Chapter 10 : Tawuran

“Kalian bertiga apa-apa sih!” Daffa jengkel, ia menyingkirkan tangan Melody dan Sarina yang menyeretnya ke ruang kedisiplinan kesiswaan. Dengan pintu yang terkunci rapat dan jendela yang tertutup gorden coklat, ruang sidang siswa terasa lengkap dengan hakim Mikaila yang kini berkacak pinggang di depannya.

“Tegar mau ke mana malam Minggu?” tanyanya berapi-api.

“Yee... tanya sendiri sama orangnya lah, aku bukan mamanya kok.” celetuk Daffa riang. “Lagian kenapa sih, Tegar ngelupain kamu?”

Jelas Mikaila langsung emosi, Daffa ini selain humble dan tukang nyinyir andalan geng The Evolve Wild, dia juga hobi ngece.

Tegar nggak ngelupain aku, dia cuma kembali ke jati dirinya.

Mikaila mengambil buku laporan kesiswaan. Daftar-daftar murid yang didisiplinkan sudah berderet-deret. Kebanyakan adalah anggota geng The Evolve Wild dan Daffa sudah mencapai batas pemakluman. Satu lagi bintang merah, orang tua di panggil. Mikaila mengancamnya dengan data itu.

Daffa menatapnya lalu nyengir. “Kenapa sih, Mik? Ngomong deh, ntar aku laporin ke Tegar deh.” tawarnya cengengesan.

“Mau ke mana Tegar malam Minggu besok?” seru Mikaila tegas. “Gak ada waktu aku buat lama-lama ngurus kamu!”

“Jelaslah, kangennya sama Tegar. Ketemunya sama aku.” sahut Daffa jumawa.

Gemuruh tawa yang membahana dari Melody dan Sarina membuat Mikaila memukul white board dengan penggaris kayu.

Sepasang mata Mikaila berkilat. “Kalian bukannya bantu aku malah ikut-ikutan Daffa, rese!”

“Emang kenyataan kamu kangen kan sama Tegar.” celetuk Melody. “Mika kangen sama Tegar, Daff. Tapi gak berani ngomong. Gak masuk logika ya?”

“He'eh, tiap hari ketemu kok kangen, emang sahabatmu sok, Mel!”

Mikaila mendesis jengkel, dia sedang tidak welcome. Tegar yang mulai abai terhadap PR dan tidur di jam belajar membuat Mikaila heran. Secara terang-terangan dia memang ingin mencari tahu penyebabnya dan Daffa adalah humas The Evolve Wild yang bisa di ajak kompromi ketimbang yang lain. Tetapi perihal kangen-kangen itu dia memang kangen banget dengan Tegar, dia kangen main bareng pemuda itu. Kangen di antar pulang, kangen kata-kata ketusnya sampai setiap hari dia memakai hadiah darinya demi memancing perhatian Tegar. Tapi pemuda itu tetap cuek bebek sampai ingin sekali Mikaila getok kepalanya. Ya ampun, kumbang-kumbang asmara kayaknya sudah melakukan penyerbukan di putik hatinya.

“Buruan jawab, Daff! Atau mau sampe magrib kita di sini?” ancamnya serius. “Ngomong aja apa susahnya sih, Tegar beberapa hari kemarin sering sama kalian. Kamu pasti tahu malam Minggu besok dia mau ke mana!” imbuhnya setengah risau.

Daffa terbatuk-batuk dengan dramatis. “Untungnya apa buat aku, Mik? Ini rahasia geng soalnya, kamu ketua osis kampret gak usah tau lah. Ember bocor mulutmu tuh!”

“Paling nongkrong, Mik. Ke warung burjo ajalah besok.” potong Melody. “Tapi gak mungkin deh kayaknya, habis kamu nanti di makan Drew!”

Daffa menganggukkan kepala. “Gak usah ke tongkrongan, orang kita mau ke Jogja.”

“Ngapain?” seru Mikaila tak sabar.

Daffa menepuk mulutnya yang bocor seraya menendang kaki meja. “Goblok, malah ngasih tau!”

Mikaila terus memepet Daffa sampai pemuda itu menyeringai. “Deg-degan aku, Mik. Tegar juga pasti sama tuh kamu giniin.”

“Lama amat jawabnya, apa jangan-jangan kamu seneng di temenin tiga cewek di sini?”

