Tautan Panas Di Atas Ranjang Rumah Sakit

"Ken, aku harus mengerjakan beberapa pekerjaan kantor !" Brian menghubungi Kennedy dengan satu tangan dengan jemari yang fokus menari di atas keyboard laptop nya.

"Sekretaris ku ternyata tak mampu meng_handle semua pekerjaan seorang diri," pria itu kembali menjelaskan alibi nya.

"Jadi bisakah kau tetap disana untuk menjaga Joanna ?" Brian nampak meminta izin serta meminta pertolongan kembali pada Kennedy.

"Baiklah Kak !"

"Terserah Kakak !"

"Maaf jika aku selalu merepotkan mu !" suara Brian nampak terdengar merasa bersalah.

"Tak apa, Aku menikmati ini semua !" Kennedy justru menyiratkan sesuatu dalam pernyataan nya.

"Apa maksudmu Ken ?" Brian yang hendak menutup panggilan, akhirnya kembali bertanya.

"Bukan apa-apa, lupakanlah !"

"Ingatlah untuk memberikan ku imbalan Kak !"

"Aku sungguh sangat lelah mengurus dirimu juga istrimu !" pria itu terkekeh perlahan.

"Aaahhh, kenapa kau begitu perhitungan pada saudara mu sendiri Ken ?" Brian kembali menanggapi kalimat Kennedy dengan tawa tertahan.

"Baiklah Ken, aku tutup dulu !" Brian memutuskan panggilan.

"Apa maksud perkataan Kennedy ?" Brian kembali berucap dalam hati.

Malam itu Brian justru sibuk memeriksa rekaman cctv di rumahnya.

Pekerjaan kantor nya kembali tertunda karena rasa curiga yang tengah melanda hatinya.

"Ken."

"Apa Kakak mu belum datang ?" Joanna yang baru membuka mata kembali mencari keberadaan suaminya.

"Dia sibuk saat ini Nona !"

"Pekerjaan kantornya, tak bisa ia tinggalkan !"

"Jadi, hanya ada kita berdua malam ini !" Kennedy berucap seraya memainkan ponselnya.

"Kau bisa pulang sekarang Ken !" kalimat itu terlontar begitu saja dari bibir Joanna yang tampak tak nyaman dengan tatapan Kennedy.

"Apa Nona mengusir ku ?" pria itu terdiam dan akhirnya beranjak.

"Suami mu bisa memarahi ku jika aku meninggalkan mu Nona !" Kennedy tersenyum mendekati ranjang kakak ipar nya.

"Ken tolong !"

"Jangan lakukan hal itu lagi !"

"Aku mencintai suamiku Ken !" wanita itu tertunduk mencoba menghindari tatapan Kennedy.

"Tapi aku juga mencintaimu Nona !" Kennedy sama sekali tak gentar untuk menyatakan perasaan nya.

"Tidak Ken !"

"Perasaan mu itu salah,"

"Aku pikir kau itu tidak normal,"

"Alasan ku berani meminta bantuan padamu pada saat Brian kecelakaan adalah karena Ayah dan Ibu bilang kalau kau itu ...," Joanna tak melanjutkan kalimatnya.

"Kalau diriku ?" Kennedy semakin menatap dalam wajah kakak iparnya.

"Katakan lah Nona !"

"Aku bahkan sudah terbiasa mendengar nya !" pria itu kembali terkekeh melihat ekspresi Joanna.

Nafas Joanna yang memburu serta jarak yang begitu dekat diantara wajah keduanya akhirnya kembali membuat Kennedy meluapkan emosinya dengan kecupan be_ritme lembut hingga menuju brutal pada bibir Joanna.

"Mmmmmphh," permainan bertaut lidah kian tersaji indah di ranjang rumah sakit malam itu.

"Aku akan membuat mu tak bisa lepas dari lelaki yang selalu disebut gay ini Nona !" Kennedy berbisik di telinga Joanna dan kembali mencumbu kakak iparnya.

"Tidak Ken, aku mohon !" Joanna kembali mendorong Kennedy dengan sekuat tenaga untuk menjauhi dirinya.

