Betapa kecewanya Brian saat ia kembali harus menghadapi kenyataan pahit dalam hidupnya yang tak lain karena ulahnya sendiri.
Bagaimana tidak ?
Joanna sama sekali tak menghubungi nya semenjak ia membentaknya.
Pria itu lebih memilih menghabiskan hari-harinya di kantor serta hotel dibandingkan harus pulang ke rumahnya.
Hatinya kembali terasa panas saat ia kembali memeriksa rekaman cctv yang ia pasang hampir di seluruh area tempat tinggal nya.
"Kalian benar-benar keterlaluan !" Brian berucap lemah dan menatap nyalang adegan panas antara adik serta istri tercinta nya yang kembali saling melepaskan hasrat di sofa rumah ruang kerjanya.
Pria itu segera menutup laptopnya tatkala Linda memasuki ruangan nya.
"Saya bawakan kopi untuk Tuan," wanita itu menyajikan gelas kopi di hadapan Brian dan dengan sengaja dan berperilaku manja pada boss nya.
"Linda bisakah kau membantuku ?" Brian sengaja meletakkan tangannya pada pinggang sekretaris nya dan mendudukkan wanita itu dipangkuan nya.
Linda yang menyadari hal itu seketika tersenyum bahagia.
Wanita itu dengan sendirinya berbalik badan dan kembali menggoda boss nya.
"Apa yang tidak untuk Tuan ?"
"Saya akan melakukan apapun untuk membuat junior Tuan kembali berdiri tegak dengan sempurna," wanita itu berucap dengan begitu nakal seraya membelai kejantanan milik Brian.
"Apa kau yakin bisa melakukannya ?"
Mendengar hal itu Linda seketika menarik tengkuk leher boss nya dan kembali menyerang nya.
Ia juga telah menempatkan dirinya duduk di pangkuan Brian dengan posisi kedua kakinya yang berjauhan dan membentuk huruf V sebelum melancarkan aksinya.
Hal itu sengaja Linda lakukan demi mencoba untuk membangkitkan gairah Brian.
"Nona, kau yakin tak ingin ikut dengan ku ?" Kennedy nampak cemas karena harus meninggalkan Joanna seorang diri di rumah nya.
Pria itu terpaksa harus pergi demi mengikuti event fotografi yang telah ia tunggu selama ini.
"Tidak Ken, aku di rumah saja."
"Jika Brian pulang dan mendapati aku tak berada dirumah dia pasti akan marah," Joanna kembali tersenyum getir mengingat perlakuan suaminya.
"Mmmmmphh,"
"Jangan Ken," Joanna memalingkan wajahnya dan menghentikan Kennedy untuk ******* bibir tipisnya.
"Aku akan merindukanmu Nona,"
"Tapi kau harus pergi sekarang," Joanna kembali memperingatkan.
Pria itu menatap arloji di pergelangan tangannya.
"Aku masih memiliki cukup waktu Nona," Kennedy tak mendengarkan peringatan Joanna dan kembali menyerang tengkuk leher kakak iparnya.
Hasrat Kennedy semakin menggila, pria itu selalu lihai dalam mengembangkan permainan lidahnya.
Hal itu yang membuat Joanna tak mampu menolak segala sentuhan kenikmatan dari Kennedy.
"Ken, jangan disini ...," Joanna kini telah nampak begitu pasrah atas perlakuan Kennedy, meskipun lisannya melarang namun pikirannya juga merasa tertantang.
"Aku ingin membuat dirimu mengingat semua permainan hangat kita dimana pun kau melangkah Nona," nafas pria itu kian berat saat melihat Joanna terbaring terlentang di meja makan dengan menaikkan satu kakinya, piyama tipis milik Joanna pun telah tampak terbuka karena ulahnya.
"Lepaskan ini Nona,"
"Ini sungguh menghalangi ku," dengan satu tarikan tangan Kennedy berhasil melucuti serta melempar terbang bawahan piyama Joanna ke sembarang arah.
Joanna tersenyum menatap Kennedy yang begitu nampak gentle dalam menangani nya.
"Apa Nona ingin aku bermain dengan kasar ?" Kennedy tersenyum nakal dan melerai kaki Joanna yang semula merapat sempurna antara satu dan yang lainnya.
"Bisakah ?" Joanna terlihat menggigit bibir bawahnya.
"Aaaaah, kau benar-benar telah berani menggoda ku Nona !"
"Jangan salahkan aku jika Nona sampai mengerang dengan penuh kenikmatan," Kennedy kembali mencumbu leher serta bibir Joanna.
"Tidak ada ampun bagimu kali ini Nona Joanna," Kennedy kembali berbisik nakal pada telinga kakak iparnya.
Pekerjaan kantor Brian nampak berantakan hari itu karena ulahnya bersama Linda sekretaris nya.
"Kenapa kau tak mengingat kan kalau ada pengajuan jadwal meeting dari klien kita ?" Brian terlihat gusar karena gagalnya proyek kerjasama yang telah ia rencanakan sebelumnya.
"Maaf Tuan,"
"Saya ...,"
"Kau hanya bersemangat dalam menggoda ku saja !"
"Mengurus hal seperti ini pun tidak becus !" ucapan Brian terdengar begitu ketus pada sekretarisnya.
Brian berlalu meninggalkan kantornya dan mengendarai mobilnya seorang diri.
