Chapter 20 : Meledak

“Kak... Kakak, kita main ke rumah kak Mika nanti sore yuk.” ucap Dinda sambil mengikat tali sepatunya di suatu pagi yang sejuk di teras rumah.

Tegar yang melakukan hal sama untuk kembali ke sekolah mendengus. Masih teringat kemarin ia diinterogasi bapak dan ibu Mikaila kenapa slalu putrinya pulang habis magrib. Ngapain saja di sekolah? Ngapain juga mereka bersama? Jelas dong Tegar langsung gelagapan. Panik. Kesusahan dia menjawab dan alih-alih berbohong, Dinda mengambil alih kebingungan kakaknya dengan menjawabnya. Lugu.

“Kak Mika main ke rumah Dinda, Om, jadi guru les mulok adat Solo sama guru les kakak!”

Maka berakhirlah akting Mikaila dan Tegar seketika. Mata mereka berhenti bereaksi. Mereka berdua langsung pucat pasi saat mendapat serentetan nasihat. Maklumlah, mesti bukan keturunan aristokrat sejati, orang tua Mikaila memang gak jauh berbeda dengan anaknya. Lumayan kolot dan galak.

“Kemarin udah, Dind. Besok lah, habis ujian PTS. Kakak janji, tapi gak usah ke rumahnya.”

“Kenapa?” Dengan polos Dinda bertanya. “Kakak takut kena ceramah lagi?”

Tegar memakai helm dan menatap Shinta yang baru saja bergabung sambil mengulurkan bekal makan siang Tegar.

“Bukan salahku, Ma. Itu semua rencana Mikaila sendiri!”

“Mama tahu.” Shinta mengangguk lalu menarik Tegar sedikit menjauh dari Dinda.

“Papa masih lost contacts, Gar. Kemungkinan harus ngirit dulu kita. Kamu jangan lupa makan bekal dari mama, ya.”

“Kapan-kapan aku ke sana, Ma. Tapi mama gak usah nungguin papa datang. Gak usah berharap banyak.”

“Ntar pulang sekolah kamu antar mama cari toko emas di sini ya, mama mau jual perhiasan dari papa. Mama juga pingin kerja, Gar. Tapi kasian adikmu.” Shinta menghela napas dengan wajah muram.

“Beres, Ma. Mama yang sabar.” Tegar bersalaman dengan ibunya seraya mengantar Dinda ke sekolah dasar yang tak jauh dari rumah.

Tegar menepuk kepala adiknya. ”Belajar yang rajin, kalo ada yang nakal sama kamu. Bilang kakak.”

“Yee, gak ada yang berani sama Dinda tau kak. Dinda jadi primadona kelas lagi, banyak temannya. Keren kan?”

Tegar meringis. Dia menyaksikan sebentar adiknya masuk ke sekolah yang jauh lebih biasa dari sekolah lama.

Pantes cocok sama Mika, dua-duanya terlalu PD! Tegar menggeber motornya ke sekolahnya.

Kedatangannya sudah di tunggu gengnya di taman parkir bersama Mikaila yang gila-gilaan menceritakan bagaimana Tegar mengkerut saat di sidang bapak ibunya.

“Habis ketemu calon mertua, Gar?” seloroh Daffa sambil membaginya oleh-oleh dari Singapura, sebuah coklat batangan.

Tegar menyentuh kepalan tangan teman-temannya dengan kepalan tangannya.

“Apes gue kemarin, di kira pacaran sama tuh cewek sarap! Di paksa ngaku lagi. Mana mungkin.”

Mikaila tergelak seraya menyuapkan potongan coklat ke mulutnya. “Perkiraan bapak ibuku tuh ada maksudnya, Gar. Kamu cuma kurang bersyukur aja ada cewek sarap kayak aku yang mau menguras tenaga dan emosi buat kamu!”

“Salah sendiri, gue gak minta!” Tegar bersikap dingin, tetapi ekspresinya sontak menjadi kesal pada diri sendiri.

Kakak udah janji mau ajak Dinda jalan-jalan sama kak Mika habis PTS, masa gak jadi, kakak bohong, kakak nggak sayang sama Dinda! Sama kayak papa!

