Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta

Perkelahian semakin memanas, baik The Evolve Wild dan The Horizon Blast saling mengeluarkan sisa-sisa tenaga yang tersisa dari dalam tubuh yang sudah babak belur dan ngilu-ngilu.

Di antara mereka yang sedang mempertahankan gengsi diri dan nama geng dalam kemeriahan adu gengsi, Tegar menatap Mikaila dengan wajah membunuh di tengah jembatan yang mempunyai panorama ujung sungai opak yang bermuara ke laut selatan Jawa. Sungguh indah sebetulnya pemandangan di sana, lampu-lampu warna-warni yang silih berganti menyala menghiasi jembatan,tetapi mana mungkin mereka menghiraukannya.

“Ngapain lo ke sini?” teriak Tegar marah, wajahnya babak belur. Darah menetes dari bibir dan pelipisnya yang sobek.

“Kamu masih tanya aku ngapain ke sini? Gak jelas kedatanganku buat apa!” teriak Mikaila dengan muka nyolot. “Kamu tu cuma anak baru di sekolah, gak usah cari masalah! Apa kamu gak paham kalo aku juga dalam masalah setelah tawuran ini!”

Tegar mencengkeram rahang Mikaila, “Berani-beraninya lo marahin gue? Maksudmu apa?”

“Aku kangen sama kamu!” seru Mikaila dengan suara menggelegar.

Tubuh Tegar bergeming, terpana pada kata-kata di luar nalar. Kangen? Dia menatap wajah Mikaila yang berubah cemas bahkan tangannya terjulur, mengusap darah di wajahnya dengan jaket rajut pemberiannya.

“Aku sengaja datang ke sini setelah neror Daffa karena heran sama perubahanmu. Aku mau lihat kamu gak kenapa-kenapa, tapi ternyata aku telat!”

Tegar melepas rahang Mikaila seraya membuang muka. Dia menatap segara dalam diam yang mencurigakan. Sesungguhnya dia belum mempunyai perasaan apa pun padanya, apalagi rasa sayang. Ia hanya senang, beberapa kehadiran Mikaila seperti permen manis di hidupnya.

“Kita pulang, Gar.” gumam Mikaila sambil menyentuh lengannya hati-hati. “Aku udah janji sama Daffa gak bilang ke siapa-siapa kok, kalian tenang aja, cuma kalo dari sekolah mereka yang laporan, aku dalam masalah besar! Itu tandanya aku gak pecus jadi wakil siswa. Hukumannya sama.” imbuhnya dengan sendu.

Demi Tuhan. Tegar tak memikirkan risiko lain dari adu balap yang berujung tawuran. Dia hanya memikirkan menang, uang dan geng tanpa ada secuil Mikaila di benaknya.

Tegar menoleh ke keramaian. Tawuran sudah di bubarkan warga setempat yang melakukan patroli malam. Matthew dilarikan ke rumah sakit akibat banyaknya luka dan ide terselubung di baliknya. Tapi sebelum meninggalkan lokasi tawuran, The Horizon Blast mengancam akan melakukan balas dendam.

Tegar mengusap pelipisnya yang mengeluarkan darah segar. “Ke tempat mereka!”

Mikaila mengusap tangannya yang berkeringat dingin. “Gar, kamu gak papa?” tanyanya sambil mengikuti Tegar yang tetap berjalan angkuh di depannya.

“Menurutmu kangen doang bikin aku otomatis sehat?”

Mikaila memukul lengannya dan menyeringai malu. “Antar aku pulang ya, aku pake ojek tadi ke sininya.”

Tegar mengapit lengan Mikaila saat sepeda motor melintas dengan kecepatan tinggi.

“Jangan nambah masalah dengan celakanya lo di sini!”

Mikaila menyandarkan kepalanya di bahu Tegar sekilas. Sudahkah perasaan kangen itu terbayarkan? Belum tentunya, Mikaila masih frustasi karena perlu menghadapi The Evolve Wild yang terkapar di bahu jalan. Ngilu-ngilu berdarah.

“Pokoknya aku gak mau tau, kalian usahakan jangan sampai Mamat dkk laporan ke sekolah!” seru Mikaila marah di depan Drew yang tampak bonyok di bagian tulang pipinya.

