Chapter 13 : Ngegas

Drew menendangi kursi yang berjatuhan, beberapa patah, beberapa meja tak luput dari vandalisme seronok dan dagangan di warung burjo itu berantakan setelah penjaga warung menghubunginya di dini hari.

“Sementara warung tutup aja, Bray. Kita pindah basecamp!” ucap Drew selaku pemilik usaha paling kecil keluarganya. Ia menatap motor yang tertinggal seraya mengepalkan kesepuluh jarinya di sisi tubuh.

“Tomatt... Berani-beraninya mengibarkan panji-panji perang!” Drew meninju telapak tangannya sendiri. “The Evolve Wild gak akan tinggal diam!”

Drew menghubungi rekan-rekannya yang baru merasakan pahitnya rasa nyeri dan dimarahi orang tua. Beberapa anggota geng enggan datang, takut dimarahin lagi. Drew mendengus, “Oke... Oke... Gak setia kawan sehari gak masalah, tapi besok di sekolah, mampus kita semua!”

Tak terkecuali Mikaila! Sehari berlalu semenjak tawuran itu terjadi, Mikaila merasa datang ke sekolah serupa mendatangi tempat paling menyeramkan. Dia tidak memiliki tempat aman untuk bersembunyi. Ia ketakutan, detik yang berputar terasa mencekam, was-was, jantungnya berdebar-debar, telapak tangannya berkeringat dingin, senyumnya hilang, sikap soknya pias. Mikaila merasa tidak tenang bahkan ketika orang tuanya sudah percaya ia hanya main dengan Melody.

Mikaila dihantui pelbagai kecemasan yang berlebih saat laporan dari sekolah mendarat di aplikasi chat-nya. Sekolah di serang, kaca kelas sepuluh a-b pecah, tembok penuh vandalisme. Upacara yang biasanya terlaksana pagi ini absen digantikan dengan rapat dadakan ia dan guru-guru.

Yang tawuran siapa yang menghadapi guru-guru duluan siapa! I feel so bad!

Mikaila menatap sekilas Tegar yang baru datang, namun itu hanya sejenak, pemuda itu langsung lenyap di balik gedung kelas sebelas.

Mikaila tersenyum kecut. “Pagi, Pak.”

Kepala sekolah langsung menyuruhnya melihat video cctv di komputer.

“Kamu kenal mereka, Mika?” tanya Pak Rama.

Mikaila sontak terperangah, lalu dengan lihai ia mengernyitkan dahi, berpura-pura berpikir keras.

“Dari perawakannya ini bapak lihat masih anak-anak muda. Bisa bapak simpulkan mereka anak sekolahan! Drew terlibat masalah, Mika?”

Anjir... Kenapa harus aku yang jawab pertanyaan gampang tapi sulit ini. Oh Drew! Mimpi apa aku harus ada urusan lagi sama kamu!

Mikaila diam alih-alih menjawabnya dengan lepas. Kali ini dia memikirkan dengan baik-baik setelah adanya Tegar di geng itu. Kalau dulu ia begitu senang menjebloskan Drew dkk ke ruang BK dan kepsek, sekarang Mikaila memikirkan semuanya dengan keras sampai Pak Rama menepuk pundaknya. Mikaila tersentak kaget.

“Selamat pagi!” sapa mama Matthew di ambang pintu.

Baik Mikaila dan kepsek tersenyum cemas, wanita glamor itu membawa Matthew yang berseragam SMA Sanjaya Bakti. Pak Rama kontan menatap Mikaila dengan perubahan ekspresi, matanya melotot. “Panggil Drew.” ucapnya seraya menepuk pundaknya.

“Selamat pagi bapak kepala sekolah!” sapa mama Matthew dengan intonasi ngegas.

“Selamat pagi ibu, silakan masuk!”

Mikaila keluar dari ruang kepsek sambil menatap Matthew dengan muka sinis. Matthew pun menatapnya dengan ekspresi muka yang susah di baca.

Aku yakin dia mau laporan tawuran kemarin! Sial. Dalam masalah besar semuanya.

Mikaila berlari tunggang langgang mencari salah satu geng The Evolve Wild di penjuru sekolah yang susah di temukan.

“Lihat Tegar gak? Drew? Daffa?” teriaknya pada siswa-siswi yang dilewatinya.

“Tegar di kantin! Kenapa woy? Ada masalah apa, Mik? Siapa yang nyerang sekolah.”