Tegar menggeleng samar, pikirannya menjadi penjahat yang mempengaruhinya tiba-tiba. Dia menyayangi Dinda dan enggan di samakan dengan ayahnya.

Tapi gimana caranya ngajak ini cewek jalan kalo gue songong gini?

Wicak meraih tangan Mikaila dan Tegar seraya memborgol keduanya dengan borgol plastik. Jaga-jaga, kalo ada musuh menyerang borgol bertindak. Serangan balik paling low effort.

“Bersatu kalian teguh, bercerai belum bisa. Jadi pdkt dulu aja sesuai harfiah.”

Semua anggota The Evolve Wild tergelak melihat betapa kecutnya muka Tegar dan cerianya Mikaila.

“Serasi banget geng. Yuk masuk yuk. Kita perlu mengiringi siswa teladan dan jagoan sekolah biar guru percaya kita tobat di bawah kekuasaan Mika!” ajak Drew.

“Ya elah, eh-eh, terus gimana tuh ceritanya kemarin Reno sama Plotak ambil motor tapi dikerubungi siswa sekolah? Dendam lagi pasti mereka?” ucap Daffa penasaran.

“Dendam sih pasti, orang gila-gilaan nih Mika ngajak semua siswa bikin malu mereka. Tapi setelah hukuman dari sekolah rasanya masih adem ayem. Nongkrong yuk, nyobain basecamp baru!”

“Widih, basecamp baru. Kayak gimana nih bentuknya? Gak warung burjo lagi kan, Drew? Bosen aku makan warmindo terus.” seru Daffa antusias sambil menahan lengan Tegar agar berjalan lebih pelan

Drew nyengir, terlihat aneh sih, tapi memang itulah dia. “Pokoknya ntar pulang sekolah kita party! Kamu wajib ikutan, Mik! Ada spot buat belajar bareng.”

Spontan semua anak buah Drew yang mendengarnya menoleh ke arahnya bersamaan.

“Spot belajar bareng? Gak salah?” cibir Daffa.

“Gak salah dong, sialan, itu sih itung-itung bisa di pake alasan lagi belajar kelompok.” Drew memainkan alisnya.

Mikaila memejamkan matanya sambil mengangguk. Ternyata cuma alasan doang, sarap semua nih satu geng. Tapi gak papa, gak papa. Minimal tinggal sewa guru les privat dan bisa di transfer ke sana. Hahaha, tapi siapa yang bayarin? Anjir, mampus, ide mentah suka seenaknya sendiri ya.

“Bagus tuh Drew, tapi nanti aku gak bisa ikut sekarang. Lagi jadi anak manis lagi aku biar gak kena sangsi dari ortu!”

“Ya elah, dimarahi gitu doang takut. Gayamu mau jadi pacar geng motor segala! Pengecut.”

Mikaila mengepalkan kesepuluh jarinya. Bukan itu masalah besarnya. Dia mah bisa alasan lagi untuk nongkrong bareng. Cuma triknya emang gini.

“Gak pengecut Drew, cuma aku takut makin jatuh cinta sama Tegar karena kita bareng-bareng terus. Gimana dong?”

“Tembak aja Tegar, Mik. Jagoan harus punya pacar jagoan soalnya!”

“Yakin gitu filosofinya, Wic?”

“Seratus persen!” Wicak mengangguk tegas.

“Oke deh.” Mikaila tiba-tiba pindah ke depan Tegar dengan senyum bahagianya. Di kelilingi semua anggota geng, wajah Tegar tampak menegang.

Apa jangan-jangan nih cewek bakal nembak gue? Jantung gue kok tiba-tiba mau meledak.

Mikaila tersenyum malu. “Gar, ayo kita sederhanakan pertemanan kita menjadi lebih berarti.”

“Maksud lo apa?” Tegar kesusahan mengambil napas. Alhasil dadanya mengembang pun cuping hidungnya. “Lo gak usah aneh-aneh!”

“Gak aneh-aneh kok, aku cuma mau tanya, kalo kita jadi lebih berarti dengan menyayangi satu sama lain kamu keberatan enggak?”