“Najis!” Daffa buru-buru menyingkir, “kita mau taruhan balapan liar sama the horizon blast, Tegar jadi jokinya!”

Mikaila kontan meneriakkan nama Tegar yang memekik telinga. “Di mana lokasinya?”

“Hatinya Tegar, Mik. Udah deh ya, gak usah esmosi gini. Kalo kangen, deketin dong. Ya kan, Mel?”

“Yoi, Daff. Keburu di sambar Dela nanti nanges. Kita berdua juga yang repot!” Melody menyambar kunci dari tangan Mikaila. “Cari tau lokasinya juga gih, biar sekalian kalo mau caper gak setengah-setengah.”

“Rese nih kalian semua.” Mikaila mendengus. Dengan trik yang biasa dia lakukan, dia mengikuti Daffa terus-menerus sampai mengejarnya ke parkiran.

Mikaila menarik tas ranselnya, menahannya kuat-kuat dengan memasang kuda-kuda siaga 1. Sementara Melody dan Sarina yang perlu perdamaian pulang. Biarlah Daffa yang ganti mengurusnya.

“Bilang di mana, daripada aku teriak di ruang guru-guru kalian mau balapan liar? Mampus gak tuh?”

”Amit-amit, Mik! Jangan resek banget kamu, bisa ngamuk Drew ntar.”

“Ya udah bilang.”

Daffa memaki dirinya sendiri dengan jengkel. “Sore kita berangkatnya, di jembatan baru dekat pantai!”

Mikaila tersenyum puas seraya meninggalkan Daffa dengan langkah tanpa beban!

“Awas kalo ngadu ke sekolah, jangan mimpi bisa jadian sama Tegar!” seru Daffa saat melintasinya dengan motor bebek injeksi.

Mikaila menjulurkan lidah dengan mata yang terpejam. Dia duduk di samping pintu gerbang menunggu jemputan.

“Udah saatnya aku turun tangan lagi, gila aja pada mau balapan sebelum ujian pts! Mana sama the horizon blast lagi, si Mamat pasti ada! Atau jangan-jangan Tegar malah lawan dia lagi. Aduh mama...” Mikaila sontak dilanda cemas.

“Kalo tawuran lagi di mana aku taruh muka ini? Sialan! Drew... Ngapain ajak-ajak Tegar sih!”

Hingga pada malam Minggunya, kabar mengenai balapan liar yang bisa mendapatkan uang kolektif sebesar lima juta itu Mikaila datangi dengan menyewa ojek daring dari stasiun Lempuyangan.

Di jembatan baru di daerah pesisir selatan kota Jogja. Dengan panjang 556 meter dan melintasi Sungai Opak yang menghubungkan antara Parangtritis dan Tirtohargo menjadi tempat balap liar terkini.

Mikaila memandangi sekeliling dengan semilir angin dingin yang menerpa tubuhnya. Bak orang asing di perantauan, untuk pertama kalinya ia mencari-cari anggota The Evolve Wild di antara orang-orang yang tidak ia kenali yang memenuhi pinggir jalan di pukul sepuluh malam. Mikaila yakin ia merasa lebih baik bersama mereka daripada sendiri dan di goda!

“Itu dia.” Mikaila berlari ke arah Daffa yang membunyikan peluit dimulainya balapan.

Dua kendaraan di garis start melaju dengan kencang. Menimbulkan suara yang memancing perhatian para penonton.

“Mika!” gumam Tegar, sedikit konsentrasinya pecah, tetapi tangannya yang sudah menggeber motor dengan kecepatan tinggi membuatnya bereaksi gila-gilaan.

“Ngapain tu cewek di sini! Dalam bahaya gue! Anjir...”

Matthew menyeringai setelah melewati Tegar yang menoleh sekejap untuk melihat sekelebat Mikaila. “Anak baru itu perlu di kasih pelajaran!” Dengan sengaja Matthew meliukkan motornya, Tegar terkesiap lalu membanting stir ke samping dengan lihai. Iming-iming uang 3 juta demi kelancaran uang jajan dan uang jaga-jaga tetap membuatnya waras dalam kegilaan yang terjadi.

Tegar berusaha menjadi pemenang, mati-matian dia menyingkirkan rasa gugup dan adrenalinnya sekuat tenaga demi kepentingan pribadi dan geng. Tegar jelas sangat menyayangi ibunya, tapi sebagai anak broken home kadangkala ia butuh melampiaskan segala emosi buruknya tanpa menyakiti siapa pun.

Tak terima kalah, Matthew atau biasa di panggil Matt melampiaskan kekalahannya dengan menyeruduk Tegar yang menerima tepuk tangan meriah dari penonton hingga jatuh di aspal. Tegar yang tak terima menghajar balik Matt dengan menjotos pipinya. Emosi dan dihina, Tegar yang meluapkan seluruh amarahnya karena banyaknya stresor yang dia pendam sendiri selama bertahun-tahun membuat Matt babak belur dan tersungkur ke aspal.

Anggota The Horizon Blast merangsek maju, menyerang The Evolve Wild setelah tak terima mereka dikalahkan lagi oleh anak baru lagi dan lagi.

Perkelahian antar kelompok berlangsung, baik penonton dan warga setempat yang menonton menyoraki mereka untuk saling mengalahkan.

“Bikin mati, Dia!” seru Matthew.

Mikaila yang dilanda panik dan ketakutan berusaha melewati kegaduhan perkelahian sambil melindungi kepalanya dengan helm orang.

Mikaila menarik jaket Tegar yang sedang membungkuk sambil menjotos pipi Ben. “Ikut aku!”

Tegar menoleh, dia kaget dengan kehadiran Mikaila ditempat perkelahian. Tegar menendang lutut Ben sambil meluapkan kata-kata kasar seraya menarik tangan Mikaila keluar dari tempat perkelahian.

Mikaila menjerit keras. Minta tolong ke semua orang yang dilewatinya dengan Tegar yang mencengkeram pergelangan tangannya kuat-kuat.

Sementara perkelahian semakin memanas. Tegar melepas Mikaila di tempat yang lumayan sepi.

...***...

...Happy Reading...

Terpopuler

Comments

Sri Wahyuni

Sri Wahyuni

keren bgt ini kalimat terakhir 👍👍👍👍

2023-12-11

0

suminar

suminar

😆😆😆😆😆

2023-08-18

0

suminar

suminar

😄😄😄😄😄

2023-08-18

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2 Chapter 2 : Manusia Bumi
3 Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4 Chapter 4 - Telen Beban
5 Chapter 5 - Emosi Tragedi
6 Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7 Chapter 7 : Persoalan Genting
8 Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9 Chapter 9 : Balapan Lucu
10 Chapter 10 : Tawuran
11 Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12 Chapter 12 : Aksi Matt
13 Chapter 13 : Ngegas
14 Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15 Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16 Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17 Chapter 17 : Panji Perang
18 Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19 Chapter 19 : Kepergok
20 Chapter 20 : Meledak
21 Chapter 21 : Salting
22 Chapter 22 : Iya, Sayang.
23 Chapter 23 : Ring Road Love
24 Chapter 24 : Bersenang-senang
25 Chapter 25 : OMG
26 Chapter 26 : Kekacauan
27 Chapter 27 : Kalah
28 Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29 Chapter 29 : Toleransi nol
30 Chapter 30 : Wuu...
31 Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32 Chapter 32 : Bolos Bersama
33 Chapter 33 : Saingan, Iya...
34 Chapter 34 : Hukuman
35 Chapter 35 : Gulma
36 Chapter 36 : Back Street
37 Chapter 37 : Emang Enak
38 Chapter 38 : Loyal
39 Chapter 39 : Pahit & Pedas
40 Chapter 40 : Kabut
41 Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42 Chapter 42 : Sidang Keluarga
43 Chapter 43 : Sinarnya Redup
44 Chapter 43 : Sedikit Balasan
45 Chapter 45 : Markijayyy
46 Chapter 46 : Membingungkan
47 Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48 Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49 Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50 Chapter 50 : Ribut
51 Chapter 51 : Sangar
52 Chapter 52 : Menggila
53 Chapter 53 : Erat
54 Chapter 54 : Meeting Points
55 Chapter 55 : SERI
56 Chapter 56 : Gak Mudah
57 Chapter 56 : Maju Ke Depan
58 Chapter 58 : Heuheu
59 Chapter 59 : Bujuk Rayu
60 Chapter 60 : Tersedak
61 Chapter 61 : Ngeri
62 Chapter 62 : Parau
63 Chapter 63 : Gila sih
64 Chapter 64 : Baper
65 Chapter 65 : Good Goodbye
66 Chapter 66 : Evoleventador
67 Chapter 67 : Iya berdua
68 Chapter 68 : Lulus
69 Chapter 69 : Hadiah
70 Chapter 70 : Menolak Kembali
71 Chapter 71 : Drama Sekolah
72 Chapter 72 : Back Off
73 Chapter 73 : Prediksi Tepat
74 Chapter 74 : Engagement Day
75 Chapter 75 : Bertemu Kamu
76 Chapter 76 : Takut
77 Chapter 77 : Merana
78 Chapter 78 : Reuni
79 Chapter 79 : Malu & Takut
80 Chapter 80 : Balapan Terakhir
81 Chapter 81 : Before Wedding
82 Chapter 82 : Wedding Agreement
83 Chapter 83 : Usaha
84 Chapter 84 : Quiz
85 Chapter 85 : Goals
86 Chapter 86 : A love
87 Chapter 87 : Kacau
88 Chapter 88 : Mabuk Aturan
89 Chapter 89 : Bos kecil
90 Bab 90 : Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2
Chapter 2 : Manusia Bumi
3
Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4
Chapter 4 - Telen Beban
5
Chapter 5 - Emosi Tragedi
6
Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7
Chapter 7 : Persoalan Genting
8
Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9
Chapter 9 : Balapan Lucu
10
Chapter 10 : Tawuran
11
Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12
Chapter 12 : Aksi Matt
13
Chapter 13 : Ngegas
14
Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15
Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16
Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17
Chapter 17 : Panji Perang
18
Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19
Chapter 19 : Kepergok
20
Chapter 20 : Meledak
21
Chapter 21 : Salting
22
Chapter 22 : Iya, Sayang.
23
Chapter 23 : Ring Road Love
24
Chapter 24 : Bersenang-senang
25
Chapter 25 : OMG
26
Chapter 26 : Kekacauan
27
Chapter 27 : Kalah
28
Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29
Chapter 29 : Toleransi nol
30
Chapter 30 : Wuu...
31
Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32
Chapter 32 : Bolos Bersama
33
Chapter 33 : Saingan, Iya...
34
Chapter 34 : Hukuman
35
Chapter 35 : Gulma
36
Chapter 36 : Back Street
37
Chapter 37 : Emang Enak
38
Chapter 38 : Loyal
39
Chapter 39 : Pahit & Pedas
40
Chapter 40 : Kabut
41
Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42
Chapter 42 : Sidang Keluarga
43
Chapter 43 : Sinarnya Redup
44
Chapter 43 : Sedikit Balasan
45
Chapter 45 : Markijayyy
46
Chapter 46 : Membingungkan
47
Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48
Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49
Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50
Chapter 50 : Ribut
51
Chapter 51 : Sangar
52
Chapter 52 : Menggila
53
Chapter 53 : Erat
54
Chapter 54 : Meeting Points
55
Chapter 55 : SERI
56
Chapter 56 : Gak Mudah
57
Chapter 56 : Maju Ke Depan
58
Chapter 58 : Heuheu
59
Chapter 59 : Bujuk Rayu
60
Chapter 60 : Tersedak
61
Chapter 61 : Ngeri
62
Chapter 62 : Parau
63
Chapter 63 : Gila sih
64
Chapter 64 : Baper
65
Chapter 65 : Good Goodbye
66
Chapter 66 : Evoleventador
67
Chapter 67 : Iya berdua
68
Chapter 68 : Lulus
69
Chapter 69 : Hadiah
70
Chapter 70 : Menolak Kembali
71
Chapter 71 : Drama Sekolah
72
Chapter 72 : Back Off
73
Chapter 73 : Prediksi Tepat
74
Chapter 74 : Engagement Day
75
Chapter 75 : Bertemu Kamu
76
Chapter 76 : Takut
77
Chapter 77 : Merana
78
Chapter 78 : Reuni
79
Chapter 79 : Malu & Takut
80
Chapter 80 : Balapan Terakhir
81
Chapter 81 : Before Wedding
82
Chapter 82 : Wedding Agreement
83
Chapter 83 : Usaha
84
Chapter 84 : Quiz
85
Chapter 85 : Goals
86
Chapter 86 : A love
87
Chapter 87 : Kacau
88
Chapter 88 : Mabuk Aturan
89
Chapter 89 : Bos kecil
90
Bab 90 : Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!