"Bukankah kita sama-sama menikmati nya malam itu ?" Kennedy kembali memancing ingatan Joanna bersama nya.

"Percayalah padaku Nona !"

"Tak apa jika kau menjadikan diriku yang kedua !"

"Aku terlanjur candu dengan deru nafas ketika kau berada dibawah kungkungan ku Nona !"

"Aku tak bisa melupakan itu semua !" Kennedy masih menatap lekat manik mata Joanna, pria itu sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari bibir kakak iparnya.

Joanna yang terlihat kukuh untuk menolak Kennedy justru membuat pria itu semakin bernafsu untuk mendapatkan kenikmatan itu kembali.

"Ken tolong,"

"Aku sedang sakit sekarang !" air mata Joanna membuat pria itu menghentikan aktivitasnya yang semula sibuk memberikan kecupan pada setiap inci leher Joanna.

"Maafkan diriku Nona," pria itu menghembuskan nafas perlahan pada sisi belakang telinga Joanna.

"Aku tak bisa menahan perasaan ku !" Kennedy akhirnya beranjak dan membelai lembut surai rambut kakak iparnya.

Pria itu turut membenahi selimut yang tampak acak-acakan karena ulahnya.

"Tidurlah Nona,"

"Aku akan menjagamu !" Kennedy tersenyum dan berbalik badan menuju sofa di samping ranjang tempat tidur rumah sakit.

"Apa yang telah ku lakukan ?" Joanna terdiam wanita itu berbaring meringkuk membelakangi Kennedy.

"Bagaimana jika Brian mengetahui ini semua ?" pikiran Joanna kembali melayang mengingat kesalahan nya.

"Tidak, aku harus jujur padanya," wanita itu mencoba menenangkan diri sendiri dan berbicara dalam hati.

"Bagaimana jika dia kecewa dan menceraikan diriku ?"

"Aku tidak ingin itu terjadi Tuhan !"

"Aku sangat mencintai suamiku," buliran air mata kembali membasahi pipi Joanna.

Joanna akhirnya tertidur setelah begitu lama menangis dalam diamnya.

"Tidak terjadi apapun," Brian menghela nafasnya setelah lebih dari setengah jam memeriksa seluruh rekaman cctv di rumahnya.

"Apa aku harus meletakkan satu dikamar Joanna ?" Brian nampak memijit dahinya.

"Kenapa diriku jadi ragu seperti ini ?"

"Ayolah Bri, kau belum bisa membuat istri mu bahagia sementara ini !" pria itu kembali berucap dalam hatinya.

Malam itu Brian lalui dengan penuh keraguan akan rencana yang telah ia pikirkan sebelumnya.

"Kondisi Nyonya Joanna sudah membaik,"

"Mungkin besok atau lusa sudah bisa pulang !"

Kennedy nampak menerima laporan kesehatan Joanna, pria itu tersenyum mendengar kondisi kakak iparnya yang telah pulih.

"Sayang, maaf aku semalam terpaksa tidur di rumah !" Brian menyambangi Joanna dan memeluk istrinya seketika.

"Dimana Kennedy ?" mata pria itu nampak menelisik ruangan rumah sakit.

"Dokter tadi memanggil nya !" Joanna berucap lemah dihadapan suaminya.

"Kenapa matamu tampak sembab sayang ?"

"Apa kau menangis semalaman ?" Brian yang begitu memahami kebiasaan istrinya kembali melontarkan pertanyaan.

Joanna hanya terdiam menatap Brian suaminya.

"Kau menonton drama kesukaan mu hingga larut malam ?"

"Sayang berapa kali ku katakan, jangan melihat drama-drama menyedihkan seperti itu !"

"Itu akan mempengaruhi bakan memperburuk suasana hati mu sayang !" Brian membelai surai sang istri.

Joanna yang tak mampu mengungkap hal yang sebenarnya terjadi membuat wanita itu kembali menangis dalam pelukan sang suami.

"Maaf,"

"Aku mencintaimu Brian !" ucapan Joanna terdengar patah karena isak tangis yang kembali melanda.

