Menu Makanan Bagi Si Wanita Pemilih, Joanna

"Nona menyukai nya ?" Kennedy tersenyum dan tak hentinya membelai surai Joanna.

Wanita itu hanya mengangguk malu serta menyembunyikan wajahnya pada dada Kennedy.

"Jawab Nona,"

"Aku ingin mendengarnya !" Kennedy menyentuh dagu Joanna dan membuat wanita itu kembali menatap matanya.

"Aku sangat menyukainya Ken,"

"Sangat," Joanna menatap dalam netra lelaki yang selalu menenangkan suasana hatinya.

"Apa yang Nona sukai ?" Kennedy kembali memancing Joanna untuk membahas hal tabu yang bahkan tak pernah Joanna diskusikan bersama Brian sang suami.

"Ken ...," wanita itu nampak tersipu serta memukul perlahan dada Kennedy.

Pria itu kembali tertawa dan mencium lembut bibir Joanna.

"Kita akan berada disini berapa hari Ken ?" Joanna mengalihkan pertanyaan, dengan tetap memainkan kumis tipis yang mulai terlihat tumbuh pada bagian atas bibir Kennedy.

"Nona ingin berapa lama untuk tinggal disini ?" Kennedy kembali bertanya pada kakak iparnya.

"Apa kita bisa berlama-lama ?"

"Aku takut Brian akan marah padaku," raut wajah Joanna kembali lesu.

"Mmmmmphh," Kennedy kembali ******* bibir Joanna.

"Jangan mengingat pria itu Nona,"

"Aku sungguh membenci nya !" Kennedy tak ingin jika Joanna harus kembali mengingat kesedihan nya.

"Andai dia bukan saudara ku, sudah benar-benar ku rebut Nona darinya saat ini juga !" Kennedy nampak mengeraskan rahangnya.

"Bukankah kau telah merebut ku saat ini ?" Joanna tersenyum dan kembali mencium pipi Kennedy.

"Maksud ku, membuat mu bercerai darinya Nona !" Kennedy nampak mengungkapkan isi hatinya dengan ucapan terbata-bata.

Pria itu nampak begitu tampan di mata kakak iparnya saat ini.

Kasih sayang serta kehangatan yang diberikan Kennedy pada Joanna membuat percikan api asmara perlahan tumbuh dan menerangi hatinya.

"Ken, bolehkah aku bertanya sesuatu tentang dirimu ?" Joanna nampak mengucapkan kalimat nya dengan penuh kehati-hatian.

"Tentu saja Nona," pria itu selalu tersenyum setiap menanggapi kalimat Joanna.

"Tentang, hubungan mu dengan Brian benarkah itu ?" meskipun matanya menatap Kennedy, Joanna justru memainkan jemarinya pada lengan Kennedy demi menghilangkan rasa gugupnya.

"Dia benar Nona," Kennedy menghela nafasnya, pria itu nampak terdiam sejenak memikirkan sesuatu.

"Jangan ceritakan jika kau belum siap untuk membaginya denganku Ken !"

"Tak apa lupakan saja !" Joanna kembali mencium mesra bibir Kennedy.

Satu dua kali Kennedy mencoba untuk membuka suara, namun Joanna justru menahan serta membungkam mulut Kennedy dengan bibir tipisnya.

"Nona, hentikan !"

"Tolong biarkan aku menjelaskan nya !" Kennedy kembali mencoba untuk menghindari kecupan dari Joanna.

"Diriku tidak ingin mendengarnya sekarang Ken !" Joanna tersenyum, wanita itu bahkan telah berada di atas tubuh Kennedy.

"Aku suka kumis tipis mu !" Joanna kembali memberikan kecupan pada seluruh bagian wajah adik iparnya.

Ya, Kennedy yang selalu mencoba untuk menghilangkan kepedihan di hati Joanna membuat wanita itu juga turut ingin bisa membalas perlakuan hangat Kennedy terhadap nya.

Malam itu Brian mengunjungi rumahnya, namun pria itu kembali harus menahan amarahnya karena Joanna yang tak berada dirumah.

Rumah dalam keadaan terkunci dan ia sama sekali tak bisa memasuki rumahnya sendiri.

"Sialan !" Brian kembali membanting ponsel ditangannya.

"Kemana kau Joanna !" pria itu berteriak seorang diri dihalaman depan teras rumahnya.

Brian akhirnya menghubungi sekretaris nya Linda untuk datang dan menjemput nya.

Bagaikan mendapatkan kesempatan emas kembali, Linda seketika meluncur menjemput Tuan nya.

Dalam waktu 15 menit wanita itu telah sampai rumah Joanna untuk menjemput Brian.

"Kita akan kemana Tuan ?" Linda melontarkan pertanyaan pada Brian dengan nada yang begitu manis.

"Terserah kau saja !" pria itu justru menjawab dingin serta menampilkan wajah datar saat menanggapi pertanyaan dari sekretaris nya.

"Apa Tuan tidak keberatan jika saya membawa Tuan ke apartemen saya ?" Linda mencoba untuk kembali menggoda Brian.

Pria itu hanya mengangguk dengan tatapan kosong tanpa berkedip.

"Minumlah dulu Tuan !" Linda nampak menyodorkan sebotol air mineral pada Brian.

"Sepertinya Tuan kurang fokus !" senyuman yang terukir di wajah Linda nampak sulit untuk diartikan.

Tanpa berpikir panjang Brian meneguk air pemberian Linda begitu saja.

"Linda, apa yang telah kau berikan padaku ?"

"Kenapa tubuhku terasa panas seperti ini ?" Brian nampak memukul perlahan kepalanya sendiri.

"Tak apa Tuan, itu demi stamina Tuan !" Linda berbisik dengan nakal di telinga Brian.

Begitu turun dari mobil gairah birahi Brian benar-benar meledak, pria itu benar-benar telah dimabuk asmara karena obat perangsang yang telah diberikan Linda padanya.

Bahkan Brian tak melepaskan tautan bibirnya dengan Linda meskipun belum memasuki ruang apartemen sekretaris nya

"Linda, puaskan aku sekarang juga !" Brian berucap dengan nada suara yang begitu berat.

Melihat hal itu Linda dengan senang hati merangkak menaiki tubuh Brian dengan busana yang sudah tidak semestinya.

Makan malam antara Kennedy dan Joanna di villa malam itu nampak begitu hangat.

"Apa Nona memiliki alergi pada masakan jenis seafood ?" Kennedy nampak begitu memperhatikan Joanna yang begitu pilih-pilih makanan.

Joanna tersenyum seraya mengangguk saat itu juga.

"Kenapa Nona tidak mengatakan nya dari awal ?" Kennedy seketika menyingkirkan beberapa hidangan seafood dari hadapan Joanna.

"Aku hanya tidak ingin merepotkan dirimu Ken," wanita itu berucap perlahan dengan menatap raut wajah Kennedy yang begitu panik karena memikirkan nya.

"Nona, kenapa berpikiran seperti itu ?"

"Jika aku tidak mengetahui nya dan tiba-tiba Nona memakan ini semua, itu bisa membahayakan nyawa Nona sendiri !" Kennedy nampak berucap dengan panjang lebar dihadapan kakak iparnya.

Joanna hanya tersenyum memandangi wajah panik Kennedy yang semakin nampak maskulin baginya.

"Apa Nona mendengar ku ?" pria itu seketika meninggikan suaranya.

Joanna dengan refleks menggelengkan kepalanya.

"Astaga, aku sedang berbicara dengan siapa ?" pria itu menghela nafas dan nampak kesal terhadap Joanna.

"Maaf," Joanna seketika berdiri dan mendekati Kennedy.

"Maafkan diriku Tuan Kennedy, aku sungguh menyesali nya !"

"Tuan bisa menghukum ku jika Tuan menginginkan nya," Joanna akhirnya memeluk Kennedy dengan paras cantik serta pose imutnya.

"Aaaaaghhh, bagaimana diriku bisa marah padamu jika seperti ini Nona ?" pria itu nampak frustasi dengan tingkah konyol Joanna.

"Tenanglah Ken, aku bisa makan apapun sekarang !" wanita itu kembali mendongakkan kepalanya untuk mendapatkan atensi dari Kennedy.

"Tidak, jangan lakukan itu !"

"Kita belum mengetahui tingkat alergi yang Nona derita,"

"Diriku hanya tidak ingin jika sesuatu yang buruk terjadi pada Nona,"

"Tapi hidangan disini kebanyakan makanan seperti ini Nona," wajah Kennedy nampak cemas mengingat Joanna belum mengkonsumsi makanan apapun semenjak permainan gulat bersamanya.

"Ken, sudah lah !" Joanna mencoba untuk kembali membantah pernyataan Kennedy untuk menenangkan kecemasan pria itu.

"Diriku tak apa jika hanya harus mengkonsumsi buah saja !"

"Apa Nona tidak mengingat akan asam lambung Nona ?" Kennedy, pria itu tak hentinya mengomel pada Joanna perihal menu makan malamnya pada hari itu.

Perhatian kecil dari Kennedy justru semakin membuat Joanna melupakan bahwa ia telah bersuami.

