Keesokan paginya, matahari nampak malu-malu menyembul keluar. Padahal jarum jam mulai bergerak menuju pukul enam pagi. Di sebuah kamar munggil yang di dominasi warna putih, wanita bersurai hitam panjang melenguh sesaat, begitu pula dengan bocah munggil yang berada dalam pelukannya.
Tanpa di sengaja Yasmin dan Arion membuka matanya secara bersamaan. Arion menguap lebar. Yasmin terkekeh pelan, melihat wajah bangun tidur Arion yang nampak menggemaskan menurutnya.
"Hoamm, Tante Yasmin..." panggil Arion kemudian.
"Iya Sayang." Yasmin mengusap pelan pipi tembam Arion lalu mengulas senyum tipis.
"Tante, Arion boleh manggil Tante, Bunda nggak, Alion pengen Tante jadi bundanya Alion."
Mendengar perkataan Arion barusan, Yasmin melempar senyum tipis. Hatinya menghangat ketika Arion sendirilah yang menginginkan dirinya sebagai Bundanya. Seandainya saja ia memiliki buah hati bersama Cakra. Pasti dia sangat bahagia saat ini.
"Tentu saja boleh, Sayang." Yasmin melempar senyum lebar sembari mengacak-acak pelan rambut hitam Arion.
"Yei! Alion punya Bunda baru!" Arion tampak bergembira. Dia berteriak dengan lantang memenuhi seluruh ruangan kamar, hingga Tomi yang mendengar dari sela-sela pintu kamar, mengulas senyum tipis.
Beberapa menit sebelumnya, dia ingin melihat keadaan Arion dan Yasmin. Ketika sampai di depan pintu, langkah kaki Tomi terhenti. Dia tak sengaja mendengarkan perbincangan keduanya. Tomi senang, mendengar Arion sudah tertawa di pagi hari. Yang artinya anaknya baik-baik saja. Tomi pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar kala mendengar Yasmin mengajak Arion untuk mandi pagi.
Kembali, ke dalam kamar.
"Ayo, kita mandi ya. Biar badannya segar dan sehat!" sahut Yasmin sambil duduk di tempat tidur.
"Siap 45, Bunda! Hihi!" Arion cekikikan setelahnya. Secepat kilat ia turun dari ranjang dan berlarian menuju kamar mandi. Meninggalkan Yasmin menggeleng pelan sambil mengulum senyum, melihat tingkah lucu Arion. Dia pun menyusul Arion masuk ke dalam kamar mandi dan mulai memandikan Arion.
Saat membuka pakaian tidur Arion, mata Yasmin melebar, melihat bekas lebam di sekujur tubuh bocah itu. Dia dapat menebak luka tersebut, didapatkan Arion bukan hanya kemarin malam saja. Luka-luka tersebut sangatlah banyak dan sedikit membiru di beberapa tempat.
Semalam saat petugas ingin melihat keadaan tubuh Arion. Arion nampak malu-malu dan tak mau tubuhnya di sentuh kecuali orang-orang tertentu.
Yasmin tentu saja penasaran, mengapa Yanti sangatlah tega, menyiksa anak kecil tak berdosa ini.
"Alion, kakak Yanti, pukul Alion setiap hari ya?" Yasmin mencoba bertanya langsung pada Arion.
Mendengar kata pukul, wajah Arion berubah muram dan tertunduk dalam. Dia tak langsung menjawab.
Menyadari perubahan raut wajah Arion. Yasmin semakin penasaran.
"Nggak kenapa-kenapa Sayang, cerita sama Bunda yuk, jangan takut. Kakak Yanti sudah nggak ada di sini kok." Yasmin mencoba membujuk Arion.
"Kakak Yanti baru dua kali pukul Alion," ucap Arion tanpa memandang Yasmin.
Yasmin tergelak sejenak. Matanya berkedip-kedip cepat. Perkataan Arion memperjelas bahwa ada orang lain yang memukulnya selain Yanti. Dia langsung memegang pundak Arion dan menatap dalam bola mata bocah tersebut.
