Berpisahnya Tegar dan Mikaila membuat Dela di atas angin. Dia berseru dan memamerkan selebrasi gerakan-gerakan kemenangan dari hasil jerih payah les dance saban Minggu sore dan Rabu malam selama bertahun-tahun di depan Mikaila.
“Kasian deh, Mika. Sendiri lagi. Uluh... uluh, makanya jadi cewek jangan sok! Jangan belagu. Rio dulu mutusin kamu karena dia males punya cewek gak asik kayak kamu!”
“Bawel banget sih, nenek lampir!” Mikaila berseru galak sambil menggebrak meja. “Gak usah bahas-bahas Rio deh. Punya mantan playboy aja bangga kamu! Lagian ya, kamuh... cuma dimanfaatin dia doang! Gayamu paling bagus aja!”
Dela melengos seraya mendekati Tegar dengan kenes. Dela yang menjadi musuh bebuyutan Mikaila dari SMP memberi pelajaran dengan menjelekkan Mikaila di depan Tegar secara terang-terangan.
Mikaila yang berang menabok pantat Dela dengan kemoceng. “Kalo mau Tegar gak usah jelek-jelek aku dong! Emang dasarnya kamu gak mampu ngalahin aku dalam segala hal makanya kamu licik. Murahan!”
Dela menyambar kemoceng dan membalasnya bertubi-tubi ke pantat Mikaila. Bertubi-tubi pula Mikaila berusaha menangkis.
“Aku bisa dapatin Tegar tanpa saingan sama kamu cewek sok!” seru Dela.
Tegar tercengang, dirinya bukan piala dunia yang bisa dipertaruhkan siapa saja pemenangnya woy. Dia cuma cowok yang di buang bapaknya demi menghindari skandal keluarga sampai terlunta-lunta perasaannya di Solo Raya.
Keributan semakin memanas, Daffa dan Wicak berusaha memisahkan keduanya yang mulai terpancing untuk jambak-jambakan dan saling cakar-cakaran.
“Gar, Tegar. Ngomong dong? Cewek mana yang kamu pilih!” seru Daffa, menyeret Mikaila menjauh ke sisi kanan kelas.
“Lepasin, Daff. Lepas!” Mikaila berontak.
Di sisi kiri kelas, Wicak membungkam mulut Dela yang beringas ingin mengigit lengannya. Dela berontak dan Wicak kesenangan.
Tegar yang diam-diam senang dengan sikap Mikaila yang ceria dan apa adanya pun mengabaikan Dela dengan mendatangi Mikaila untuk sekedar menatap matanya dan melepas ikat rambutnya sampai rambutnya terurai. Itu cantik menurutnya.
“Gue bukan pilihan.” bisiknya seraya berbalik. Tegar menyimpan ikat rambut Mikaila di saku celana.
Kalah lagi dari Mikaila, Dela melancarkan aksi balas dendam. Dela menjebak Mikaila dengan mengatasnamakan persahabatannya dengan Melody dan Sarina di kamar mandi paling ujung dan nyaris tak pernah di gunakan sepulang sekolah.
“Siapapun. Tolongin woy!”
Tegar yang baru dari kantin untuk menemui The Evolve Wild berhenti berjalan.
“Dengar sesuatu?” Tegar mencegah anggota geng The Evolve Wild melaju.
“Kupingmu paling yang soak, Gar!” timpal Daffa.
Tegar mendengus, kupingnya memang panas setelah mendengar Mikaila dan Dela berteriak-teriak di dekatnya tadi. Tapi kupingnya masih normal. Tegar mengikuti kata hatinya, diikuti rombongan geng yang seolah ingin melakukan penyerangan. Sigap tapi was-was.
“Halo...” Suara bariton di sebrang kamar mandi menyapanya keras. Mikaila menggebrak-gebrak kamar mandi, mukanya panik, napasnya memburu. “Tolongin dong, kebelet mau pingsan aku.”
Seluruh anggota geng The Evolve Wild yang hafal betul suara Mikaila menyeringai lebar.
“Ngapain di dalam neng? Uji nyali?” seru Drew. Senang bukan main dia ada yang mengerjai Mikaila.