Episodes
1 Kennedy Yang Harus Turut Campur Tangan Karena Tragedi Kecelakaan Sang Kakak
2 Lekuk Tubuh Indah Sang Kakak Ipar
3 Klaustrophobia Yang Menghantui Joanna
4 Kehangatan Yang Tak Terlupakan
5 Tautan Panas Di Atas Ranjang Rumah Sakit
6 Cinta Yang Tak Semestinya
7 Rayuan Sang Sekretaris
8 Kuah Panas Sup Wortel Ayam
9 Isak Tangis Yang Berakhir Di Sofa
10 Event Fotografi Kennedy
11 Luka Tikam Yang Begitu Tajam Menyiksa
12 Air Mata Joanna, Luka Bagi Kennedy
13 Rencana Camping Sang Ibu Mertua
14 Permainan Dengan Penutup Mata
15 Senja Indah Dengan Tanda Kepemilikan
16 Menu Makanan Bagi Si Wanita Pemilih, Joanna
17 Kecurigaan Orang Tua Joanna
18 Luapan Emosi Kennedy
19 Luka Itu Memudarkan Segala Rasa
20 Runtuhnya Rumah Tangga Joanna
21 Lebih Dari Sekedar Hancur
22 Langkah Berat Sang Wanita Malang
23 Tangisan Sang Ibu Yang Kehilangan Putrinya
24 Ketika Semua Telah Bersemi
25 Bulir Padi Yang Membahagiakan
26 Wanita Sang Pemuas Hasrat.
27 Wanita Sadis Penghimpun Luka
28 Manisnya Buah Mangga Bak Penawar Luka Bagi Joanna
29 Gadis Masa Lalu Kennedy
30 Selai Strawberry, Kebahagiaan Sederhana Bagi Joanna
31 Direct Message Sosial Media Milik Joanna
32 Retakan Lubang Pada Kolam Ikan
33 Pameran Pasar Malam
34 Miniatur Mobil Merah
35 Seorang Kawan Berambut Pirang
36 Janin Yang Tak Di Harapkan
37 Pencarian Media Tanam Di Pasar Tradisional
38 Wanita Kurus Itu Joanna
39 Benarkah Ini Kennedy ?.
40 Perbincangan Sean Bersama Kennedy
41 Kesalahpahaman Joanna
42 Hamparan Ladang Gandum
43 Malam Gelap Gulita
44 Sikap Dewasa Kennedy.
45 Ketakutan Yang Telah Sirna.
Episodes

Updated 45 Episodes

1
Kennedy Yang Harus Turut Campur Tangan Karena Tragedi Kecelakaan Sang Kakak
2
Lekuk Tubuh Indah Sang Kakak Ipar
3
Klaustrophobia Yang Menghantui Joanna
4
Kehangatan Yang Tak Terlupakan
5
Tautan Panas Di Atas Ranjang Rumah Sakit
6
Cinta Yang Tak Semestinya
7
Rayuan Sang Sekretaris
8
Kuah Panas Sup Wortel Ayam
9
Isak Tangis Yang Berakhir Di Sofa
10
Event Fotografi Kennedy
11
Luka Tikam Yang Begitu Tajam Menyiksa
12
Air Mata Joanna, Luka Bagi Kennedy
13
Rencana Camping Sang Ibu Mertua
14
Permainan Dengan Penutup Mata
15
Senja Indah Dengan Tanda Kepemilikan
16
Menu Makanan Bagi Si Wanita Pemilih, Joanna
17
Kecurigaan Orang Tua Joanna
18
Luapan Emosi Kennedy
19
Luka Itu Memudarkan Segala Rasa
20
Runtuhnya Rumah Tangga Joanna
21
Lebih Dari Sekedar Hancur
22
Langkah Berat Sang Wanita Malang
23
Tangisan Sang Ibu Yang Kehilangan Putrinya
24
Ketika Semua Telah Bersemi
25
Bulir Padi Yang Membahagiakan
26
Wanita Sang Pemuas Hasrat.
27
Wanita Sadis Penghimpun Luka
28
Manisnya Buah Mangga Bak Penawar Luka Bagi Joanna
29
Gadis Masa Lalu Kennedy
30
Selai Strawberry, Kebahagiaan Sederhana Bagi Joanna
31
Direct Message Sosial Media Milik Joanna
32
Retakan Lubang Pada Kolam Ikan
33
Pameran Pasar Malam
34
Miniatur Mobil Merah
35
Seorang Kawan Berambut Pirang
36
Janin Yang Tak Di Harapkan
37
Pencarian Media Tanam Di Pasar Tradisional
38
Wanita Kurus Itu Joanna
39
Benarkah Ini Kennedy ?.
40
Perbincangan Sean Bersama Kennedy
41
Kesalahpahaman Joanna
42
Hamparan Ladang Gandum
43
Malam Gelap Gulita
44
Sikap Dewasa Kennedy.
45
Ketakutan Yang Telah Sirna.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!