Chapter 19 : Kepergok

“Makasih, Pak.” Mikaila mengulurkan ongkos ojek daring sebelum melangkah dengan riang ke halaman rumah Tegar.

“Tegar... Dinda...” serunya akrab seakan sudah dekat dengan penghuni rumah.

“Kak Mika.” Dinda terbelalak dan langsung mencelat dari karpet depan telivisi ke teras rumah. “Uuuu... Akhirnya kakak datang. Aku udah nungguin kakak daritadi!”

Mikaila terkekeh saat bocah cilik itu memeluknya. “Dinda nunggunya lama...” keluhnya setengah manja dan merajuk.

“Ya udah ayo masuk.” ajak Mikaila sambil mengusap rambut bocah yang nyaris seminggu ini menjadi kawannya dalam mengganggu Tegar. “Tapi kak Tegar ada kan?”

“Di kamar, bobok-bobokan.” Dinda menyeret ‘teman mainnya’ ke dalam rumah. “Kak... Kakak, guru les Mika udah datang nih.”

Tegar melirik ke ambang pintu seraya menutup mukanya dengan bantal. “Tuh cewek kenapa seneng banget datang ke sini!”

“Kakak! Dicariin kak Mika, mau belajar bareng.” seru Dinda sembari berusaha menyingkirkan bantal dari muka Tegar sekuat tenaga. “Kakak jangan males, nanti aku marah kayak mama lho. Nanti Dinda nangis-nangis sambil mukul pantat kakak!”

Halah, bocah... Brisik banget!

Tegar mati-matian menahan bantalnya agar menutupi kupingnya dengan baik. Skorsing yang akan selesai hari ini membuat Mikaila jadi sering mendatanginya sepulang sekolah untuk memberikan materi-materi pelajaran yang tertinggal. Sungguh di luar nurul! Di antara gengnya cuma Mikaila yang datang tanpa pamrih dengan misi terselubung yang sangat ia mengerti maksudnya.

Gadis keras kepala itu menyukainya dengan berkedok mulut ceplas-ceplos dan tanggung jawab ketua osis. Ngeri deh, baru kali ini Tegar disukai dengan blak-blakan.

“Kakak, bangun!” Dinda menggigit lengannya. Spontan Tegar menggeram lalu melototi adiknya yang terkekeh. “Gitu dong kak, bangun, orang di cari tamu!”

“Kamu main sama kak Mika aja, kakak udah pinter!” ucap Tegar jengkel. Pantang mundur pula adiknya mengganggu kakaknya. Dia menarik tangan Tegar sambil menyuruh Mikaila membantunya.

Sambil nyengir kuda, Mikaila menarik tangan Tegar satunya. “Ayo, Gar. Minggu depan kita udah mau PTS lho! Kamu harus membuktikan ke Bu Weni dan Pak Rama kalo kamu suangat berprestasi bukan cuma balapan doang yang pinter!”

Tegar melotot sambil menghempaskan tangannya dan adik sekali jadi.

“Gak usah kasih nasihat ke gue! Gue tau.”

“Buktiin!” tantang Mikaila.

Tegar bangkit dari kasurnya seraya menutup mata adiknya dan mendekati Mikaila sampai gadis itu terperangkap di sudut kamarnya.

“Kakak mau apa?” tanya Dinda sambil menyentuh telapak tangan Tegar yang menutup matanya. “Kakak mau main hide and seek? Dinda bisa nutup mata sendiri.”

“Kalo gitu kamu keluar, sembunyi, nanti kakak cari.” Tegar melepas tangannya, terbirit-birit sang adik keluar kamar hingga membuat Mikaila mendengus pelan.

Dih, malah pergi. Kan aman ada Dinda, nih gorila gak berani macam-macam!

Tegar menyeringai sembari berkacak pinggang mendapati gadis yang menggembungkan pipinya itu tak berani menatapnya. “Seneng lo ketemu gue lagi dan lagi di rumah ini sampe nyokap dan adik gue suka sama lo?”