Mikaila mendelik. Sialnya nambah. Kenapa harus Drew sih, makin ancur reputasi aku!
“Mikaila, abang temenin ya?” Drew bersiul menggoda.
“Senior kampret! Buka!”
“AAADUHHH... minta tolongnya yang manis dong, cantek!”
Mikaila menendang pintu dengan marah. “Sialan, tolongin lah Drew. Daripada aku cap kamu senior kampret seumur hidup!”
Drew tergelak lalu mencegah Tegar yang ingin mendobraknya.
“Biarin, Gar. Biar dia panas dulu!”
“Kasian, nanti dia dendam sama kita!”
“Cie perhatian. Buka deh, Gar. Buka.” timpal Daffa yang sangat-sangat mengerti situasi di dalam kelas bagaimana. Baik Tegar dan Mikaila mungkin saling acuh tak acuh, tapi bagi Daffa geliat-geliat asmara yang bisa timbul kapan saja itu sudah bertampang di matanya.
Mikaila yang menguping percakapan The Evolve Wild itu berseru kegirangan.
“Dobrak aja, Gar. Ntar pintu aku yang ganti!”
Tegar mengambil ancang-ancang. Dengan kekuatan penuh. Kakinya menendang pintu yang kontan membuat engselnya copot.
“Gila kuat banget.” puji Daffa.
Mikaila yang senang bisa terbebas dari seramnya kamar mandi sekolah keluar dan memeluki Tegar dengan antusiasme berlebihan. Tegar terpukau, ia pun jadi salah tingkah saat Mikaila mencubit pipinya gemas dengan ucapan terima kasih yang tertubi-tubi.
“You're still my Hero.”
Daffa dan Wicak menyeringai lebar lalu the Evolve Wild meninggalkan area kamar mandi sambil menggosipkan dalang dari kasus barusan.
“Aku bisa pingsan beneran kalo kamu nggak datang, Gar.” kata Mikaila berapi-api. “Aku yakin ini pasti ulah Dela! Dia gak terima kita berantem tadi.”
Tegar berdehem, syukurlah gue tadi sempet nongkrong di kantin. Coba gue pulang, mati hipotermia sama ketakutan nih cewek. Dan secuil hatinya mendadak penasaran siapa mantan Mikaila dan Dela yang begitu alot menjadi biang masalah keduanya.
“Besok aku bakal balas dendam sama Dela. Buat kalian geng-gengan, aku ucapkan terima kasih. Kapan-kapan aku gantian ngasih bantuan!”
Drew lalu termenung memikirkan Dela. Banyak juga yang gak suka nih cewek. Bisa jadi gengku juga dia!
Mikaila melaporkan kejadian yang menimpanya ke Bu Weni. Ruang bimbingan konseling menanti keesokan harinya untuk mereka berdua.
Baik Mikaila dan Dela sama-sama mempunyai atensi dan alasan yang tidak masuk akal sampai membuat Bu Weni dan Pak Rahmat ngelus dada. Itu sebabnya, tidak ada solusi yang sanggup menyelesaikan masalah Mikaila dan Dela kecuali maaf-maafan secara tidak ikhlas. Soalnya mereka masih dalam taraf satu menang satunya tidak mau kalah.
Sementara itu percuma ngotot, Tegar terus menerima Mikaila yang memepetinya dengan beribu alasan demi keamanannya.
“My Hero” nampaknya terus tersemat untuknya, gara-gara itu pun cewek yang sok di sekolah dan malas mendekatinya membuat keberadaan Tegar mulai diakui di sekolah sebagai pemuda keren dan gak ngotak. Sebab mereka masih menganggap Mikaila adalah kaum kereta kuda sementara di atas kelapa melintas pesawat alien yang berlalu lalang dengan bebas.
...***...
...Happy Reading, buat yang baca komen dong biar ramai. Terima kasih ☺️...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
husna
bibit cinta sudah mulai tumbuh,Daffa ngerti aja🤭
2023-08-27
0
Cut SNY@"GranyCUT"
untung ada Tegar yang mendengar suara teriàkan Mikaila dan bantu membebaskannya.
2023-08-09
0
Cut SNY@"GranyCUT"
Dela jahat, uma gegara cowok mantan bisa dendam kesumat.
2023-08-09
0