Drew menendangi kursi yang berjatuhan, beberapa patah, beberapa meja tak luput dari vandalisme seronok dan dagangan di warung burjo itu berantakan setelah penjaga warung menghubunginya di dini hari.
“Sementara warung tutup aja, Bray. Kita pindah basecamp!” ucap Drew selaku pemilik usaha paling kecil keluarganya. Ia menatap motor yang tertinggal seraya mengepalkan kesepuluh jarinya di sisi tubuh.
“Tomatt... Berani-beraninya mengibarkan panji-panji perang!” Drew meninju telapak tangannya sendiri. “The Evolve Wild gak akan tinggal diam!”
Drew menghubungi rekan-rekannya yang baru merasakan pahitnya rasa nyeri dan dimarahi orang tua. Beberapa anggota geng enggan datang, takut dimarahin lagi. Drew mendengus, “Oke... Oke... Gak setia kawan sehari gak masalah, tapi besok di sekolah, mampus kita semua!”
Tak terkecuali Mikaila! Sehari berlalu semenjak tawuran itu terjadi, Mikaila merasa datang ke sekolah serupa mendatangi tempat paling menyeramkan. Dia tidak memiliki tempat aman untuk bersembunyi. Ia ketakutan, detik yang berputar terasa mencekam, was-was, jantungnya berdebar-debar, telapak tangannya berkeringat dingin, senyumnya hilang, sikap soknya pias. Mikaila merasa tidak tenang bahkan ketika orang tuanya sudah percaya ia hanya main dengan Melody.
Mikaila dihantui pelbagai kecemasan yang berlebih saat laporan dari sekolah mendarat di aplikasi chat-nya. Sekolah di serang, kaca kelas sepuluh a-b pecah, tembok penuh vandalisme. Upacara yang biasanya terlaksana pagi ini absen digantikan dengan rapat dadakan ia dan guru-guru.
Yang tawuran siapa yang menghadapi guru-guru duluan siapa! I feel so bad!
Mikaila menatap sekilas Tegar yang baru datang, namun itu hanya sejenak, pemuda itu langsung lenyap di balik gedung kelas sebelas.
Mikaila tersenyum kecut. “Pagi, Pak.”
Kepala sekolah langsung menyuruhnya melihat video cctv di komputer.
“Kamu kenal mereka, Mika?” tanya Pak Rama.
Mikaila sontak terperangah, lalu dengan lihai ia mengernyitkan dahi, berpura-pura berpikir keras.
“Dari perawakannya ini bapak lihat masih anak-anak muda. Bisa bapak simpulkan mereka anak sekolahan! Drew terlibat masalah, Mika?”
Anjir... Kenapa harus aku yang jawab pertanyaan gampang tapi sulit ini. Oh Drew! Mimpi apa aku harus ada urusan lagi sama kamu!
Mikaila diam alih-alih menjawabnya dengan lepas. Kali ini dia memikirkan dengan baik-baik setelah adanya Tegar di geng itu. Kalau dulu ia begitu senang menjebloskan Drew dkk ke ruang BK dan kepsek, sekarang Mikaila memikirkan semuanya dengan keras sampai Pak Rama menepuk pundaknya. Mikaila tersentak kaget.
“Selamat pagi!” sapa mama Matthew di ambang pintu.
Baik Mikaila dan kepsek tersenyum cemas, wanita glamor itu membawa Matthew yang berseragam SMA Sanjaya Bakti. Pak Rama kontan menatap Mikaila dengan perubahan ekspresi, matanya melotot. “Panggil Drew.” ucapnya seraya menepuk pundaknya.
“Selamat pagi bapak kepala sekolah!” sapa mama Matthew dengan intonasi ngegas.
“Selamat pagi ibu, silakan masuk!”
Mikaila keluar dari ruang kepsek sambil menatap Matthew dengan muka sinis. Matthew pun menatapnya dengan ekspresi muka yang susah di baca.
Aku yakin dia mau laporan tawuran kemarin! Sial. Dalam masalah besar semuanya.
Mikaila berlari tunggang langgang mencari salah satu geng The Evolve Wild di penjuru sekolah yang susah di temukan.
“Lihat Tegar gak? Drew? Daffa?” teriaknya pada siswa-siswi yang dilewatinya.
“Tegar di kantin! Kenapa woy? Ada masalah apa, Mik? Siapa yang nyerang sekolah.”
Mikaila mengibaskan tangan, mengabaikan rentetan pertanyaan yang memusingkan sekali.
“Gar, gawat...” seru Mikaila sambil terengah-engah, ia memegangi lututnya lalu mengatur napas. “Mamat sama mamanya ke sekolah, Drew di cari kepsek, horizon blast balas dendam!”
“Udah tau!” ucapnya santai meski badannya lebam-lebam.
“Kok bisa?”
Mikaila menyambar es jeruk yang diminum Tegar, ia haus parah, jantungnya pun menggedor-gedor dada. Jadi sementara Tegar menceritakan kejadian di basecamp, Matthew menceritakan kejadian pengeroyokan yang dilakukan Tegar. Sontak saja, Pak Rama terkejut banget seakan nama Tegar yang ia lihat sebagai pemuda pindahan yang pendiam melakukan pengeroyokan!
Mikaila dan Tegar berdiri bersamaan ketika Pak Rama memanggil mereka dengan langkah lebar-lebar.