Mikaila mengibaskan tangan, mengabaikan rentetan pertanyaan yang memusingkan sekali.

“Gar, gawat...” seru Mikaila sambil terengah-engah, ia memegangi lututnya lalu mengatur napas. “Mamat sama mamanya ke sekolah, Drew di cari kepsek, horizon blast balas dendam!”

“Udah tau!” ucapnya santai meski badannya lebam-lebam.

“Kok bisa?”

Mikaila menyambar es jeruk yang diminum Tegar, ia haus parah, jantungnya pun menggedor-gedor dada. Jadi sementara Tegar menceritakan kejadian di basecamp, Matthew menceritakan kejadian pengeroyokan yang dilakukan Tegar. Sontak saja, Pak Rama terkejut banget seakan nama Tegar yang ia lihat sebagai pemuda pindahan yang pendiam melakukan pengeroyokan!

Mikaila dan Tegar berdiri bersamaan ketika Pak Rama memanggil mereka dengan langkah lebar-lebar.

“Sini kalian!”

Mikaila menggenggam tangan Tegar tiba-tiba. “Kacau, Gar.”

Tegar menatap genggaman tangan Mikaila yang begitu erat seperti malam yang mereka lewati dari Jogja ke Solo. Malam yang ia kenang sebagai malam yang penuh bintang.

“Gak usah takut selagi masih bisa cari kebenaran.” Tegar menarik tubuh Mikaila yang bergeming kokoh di lantai kantin.

“Kalian berdua ke ruang BK!” ucap Pak Rama berang.

Lagi-lagi Tegar menunjukkan siapa dirinya. Senyumnya terpaksa, ekspresinya datar seperti garis katulistiwa sebab dari semua orang yang dia kenali baik-baik hanya keluarganya yang mampu meluluhkan sikap sok angkuhnya itu.

Mikaila menatap genggaman tangan Tegar yang tak lepas. Kalo pada akhirnya aku bener-bener jatuh cinta sama Tegar, aku senang-senang aja walau sikapnya begini amat. Aku yakin ada alasan di baliknya, aku hanya perlu mengenalnya dan menemukan yang berbeda darinya.

“Mikir apa?” Tegar menekan bahu Mikaila agar duduk di sofa ruang BK yang tak pernah gadis itu rasakan sebelumnya.

“Aku gak tau!” Mikaila menggeleng, “Aku takut kita kenapa-kenapa, Gar. Aku yakin banget masalah ini gak sepele. Kaca-kaca pecah itu pasti ulah mereka juga.”

“Udah tahu, Mika. Santai deh, ikuti dulu permainan ini.” Tegar merapikan rambut panjangnya yang berantakan.

Mikaila sempat terkesima sesaat lalu tersipu malu. “Tanggung jawab lho kalo aku jatuh cinta sama kamu!”

“Gampang.” Tegar mengeluarkan ikat rambut yang ikut tercuci ibunya, “Mama tanya milik siapa, aku bilang milik tukang ngomel.”

Mikaila menyikut sikunya. “Namaku Mikaila.” ucapnya sambil meraih ikat rambutnya. Mereka sama-sama terdiam kemudian. Matthew dan mamanya datang bersama kepsek.

“Kamu minta maaf sama Matthew, Gar. Kamu juga di tuntut ganti rugi atas pengeroyokan yang kamu lakukan.” ucap kepsek menahan emosi di tengah terdakwa yang menghasut dan korban yang santai, Tegar ya bukan Mikaila. Gadis itu nyaris memuntahkan segala fakta yang tertunda di bibirnya kalo Tegar tidak menyentuh pinggangnya.

Tegar menatap Matthew, “Ada nota rumah sakit? Aku akan mengganti sesuai jumlah biaya pengobatannya!” ucapnya tenang.

Matthew kontan terkekeh dengan di buat-buat. “Boro-boro aku nyimpan notanya, Gar. Mikir selamat aja gak!”

“Oh... Satu juta? Dua juta?” kata Tegar datar seraya berdiri dan mendekatinya. “Dimana teman-temanmu? The Horizon Blast, mereka gak minta tanggung jawabku sekalian?”

“Mereka gak butuh!”

“Oh, dengan tas tenteng branded dan sepatu original di atas harga satu juta masih butuh ganti rugi? Nulis nomer rekeningmu.” Tegar mengulurkan hpnya.