Mau gak mau semua jadi tergelak dengan pernyataan Mikaila. Semua pada nggak tahu itu cewek maunya apa, tapi selama masih menjadi hiburan tersendiri, tampaknya Tegar yang belum mempunyai kuasa lebih di antara mereka tidak akan pernah aman. Setiap hari mungkin akan menjadi bahan candaan, makanya dengan anggukan dia pun mengiyakan.

“Oke, gue terima ajakanmu! Lo harus sayang sama gue dengan tulus.”

Buset. Spontan, tak cuma Drew cs yang terperangah, Mikaila pun sama dengan mata yang membelalak lebih dari biasanya.

...***...

^^^Bersambung^^^

Terpopuler

Comments

Umine LulubagirAwi

Umine LulubagirAwi

ho ho hoo, mika sampai nembakbtegar dluan.
untung di terima tegar. 🤭

2023-09-01

0

Umine LulubagirAwi

Umine LulubagirAwi

ampun daahh, smpai d borgol sgla. 🤣🤣🤭

2023-09-01

0

CebReT SeMeDi

CebReT SeMeDi

wastaga mik🤣🤣🤣 nembak dluan donk 🫣🫣

2023-08-22

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2 Chapter 2 : Manusia Bumi
3 Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4 Chapter 4 - Telen Beban
5 Chapter 5 - Emosi Tragedi
6 Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7 Chapter 7 : Persoalan Genting
8 Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9 Chapter 9 : Balapan Lucu
10 Chapter 10 : Tawuran
11 Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12 Chapter 12 : Aksi Matt
13 Chapter 13 : Ngegas
14 Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15 Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16 Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17 Chapter 17 : Panji Perang
18 Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19 Chapter 19 : Kepergok
20 Chapter 20 : Meledak
21 Chapter 21 : Salting
22 Chapter 22 : Iya, Sayang.
23 Chapter 23 : Ring Road Love
24 Chapter 24 : Bersenang-senang
25 Chapter 25 : OMG
26 Chapter 26 : Kekacauan
27 Chapter 27 : Kalah
28 Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29 Chapter 29 : Toleransi nol
30 Chapter 30 : Wuu...
31 Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32 Chapter 32 : Bolos Bersama
33 Chapter 33 : Saingan, Iya...
34 Chapter 34 : Hukuman
35 Chapter 35 : Gulma
36 Chapter 36 : Back Street
37 Chapter 37 : Emang Enak
38 Chapter 38 : Loyal
39 Chapter 39 : Pahit & Pedas
40 Chapter 40 : Kabut
41 Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42 Chapter 42 : Sidang Keluarga
43 Chapter 43 : Sinarnya Redup
44 Chapter 43 : Sedikit Balasan
45 Chapter 45 : Markijayyy
46 Chapter 46 : Membingungkan
47 Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48 Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49 Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50 Chapter 50 : Ribut
51 Chapter 51 : Sangar
52 Chapter 52 : Menggila
53 Chapter 53 : Erat
54 Chapter 54 : Meeting Points
55 Chapter 55 : SERI
56 Chapter 56 : Gak Mudah
57 Chapter 56 : Maju Ke Depan
58 Chapter 58 : Heuheu
59 Chapter 59 : Bujuk Rayu
60 Chapter 60 : Tersedak
61 Chapter 61 : Ngeri
62 Chapter 62 : Parau
63 Chapter 63 : Gila sih
64 Chapter 64 : Baper
65 Chapter 65 : Good Goodbye
66 Chapter 66 : Evoleventador
67 Chapter 67 : Iya berdua
68 Chapter 68 : Lulus
69 Chapter 69 : Hadiah