“Seneng lah, masa enggak. Gak normal aku berarti.” jawab Mikaila geli tapi takut. “Mundur deh, Gar. Aku sulit bernapas ini! Lagian kenapa sih kamu dekat-dekat aku? Kangen juga?”

Tegar terkesiap. Meskipun ia sudah banyak pengalaman berpacaran yang tidak perlu banyak pertimbangan. Sekarang kasusnya beda. Jelas yang satu ini membingungkan. Kecantikannya dan rasa pedulinya pada semua orang sulit membuatnya menyimpulkannya beneran suka gak Mikaila sama dia? Apa jangan-jangan cuma basa-basi doang?

Meskipun begitu, jelas Tegar girang banget dalam hati bisa mengerjai balik gadis kolot dan cantik di depannya. Parasnya sih masih cuek banget.

“Sori banget gue gak kangen sama lo, gue lebih kangen Daffa dan sekolah.”

“Oh iya-iya-iya, gak masalah kok gak kangen. Tapi ntar antar pulang ya. Gak punya ongkos aku!”

Tegar meraih dompet di meja belajarnya yang berantakan seraya mengeluarkan uang 50rb.

“Cukup buat bayar ojek dan beli cilok!” Tegar menyelipkan uang itu di tangan Mikaila.

“Makasih deh, tapi kemarin aku udah janji loh sama Dinda buat main ke rumah aku karena jadwal les kamu selesai hari ini. Jadi nanti tetap di antar pulang. Bertiga sama Dinda, mau kan kakak Tegar?” ucap Mikaila manja sambil mencondongkan tubuh ke arahnya.

Sedetik mereka hanya berdiri diam dalam keterperangahan saat Shinta bersiul-siul di ambang pintu.

“Kasian tuh adiknya ngumpet lama, Gar. Di cari dong, ntar dulu pacarannya. Kasian dia keburu ngompol.”

“Kita gak pacaran, Ma!” Tegar langsung berbalik, memungut laptop dan bukunya di meja belajar sementara wajah Mikaila semakin merona.

“Kita gak ngapa-ngapain kok, Tant. Sumpah.” ucap Mikaila seraya ngacir keluar kamar melewati Shinta yang beraroma deterjen cair.

Shinta menyunggingkan senyum dengan sikap salah tingkah kedua remaja itu.

“Mama sih gak heran dia naksir kamu, Gar. Cocok kalian, kamu sangar, dia imut-imut. Lucu, gemas. Coba deh kamu cubit pipinya. Bisa pingsan dia.”

“Apa sih, Ma. Jangan bikin dia tambah GR!” Tegar melengos dari kamar. Meninggalkan Shinta yang geleng-geleng kepala.

“Giliran insyaf jadi playboy, susah banget anak mama jatuh cinta.”

Di ruang tamu tanpa banyak perabotan, Tegar berseru. “Dind... Dinda, keluar deh, kakak udah selesai mainnya.”

Dinda keluar dari samping mesin cuci sambil cemberut parah, kakinya menghentak lantai dengan kesal.

“Kakak belum nyari aku kan, masa udah selesai mainnya! Kakak mah gak seru.” keluh Dinda sambil merengek.

“Ntar gantinya kakak antar ke rumah kak Mika, sekarang kamu belajar juga sama guru les privat mulok kamu ini.”

Mikaila nyengir sambil mengeluarkan bukunya dari tas saat Dinda langsung mengiyakan dengan senang.

“Buktiin besok PTS nilaimu lebih bagus dari aku. Nanti aku traktir bakso kalo menang, kalo kamu kalah. Aku ngomel-ngomel setiap hari dan jadi guru les kamu, termasuk mulok khusus adat Solo!”

Tegar menyorot tajam wajah Mikaila. “Gue terima tantanganmu!”

Mikaila tersenyum senang. Gini caranya bikin nih cowok punya ambisi lagi ke sekolah. Haha.

Di antara rasa prihatinnya, Mikaila pun tetap mengomeli Tegar seperti ibu-ibu yang resah punya anak ngeyel. Mikaila yang awalnya tidak begitu mengerti kondisi asli keluarga Tegar mulai trenyuh setelah Shinta bercerita diam-diam siapa mereka sesungguhnya selama pertemuan keduanya di rumah itu. Secara langsung, misi terselubung Mikaila melampaui banyak disposisi dan perubahan rencana. Termasuk perasaan trenyuh yang menjadi perhatian. Jadi satu-satunya yang akan maju ke kancah pertempuran adalah keras kepala dan hatinya. Yang lain cuma bumbu! Meski keduanya tidak sadar, yang tercampur dan terasa adalah bumbu asmara.

...***...

^^^Bersambung ^^^

Terpopuler

Comments

Umine LulubagirAwi

Umine LulubagirAwi

mika2, sdh pintr, bnyk akal juga buat djetin tegar dan nymngtin tegar buat smngt skolh.
💖💖💖

2023-09-01

0

suminar

suminar

😄😄😄😄😄

2023-08-19

0

CebReT SeMeDi

CebReT SeMeDi

waaaawaaaawwww bumbu ne opo mik, jahe kunir opo Lombok setan 🤣🤣

2023-08-19

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2 Chapter 2 : Manusia Bumi
3 Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4 Chapter 4 - Telen Beban
5 Chapter 5 - Emosi Tragedi
6 Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7 Chapter 7 : Persoalan Genting
8 Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9 Chapter 9 : Balapan Lucu
10 Chapter 10 : Tawuran
11 Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12 Chapter 12 : Aksi Matt
13 Chapter 13 : Ngegas
14 Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15 Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16 Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17 Chapter 17 : Panji Perang
18 Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19 Chapter 19 : Kepergok
20 Chapter 20 : Meledak
21 Chapter 21 : Salting
22 Chapter 22 : Iya, Sayang.
23 Chapter 23 : Ring Road Love
24 Chapter 24 : Bersenang-senang
25 Chapter 25 : OMG
26 Chapter 26 : Kekacauan
27 Chapter 27 : Kalah
28 Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29 Chapter 29 : Toleransi nol
30 Chapter 30 : Wuu...
31 Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32 Chapter 32 : Bolos Bersama
33 Chapter 33 : Saingan, Iya...
34 Chapter 34 : Hukuman
35 Chapter 35 : Gulma
36 Chapter 36 : Back Street
37 Chapter 37 : Emang Enak
38 Chapter 38 : Loyal
39 Chapter 39 : Pahit & Pedas
40 Chapter 40 : Kabut
41 Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42 Chapter 42 : Sidang Keluarga
43 Chapter 43 : Sinarnya Redup
44 Chapter 43 : Sedikit Balasan
45 Chapter 45 : Markijayyy
46 Chapter 46 : Membingungkan
47 Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48 Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49 Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50 Chapter 50 : Ribut
51 Chapter 51 : Sangar
52 Chapter 52 : Menggila
53 Chapter 53 : Erat
54 Chapter 54 : Meeting Points
55 Chapter 55 : SERI
56 Chapter 56 : Gak Mudah
57 Chapter 56 : Maju Ke Depan
58 Chapter 58 : Heuheu
59 Chapter 59 : Bujuk Rayu
60 Chapter 60 : Tersedak
61 Chapter 61 : Ngeri
62 Chapter 62 : Parau
63 Chapter 63 : Gila sih
64 Chapter 64 : Baper
65 Chapter 65 : Good Goodbye
66 Chapter 66 : Evoleventador
67 Chapter 67 : Iya berdua
68 Chapter 68 : Lulus
69 Chapter 69 : Hadiah
70 Chapter 70 : Menolak Kembali
71 Chapter 71 : Drama Sekolah
72 Chapter 72 : Back Off
73 Chapter 73 : Prediksi Tepat
74 Chapter 74 : Engagement Day
75 Chapter 75 : Bertemu Kamu
76 Chapter 76 : Takut
77 Chapter 77 : Merana
78 Chapter 78 : Reuni
79 Chapter 79 : Malu & Takut
80 Chapter 80 : Balapan Terakhir
81 Chapter 81 : Before Wedding
82 Chapter 82 : Wedding Agreement
83 Chapter 83 : Usaha
84 Chapter 84 : Quiz
85 Chapter 85 : Goals
86 Chapter 86 : A love
87 Chapter 87 : Kacau
88 Chapter 88 : Mabuk Aturan
89 Chapter 89 : Bos kecil
90 Bab 90 : Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2
Chapter 2 : Manusia Bumi
3
Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4
Chapter 4 - Telen Beban
5
Chapter 5 - Emosi Tragedi
6
Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7
Chapter 7 : Persoalan Genting
8
Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9
Chapter 9 : Balapan Lucu
10
Chapter 10 : Tawuran
11
Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12
Chapter 12 : Aksi Matt
13
Chapter 13 : Ngegas
14
Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15
Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16
Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17
Chapter 17 : Panji Perang
18
Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19
Chapter 19 : Kepergok
20
Chapter 20 : Meledak
21
Chapter 21 : Salting
22
Chapter 22 : Iya, Sayang.
23
Chapter 23 : Ring Road Love
24
Chapter 24 : Bersenang-senang
25
Chapter 25 : OMG
26
Chapter 26 : Kekacauan
27
Chapter 27 : Kalah
28
Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29
Chapter 29 : Toleransi nol
30
Chapter 30 : Wuu...
31
Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32
Chapter 32 : Bolos Bersama
33
Chapter 33 : Saingan, Iya...
34
Chapter 34 : Hukuman
35
Chapter 35 : Gulma
36
Chapter 36 : Back Street
37
Chapter 37 : Emang Enak
38
Chapter 38 : Loyal
39
Chapter 39 : Pahit & Pedas
40
Chapter 40 : Kabut
41
Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42
Chapter 42 : Sidang Keluarga
43
Chapter 43 : Sinarnya Redup
44
Chapter 43 : Sedikit Balasan
45
Chapter 45 : Markijayyy
46
Chapter 46 : Membingungkan
47
Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48
Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49
Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50
Chapter 50 : Ribut
51
Chapter 51 : Sangar
52
Chapter 52 : Menggila
53
Chapter 53 : Erat
54
Chapter 54 : Meeting Points
55
Chapter 55 : SERI
56
Chapter 56 : Gak Mudah
57
Chapter 56 : Maju Ke Depan
58
Chapter 58 : Heuheu
59
Chapter 59 : Bujuk Rayu
60
Chapter 60 : Tersedak
61
Chapter 61 : Ngeri
62
Chapter 62 : Parau
63
Chapter 63 : Gila sih
64
Chapter 64 : Baper
65
Chapter 65 : Good Goodbye
66
Chapter 66 : Evoleventador
67
Chapter 67 : Iya berdua
68
Chapter 68 : Lulus
69
Chapter 69 : Hadiah
70
Chapter 70 : Menolak Kembali
71
Chapter 71 : Drama Sekolah
72
Chapter 72 : Back Off
73
Chapter 73 : Prediksi Tepat
74
Chapter 74 : Engagement Day
75
Chapter 75 : Bertemu Kamu
76
Chapter 76 : Takut
77
Chapter 77 : Merana
78
Chapter 78 : Reuni
79
Chapter 79 : Malu & Takut
80
Chapter 80 : Balapan Terakhir
81
Chapter 81 : Before Wedding
82
Chapter 82 : Wedding Agreement
83
Chapter 83 : Usaha
84
Chapter 84 : Quiz
85
Chapter 85 : Goals
86
Chapter 86 : A love
87
Chapter 87 : Kacau
88
Chapter 88 : Mabuk Aturan
89
Chapter 89 : Bos kecil
90
Bab 90 : Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!