
89 Chapter 89 : Bos kecil
90 Bab 90 : Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2
Chapter 2 : Manusia Bumi
3
Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4
Chapter 4 - Telen Beban
5
Chapter 5 - Emosi Tragedi
6
Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7
Chapter 7 : Persoalan Genting
8
Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9
Chapter 9 : Balapan Lucu
10
Chapter 10 : Tawuran
11
Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12
Chapter 12 : Aksi Matt
13
Chapter 13 : Ngegas
14
Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15
Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16
Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17
Chapter 17 : Panji Perang
18
Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19
Chapter 19 : Kepergok
20
Chapter 20 : Meledak
21
Chapter 21 : Salting
22
Chapter 22 : Iya, Sayang.
23
Chapter 23 : Ring Road Love
24
Chapter 24 : Bersenang-senang
25
Chapter 25 : OMG
26
Chapter 26 : Kekacauan
27
Chapter 27 : Kalah
28
Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29
Chapter 29 : Toleransi nol
30
Chapter 30 : Wuu...
31
Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32
Chapter 32 : Bolos Bersama
33
Chapter 33 : Saingan, Iya...
34
Chapter 34 : Hukuman
35
Chapter 35 : Gulma
36
Chapter 36 : Back Street
37
Chapter 37 : Emang Enak
38
Chapter 38 : Loyal
39
Chapter 39 : Pahit & Pedas
40
Chapter 40 : Kabut
41
Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42
Chapter 42 : Sidang Keluarga
43
Chapter 43 : Sinarnya Redup
44
Chapter 43 : Sedikit Balasan
45
Chapter 45 : Markijayyy
46
Chapter 46 : Membingungkan
47
Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48
Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49
Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50
Chapter 50 : Ribut
51
Chapter 51 : Sangar
52
Chapter 52 : Menggila
53
Chapter 53 : Erat
54
Chapter 54 : Meeting Points
55
Chapter 55 : SERI
56
Chapter 56 : Gak Mudah
57
Chapter 56 : Maju Ke Depan
58
Chapter 58 : Heuheu
59
Chapter 59 : Bujuk Rayu
60
Chapter 60 : Tersedak
61
Chapter 61 : Ngeri
62
Chapter 62 : Parau
63
Chapter 63 : Gila sih
64
Chapter 64 : Baper
65
Chapter 65 : Good Goodbye
66
Chapter 66 : Evoleventador
67
Chapter 67 : Iya berdua
68
Chapter 68 : Lulus
69
Chapter 69 : Hadiah
70
Chapter 70 : Menolak Kembali
71
Chapter 71 : Drama Sekolah
72
Chapter 72 : Back Off
73
Chapter 73 : Prediksi Tepat
74
Chapter 74 : Engagement Day
75
Chapter 75 : Bertemu Kamu
76
Chapter 76 : Takut
77
Chapter 77 : Merana
78
Chapter 78 : Reuni
79
Chapter 79 : Malu & Takut
80
Chapter 80 : Balapan Terakhir
81
Chapter 81 : Before Wedding
82
Chapter 82 : Wedding Agreement
83
Chapter 83 : Usaha
84
Chapter 84 : Quiz
85
Chapter 85 : Goals
86
Chapter 86 : A love
87
Chapter 87 : Kacau
88
Chapter 88 : Mabuk Aturan
89
Chapter 89 : Bos kecil
90
Bab 90 : Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!