Makin tercenganglah Matthew, cowok di depannya tak goyah sama sekali dengan serangannya.

“Sudah?” Tegar mengambil hpnya lalu mengirim uang gantinya. “Ada lagi yang bisa aku ganti? Mungkin mengobati lukamu sampai sembuh?” imbuhnya dengan nada mencela.

“Cukup!” Matthew mengangguk pada ibunya lalu kepsek dengan hati memohon maaf kepada mereka.

Matthew dan ibunya pergi dari ruang BK. Dan babak baru kemarahan Pak Rama di mulai.

“Apa-apaan kalian berdua! Sudah kelas dua belas bukannya serius ikut les malah bikin masalah, memalukan!” Pak Rama menunjuk Tegar.

“Kamu bapak skorsing satu Minggu dengan tugas membersihkan sekolah setiap sore!”

“Siap.” Tegar keluar dari ruang BK dengan sikap percaya diri diikuti Mikaila yang marah pada dirinya sendiri. ketika Pak Rama geleng-geleng kepala.

“Kok kamu gak lawan sih, Gar. Harusnya kamu lawan dong Mamat biar kapok.” serunya berang.

“Lawan pecundang bukan tandinganku.”

“Terus lawanmu apa? Pemenang?”

“Of course.” Tegar menarik sudut bibir kirinya. “Urusanku banyak, tolong jangan nambah-nambah pikiran!”

Mikaila menjotos perut Tegar dengan mulus. Pemuda itu terkejut lalu spontan tertawa.

“Manis banget marahnya, boleh lagi?”

Ya gak usah di pikir, Mikaila langsung menghujaninya dengan tonjokan gemas. “Bawa aku ke basecamp kalian! Kita rapat di bawah kekuasaanku.”

...***...

...Bersambung....