"Tenanglah, aku jauh lebih mencintai mu !" Brian mencoba menenangkan istrinya.

Kennedy yang hendak memasuki ruangan akhirnya mengurungkan niatnya saat mendapati Brian dan Joanna yang tengah berpelukan.

"Sayang,"

"Kau baik-baik saja ?" Brian kembali bertanya pada istrinya saat mendapati sesuatu pada leher Joanna yang menarik perhatiannya.

"Ada apa dengan leher mu ?"

"Apa kau mengalami alergi ?" pria itu kembali memeriksa bagian leher istrinya.

"Ini ..." Joanna terdiam bingung bagaimana harus menanggapi sang suami.

"Tidak mungkin aku bilang, ini ulah Kennedy !" wanita menunduk dengan frustasi.

"Kak, hasil pemeriksaan kesehatan Nona sudah keluar !" Kennedy, pria itu memasuki ruangan dengan membawa selembar kertas putih hasil laporan kesehatan serta biaya administrasi sang kakak Ipar.

"Benarkah ?" Brian terperanjat menghampiri Kennedy dan melupakan pertanyaan nya.

"Jadi kapan istri ku bisa pulang ?" Brian menghujani Kennedy dengan begitu banyak pertanyaan.

"Besok atau lusa, dokter mengatakan demikian !" Kennedy kembali melirik Joanna yang juga tampak mencuri pandang terhadap dirinya.

"Syukurlah," Brian menampilkan senyum cerahnya.

Hal itu justru membuat Joanna semakin merasa bersalah.

"Terimakasih karena kau telah menemani Joanna sepanjang malam !" Brian menepuk perlahan bahu Kennedy.

"Kau memang selalu bisa ku andalkan Ken !"

Kedua kakak beradik itu asik berbincang tanpa memperhatikan Joanna yang terlihat murung di ranjangnya.

"Apa dia merepotkan mu ?" Brian menatap istrinya dan beralih menatap adik angkatnya.

"Tidak Kak, Nona begitu mudah diatur tadi malam !" Kennedy berucap dengan menyunggingkan senyum simpul.

Jawaban yang keluar dari mulut Kennedy sukses membuat Brian terdiam, raut wajah pria itu kini terlihat berubah.

"Apa kau telah melakukannya pada Joanna Ken ?" Brian nampak berucap bingung dalam hati.

Dua hari berlalu,

Joanna yang telah pulih akhirnya kembali pulang ke rumah bersama suami beserta Kennedy adik iparnya.

Brian bahkan dengan sengaja meminta Kennedy untuk kembali tinggal dirumahnya.

Pria itu ingin memastikan sesuatu yang membuat ganjal pikiran nya.

"Ken, lepas !" suara Joanna tampak kembali tertahan karena Kennedy yang lagi-lagi memaksa untuk mencumbu nya.

Deeegghhh.

Brian yang baru saja sampai dari kantornya, mendadak lemah mendapati sang istri yang tengah beradu bibir dengan pakaian yang nampak compang-camping dan telah memperlihatkan setengah dari bagian tubuhnya.

Pria itu akhirnya memutuskan untuk menuju ruang kerjanya.

Ia harus menahan rasa perih karena kecerobohan nya meminta Kennedy untuk menggauli istri kesayangannya.