Drew sendiri yang terbakar emosi langsung melempari Mikaila dengan sepatunya.

“Bisa gak diam dulu! Matamu emangnya gak lihat-lihat kita lagi apa.”

“Senior kampret. Ini juga gara-gara kamu juga kali!” Mikaila melempar balik sepatu bau yang mengenai perutnya.

“Bukan tobat mau ujian kalian semua malah bikin masalah. Kamu juga, Lil. Gak bisa apa bikin pacarmu nyadar diri?”

Lila yang sedang mengeluarkan kapas dan obat merah sebagai jaga-jaga mendengus. “Daripada cuma bawel mendingin kamu bantuin aku ngobatin mereka terus balik daripada polisi keburu datang. Ketua OSIS kok gak peka!”

“Sialan, kenapa aku juga kena!” Mikaila menyambar kapas dan obat merah dari tangan Lila. “Kamu, kamu, kamu ikut aku.”

Tegar, Daffa, dan Wicak mengikuti Mikaila ke tempat yang lebih terang cahayanya. Mereka berempat bersila di trotoar jalan.

Dengan perasaan dongkol, Mikaila mengembuskan napas seraya mengolesi wajah Tegar yang terluka dengan hati-hati. Pertunjukan itu membuat Daffa cengar-cengir.

“Cie..., kangen katanya sama kamu, Gar.”

Wajah Tegar mengeras saat Mikaila menempelkan kapas di lukanya dengan tekanan yang berlebih.

“Dah tau!” Tegar menyingkirkan tangan Mikaila.

“Terus-terus, kamu jawab aku juga kangen gitu gak?” celetuk Daffa.

Tegar melirik Mikaila yang nampaknya mengatupkan bibirnya rapat-rapat dengan wajah yang merona.

“Buat apa kangen, bikin susah hati!”

“Tegar!” bentak Mikaila. “Gak usah bilang gitu juga kali kalo gak kangen. Cukup aku aja.”

Tegar cs saling berpandangan. Daffa menyeringai lebar, “Sabar deh, Mik. Tegar gak semudah itu bilang kangen ke cewek, dia mikir-mikir juga kali kangen sama kamu. Kamu bukan siapa-siapanya.”

Mikaila cemberut sambil mengambil kapas dan menuangkannya obat merah. “Sini kamu.”

Daffa meraih kapas itu lalu angkat tangan. “Biar Wicak sama aku.”

Buru-buru Mikaila memindahkan bungkusan kapas dan obat merah ke Daffa yang tidak terluka berat. Dia berdiri, setelah cukup beristirahat dan memastikan tidak ada yang terluka serius ia menyuruh semuanya ngumpul.

“Kita pulang sekarang, sekalian aku gak mau tau ya. Jangan ada yang sebut-sebut tawuran antar geng kalo Mamat dkk juga diam aja. Kalian bisa alasan sakit diare kek, berantem sama sodara, latihan tinju atau apalah, jangan bareng-bareng izin sekolahnya!”

Drew meludah, “Kita kumpul di basecamp. Rapat di bawah kekuasaanku, bukan ketua OSIS sok-sokan ikut campur.”

Mikaila menendang ban motor Drew. “Antar Lila pulang, jangan mampir-mampir!” katanya galak.

Drew mendengus, ia mengomandoi beberapa anggota The Evolve Wild yang meninggalkan Tegar, Daffa, Wicak dan Mikaila.

“Kamu yakin mau balik tanpa helm, Mik? Jogja-Solo tiga jam dari sini!” ucap Daffa bersimpati. “Atau mau kita antar ke stasiun?”

“Bareng-bareng aja, KRL jam lima pagi baru mulai operasi.”

“Urus Mika, Gar!” Daffa menepuk pundaknya seraya naik ke atas motor. Ia menatap sepasang pemuda-pemudi yang berwajah sama. Muram. “Lewat jalan tadi, pake GPS.”

Tegar yang lelah menyentuh pipi Mikaila dengan tangannya yang berbau anyir.

“Makasih udah datang, tapi sebenarnya gak perlu. Aku bukan bocah!”

“Bawel, udah ayo pulang aja. Aku takut!”