“Sini kalian!”
Mikaila menggenggam tangan Tegar tiba-tiba. “Kacau, Gar.”
Tegar menatap genggaman tangan Mikaila yang begitu erat seperti malam yang mereka lewati dari Jogja ke Solo. Malam yang ia kenang sebagai malam yang penuh bintang.
“Gak usah takut selagi masih bisa cari kebenaran.” Tegar menarik tubuh Mikaila yang bergeming kokoh di lantai kantin.
“Kalian berdua ke ruang BK!” ucap Pak Rama berang.
Lagi-lagi Tegar menunjukkan siapa dirinya. Senyumnya terpaksa, ekspresinya datar seperti garis katulistiwa sebab dari semua orang yang dia kenali baik-baik hanya keluarganya yang mampu meluluhkan sikap sok angkuhnya itu.
Mikaila menatap genggaman tangan Tegar yang tak lepas. Kalo pada akhirnya aku bener-bener jatuh cinta sama Tegar, aku senang-senang aja walau sikapnya begini amat. Aku yakin ada alasan di baliknya, aku hanya perlu mengenalnya dan menemukan yang berbeda darinya.
“Mikir apa?” Tegar menekan bahu Mikaila agar duduk di sofa ruang BK yang tak pernah gadis itu rasakan sebelumnya.
“Aku gak tau!” Mikaila menggeleng, “Aku takut kita kenapa-kenapa, Gar. Aku yakin banget masalah ini gak sepele. Kaca-kaca pecah itu pasti ulah mereka juga.”
“Udah tahu, Mika. Santai deh, ikuti dulu permainan ini.” Tegar merapikan rambut panjangnya yang berantakan.
Mikaila sempat terkesima sesaat lalu tersipu malu. “Tanggung jawab lho kalo aku jatuh cinta sama kamu!”
“Gampang.” Tegar mengeluarkan ikat rambut yang ikut tercuci ibunya, “Mama tanya milik siapa, aku bilang milik tukang ngomel.”
Mikaila menyikut sikunya. “Namaku Mikaila.” ucapnya sambil meraih ikat rambutnya. Mereka sama-sama terdiam kemudian. Matthew dan mamanya datang bersama kepsek.
“Kamu minta maaf sama Matthew, Gar. Kamu juga di tuntut ganti rugi atas pengeroyokan yang kamu lakukan.” ucap kepsek menahan emosi di tengah terdakwa yang menghasut dan korban yang santai, Tegar ya bukan Mikaila. Gadis itu nyaris memuntahkan segala fakta yang tertunda di bibirnya kalo Tegar tidak menyentuh pinggangnya.
Tegar menatap Matthew, “Ada nota rumah sakit? Aku akan mengganti sesuai jumlah biaya pengobatannya!” ucapnya tenang.
Matthew kontan terkekeh dengan di buat-buat. “Boro-boro aku nyimpan notanya, Gar. Mikir selamat aja gak!”
“Oh... Satu juta? Dua juta?” kata Tegar datar seraya berdiri dan mendekatinya. “Dimana teman-temanmu? The Horizon Blast, mereka gak minta tanggung jawabku sekalian?”
“Mereka gak butuh!”
“Oh, dengan tas tenteng branded dan sepatu original di atas harga satu juta masih butuh ganti rugi? Nulis nomer rekeningmu.” Tegar mengulurkan hpnya.
Makin tercenganglah Matthew, cowok di depannya tak goyah sama sekali dengan serangannya.
“Sudah?” Tegar mengambil hpnya lalu mengirim uang gantinya. “Ada lagi yang bisa aku ganti? Mungkin mengobati lukamu sampai sembuh?” imbuhnya dengan nada mencela.
“Cukup!” Matthew mengangguk pada ibunya lalu kepsek dengan hati memohon maaf kepada mereka.
Matthew dan ibunya pergi dari ruang BK. Dan babak baru kemarahan Pak Rama di mulai.
“Apa-apaan kalian berdua! Sudah kelas dua belas bukannya serius ikut les malah bikin masalah, memalukan!” Pak Rama menunjuk Tegar.
“Kamu bapak skorsing satu Minggu dengan tugas membersihkan sekolah setiap sore!”
“Siap.” Tegar keluar dari ruang BK dengan sikap percaya diri diikuti Mikaila yang marah pada dirinya sendiri. ketika Pak Rama geleng-geleng kepala.
“Kok kamu gak lawan sih, Gar. Harusnya kamu lawan dong Mamat biar kapok.” serunya berang.
“Lawan pecundang bukan tandinganku.”
“Terus lawanmu apa? Pemenang?”
“Of course.” Tegar menarik sudut bibir kirinya. “Urusanku banyak, tolong jangan nambah-nambah pikiran!”
Mikaila menjotos perut Tegar dengan mulus. Pemuda itu terkejut lalu spontan tertawa.
“Manis banget marahnya, boleh lagi?”
Ya gak usah di pikir, Mikaila langsung menghujaninya dengan tonjokan gemas. “Bawa aku ke basecamp kalian! Kita rapat di bawah kekuasaanku.”
...***...
...Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
૦ 𝚎 ɏ ꄲ 𝙚 ռ
gemessshh banget m mika.. suka dehh🥰
2023-09-03
0
suminar
🤭🤭🤭🤭
2023-08-19
0
suminar
🤩🤩🤩🤩
2023-08-19
0