Chapter 8 : Persoalan Genting 2

Berpisahnya Tegar dan Mikaila membuat Dela di atas angin. Dia berseru dan memamerkan selebrasi gerakan-gerakan kemenangan dari hasil jerih payah les dance saban Minggu sore dan Rabu malam selama bertahun-tahun di depan Mikaila.

“Kasian deh, Mika. Sendiri lagi. Uluh... uluh, makanya jadi cewek jangan sok! Jangan belagu. Rio dulu mutusin kamu karena dia males punya cewek gak asik kayak kamu!”

“Bawel banget sih, nenek lampir!” Mikaila berseru galak sambil menggebrak meja. “Gak usah bahas-bahas Rio deh. Punya mantan playboy aja bangga kamu! Lagian ya, kamuh... cuma dimanfaatin dia doang! Gayamu paling bagus aja!”

Dela melengos seraya mendekati Tegar dengan kenes. Dela yang menjadi musuh bebuyutan Mikaila dari SMP memberi pelajaran dengan menjelekkan Mikaila di depan Tegar secara terang-terangan.

Mikaila yang berang menabok pantat Dela dengan kemoceng. “Kalo mau Tegar gak usah jelek-jelek aku dong! Emang dasarnya kamu gak mampu ngalahin aku dalam segala hal makanya kamu licik. Murahan!”

Dela menyambar kemoceng dan membalasnya bertubi-tubi ke pantat Mikaila. Bertubi-tubi pula Mikaila berusaha menangkis.

“Aku bisa dapatin Tegar tanpa saingan sama kamu cewek sok!” seru Dela.

Tegar tercengang, dirinya bukan piala dunia yang bisa dipertaruhkan siapa saja pemenangnya woy. Dia cuma cowok yang di buang bapaknya demi menghindari skandal keluarga sampai terlunta-lunta perasaannya di Solo Raya.

Keributan semakin memanas, Daffa dan Wicak berusaha memisahkan keduanya yang mulai terpancing untuk jambak-jambakan dan saling cakar-cakaran.

“Gar, Tegar. Ngomong dong? Cewek mana yang kamu pilih!” seru Daffa, menyeret Mikaila menjauh ke sisi kanan kelas.

“Lepasin, Daff. Lepas!” Mikaila berontak.

Di sisi kiri kelas, Wicak membungkam mulut Dela yang beringas ingin mengigit lengannya. Dela berontak dan Wicak kesenangan.

Tegar yang diam-diam senang dengan sikap Mikaila yang ceria dan apa adanya pun mengabaikan Dela dengan mendatangi Mikaila untuk sekedar menatap matanya dan melepas ikat rambutnya sampai rambutnya terurai. Itu cantik menurutnya.

“Gue bukan pilihan.” bisiknya seraya berbalik. Tegar menyimpan ikat rambut Mikaila di saku celana.

Kalah lagi dari Mikaila, Dela melancarkan aksi balas dendam. Dela menjebak Mikaila dengan mengatasnamakan persahabatannya dengan Melody dan Sarina di kamar mandi paling ujung dan nyaris tak pernah di gunakan sepulang sekolah.

“Siapapun. Tolongin woy!”

Tegar yang baru dari kantin untuk menemui The Evolve Wild berhenti berjalan.

“Dengar sesuatu?” Tegar mencegah anggota geng The Evolve Wild melaju.

“Kupingmu paling yang soak, Gar!” timpal Daffa.

Tegar mendengus, kupingnya memang panas setelah mendengar Mikaila dan Dela berteriak-teriak di dekatnya tadi. Tapi kupingnya masih normal. Tegar mengikuti kata hatinya, diikuti rombongan geng yang seolah ingin melakukan penyerangan. Sigap tapi was-was.

“Halo...” Suara bariton di sebrang kamar mandi menyapanya keras. Mikaila menggebrak-gebrak kamar mandi, mukanya panik, napasnya memburu. “Tolongin dong, kebelet mau pingsan aku.”

Seluruh anggota geng The Evolve Wild yang hafal betul suara Mikaila menyeringai lebar.

“Ngapain di dalam neng? Uji nyali?” seru Drew. Senang bukan main dia ada yang mengerjai Mikaila.

Mikaila mendelik. Sialnya nambah. Kenapa harus Drew sih, makin ancur reputasi aku!

“Mikaila, abang temenin ya?” Drew bersiul menggoda.

“Senior kampret! Buka!”

“AAADUHHH... minta tolongnya yang manis dong, cantek!”

Mikaila menendang pintu dengan marah. “Sialan, tolongin lah Drew. Daripada aku cap kamu senior kampret seumur hidup!”

Drew tergelak lalu mencegah Tegar yang ingin mendobraknya.

“Biarin, Gar. Biar dia panas dulu!”

“Kasian, nanti dia dendam sama kita!”

“Cie perhatian. Buka deh, Gar. Buka.” timpal Daffa yang sangat-sangat mengerti situasi di dalam kelas bagaimana. Baik Tegar dan Mikaila mungkin saling acuh tak acuh, tapi bagi Daffa geliat-geliat asmara yang bisa timbul kapan saja itu sudah bertampang di matanya.