Tegar memakai helm seraya membalikkan jaketnya, “Bisa masuk sini kalo kamu kedinginan!”

Tawaran empuk itu Mikaila senyumi. Tetapi dia juga tak secepat itu terkena rayuan basa-basinya.

Mikaila naik ke motor. Dengan semilir angin malam di bawah langit Yogyakarta yang menemani perjalanan panjang mereka ke Solo. Tegar menjelaskan alasannya ikut balapan, ekonomi keluarganya memburuk dan sepanjang Mikaila memaksakan diri membonceng Tegar di pagi buta tanpa helm. Mikaila yang kedinginan meminta izin memeluknya dengan basa-basi anak muda yang kentara malunya. Tegar sendiri kontan merasa situasi dalam hatinya ikut menghangat.

Gak bisa gini, gue takut jatuh cinta.

Tegar menyentuh tangan Mikaila yang bersembunyi di balik jaketnya. “Lo mau makan dulu biar gak makin kedinginan?”

“Ngantuk.” Mikaila menyandarkan kepalanya di punggungnya. “Aku takut di marahin mama, Gar.”

“Aku antar ke rumah Melody, kamu alasan nginap di sana!” Tegar mengeratkan genggamannya sebelum menggeber motornya menebus malam dalam hening yang menjelma jadi kebisuan panjang.

...***...

...Happy Reading....

...Yang penasaran sama arena balapnya bisa cek ig vivi ya. ...

Terpopuler

Comments

Cut SNY@"GranyCUT"

Cut SNY@"GranyCUT"