Episodes
1 Kennedy Yang Harus Turut Campur Tangan Karena Tragedi Kecelakaan Sang Kakak
2 Lekuk Tubuh Indah Sang Kakak Ipar
3 Klaustrophobia Yang Menghantui Joanna
4 Kehangatan Yang Tak Terlupakan
5 Tautan Panas Di Atas Ranjang Rumah Sakit
6 Cinta Yang Tak Semestinya
7 Rayuan Sang Sekretaris
8 Kuah Panas Sup Wortel Ayam
9 Isak Tangis Yang Berakhir Di Sofa
10 Event Fotografi Kennedy
11 Luka Tikam Yang Begitu Tajam Menyiksa
12 Air Mata Joanna, Luka Bagi Kennedy
13 Rencana Camping Sang Ibu Mertua
14 Permainan Dengan Penutup Mata
15 Senja Indah Dengan Tanda Kepemilikan
16 Menu Makanan Bagi Si Wanita Pemilih, Joanna
17 Kecurigaan Orang Tua Joanna
18 Luapan Emosi Kennedy
19 Luka Itu Memudarkan Segala Rasa
20 Runtuhnya Rumah Tangga Joanna
21 Lebih Dari Sekedar Hancur
22 Langkah Berat Sang Wanita Malang
23 Tangisan Sang Ibu Yang Kehilangan Putrinya
24 Ketika Semua Telah Bersemi
25 Bulir Padi Yang Membahagiakan
26 Wanita Sang Pemuas Hasrat.
27 Wanita Sadis Penghimpun Luka
28 Manisnya Buah Mangga Bak Penawar Luka Bagi Joanna
29 Gadis Masa Lalu Kennedy
30 Selai Strawberry, Kebahagiaan Sederhana Bagi Joanna
31 Direct Message Sosial Media Milik Joanna
32 Retakan Lubang Pada Kolam Ikan
33 Pameran Pasar Malam
34 Miniatur Mobil Merah
35 Seorang Kawan Berambut Pirang
36 Janin Yang Tak Di Harapkan
37 Pencarian Media Tanam Di Pasar Tradisional
38 Wanita Kurus Itu Joanna
39 Benarkah Ini Kennedy ?.
40 Perbincangan Sean Bersama Kennedy
41 Kesalahpahaman Joanna
42 Hamparan Ladang Gandum
43 Malam Gelap Gulita
44 Sikap Dewasa Kennedy.
45 Ketakutan Yang Telah Sirna.
Episodes

Updated 45 Episodes

1
Kennedy Yang Harus Turut Campur Tangan Karena Tragedi Kecelakaan Sang Kakak
2
Lekuk Tubuh Indah Sang Kakak Ipar
3
Klaustrophobia Yang Menghantui Joanna
4
Kehangatan Yang Tak Terlupakan
5
Tautan Panas Di Atas Ranjang Rumah Sakit
6
Cinta Yang Tak Semestinya
7
Rayuan Sang Sekretaris
8
Kuah Panas Sup Wortel Ayam
9
Isak Tangis Yang Berakhir Di Sofa
10
Event Fotografi Kennedy
11
Luka Tikam Yang Begitu Tajam Menyiksa
12
Air Mata Joanna, Luka Bagi Kennedy
13
Rencana Camping Sang Ibu Mertua
14
Permainan Dengan Penutup Mata
15
Senja Indah Dengan Tanda Kepemilikan
16
Menu Makanan Bagi Si Wanita Pemilih, Joanna
17
Kecurigaan Orang Tua Joanna
18
Luapan Emosi Kennedy
19
Luka Itu Memudarkan Segala Rasa
20
Runtuhnya Rumah Tangga Joanna
21
Lebih Dari Sekedar Hancur
22
Langkah Berat Sang Wanita Malang
23
Tangisan Sang Ibu Yang Kehilangan Putrinya
24
Ketika Semua Telah Bersemi
25
Bulir Padi Yang Membahagiakan
26
Wanita Sang Pemuas Hasrat.
27
Wanita Sadis Penghimpun Luka
28
Manisnya Buah Mangga Bak Penawar Luka Bagi Joanna
29
Gadis Masa Lalu Kennedy
30
Selai Strawberry, Kebahagiaan Sederhana Bagi Joanna
31
Direct Message Sosial Media Milik Joanna
32
Retakan Lubang Pada Kolam Ikan
33
Pameran Pasar Malam
34
Miniatur Mobil Merah
35
Seorang Kawan Berambut Pirang
36
Janin Yang Tak Di Harapkan
37
Pencarian Media Tanam Di Pasar Tradisional
38
Wanita Kurus Itu Joanna
39
Benarkah Ini Kennedy ?.
40
Perbincangan Sean Bersama Kennedy
41
Kesalahpahaman Joanna
42
Hamparan Ladang Gandum
43
Malam Gelap Gulita
44
Sikap Dewasa Kennedy.
45
Ketakutan Yang Telah Sirna.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!