Arion, Anak Siapa?

Dengan tergesa-gesa Yasmin meletakkan kepala Arion di atas bangku lalu bangkit berdiri. Dia menundukkan wajahnya seketika, tak mau Tomi melihat matanya yang semakin membengkak karena sudah puas menangis seharian.

"Kalau begitu aku pulang dulu, Tom. Selamat malam." Dengan suara seraknya, Yasmin berkata melangkahkan kakinya dengan sangat cepat, tanpa mendengarkan terlebih dahulu tanggapan Tomi.

Tomi membeku. Dia menatap nanar punggung Yasmin, menghilang dari pandangannya.

"Ada apa denganku," gumamnya, pelan sambil memegang pipinya yang sudah basah dengan air mata. Tomi tak mengerti akan respon tubuhnya saat ini.

Ketika mendengar lenguhan Arion, Tomi memutuskan pulang ke rumah, sebelum Arion terbangun tiba-tiba. Sesampainya di rumah, Tomi langsung membaringkan Arion di atas kasurnya lalu menatap seksama putra semata wayangnya itu.

"Sayang, syukurlah, kau sudah pulang." Meli menyelenong masuk ke dalam kamar Arion. Wanita itu kini telah mengganti pakaiannya dengan pakaian dinas malamnya, berwarna merah marron, hingga menampakkan belahan dadanya. Malam ini dia berencana ingin mengajak Tomi melakukan hubungan suami-istri, setelah sekian lama tak saling memadu kasih.

Tomi tak berniat sekalipun menoleh ke sumber suara. Pria itu menatap lurus ke arah putranya, tampak berpikir keras.

Melihat hal itu, Meli mengernyitkan dahi sedikit lalu merangkul tangan Tomi seketika.

"Sayang, Arion kan sudah tidur. Ayo kita beristirahat, malam ini aku akan mengurutmu, bagaimana?" katanya sambil mengelus-elus pelan dada bidang Tomi.

Tomi melirik Meli. Matanya mengamati pakaian yang dikenakan Meli sejenak. Lalu menurunkan tangan Meli dari tangannya perlahan-lahan.

Dahi Meli semakin berkerut kuat, melihat respon suaminya itu.

"Tunda dulu Meli, ada yang ingin aku tanyakan padamu sekarang. Ayo kita ke kamar," ucapnya datar lalu melangkah pergi keluar, melewati Meli seketika.

Meli berdecak kesal sejenak. Dengan bibir merengut ke bawah, Meli berjalan cepat menuju kamarnya.

"Ada apa Sayang, mengapa kau membelakangiku?" Meli berusaha merayu Tomi. Dia memeluk Tomi dari belakang. Tomi malah melepas tangannya dan membalikkan badan.

"Mel, katakan padaku sekarang, apa kau benar-benar istriku?" tanya Tomi sambil mengangkat alis matanya sedikit.

"Apa maksudmu Sayang, tentu saja aku istrimu, apa Yasmin mulai memperdayamu lagi hah!?" Meli mulai tersulut emosi kala mendapat pertanyaan dari Tomi saat ini, seakan meragukannya.

"Yasmin tak mengatakan apapun padaku, Mel. Malahan dia akan pergi besok dan tak tinggal di sebelah lagi. Mengapa kau mudah sekali marah, Meli? Aku kan hanya bertanya," kata Tomi, menatap curiga.

Di dalam hatinya, Meli senang karena Yasmin akhirnya menyerah. Namun sekarang, Meli tergugu saat Tomi melayangkan tatapan aneh padanya. Dia langsung mengendurkan rahangnya.

"Hehe, benarkah? Bukan begitu Tom, hanya saja aku takut kalau dia mau merebut kau dariku."

Tomi enggan menanggapi Meli. Dia malah menatap manik Meli, yang menurutnya menyimpan sesuatu.

"Ya sudah kalau begitu kita tidur yuk," kata Meli kemudian.

"Belum, aku belum selesai Meli. Aku baru ingat, dulu saat aku operasi usus buntu, aku tak ingat apapun saat aku sadar. Dan kau berdiri di sampingku, mengatakan kalau aku adalah suamimu. Tapi, mengapa aku merasa ada janggal waktu itu. Sekarang aku ingin bertanya, sebelum aku di rumah sakit, apa yang aku lakukan sehingga usus buntuku bisa pecah Meli?"

Tomi baru saja teringat jika beberapa tahun silam. Dia terbangun di rumah sakit lalu melihat seorang wanita berdiri di sampingnya bersama Arion di gendongannya. Dia pun bingung mengapa bisa di rumah sakit.

Waktu itu Dokter mengatakan usus buntunya pecah karena trauma atau cedera sehingga menyebabkan ingatannya sebagian hilang, alias amnesia sementara. Tomi manut-manut saja meski banyak pertanyaan yang ingin dia lontarkan. Terlebih lagi adanya Meli dan Arion yang terasa sangat asing baginya. Namun, Tomi percaya ketika melihat foto pernikahannya dengan Meli dan melihat foto dia tengah menggendong Arion saat putranya masih bayi.

Meli tampak salah tingkah. Keringat mulai menjalar di telapak tangannya. Dia mulai mencari alasan di dalam benaknya.

"Janggal apanya Sayang, waktu itu kau sedang—"

"Stop, ternyata kau tak bisa menjawab pertanyaanku dengan mudah. Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres di sini," potong Tomi sambil menatap dingin.

Meli bergidik ngeri. Dengan susah payah ia menelan air ludahnya. Secepat kilat ia melempar senyum tipis dan meraih tangan Tomi."Sayang, waktu itu kau jatuh dari motor. Usus buntumu–"

"Hentikan! Jangan berbicara lagi, Meli!" Tomi menghentak kasar tangan Meli seketika.

Meli tersentak.

"Malam ini, aku akan tidur di kamar Arion! Kalau aku memang suamimu buktikanlah! Bukan hanya foto saja! Siapa tahu itu photoshop juga!" Tomi menyeringai sejenak lalu melangkah keluar kamar.

Meli menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Menahan kesal. Dia mengambil cepat ponsel di atas nakas lalu mengetik sesuatu di layar ponselnya itu.

"Ck! Kenapa tidak dibalasnya sih!" cicit Meli karena pesannya hanya dibaca saja. Dia pun memutuskan menghubungi nomor tersebut.

"Halo! Ke mana saja kau ha! Kenapa kau susah sekali dihubungi! Gawat! Tomi mulai curiga dengan rencana kita, aku tidak mau tahu! Yasmin harus segera pergi dari sini! Kau paham!" kata Meli seketika pada seseorang di balik ponsel.

Di sisi lain, tepatnya di kamar Arion. Tomi duduk di tepi ranjang sambil berusaha memukul-mukul kepalanya. Kini dia kebingungan, harus percaya Meli atau Yasmin.

"Kalau Yasmin memang benar istriku, kenapa aku tidak ingat sama sekali!" Tomi menjambak kasar rambutnya lalu mengalihkan pandangan ke arah Arion, sedang tertidur pulas.

"Lalu Arion siapa? Argh!" teriaknya di dalam hati, frustasi. Pikirannya benar-benar kacau sekarang.

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

meski. ilang ingatan tapi. melly uda di kelonin aduh melas men dpet bekass

2024-03-26

0

ria

ria

semangaat yasmin..
sabar yasmin..mulai ada titik terang yasmin..
tomi sdh mulai curiga siapa meli..
siapa arion juga siapa dirix sendiri..

2023-08-07

0

ria

ria

meli bener2 ular...licik..
menghalalkan segala cara untuk mendapatkn sesuatu yg bukan hakx

2023-08-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!