Mikaila yang menguping percakapan The Evolve Wild itu berseru kegirangan.

“Dobrak aja, Gar. Ntar pintu aku yang ganti!”

Tegar mengambil ancang-ancang. Dengan kekuatan penuh. Kakinya menendang pintu yang kontan membuat engselnya copot.

“Gila kuat banget.” puji Daffa.

Mikaila yang senang bisa terbebas dari seramnya kamar mandi sekolah keluar dan memeluki Tegar dengan antusiasme berlebihan. Tegar terpukau, ia pun jadi salah tingkah saat Mikaila mencubit pipinya gemas dengan ucapan terima kasih yang tertubi-tubi.

“You're still my Hero.”

Daffa dan Wicak menyeringai lebar lalu the Evolve Wild meninggalkan area kamar mandi sambil menggosipkan dalang dari kasus barusan.

“Aku bisa pingsan beneran kalo kamu nggak datang, Gar.” kata Mikaila berapi-api. “Aku yakin ini pasti ulah Dela! Dia gak terima kita berantem tadi.”

Tegar berdehem, syukurlah gue tadi sempet nongkrong di kantin. Coba gue pulang, mati hipotermia sama ketakutan nih cewek. Dan secuil hatinya mendadak penasaran siapa mantan Mikaila dan Dela yang begitu alot menjadi biang masalah keduanya.

“Besok aku bakal balas dendam sama Dela. Buat kalian geng-gengan, aku ucapkan terima kasih. Kapan-kapan aku gantian ngasih bantuan!”

Drew lalu termenung memikirkan Dela. Banyak juga yang gak suka nih cewek. Bisa jadi gengku juga dia!

Mikaila melaporkan kejadian yang menimpanya ke Bu Weni. Ruang bimbingan konseling menanti keesokan harinya untuk mereka berdua.

Baik Mikaila dan Dela sama-sama mempunyai atensi dan alasan yang tidak masuk akal sampai membuat Bu Weni dan Pak Rahmat ngelus dada. Itu sebabnya, tidak ada solusi yang sanggup menyelesaikan masalah Mikaila dan Dela kecuali maaf-maafan secara tidak ikhlas. Soalnya mereka masih dalam taraf satu menang satunya tidak mau kalah.

Sementara itu percuma ngotot, Tegar terus menerima Mikaila yang memepetinya dengan beribu alasan demi keamanannya.

“My Hero” nampaknya terus tersemat untuknya, gara-gara itu pun cewek yang sok di sekolah dan malas mendekatinya membuat keberadaan Tegar mulai diakui di sekolah sebagai pemuda keren dan gak ngotak. Sebab mereka masih menganggap Mikaila adalah kaum kereta kuda sementara di atas kelapa melintas pesawat alien yang berlalu lalang dengan bebas.

...***...

...Happy Reading, buat yang baca komen dong biar ramai. Terima kasih ☺️...

Terpopuler

Comments

husna

husna

bibit cinta sudah mulai tumbuh,Daffa ngerti aja🤭

2023-08-27

0

Cut SNY@"GranyCUT"

Cut SNY@"GranyCUT"

untung ada Tegar yang mendengar suara teriàkan Mikaila dan bantu membebaskannya.

2023-08-09

0

Cut SNY@"GranyCUT"

Cut SNY@"GranyCUT"

Dela jahat, uma gegara cowok mantan bisa dendam kesumat.

