Rayuan Sang Sekretaris

Hari demi hari berlalu, Brian yang terlihat semakin sibuk di kantor membuat pria itu tak memiliki waktu luang untuk Joanna.

Brian berpikir menempatkan Kennedy di rumah sudah merupakan sebuah kebahagiaan bagi Joanna.

"Tuan ini berkas dan juga dokumen yang Tuan inginkan," Linda berbicara dan berjalan mendekati Brian boss nya.

Wanita itu nampak tersenyum melihat Brian yang menutup mata dan menyandarkan kepalanya pada kursi kerjanya.

"Apa Tuan sedang lelah ?" Linda, wanita itu kini telah mencoba untuk memijit pundak Brian.

"Begitulah," untuk pertama kali Brian membiarkan sekretaris nya menyentuh area tubuhnya.

"Ini sungguh nyaman Linda," pria itu bergumam tanpa membuka matanya.

"Apa Tuan ada masalah ?" Linda mencoba untuk kembali menenangkan boss besarnya.

"Entahlah, Joanna membuat diriku terlalu berpikir keras akhir-akhir ini."

Linda tersenyum mendapati Brian yang sedikit terbuka padanya.

"Akhirnya ada celah untuk ku mendapatkan perhatian mu Tuan !" wanita itu nampak berucap dalam hatinya sendiri.

Mendengar hal itu, Linda menghentikan pijitan nya.

Wanita itu justru memeluk leher Brian dan membisikkan sesuatu pada boss nya.

"Jika Tuan mengizinkan, saya bisa membuat tubuh Tuan kembali rileks !"

"Apa maksudmu Linda ?" Brian seketika membuka matanya dan menatap langit-langit ruang kerja di kantornya.

Mendapati reaksi Brian yang tak menolak perlakuan nya membuat Linda semakin berani untuk melancarkan godaan pada boss nya.

"Mmmmmphh," sang sekretaris akhirnya duduk dipangkuan Brian dan dengan berani menempel kan bibirnya.

"Hentikan Linda," Brian berucap perlahan namun tetap membiarkan Linda untuk melancarkan serangan di bibirnya.

"Tuan, tetaplah disini malam ini !"

"Saya akan dengan senang hati melayani Tuan !" Linda mengalungkan tangannya dan kembali memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Brian.

Joanna yang selalu nampak tak tenang sebelum suaminya tiba di rumahnya, membuat wanita itu dengan setia menunggu Brian di ruang tamu.

"Ini sudah terlalu malam,"

"Apa dia tidak akan pulang ?" tangan Joanna kembali meraih ponselnya, ia berkali-kali mencoba menghubungi nomor sang suami.

"Nona masih menunggu nya ?" Kennedy, lelaki yang sedari tadi memperhatikan Joanna akhirnya melangkah untuk menghampiri.

"Kakakmu belum juga pulang Ken !" Joanna berucap lesu.

"Haruskah kita bermain satu ronde lagi ?" Kennedy justru memeluk Joanna dan mencium surai indahnya.

"Ken, hentikan !" Joanna kembali berucap tertahan karena ulah Kennedy.

"Aaaaaaggghhhh, dirimu benar-benar membuat ku candu Nona !"

"Bagaimana bisa aku menghentikan ini semua ?" pria itu kembali menyesap lembut telinga Joanna sebelum akhirnya membuat Joanna berbalik menatap matanya.

"Nona satu-satunya wanita yang selalu menguasai mata dan pikiran ku !" Kennedy kembali tersenyum dan memeluk hangat kakak iparnya.

"Tidurlah sekarang, biar aku yang disini untuk menunggu Kakak pulang."

"Tapi," ucapan Joanna terhenti saat Kennedy meletakkan telunjuk jarinya pada bibir Joanna.

"Tidur sekarang, atau kita bermain satu ronde lagi disini ?" perkataan Kennedy sukses membuat Joanna terdiam beku dalam tatapan matanya.

"Jangan menampilkan wajah imut seperti itu Nona," Kennedy terkekeh menanggapi ekspresi kakak iparnya.

"Itu membuat ku semakin ingin memakan mu !"

Joanna akhirnya mencubit perlahan dada bidang Kennedy.

"Lihatlah, kau terlihat lebih cantik jika tersenyum seperti ini !" tatapan Kennedy kembali membuat Joanna salah tingkah.