Terpopuler

Comments

૦ 𝚎 ɏ ꄲ 𝙚 ռ

૦ 𝚎 ɏ ꄲ 𝙚 ռ

gemessshh banget m mika.. suka dehh🥰

2023-09-03

0

suminar

suminar

🤭🤭🤭🤭

2023-08-19

0

suminar

suminar

🤩🤩🤩🤩

2023-08-19

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2 Chapter 2 : Manusia Bumi
3 Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4 Chapter 4 - Telen Beban
5 Chapter 5 - Emosi Tragedi
6 Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7 Chapter 7 : Persoalan Genting
8 Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9 Chapter 9 : Balapan Lucu
10 Chapter 10 : Tawuran
11 Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12 Chapter 12 : Aksi Matt
13 Chapter 13 : Ngegas
14 Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15 Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16 Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17 Chapter 17 : Panji Perang
18 Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19 Chapter 19 : Kepergok
20 Chapter 20 : Meledak
21 Chapter 21 : Salting
22 Chapter 22 : Iya, Sayang.
23 Chapter 23 : Ring Road Love
24 Chapter 24 : Bersenang-senang
25 Chapter 25 : OMG
26 Chapter 26 : Kekacauan
27 Chapter 27 : Kalah
28 Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29 Chapter 29 : Toleransi nol
30 Chapter 30 : Wuu...
31 Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32 Chapter 32 : Bolos Bersama
33 Chapter 33 : Saingan, Iya...
34 Chapter 34 : Hukuman
35 Chapter 35 : Gulma
36 Chapter 36 : Back Street
37 Chapter 37 : Emang Enak
38 Chapter 38 : Loyal
39 Chapter 39 : Pahit & Pedas
40 Chapter 40 : Kabut
41 Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42 Chapter 42 : Sidang Keluarga
43 Chapter 43 : Sinarnya Redup
44 Chapter 43 : Sedikit Balasan
45 Chapter 45 : Markijayyy
46 Chapter 46 : Membingungkan
47 Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48 Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49 Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50 Chapter 50 : Ribut
51 Chapter 51 : Sangar
52 Chapter 52 : Menggila
53 Chapter 53 : Erat
54 Chapter 54 : Meeting Points
55 Chapter 55 : SERI
56 Chapter 56 : Gak Mudah
57 Chapter 56 : Maju Ke Depan
58 Chapter 58 : Heuheu
59 Chapter 59 : Bujuk Rayu
60 Chapter 60 : Tersedak
61 Chapter 61 : Ngeri
62 Chapter 62 : Parau
63 Chapter 63 : Gila sih
64 Chapter 64 : Baper
65 Chapter 65 : Good Goodbye
66 Chapter 66 : Evoleventador
67 Chapter 67 : Iya berdua
68 Chapter 68 : Lulus
69 Chapter 69 : Hadiah
70 Chapter 70 : Menolak Kembali
71 Chapter 71 : Drama Sekolah
72 Chapter 72 : Back Off
73 Chapter 73 : Prediksi Tepat
74 Chapter 74 : Engagement Day
75 Chapter 75 : Bertemu Kamu
76 Chapter 76 : Takut
77 Chapter 77 : Merana
78 Chapter 78 : Reuni
79 Chapter 79 : Malu & Takut
80 Chapter 80 : Balapan Terakhir
81 Chapter 81 : Before Wedding
82 Chapter 82 : Wedding Agreement
83 Chapter 83 : Usaha
84 Chapter 84 : Quiz
85 Chapter 85 : Goals
86 Chapter 86 : A love
87 Chapter 87 : Kacau
88 Chapter 88 : Mabuk Aturan
89 Chapter 89 : Bos kecil
90 Bab 90 : Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2
Chapter 2 : Manusia Bumi
3
Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4
Chapter 4 - Telen Beban
5
Chapter 5 - Emosi Tragedi
6
Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7
Chapter 7 : Persoalan Genting
8
Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9
Chapter 9 : Balapan Lucu
10
Chapter 10 : Tawuran
11
Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12
Chapter 12 : Aksi Matt
13
Chapter 13 : Ngegas
14
Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15
Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16
Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17
Chapter 17 : Panji Perang
18
Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19
Chapter 19 : Kepergok
20
Chapter 20 : Meledak
21
Chapter 21 : Salting
22
Chapter 22 : Iya, Sayang.
23
Chapter 23 : Ring Road Love
24
Chapter 24 : Bersenang-senang
25
Chapter 25 : OMG
26
Chapter 26 : Kekacauan
27
Chapter 27 : Kalah
28
Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29
Chapter 29 : Toleransi nol
30
Chapter 30 : Wuu...
31
Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32
Chapter 32 : Bolos Bersama
33
Chapter 33 : Saingan, Iya...
34
Chapter 34 : Hukuman
35
Chapter 35 : Gulma
36
Chapter 36 : Back Street
37
Chapter 37 : Emang Enak
38
Chapter 38 : Loyal
39
Chapter 39 : Pahit & Pedas
40
Chapter 40 : Kabut
41
Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42
Chapter 42 : Sidang Keluarga
43
Chapter 43 : Sinarnya Redup
44
Chapter 43 : Sedikit Balasan
45
Chapter 45 : Markijayyy
46
Chapter 46 : Membingungkan
47
Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48
Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49
Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50
Chapter 50 : Ribut
51
Chapter 51 : Sangar
52
Chapter 52 : Menggila
53
Chapter 53 : Erat
54
Chapter 54 : Meeting Points
55
Chapter 55 : SERI
56
Chapter 56 : Gak Mudah
57
Chapter 56 : Maju Ke Depan
58
Chapter 58 : Heuheu
59
Chapter 59 : Bujuk Rayu
60
Chapter 60 : Tersedak
61
Chapter 61 : Ngeri
62
Chapter 62 : Parau
63
Chapter 63 : Gila sih
64
Chapter 64 : Baper
65
Chapter 65 : Good Goodbye
66
Chapter 66 : Evoleventador
67
Chapter 67 : Iya berdua
68
Chapter 68 : Lulus
69
Chapter 69 : Hadiah
70
Chapter 70 : Menolak Kembali
71
Chapter 71 : Drama Sekolah
72
Chapter 72 : Back Off
73
Chapter 73 : Prediksi Tepat
74
Chapter 74 : Engagement Day
75
Chapter 75 : Bertemu Kamu
76
Chapter 76 : Takut
77
Chapter 77 : Merana
78
Chapter 78 : Reuni
79
Chapter 79 : Malu & Takut
80
Chapter 80 : Balapan Terakhir
81
Chapter 81 : Before Wedding
82
Chapter 82 : Wedding Agreement
83
Chapter 83 : Usaha
84
Chapter 84 : Quiz
85
Chapter 85 : Goals
86
Chapter 86 : A love
87
Chapter 87 : Kacau
88
Chapter 88 : Mabuk Aturan
89
Chapter 89 : Bos kecil
90
Bab 90 : Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!