Tak Bisa

Tak lama kemudian, Yasmin sudah tak lagi tinggal di kompelks perumahan Tomi. Seminggu yang lalu Hendra menyuruhnya menetap kostan untuk sementara waktu. Rupanya pria itu masih di luar kota dan sangat sibuk karena tak bisa membalas pesannya. Dan akan kembali dalam waktu dekat. Yasmin pun senang kala Hendra mengiriminya uang untuk memeriksa DNA Arion setelah ia menceritakan praduganya itu kepada Hendra. 

Hari ini, Yasmin sedang berada di rumah sakit. Menunggu hasil tes laboratorium Arion. Dengan sabar dia duduk di kursi tunggu sambil sesekali melihat arloji di pergelangan tangannya, menunjukkan pukul dua siang. 

“Yasmin.” 

Yasmin tertegun saat mendengar suara yang tak asing masuk ke gendang telinganya. Kepalanya berputar sedikit, matanya melebar sejenak. Melihat Tomi berdiri di sampingnya. 

“Tomi.” Yasmin beranjak dari tempat duduknya sambil melempar senyum tipis karena dapat bertemu Tomi di rumah sakit. Seminggu tak bertemu Tomi, Yasmin begitu nelangsa. 

“kenapa kau ada di sini, Yasmin? Siapa yang sakit?” tanyanya, khawatir. 

Tanpa sadar pria itu tak mengedipkan matanya, kala melihat Yasmin di hadapannya sekarang. Sejak kepergian Yasmin tempo lalu, hati Tomi terasa hampa dan gersang. Di tambah lagi sikap Meli yang membuatnya semakin menaruh curiga.

Setelah bergelut dengan pikirannya kemarin. Tomi berinisiatif memeriksakan DNA Arion. Ingin mengetahui apakah Arion benar anaknya atau bukan. Walau sempat terbersit keraguan. Dia takut jika Arion bukan anaknya. Sebab Tomi sudah terlanjur sayang pada Arion, melebihi dirinya sendiri. Dan hari ini dia datang ke rumah sakit, ingin bertanya bagaimana prosedur untuk mengambil test DNA pada petugas medis.

“Aku tidak sakit, Tom. Aku sedang menunggu hasil test,” jawab Yasmin sambil tersenyum hambar. Dia tak mau Tomi sampai tahu kedatangannya kemari bertujuan untuk mengulik anaknya. Dia tak mau Tomi sampai murka.

“Test?” Kening Tomi berkerut samar, tampak berpikir. 

“Iya.” Yasmin mengalihkan pandangan seketika kala mendengar namanya di panggil oleh sang petugas kesehatan. “Tom, aku ke sana dulu ya.”  Yasmin pamit  pada Tomi. Tomi membalas dengan mengangguk pelan. Lalu Yasmin melangkah menuju loket pengambilan. Meninggalkan Tomi yang masuk ke ruangan lain.

“Tomi! Ada yang mau aku bicarakan ini sangat penting.” Setelah membaca hasil test barusan. Mata Yasmin berbinar-binar karena hasil test menunjukkan Arion bukanlah anak Tomi. 

Tomi tersentak. Saat baru saja keluar dari ruangan. Yasmin menghadangnya di depan pintu. 

“Baiklah, kita duduk di situ dulu.”

Tomi mengajak Yasmin untuk duduk di ruang tunggu. 

Saat mendengar penjelasan Yasmin. Raut wajah Tomi berubah drastis. Dia terpukul dan terluka kala mengetahui Arion bukanlah putranya ternyata. Pikirannya langsung tertuju pada Meli saat ini. Tanpa pikir panjang dia mengajak Yasmin untuk ke rumahnya, bertemu Meli dan meminta penjelasan wanita itu. 

Sesampainya di rumah, Tomi berteriak memanggil nama Meli. 

“Meli! Di mana kau?!” teriak Tomi. 

Meli yang sedang bersantai di kamarnya terkesiap. Dengan tergesa-gesa dia melangkah pergi keluar. 

“Ada apa Sayang? Kenapa kau berteriak-teriak? Arion sedang tidur siang,” ucapnya seketika. “Kenapa wanita itu ada di sini hah?!” Mata Meli melebar kala melihat Yasmin baru saja masuk ke dalam rumahnya. 

“Diam! Tak usah mengalihkan pembicaraan Meli! Jelaskan padaku Arion anak siapa!” Dengan muka merah padam, Tomi bertanya. 

“Apa maksudmu! Tentu saja, Arionmu, apa wanita ini memperdayaimu lagi!” Meli melayangkan tatapan tajam pada Yasmin. 

Yasmin hanya diam saja. Tak berniat ikut campur urusan Tomi dan juga Meli. 

“Jangan berbohong lagi Meli! Kau pikir aku bodoh! Bukti sudah jelas di depan mata! Jangan-jangan kau bukan istriku juga!” seru Tomi sambil melempar hasil test di hadapan Meli. 

Meli lantas terkejut. Lantas mengambil kertas hasil test tersebut dan membacanya dengan seksama.

Si4lan! Rupanya Yasmin bergerak lebih cepat.

“Ampun Tomi, iya, Arion memang bukan anakmu!” ucapnya sambil bersujud di hadapan Tomi seketika. “Arion, hanyalah bayi kecil yang tak sengaja aku temukan saat menemukan kau juga di pesisir pantai…” Netra Meli terkaca-kaca, menatap sendu mata Tomi. 

Tomi tak mampu mengeluarkan suaranya sekarang. Berarti benar jika dirinya adalah suami Yasmin, yang telah lama menghilang. 

“Aku minta maaf Tomi. Saat itu aku tak tahu kalau kau sudah memiliki istri … tapi kita sudah menikah secara sah, Tomi.” Mata Meli sudah banjir dengan genangan air mata. 

Jantung Tomi semakin mencelos. Wanita yang ternyata dia kira istrinya ternyata bukan. Dia merasa dipermainkan. Ditambah lagi akibat kepergiannya membuat istri sahnya menderita selama ini. “Mulai detik ini aku jatuhkan ta-“

“Tidak! Kau tak bisa menalakku Tomi. Aku sedang hamil anakmu!” Meli langsung menyela.

Terpopuler

Comments

EBI

EBI

hadueh

2023-08-07

0

ria

ria

hadeew..bisa saja wanita ular ini cari2 alasan supaya cakra gk pergi darix..
kalau cakra telah kembali kepada yasmin..semoga arion juga dibawa serta sama kalian..kasiaan..
anggap saja arion anak kalian sendiri..
semangat cakra yasmin..

2023-08-07

0

ria

ria

yes..rasain kamu meli

2023-08-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!