Brian yang pulang dengan tampilan yang sangat acak-acakan membuat Kennedy nampak bertanya-tanya.

"Kau mabuk Kak ?" pria itu dengan sigap menopang tubuh kakaknya yang hampir ambruk karena langkah Brian yang tak seimbang.

"Tidak Ken,"

"Kau yang mabuk !" Brian yang nampak sempoyongan membuat Kennedy memahami bahwa kakaknya tengah berada dibawah pengaruh minuman beralkohol.

Brian bahkan mendorong dan menolak bantuan Kennedy untuk menopang tubuhnya namun berujung pada jatuh nya tubuh ia sendiri.

"Kau sudah dewasa kenapa aku masih saja harus menjaga dan mengurus mu seperti ini !" Kennedy menghela nafas serta berucap dalam hati.

Bayangan masa lalu Kennedy kembali muncul, pria itu sengaja membiarkan kakak nya yang kembali terkapar di lantai untuk sesaat.

Kennedy kembali menghela nafasnya dan akhirnya ia kembali menopang tubuh Brian untuk memindahkan nya ke kamar.

"Ken, apa yang terjadi ?" Joanna yang kembali tersadar nampak panik karena mendapati suaminya yang tak sadarkan diri.

"Dia mabuk Nona !" Kennedy berucap datar.

Perhatian Joanna seketika tertuju pada Brian suaminya, ia juga dengan cekatan segera melepas sepatu serta jas yang dikenakan oleh suaminya.

Joanna kembali tak menghiraukan Kennedy, wanita itu menatap serta membelai wajah sang suami yang terlihat memprihatinkan.

Kennedy yang masih diam dan memperhatikan Joanna di ruangan itu akhirnya tak mampu menahan kecemburuan dalam hatinya.

Ia menarik tangan Joanna dan membuat wanita itu turun dari ranjang saat itu juga.

Pria itu kembali mencium serta mendorong tubuh Joanna dan membuat Joanna jatuh terlentang di atas sofa kamarnya.

"Ken apa yang kau lakukan ?" Joanna nampak terkejut dan mencoba untuk menghindari kecupan brutal Kennedy di area leher nya.

"Aku cemburu Nona !" dalam sekejap saja Kennedy berhasil membuat Joanna bertelanjang dada.

"Tidak Ken, jangan sekarang !" suara Joanna terdengar semakin berat karena banyaknya rangsangan pada tubuhnya.

"Aku ingin melakukannya dihadapan suami mu Nona !" pria itu sama sekali tak ingin melepaskan kakak iparnya dan mengunci semua pergerakan tangan Joanna.

Lagi, tubuh Joanna tak mampu menolak kenikmatan dari Kennedy.

Wanita itu hanya menurut serta menatap sayu bahkan memeluk tubuh Kennedy atas kesadaran dirinya sendiri.

Kecemburuan akhirnya membuat Kennedy gelap mata, ia nampak begitu ambisius untuk memiliki Joanna seutuhnya.

Pagi itu Joanna membuka mata dan mendapati dirinya yang telah tertidur di samping Brian.

"Kenapa aku disini ?" ia memukul perlahan kepalanya untuk mendapatkan ingatannya malam itu.

"Apa Kennedy yang memindahkan diriku ?" Joanna terduduk dan bersandar di ranjang big size kamarnya.

"Atau justru ...," Joanna menutup mulutnya dengan kedua tangan, raut wajah wanita itu kembali dilanda kecemasan.

Joanna akhirnya beranjak perlahan dari ranjang dan membersihkan dirinya, wanita itu tak ingin pergerakan nya membuat Brian suaminya terusik.

"Apa ini terlalu terlihat ?" ia memeriksa bagian lehernya di depan cermin kamar mandi yang nampak begitu merah karena ulah Kennedy.

"Kennedy benar-benar keterlaluan !" wanita itu berucap kesal namun senyuman turut terlintas dibibir nya.

Brian yang belum juga terbangun membuat Joanna membiarkan suaminya tetap terlelap, wanita itu bergegas turun untuk menyiapkan makanan.

"Nona sudah bangun ?" Kennedy menyapa Joanna dengan begitu manis pagi itu.