2023-08-09

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2 Chapter 2 : Manusia Bumi
3 Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4 Chapter 4 - Telen Beban
5 Chapter 5 - Emosi Tragedi
6 Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7 Chapter 7 : Persoalan Genting
8 Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9 Chapter 9 : Balapan Lucu
10 Chapter 10 : Tawuran
11 Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12 Chapter 12 : Aksi Matt
13 Chapter 13 : Ngegas
14 Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15 Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16 Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17 Chapter 17 : Panji Perang
18 Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19 Chapter 19 : Kepergok
20 Chapter 20 : Meledak
21 Chapter 21 : Salting
22 Chapter 22 : Iya, Sayang.
23 Chapter 23 : Ring Road Love
24 Chapter 24 : Bersenang-senang
25 Chapter 25 : OMG
26 Chapter 26 : Kekacauan
27 Chapter 27 : Kalah
28 Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29 Chapter 29 : Toleransi nol
30 Chapter 30 : Wuu...
31 Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32 Chapter 32 : Bolos Bersama
33 Chapter 33 : Saingan, Iya...
34 Chapter 34 : Hukuman
35 Chapter 35 : Gulma
36 Chapter 36 : Back Street
37 Chapter 37 : Emang Enak
38 Chapter 38 : Loyal
39 Chapter 39 : Pahit & Pedas
40 Chapter 40 : Kabut
41 Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42 Chapter 42 : Sidang Keluarga
43 Chapter 43 : Sinarnya Redup
44 Chapter 43 : Sedikit Balasan
45 Chapter 45 : Markijayyy
46 Chapter 46 : Membingungkan
47 Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48 Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49 Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50 Chapter 50 : Ribut
51 Chapter 51 : Sangar
52 Chapter 52 : Menggila
53 Chapter 53 : Erat
54 Chapter 54 : Meeting Points
55 Chapter 55 : SERI
56 Chapter 56 : Gak Mudah
57 Chapter 56 : Maju Ke Depan
58 Chapter 58 : Heuheu
59 Chapter 59 : Bujuk Rayu
60 Chapter 60 : Tersedak
61 Chapter 61 : Ngeri
62 Chapter 62 : Parau
63 Chapter 63 : Gila sih
64 Chapter 64 : Baper
65 Chapter 65 : Good Goodbye
66 Chapter 66 : Evoleventador
67 Chapter 67 : Iya berdua
68 Chapter 68 : Lulus
69 Chapter 69 : Hadiah
70 Chapter 70 : Menolak Kembali
71 Chapter 71 : Drama Sekolah
72 Chapter 72 : Back Off
73 Chapter 73 : Prediksi Tepat
74 Chapter 74 : Engagement Day
75 Chapter 75 : Bertemu Kamu
76 Chapter 76 : Takut
77 Chapter 77 : Merana
78 Chapter 78 : Reuni
79 Chapter 79 : Malu & Takut
80 Chapter 80 : Balapan Terakhir
81 Chapter 81 : Before Wedding
82 Chapter 82 : Wedding Agreement
83 Chapter 83 : Usaha
84 Chapter 84 : Quiz
85 Chapter 85 : Goals
86 Chapter 86 : A love
87 Chapter 87 : Kacau
88 Chapter 88 : Mabuk Aturan
89 Chapter 89 : Bos kecil
90 Bab 90 : Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2
Chapter 2 : Manusia Bumi
3
Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4
Chapter 4 - Telen Beban
5
Chapter 5 - Emosi Tragedi
6
Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7
Chapter 7 : Persoalan Genting
8
Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9
Chapter 9 : Balapan Lucu
10
Chapter 10 : Tawuran
11
Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12
Chapter 12 : Aksi Matt
13
Chapter 13 : Ngegas
14
Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15
Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16
Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17
Chapter 17 : Panji Perang
18
Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19
Chapter 19 : Kepergok
20
Chapter 20 : Meledak
21
Chapter 21 : Salting
22
Chapter 22 : Iya, Sayang.
23
Chapter 23 : Ring Road Love
24
Chapter 24 : Bersenang-senang
25
Chapter 25 : OMG
26
Chapter 26 : Kekacauan
27
Chapter 27 : Kalah
28
Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29
Chapter 29 : Toleransi nol
30
Chapter 30 : Wuu...
31
Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32
Chapter 32 : Bolos Bersama
33
Chapter 33 : Saingan, Iya...
34
Chapter 34 : Hukuman
35
Chapter 35 : Gulma
36
Chapter 36 : Back Street
37
Chapter 37 : Emang Enak
38
Chapter 38 : Loyal
39
Chapter 39 : Pahit & Pedas
40
Chapter 40 : Kabut
41
Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42
Chapter 42 : Sidang Keluarga
43
Chapter 43 : Sinarnya Redup
44
Chapter 43 : Sedikit Balasan
45
Chapter 45 : Markijayyy
46
Chapter 46 : Membingungkan
47
Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48
Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49
Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50
Chapter 50 : Ribut
51
Chapter 51 : Sangar
52
Chapter 52 : Menggila
53
Chapter 53 : Erat
54
Chapter 54 : Meeting Points
55
Chapter 55 : SERI
56
Chapter 56 : Gak Mudah
57
Chapter 56 : Maju Ke Depan
58
Chapter 58 : Heuheu
59
Chapter 59 : Bujuk Rayu
60
Chapter 60 : Tersedak
61
Chapter 61 : Ngeri
62
Chapter 62 : Parau
63
Chapter 63 : Gila sih
64
Chapter 64 : Baper
65
Chapter 65 : Good Goodbye
66
Chapter 66 : Evoleventador
67
Chapter 67 : Iya berdua
68
Chapter 68 : Lulus
69
Chapter 69 : Hadiah
70
Chapter 70 : Menolak Kembali
71
Chapter 71 : Drama Sekolah
72
Chapter 72 : Back Off
73
Chapter 73 : Prediksi Tepat
74
Chapter 74 : Engagement Day
75
Chapter 75 : Bertemu Kamu
76
Chapter 76 : Takut
77
Chapter 77 : Merana
78
Chapter 78 : Reuni
79
Chapter 79 : Malu & Takut
80
Chapter 80 : Balapan Terakhir
81
Chapter 81 : Before Wedding
82
Chapter 82 : Wedding Agreement
83
Chapter 83 : Usaha
84
Chapter 84 : Quiz
85
Chapter 85 : Goals
86
Chapter 86 : A love
87
Chapter 87 : Kacau
88
Chapter 88 : Mabuk Aturan
89
Chapter 89 : Bos kecil
90
Bab 90 : Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!