70 Chapter 70 : Menolak Kembali
71 Chapter 71 : Drama Sekolah
72 Chapter 72 : Back Off
73 Chapter 73 : Prediksi Tepat
74 Chapter 74 : Engagement Day
75 Chapter 75 : Bertemu Kamu
76 Chapter 76 : Takut
77 Chapter 77 : Merana
78 Chapter 78 : Reuni
79 Chapter 79 : Malu & Takut
80 Chapter 80 : Balapan Terakhir
81 Chapter 81 : Before Wedding
82 Chapter 82 : Wedding Agreement
83 Chapter 83 : Usaha
84 Chapter 84 : Quiz
85 Chapter 85 : Goals
86 Chapter 86 : A love
87 Chapter 87 : Kacau
88 Chapter 88 : Mabuk Aturan
89 Chapter 89 : Bos kecil
90 Bab 90 : Epilog
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Chapter 1 : Dibuang Ayah.
2
Chapter 2 : Manusia Bumi
3
Chapter 3 - Tagihan Perdebatan
4
Chapter 4 - Telen Beban
5
Chapter 5 - Emosi Tragedi
6
Chapter 6 : Tanggung Jawab Aku!
7
Chapter 7 : Persoalan Genting
8
Chapter 8 : Persoalan Genting 2
9
Chapter 9 : Balapan Lucu
10
Chapter 10 : Tawuran
11
Chapter 11 : Takut Jatuh Cinta
12
Chapter 12 : Aksi Matt
13
Chapter 13 : Ngegas
14
Chapter 14 : Drew cs & Mika.
15
Chapter 15 : Musuh Dalam Sekolah
16
Chapter 16 : Masuk Sarang Musuh
17
Chapter 17 : Panji Perang
18
Chapter 18 : Lawan Jadi Kawan
19
Chapter 19 : Kepergok
20
Chapter 20 : Meledak
21
Chapter 21 : Salting
22
Chapter 22 : Iya, Sayang.
23
Chapter 23 : Ring Road Love
24
Chapter 24 : Bersenang-senang
25
Chapter 25 : OMG
26
Chapter 26 : Kekacauan
27
Chapter 27 : Kalah
28
Chapter 28 : Kerja Sama Terselubung
29
Chapter 29 : Toleransi nol
30
Chapter 30 : Wuu...
31
Chapter 31 : Melambungkan Fantasi
32
Chapter 32 : Bolos Bersama
33
Chapter 33 : Saingan, Iya...
34
Chapter 34 : Hukuman
35
Chapter 35 : Gulma
36
Chapter 36 : Back Street
37
Chapter 37 : Emang Enak
38
Chapter 38 : Loyal
39
Chapter 39 : Pahit & Pedas
40
Chapter 40 : Kabut
41
Chapter 41 : Manisnya Hukuman
42
Chapter 42 : Sidang Keluarga
43
Chapter 43 : Sinarnya Redup
44
Chapter 43 : Sedikit Balasan
45
Chapter 45 : Markijayyy
46
Chapter 46 : Membingungkan
47
Chapter 47 : B-e-r-a-n-i
48
Chapter 48 : Sensasi Mematikan
49
Chapter 49 : Kok Bisa Ya?
50
Chapter 50 : Ribut
51
Chapter 51 : Sangar
52
Chapter 52 : Menggila
53
Chapter 53 : Erat
54
Chapter 54 : Meeting Points
55
Chapter 55 : SERI
56
Chapter 56 : Gak Mudah
57
Chapter 56 : Maju Ke Depan
58
Chapter 58 : Heuheu
59
Chapter 59 : Bujuk Rayu
60
Chapter 60 : Tersedak
61
Chapter 61 : Ngeri
62
Chapter 62 : Parau
63
Chapter 63 : Gila sih
64
Chapter 64 : Baper
65
Chapter 65 : Good Goodbye
66
Chapter 66 : Evoleventador
67
Chapter 67 : Iya berdua
68
Chapter 68 : Lulus
69
Chapter 69 : Hadiah
70
Chapter 70 : Menolak Kembali
71
Chapter 71 : Drama Sekolah
72
Chapter 72 : Back Off
73
Chapter 73 : Prediksi Tepat
74
Chapter 74 : Engagement Day
75
Chapter 75 : Bertemu Kamu
76
Chapter 76 : Takut
77
Chapter 77 : Merana
78
Chapter 78 : Reuni
79
Chapter 79 : Malu & Takut
80
Chapter 80 : Balapan Terakhir
81
Chapter 81 : Before Wedding
82
Chapter 82 : Wedding Agreement
83
Chapter 83 : Usaha
84
Chapter 84 : Quiz
85
Chapter 85 : Goals
86
Chapter 86 : A love
87
Chapter 87 : Kacau
88
Chapter 88 : Mabuk Aturan
89
Chapter 89 : Bos kecil
90
Bab 90 : Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!