"Terus siapa Sayang?" tanyanya, penasaran.
Arion langsung menundukkan pandangannya. Yasmin menghela napas berat. Kala Arion enggan menjawab. Pikiran Yasmin langsung tertuju pada Meli.
'Apa mungkin Meli? Tapi kan dia ibunya?'
Yasmin bergelut sendiri dengan batinnya. Namun, perkataannya kepada Meli semalam. Membuat Yasmin yakin ada yang tidak beres. Tadi malam, ketika dia memeriksa CCTV rekaman Arion. Ada tayangan yang terekam beberapa hari lalu, menampakkan Meli sedang didatangi seseorang di depan rumah. Yasmin tak melihat dengan jelas sosok tersebut, karena terhalang daun di atas pohon yang menutupi kamera pengintai.
Lantas Yasmin pun berbisik pelan di telinga Meli. "Aku tahu semua tentangmu, Meli. Jangan pikir aku tak melihat kau bertemu dengan seorang pria kemarin. Kaulah yang ular sesungguhnya."
Yasmin hanya berkata asal saja. Dia pun tak menyangka jika Meli sampai ketakutan, kala mendengar perkataannya. Berarti benar pula tebakannya. Jika itu adalah seorang pria. Yasmin pun bertekad akan mencari tahu siapa pria yang di dalam rekaman tersebut. Banyak kejanggalan yang Yasmin dapatkan selama tinggal di sekitar Tomi. Dia berharap semua teka-teki ini dapat segera terungkap.
Selang beberapa menit, setelah memandikan Arion. Yasmin pun pamit ingin pulang ke rumah.
"Arion, Bunda pulang dulu ya, nanti Bunda main ke sini lagi," ucapnya sambil mengelus pelan kepala Arion.
"Iya Bunda, jangan lama-lama ya." Arion mendongakkan kepalanya ke atas sejenak kemudian melempar senyum lebar.
Yasmin pun bergegas keluar rumah Tomi. Dia ingin pamit pada Tomi, tapi, tak ada sahutan dari kamar pria itu. Dia berencana mengirimkan Tomi pesan nanti saja.
Saat sampai di luar rumah, langkah kaki Yasmin terhenti ketika kepalanya tiba-tiba di lempari sesuatu hingga membuat keningnya berdarah.
"Ahk!" pekik Yasmin. Secepat kilat ia mencari sang pelaku dan betapa terkejutnya dia melihat para ibu-ibu melemparinya batu sambil berteriak-teriak mengatakan dia pelakor.
Yasmin berusaha melindungi kepalanya kala batu di lempar kepadanya bertubi-tubi sekarang.
"Dasar pelakor!"
"Rasakan ini!"
"Mati saja kau, pelakor!"
Dari dalam rumah, Meli tersenyum lebar melihat Yasmin dilempari batu oleh ibu-ibu komplek. Tadi, saat dia membeli sayur di depan rumah, dia menyebar fitnah pada para tetangga dan mengatakan kalau Yasmin telah berani menginap di rumahnya hingga membuat dia dan Tomi berkelahi hebat semalam.
"Ahk! Hentikan!" teriak Yasmin, menahan rasa perih di kepala dan tubuhnya. Netranya mulai berkaca-kaca. Namun, ibu-ibu berdaster itu tak peduli malah melempar batu ke arah Yasmin lagi.
"Stop! Apa-apaan ini?!" Dengan merentangkan tangan, Tomi berteriak. Lalu berdiri di depan Yasmin, berusaha menghadang batu agar tak mengenai tubuh Yasmin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
ria
sabar yasmin..sebentar lagi akan terungkap semuax..
meli..kamu bodo banget..
secara gk sengaja akan kebongkar siapa kamu sebenarx..kejahatanmu yg suka menyiksa arion dan kebenaran tentang siapa tomi sebenarx juga siapa arion sebenarx
2023-08-05
0