"Jangan asal tuduh Mel!" teriak Yasmin seketika. Dia tak mengira akan dituduh Meli.
Tomi pun menghampiri Meli dan Yasmin. Sementara, Yanti berdiri paling belakang sambil menatap Arion yang masih berada di gendongan Meli. Dia memberi kode pada Arion untuk jangan memberitahu Tomi dan juga Meli. Namun, Arion hanya diam saja.
"Apa?! Kau tak terima, lalu mengapa anakku bsa di tempatmu ha!" pekik Meli lalu melirik Tomi ke samping. "Mas! Laporkan wanita ini ke polisi!"
Tomi enggan menanggapi. Pria itu yakin ada sesuatu yang tidak beres. Dia masih menggunakan logikanya. Tidak mungkin juga Yasmin menculik Arion lalu mengembalikan anaknya seketika dalam hitungan jam.
"Anakmu yang datang ke rumahku sendiri! Kau salahkan saja Yanti, babysittermu itu! Dia pergi keluar dan meninggalkan Arion sendirian di rumah! Oh ya, satu lagi dia juga memukul-mukul anakmu," jelas Yasmin sambil menatap tajam Yanti.
Yanti tampak ketakutan. Sementara Tomi langsung mengalihkan pandangan ke arah Yanti lalu melayangkan tatapan dingin.
"Dasar pembohong! Tidak mungkin Yanti memukul Arion. Sejak kecil yang mengurus Arion adalah dia!" Sekali lagi Meli memekik histeris.
Yasmin mendengus kasar karena Meli benar-benar keras kepala. "Terserah! Kau mau percaya atau tidak! Aku punya bukti kalau Arion sendirilah yang datang ke rumahku! Kalau kau masih menuduhku lagi! Aku akan menuntut balik kau, atas nama pencemaran nama baik! Apa kau berani hah!" katanya dengan penuh penekanan.
Meli langsung terdiam. Tanpa mendengar tanggapan Tomi dan Meli, Yasmin bergegas melangkah ke dalam rumah mengambil rekaman CCTV yang berada di luar rumah. Meninggalkan Tomi mengambil alih Arion dari tubuh Meli.
"Yanti! Ke sini kau!" titah Tomi sambil mendekap Arion.
Dengan takut-takut Yanti melangkah lalu berdiri sambil menundukkan kepalanya.
"Arion, apa benar kak Yanti pergi keluar tadi?"
Arion tak langsung menjawab. Dia malah memeluk erat tubuh Ayahnya lalu berbisik pelan di telinga Tomi. Mata Tomi seketika membulat mendengar perkataan anaknya. Entah apa yang disampaikan Arion. Namun, membuat Tomi menatap nyalang Yanti.
Yanti melirik ke kanan dan ke kiri, tengah mengambil ancang-ancang untuk berlari dari sini sekarang.
Meli mengerutkan dahinya, melihat ekspresi Tomi. Dia pemasaran apa yang dibisikkan Arion pada Tomi.
"Ini! Lihatlah rekaman ini. Arion datang ke rumahku dalam keadaan lapar, aku heran apa kalian tidak memberinya makan?" Yasmin baru saja datang dan langsung menyodorkan ponsel mininya kepada Tomi. Tomi mengambil benda tersebut dari tangan Yasmin.
Meli mengedipkan cepat matanya berharap Arion tak memberitahu Yasmin jika diri juga seringkali memukul Arion. Dia pun mendekatkan tubuhnya di dekat Tomi dan menonton tayangan beberapa menit, menampilkan Arion berjalan menuju rumah Yasmin sambil memegang perut munggilnya. Setelah menonton tayangan tersebut. Tangan sebelah kirinya Tomi terkepal kuat. Arion ketakutan saat melihat Ayahnya marah sekarang, menatap Yasmin dan meminta di gendong. Yasmin bergerak cepat lalu mengambil paksa Arion.
Meli mencebikkan bibir, melihat kedekatan Yasmin dan Arion.
"Biadap! Apa yang kau lakukan dengan anakku!!!" seru Tomi dengan mata melotot dan urat-urat di lehernya menyembul keluar.
"Aku- ahk!" Belum sempat Yanti berlari. Tangannya sudah dicekal Tomi dengan sangat kuat.
"Mau lari kemana kau! Mulai detik ini kau dipecat, Meli cepat telepon polisi!" Tomi semakin memegang kuat tangan Yanti. Yanti menjerit kesakitan hingga para tetangga penasaran dan keluar rumah, ingin melihat apa yang terjadi.
"Mas, kita beri hukuman saja dia. Kasihan Yanti kalau masuk penjara, walau bagaimanapun dia dulu pernah menjaga Arion," kata Meli, kurang setuju dengan pendapat Tomi.
Tomi menatap nyalang Meli seketika. "Kau masih membelanya? Wanita yang menyiksa anakku! Memang pantas untuk di penjara!"
"Tapi Mas–" Meli tak mau Yanti sampai di penjara karena untuk ke depannya, Tomi pasti tak mau memperkerjakan asisten rumah dan otomatisas, dialah yang akan membersihkan rumah, memasak, menyapu dan mengepel bahkan mengasuh Arion.
"Diam! Aku tak butuh pendapatmu!"
Mendapat tatapan mematikan, Meli tersentak. Wanita itu langsung bungkam.
"Yasmin, tolong telepon polisi sekarang!" Tanpa mendengarkan rintihan kesakitan Yanti. Tomi meminta Yasmin menghubungi penyidik.
Yasmin langsung mengangguk paham dan menelepon pihak kepolisian.