"Kau sedang apa Ken ?" Joanna nampak terkejut saat melihat keterampilan Kennedy dalam menyiapkan santapan untuk mereka makan.

"Kau yang menyiapkan semua ini ?" wanita itu tersenyum dan beralih menatap Kennedy.

Kennedy hanya mengangguk serta turut tersenyum melihat reaksi dari kakak iparnya.

"Cobalah Nona !"

"Mungkin tak seenak buatan mu," pria itu memberikan sendok serta garpu pada Joanna.

"Apa ini ?" mata Joanna terbelalak tatkala merasakan masakan Kennedy yang jauh lebih baik dari hasil masakannya.

"Kau justru membuat ku malu Ken !" wanita itu mengunyah makanan sembari menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Kennedy terkekeh melihat Joanna yang seketika bertingkah seperti anak kecil yang sedang menikmati masakan ibunya.

"Kau sungguh lucu Nona !"

"Tingkah manja mu yang spontan seperti ini, semakin membuat ku tergila-gila," pria itu masih saja tersenyum menatap sang kakak ipar yang sibuk untuk mencoba segala hidangan yang telah ia siapkan.

"Ada apa ini kenapa gaduh sekali ?" Brian turun tanpa membersihkan diri dan melangkah mendekati Joanna serta Kennedy.

"Sayang, Kennedy ...," Joanna mengarahkan jari telunjuknya pada sang adik ipar.

"Dia begitu pandai memasak,"

"Pasti masakan ku terasa hambar selama ini di lidahnya," Joanna tampak mengadu serta merengek pada Brian.

Brian turut terkekeh melihat Joanna yang seperti anak kecil berbicara dengan mulut penuhnya.

"Habiskan dulu makanan di mulut mu !"

"Baru kau bisa bicara," Brian mengusap dan mencium lembut bibir istrinya.

Kennedy tertunduk dan memalingkan wajahnya seketika.

Joanna yang terkejut akan perlakuan suaminya akhirnya sedikit tersedak.

Wanita itu tanpa sadar melayangkan pandangannya sekilas pada Kennedy yang terlihat kembali tertunduk dan enggan menatap nya.

Joanna yang menyadari betapa canggung nya suasana di ruang makan, akhirnya beranjak.

"Kalian berdua makanlah sekarang !"

"Aku akan membereskan cucian perabotan."

"Tunggu sayang, apa kau tidak akan melayani suami mu terlebih dahulu ?" Brian kembali menahan tangan Joanna dan membuat wanita itu terduduk di pangkuan nya.

"Sayang, jangan seperti ini !" Joanna menghentikan Brian yang hendak kembali memberikan kecupan pada bibirnya.

"Kita ...," wanita itu mencoba untuk kembali berdiri namun Brian tetap mengeratkan tangannya.

"Apa yang salah ?"

"Kennedy pasti memaklumi karena kita suami istri !" Brian semakin menjadi pria itu memaksa Joanna untuk mengalungkan tangan dan beradu pandang dengan dirinya.

"Iya kan Ken ?" Brian melempar senyum seolah mengolok-olok Kennedy.

Kennedy hanya tersenyum hambar serta mengangguk kan kepalanya dan kembali menampilkan wajah datar.

"Meskipun kau bisa bermain dengan Joanna dibelakang ku,"

"Diriku tetap akan menjadi pemenang nya Ken !"

"Karena diriku suaminya dan kau hanyalah tempat pemuas hasrat nya."

Brian tersenyum serta berucap dalam hati, pria itu sepertinya memang sengaja untuk menampilkan kemesraan nya dengan Joanna dihadapan Kennedy.