Mulai kali ini Mikaila harus menjadi hal yang dipertimbangkan oleh Tegar

2023-08-09

0

Cindy Ralisya

Cindy Ralisya

ciyeee akhirnya

2023-08-03

0

CebReT SeMeDi

CebReT SeMeDi

buset Jogja Solo ga Helm an auto bredel 🫣🫣

2023-07-30

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2 Chapter 2 : Manusia Bumi
3 Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4 Chapter 4 - Telen Beban
5 Chapter 5 - Emosi Tragedi
6 Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7 Chapter 7 : Persoalan Genting
8 Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9 Chapter 9 : Balapan Lucu
10 Chapter 10 : Tawuran
11 Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12 Chapter 12 : Aksi Matt
13 Chapter 13 : Ngegas
14 Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15 Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16 Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17 Chapter 17 : Panji Perang
18 Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19 Chapter 19 : Kepergok
20 Chapter 20 : Meledak
21 Chapter 21 : Salting
22 Chapter 22 : Iya, Sayang.
23 Chapter 23 : Ring Road Love
24 Chapter 24 : Bersenang-senang
25 Chapter 25 : OMG
26 Chapter 26 : Kekacauan
27 Chapter 27 : Kalah
28 Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29 Chapter 29 : Toleransi nol
30 Chapter 30 : Wuu...
31 Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32 Chapter 32 : Bolos Bersama
33 Chapter 33 : Saingan, Iya...
34 Chapter 34 : Hukuman
35 Chapter 35 : Gulma
36 Chapter 36 : Back Street
37 Chapter 37 : Emang Enak
38 Chapter 38 : Loyal
39 Chapter 39 : Pahit & Pedas
40 Chapter 40 : Kabut
41 Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42 Chapter 42 : Sidang Keluarga
43 Chapter 43 : Sinarnya Redup
44 Chapter 43 : Sedikit Balasan
45 Chapter 45 : Markijayyy
46 Chapter 46 : Membingungkan
47 Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48 Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49 Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50 Chapter 50 : Ribut
51 Chapter 51 : Sangar
52 Chapter 52 : Menggila
53 Chapter 53 : Erat
54 Chapter 54 : Meeting Points
55 Chapter 55 : SERI
56 Chapter 56 : Gak Mudah
57 Chapter 56 : Maju Ke Depan
58 Chapter 58 : Heuheu
59 Chapter 59 : Bujuk Rayu
60 Chapter 60 : Tersedak
61 Chapter 61 : Ngeri
62 Chapter 62 : Parau
63 Chapter 63 : Gila sih
64 Chapter 64 : Baper
65 Chapter 65 : Good Goodbye
66 Chapter 66 : Evoleventador
67 Chapter 67 : Iya berdua
68 Chapter 68 : Lulus
69 Chapter 69 : Hadiah
70 Chapter 70 : Menolak Kembali
71 Chapter 71 : Drama Sekolah
72 Chapter 72 : Back Off
73 Chapter 73 : Prediksi Tepat
74 Chapter 74 : Engagement Day
75 Chapter 75 : Bertemu Kamu
76 Chapter 76 : Takut
77 Chapter 77 : Merana
78 Chapter 78 : Reuni
79 Chapter 79 : Malu & Takut
80 Chapter 80 : Balapan Terakhir
81 Chapter 81 : Before Wedding
82 Chapter 82 : Wedding Agreement
83 Chapter 83 : Usaha
84 Chapter 84 : Quiz
85 Chapter 85 : Goals
86 Chapter 86 : A love
87 Chapter 87 : Kacau
88 Chapter 88 : Mabuk Aturan
89 Chapter 89 : Bos kecil
90 Bab 90 : Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2
Chapter 2 : Manusia Bumi
3
Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4
Chapter 4 - Telen Beban
5
Chapter 5 - Emosi Tragedi
6
Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7
Chapter 7 : Persoalan Genting
8
Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9
Chapter 9 : Balapan Lucu
10
Chapter 10 : Tawuran
11
Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12
Chapter 12 : Aksi Matt
13
Chapter 13 : Ngegas
14
Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15
Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16
Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17
Chapter 17 : Panji Perang
18
Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19
Chapter 19 : Kepergok
20
Chapter 20 : Meledak
21
Chapter 21 : Salting
22
Chapter 22 : Iya, Sayang.
23
Chapter 23 : Ring Road Love
24
Chapter 24 : Bersenang-senang
25
Chapter 25 : OMG
26
Chapter 26 : Kekacauan
27
Chapter 27 : Kalah
28
Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29
Chapter 29 : Toleransi nol
30
Chapter 30 : Wuu...
31
Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32
Chapter 32 : Bolos Bersama
33
Chapter 33 : Saingan, Iya...
34
Chapter 34 : Hukuman
35
Chapter 35 : Gulma
36
Chapter 36 : Back Street
37
Chapter 37 : Emang Enak
38
Chapter 38 : Loyal
39
Chapter 39 : Pahit & Pedas
40
Chapter 40 : Kabut
41
Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42
Chapter 42 : Sidang Keluarga
43
Chapter 43 : Sinarnya Redup
44
Chapter 43 : Sedikit Balasan
45
Chapter 45 : Markijayyy
46
Chapter 46 : Membingungkan
47
Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48
Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49
Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50
Chapter 50 : Ribut
51
Chapter 51 : Sangar
52
Chapter 52 : Menggila
53
Chapter 53 : Erat
54
Chapter 54 : Meeting Points
55
Chapter 55 : SERI
56
Chapter 56 : Gak Mudah
57
Chapter 56 : Maju Ke Depan
58
Chapter 58 : Heuheu
59
Chapter 59 : Bujuk Rayu
60
Chapter 60 : Tersedak
61
Chapter 61 : Ngeri
62
Chapter 62 : Parau
63
Chapter 63 : Gila sih
64
Chapter 64 : Baper
65
Chapter 65 : Good Goodbye
66
Chapter 66 : Evoleventador
67
Chapter 67 : Iya berdua
68
Chapter 68 : Lulus
69
Chapter 69 : Hadiah
70
Chapter 70 : Menolak Kembali
71
Chapter 71 : Drama Sekolah
72
Chapter 72 : Back Off
73
Chapter 73 : Prediksi Tepat
74
Chapter 74 : Engagement Day
75
Chapter 75 : Bertemu Kamu
76
Chapter 76 : Takut
77
Chapter 77 : Merana
78
Chapter 78 : Reuni
79
Chapter 79 : Malu & Takut
80
Chapter 80 : Balapan Terakhir
81
Chapter 81 : Before Wedding
82
Chapter 82 : Wedding Agreement
83
Chapter 83 : Usaha
84
Chapter 84 : Quiz
85
Chapter 85 : Goals
86
Chapter 86 : A love
87
Chapter 87 : Kacau
88
Chapter 88 : Mabuk Aturan
89
Chapter 89 : Bos kecil
90
Bab 90 : Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!