*
*
*
Selang beberapa menit, kediaman Tomi sudah lenggang. Tak ada lagi suara sirene polisi terdengar di komplek. Yanti sudah dibawa oleh pihak berwajib ke kantor polisi. Untuk saja ada CCTV serta pengakuan Arion dan hasil visum luka-luka di tubuhnya.
Selama proses penangkapan Meli juga takut-takut jika Arion memberitahu dia juga pernah menyiksa anaknya itu. Namun, dia sedikit bernapas lega, Arion hanya menjelaskan kejadian yang menimpanya tadi.
Saat ini, Tomi baru saja membersihkan diri dan memakai pakaian malam. Sementara, Meli menunggu suaminya dengan duduk di tepi ranjang.
"Mas, mengapa Yasmin ada di rumah ini?" Sedari tadi Meli merengut kesal karena Yasmin berada di rumah bersama Arion.
"Apa? Arion membutuhkan dia, Mel! Seharusnya kau sebagai seorang ibu bisa menenangkan anakmu! Tapi apa? Kau malah membela Yanti! Aku kecewa denganmu." Tomi menatap dingin Meli.
"Mas, aku—" Meli bangkit berdiri. Lalu melangkah perlahan mendekati Tomi.
"Sudahlah! Aku malas mendengar penjelasanmu!" potong Tomi cepat sambil melenggang pergi keluar.
"Argh! Si4lan! Awas kau, Yasmin!" Selepas kepergian Tomi, Meli menjerit histeris di dalam kamarnya.
***
Sesampainya di luar, Tomi tersenyum tipis. Melihat Arion tengah bermain bersama Yasmin di ruang tengah. Sedari tadi Arion berada di gendongan Yasmin. Anak kecil itu nampak nyaman.
"Arion, ayo tidur, hari sudah malam," kata Tomi seketika. Lantas Yasmin dan Arion menoleh ke sumber suara.
"Alion mau dibacain dongeng sama Tante Yasmin, boleh nggak, Yah?" Arion menunjukkan mata memelasnya.
Tomi tersenyum simpul. "Tanyakan dulu sama Tante Yasmin, mau atau tidak?"
Arion mengalihkan pandangan ke arah Yasmin. "Tante, bacain Alion dongeng ya, please."
Sambil mengangguk Yasmin melempar senyum tipis.
"Yes!" Arion mengangkat kedua tangannya ke udara seketika.
Yasmin dan Tomi terkekeh pelan, melihat tingkah lucu Arion.
"Maaf Yasmin, aku merepotkanmu, kalau mau menginap di sini pun tak apa," ucap Tomi setelahnya.
"Tak usah Tom, setelah aku menidurkan Arion, aku akan pulang."
"Baiklah, terserah kau saja, Yas." Entah mengapa melihat senyuman Yasmin, membuat jantung Tomi berdebar-debar tak karuan saat ini.
Tepat pukul sembilan malam. Arion sudah di kamar bersama Yasmin. Keduanya sedang berbaring sambil membaca buku dongeng bergambar hewan-hewan.
"Arion tahu nggak ini warna apa?" tanya Yasmin, ingin mengetes pengetahuan Arion. Dia menunjuk kupu-kupu besar berwarna biru.
"Hijau, hoammm," sahut Arion cepat sambil menguap pelan.
Dahi Yasmin berkerut samar. Sepertinya Arion masih sulit membedakan warna. "Ayo, dilihat lagi warna apa?"
"Hijau, Tante. Hijau, 'kan?" Arion mendongakkan kepalanya, menatap Yasmin.
"Bukan Sayang, ini warna biru ya."
Arion hanya diam saja. Lalu mengalihkan pandangan ke arah buku. Melihat seksama kupu-kupu tersebut.
Yasmin tersenyum tipis, melihat reaksi Arion yang mungkin baru saja menyadari kesalahannya.
"Nah sekarang ini warna apa?" Yasmin menunjuk bunga matahari berwarna kuning sekarang.
"Warna abu-abu," sahut Arion tegas.
Sekarang dahi Yasmin berkerut amat kuat. Dia semakin heran, mengapa Arion tak bisa membedakan warna terang. Dia pun kembali bertanya pada Arion warna-warna hewan di buku.
"Itu juga warna abu-abu Tante," jawab Arion saat di tanya warna matahari.
Yasmin tergelak dan baru menyadari satu hal. Jika Arion mengalami buta warna parsial yang tidak bisa membedakan warna merah, hijau, biru dan kuning. Setahunya penyakit ini dari keturunan dari Ayahnya dan Tomi sama sekali tak buta warna. Sebab kemarin ketika di jalan raya, Tomi bisa membedakan rambu lalu-lintas.
"Arion sekarang tidur ya, biar besok bisa bangun cepat." Yasmin menutup perlahan buku dongeng tersebut.
Arion mengangguk pelan lalu memeluk Yasmin.
Yasmin mendekap erat tubuh munggil Arion lalu secara diam-diam mencabut pelan rambut Arion. Dia berencana akan mencocokkan DNA Tomi dan Arion.
...****************...
Guys, polisinya gercep ya. Kalau di negara wakanda, seminggu atau sebulan baru bisa di proses. Harap dimaklumi, ini dunia novel 🙏🤭
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
zahra ou
yasmine gercep nih
smg tetep syang rion ya
kasian rion
2023-10-16
0
ria
semangat yasmin..
2023-08-05
0
ria
nah ..ketauan kalo arion bukan darah daging tomi
2023-08-05
0