Episodes
1 Kennedy Yang Harus Turut Campur Tangan Karena Tragedi Kecelakaan Sang Kakak
2 Lekuk Tubuh Indah Sang Kakak Ipar
3 Klaustrophobia Yang Menghantui Joanna
4 Kehangatan Yang Tak Terlupakan
5 Tautan Panas Di Atas Ranjang Rumah Sakit
6 Cinta Yang Tak Semestinya
7 Rayuan Sang Sekretaris
8 Kuah Panas Sup Wortel Ayam
9 Isak Tangis Yang Berakhir Di Sofa
10 Event Fotografi Kennedy
11 Luka Tikam Yang Begitu Tajam Menyiksa
12 Air Mata Joanna, Luka Bagi Kennedy
13 Rencana Camping Sang Ibu Mertua
14 Permainan Dengan Penutup Mata
15 Senja Indah Dengan Tanda Kepemilikan
16 Menu Makanan Bagi Si Wanita Pemilih, Joanna
17 Kecurigaan Orang Tua Joanna
18 Luapan Emosi Kennedy
19 Luka Itu Memudarkan Segala Rasa
20 Runtuhnya Rumah Tangga Joanna
21 Lebih Dari Sekedar Hancur
22 Langkah Berat Sang Wanita Malang
23 Tangisan Sang Ibu Yang Kehilangan Putrinya
24 Ketika Semua Telah Bersemi
25 Bulir Padi Yang Membahagiakan
26 Wanita Sang Pemuas Hasrat.
27 Wanita Sadis Penghimpun Luka
28 Manisnya Buah Mangga Bak Penawar Luka Bagi Joanna
29 Gadis Masa Lalu Kennedy
30 Selai Strawberry, Kebahagiaan Sederhana Bagi Joanna
31 Direct Message Sosial Media Milik Joanna
32 Retakan Lubang Pada Kolam Ikan
33 Pameran Pasar Malam
34 Miniatur Mobil Merah
35 Seorang Kawan Berambut Pirang
36 Janin Yang Tak Di Harapkan
37 Pencarian Media Tanam Di Pasar Tradisional
38 Wanita Kurus Itu Joanna
39 Benarkah Ini Kennedy ?.
40 Perbincangan Sean Bersama Kennedy
41 Kesalahpahaman Joanna
42 Hamparan Ladang Gandum
43 Malam Gelap Gulita
44 Sikap Dewasa Kennedy.
45 Ketakutan Yang Telah Sirna.
Episodes

Updated 45 Episodes

1
Kennedy Yang Harus Turut Campur Tangan Karena Tragedi Kecelakaan Sang Kakak
2
Lekuk Tubuh Indah Sang Kakak Ipar
3
Klaustrophobia Yang Menghantui Joanna
4
Kehangatan Yang Tak Terlupakan
5
Tautan Panas Di Atas Ranjang Rumah Sakit
6
Cinta Yang Tak Semestinya
7
Rayuan Sang Sekretaris
8
Kuah Panas Sup Wortel Ayam
9
Isak Tangis Yang Berakhir Di Sofa
10
Event Fotografi Kennedy
11
Luka Tikam Yang Begitu Tajam Menyiksa
12
Air Mata Joanna, Luka Bagi Kennedy
13
Rencana Camping Sang Ibu Mertua
14
Permainan Dengan Penutup Mata
15
Senja Indah Dengan Tanda Kepemilikan
16
Menu Makanan Bagi Si Wanita Pemilih, Joanna
17
Kecurigaan Orang Tua Joanna
18
Luapan Emosi Kennedy
19
Luka Itu Memudarkan Segala Rasa
20
Runtuhnya Rumah Tangga Joanna
21
Lebih Dari Sekedar Hancur
22
Langkah Berat Sang Wanita Malang
23
Tangisan Sang Ibu Yang Kehilangan Putrinya
24
Ketika Semua Telah Bersemi
25
Bulir Padi Yang Membahagiakan
26
Wanita Sang Pemuas Hasrat.
27
Wanita Sadis Penghimpun Luka
28
Manisnya Buah Mangga Bak Penawar Luka Bagi Joanna
29
Gadis Masa Lalu Kennedy
30
Selai Strawberry, Kebahagiaan Sederhana Bagi Joanna
31
Direct Message Sosial Media Milik Joanna
32
Retakan Lubang Pada Kolam Ikan
33
Pameran Pasar Malam
34
Miniatur Mobil Merah
35
Seorang Kawan Berambut Pirang
36
Janin Yang Tak Di Harapkan
37
Pencarian Media Tanam Di Pasar Tradisional
38
Wanita Kurus Itu Joanna
39
Benarkah Ini Kennedy ?.
40
Perbincangan Sean Bersama Kennedy
41
Kesalahpahaman Joanna
42
Hamparan Ladang Gandum
43
Malam Gelap Gulita
44
Sikap Dewasa Kennedy.
45
Ketakutan Yang Telah Sirna.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!