Atensinya teralihkan saat matanya mendapati jepit rambut Joanna dalam mobilnya.
"Aku merindukanmu Joanna," hatinya nampak merintih dan menginginkan kehadiran sang istri didekat nya.
"Kenapa semua jadi serumit ini ?" Brian kembali berucap dalam hati dan memejamkan matanya.
Bayangan paras cantik wajah Joanna nampak selalu terbayang dalam dirinya.
"Aku masih sangat mencintaimu sayang," buliran air mata nampak jatuh dan membasahi pipinya seketika.
Pria itu memilih kembali pulang di hotel yang telah ia booking sebelumnya.
"Nona, kau sudah semakin berani padaku sekarang."
Pria itu berucap dengan senyum manis serta nampak dengan jelas ia masih mencoba untuk mengatur nafasnya.
"Kau yang mengajari," Joanna mendongak dan berbisik di telinga Kennedy.
Pria itu kembali tersenyum dan memeluk serta menciumi wajah Joanna.
"Aku harus pergi sekarang Nona," Kennedy beranjak dan hendak membersihkan tubuhnya.
"Ken, jangan pergi."
Dengan tatapan sayu Joanna menahan lengan Kennedy.
Wanita itu tak menyadari kenapa dirinya bisa se_manja itu setiap kali bersama Kennedy.
"Maaf Nona, tapi aku benar-benar tak bisa tinggal untuk saat ini."
"Aku janji akan segera kembali,"
"Dua hari itu bukanlah waktu yang lama bukan ?" Kennedy menarik tangan Joanna dan mengisyaratkan pada wanita itu untuk beranjak dan berdiri dihadapannya.
Joanna kembali menyandarkan kepalanya pada dada bidang adik iparnya.
"Tapi itu akan terasa lama bagiku Ken,"
"Pasti akan terasa sangat sepi."
Kennedy menghela nafas, kasih sayangnya terhadap Joanna membuat pria itu begitu bimbang saat harus meninggalkan nya sendirian.
"Haruskah ku antar Nona untuk ke rumah orang tuanya ?" pria itu bertanya dalam hatinya seraya membelai surai Joanna.
"Apa Nona bersedia berkunjung dan tinggal sementara di rumah Ayah dan Ibu ?" Kennedy mencoba mencari solusi dengan menawarkan Joanna untuk tinggal bersama mertuanya.
"Tidak Ken,"
"Kau tahu kan aku selalu tak bisa beristirahat apalagi hanya sekedar menutup mata di tempat asing," dengan tegas Joanna menyanggah perkataan Kennedy.
"Lalu aku harus bagaimana Nona ?"
"Haruskah aku membatalkan untuk hadir di event ini ?" Kennedy membuat Joanna kembali mendongakkan kepala untuk menatap matanya.
"Jangan lakukan itu,"
"Kau sudah menunggu lama untuk event ini."
"Aku tak apa Ken," Joanna kembali menampilkan wajah ceria nya.
"Pergilah, dan segera kembali dengan selamat !"
"Ku harap event nya berjalan lancar,"
"Semangat !" Joanna berucap serta men_jinjitkan kakinya untuk mencium pipi Kennedy.
Wajah imut serta ucapan manja dari Joanna sukses membuat Kennedy kembali terkekeh melihat tingkah kakak iparnya.
Siang itu Linda menyambangi hotel tempat dimana boss nya menginap.
Wanita itu tak ingin kehilangan kesempatan untuk benar-benar meluluhkan hati Brian.
"Apa sopan kau mendatangi ku ditempat seperti ini ?" Brian berucap datar saat mendapati Linda yang menerobos masuk dan semakin berani padanya.
"Saya kemari bukan sebagai sekretaris Tuan, tapi sebagai wanita simpanan yang mencoba untuk membahagiakan Tuan !" dengan lantang kalimat itu keluar dari mulutnya.
"Kau benar-benar gila Linda," Brian kembali mencoba untuk membuat wanita itu keluar dari kamar hotelnya.
Namun sayang, Linda bukanlah wanita yang lemah.
Ia justru kembali menarik dan mendorong Brian hingga jatuh terlentang pada ranjang hotel.
"Saya ingin mencoba nya Tuan,"
"Saya sungguh tertantang untuk bisa membuat Tuan mendapatkan kembali hasrat kebahagiaan dalam diri Tuan !"
Wanita itu dengan nakal duduk di atas tubuh Brian yang tak lain adalah boss di kantornya.
"Joanna," kalimat itu seketika keluar dari bibirnya.
Linda yang mendengar hal itu seketika memperlambat aktivitas nya.
Ia merasa Brian tak menghargai usaha nya.
Nona, aku telah sampai pada tempat dimana event ini di gelar.
Maaf karena aku belum bisa menghubungi Nona.
Nona jangan melewatkan jam makan, karena aku tidak bisa mengomeli Nona sekarang.
Akan segera ku hubungi Nona nanti jika aku sudah berada dalam waktu senggang.
Joanna tersenyum saat membaca pesan singkat yang dikirim Kennedy untuk nya sore itu.
Entah mengapa ia merasa hatinya telah mendapatkan sandaran baru.
"Jaga dirimu baik-baik Ken,"
"Aku akan merindukanmu !" tanpa sadar Joanna melontarkan kalimat itu dari bibirnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments