Falensia dengan Penyesalan

Saat ini Falensia dan Langit sedang duduk di rooftop rumah sakit. Tidak mudah bagi Langit untuk sampai di rooftop berdua dengan Falensia seperti saat ini. Langit harus menyakinkan Jennie begitu lama, Langit menyetujui untuk berbicara dengan Falensia, karena Langit ingin semuanya baik-baik saja.

Tidak ada rasa sakit hati, karena sama-sama mengakhiri dengan cara yang baik. Tidak baik juga harus memiliki hubungan yang buruk dengan mantan istri, terlebih lagi nanti akan menjadi kakak iparnya. Jennie akhirnya melepaskan Langit untuk bertemu dengan Falensia, Jennie percaya Langit.

Mereka masih berdiam diri, ditemani pemandangan gedung-gedung, lalu lintas ramai kendaraan, orang lalu lalang dan lainnya. Hingga Langit membuka obrolan.

"Miss Falensia, ada yang ingin saya katakan. Bila Miss ingin mengatakan hal yang ingin Miss katakan, Miss bisa terlebih dahulu untuk mengatakannya," ucap Langit yang sedang menatap awan.

"Aku minta maaf untuk semua perlakuan burukku padamu, aku curang, aku manipulatif dan aku kasar," ungkap Falensia menatap gedung-gedung.

"Saya sudah memaafkannya, Miss," ucap Langit.

"Falensia, panggil Falensia. Langit, bisakah kita kembali? Masih ada kesempatan untuk ku? Aku janji, aku akan berubah dan memperlakukanmu dengan baik," pinta Falensia.

"Ah, Iya Unn. Maaf, Minggu ini aku dan Jennie akan menikah. Aku akan memulai hidup baru bersama adikmu, aku meminta restunya Unn," jelas Langit menatap Falensia dan membungkuk.

"Hah, (Falensai membuang nafas secara kasar), dirimu mencintaiku Langit, tidak semudah itu dirimu memalingkan rasa cinta. Dirimu hanya ingin membalasku dengan menjadikan adikku sebagai istrimu, agar aku bisa melihat kemesraan kalin. Dirimu menjadikan adikku pelampiasanmu," papar Falensia.

"Aku masih mencintaimu Unn, tapi tidak ada rasa untuk memilikimu lagi. Maaf jika perkataanku menyakiti hatimu Unn. Aku sudah mulai mencintai Jennie, aku pernah berada di posisi Jennie. Aku Mencintai seseorang yang tidak mencintaiku seperti aku mencintainya. Aku merasakan sakitnya, itu sungguh menyakitkan, dari rasa sakit itu aku mengerti lebih baik memilih orang yang mencintaiku ketimbang harus mengejar cinta orang yang tidak mencintaiku. Jennie bukan pelampiasanku Unn, Jennie adalah obat yang dikirim Tuhan untuk menyembuhkan lukaku" ungkap Langit, tersenyum mendengar kalimat yang di ucapkan Jennie ketika di taman.

"Jika Falensia unnie adalah lukamu, maka aku Jennie Arkan adalah obatmu," Ingatan Langit tentang ucapan Jennie.

DEG ...

Hati Falensia sakit, dadanya di hujami ratusan anak panah. Falensia meneteskan air mata, bagaimana nanti Falensia menghadapi situasi berada di dalam tempat tinggal yang sama dengan mantan suaminya yang nantinya menjadi adik iparnya. Melihat kemesraan adiknya dengan mantan suaminya, itu menyakitkan.

"Unnie, mari bersahabat dengan masa lalu, tidak untuk di ulang dan di kenang, hanya di jadikan pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya. Unnie dan aku berhak bahagia," ajak Langit.

"Bagaimana aku bisa bahagia, cintaku pergi bersama cintanya yang baru. Cintanya yang baru adikku sendiri," sesal Falensia.

"Hah?" Langit belum mencerna perkataan Falensia.

"Aku mencintaimu Langit," ungkap Falensia menatap lurus ke mata Langit.

Langit syok untuk beberapa waktu, tapi kesadarannya cepat kembali.

"Terima kasih sudah mencintaiku Unn. Tapi Tuhan menakdirkan hal yang lain, waktuku untuk bersama Unnie sudah habis, Tuhan saat ini sedang memberiku waktu untuk menghabiskan waktu bersama Jennie, aku berharap sampai akhir nafasku," ungkap Langit.

"Kita bisa merubah takdir itu Langit, kita bisa. Aku mencintaimu Langit, ayo kembali. Aku akan melakukan apapun yang dirimu inginkan," desak Falensia sambil memegang kedua tangan Langit.

"Ada takdir yang bisa di rubah dan yang sudah menjadi ketetapan Tuhan. Sekeras apa pun kita merubah takdir jodoh, bila kita tidak berjodoh, Tuhan akan memisahkan kita dengan begitu banyak jalan, Unn. Definisi mencintai itu tidak selamanya harus memiliki Unn, tapi ada satu sisi yang sering dilupakan orang ketika mencintai seseorang. Orang yang mencintai seseorang cenderung melupakan kalimat mencintai tidak harus dengan dimiliki, cukup melihat dia bahagia dengan pilihannya dan kita sudah merasa bahagia. Bila Unnie benar-benar mencintaiku, tolong bersahabatlah dengan masa lalu kita Unn, tolong perbaiki diri Unnie untuk kehidupan Unnue kedepannya dan tolong belajarlah menjadi Mommy yang menjadi favorit Malvin. Jika Unnie mencintaiku," jelas Langit menatap mata Falensia.

"Bolehkah aku memelukmu sekali saja," pinta Falensia dengan tatapan sendu.

"Tentu, Unn," kata Langit membuka kedua tangannya dan Falensia tanpa menunggu waktu lama, dia langsung masuk kedalam pelukan Langit. Dia menangis di sana, dia memeluk erat tubuh Langit, menyalurkan rasa sakit dan cintanya, dia akan melepaskan Langit untuk adiknya.

"Tolong jaga Jennie ku, tolong cintai adik kecilku," pinta Falensia dalam pelukan Langit.

"Iya, Unn, aku akan. Aku akan menjaga dan mencintai Jennie dengan sepenuh hatiku," ucap Langit mengusap punggung Falensia.

"Terima kasih Langit, terima kasih sudah menjadi masa lalu terbaik yang pernah aku miliki. Terima kasih karena sudah memperlakukan aku dan anakku dengan baik, maaf untuk kenangan buruk yang aku berikan pada dirimu. Aku janji akan menjadi versi yang lebih baik lagi untuk kedepannya. Aku mencintaimu Langit dan aku melepasmu," ungkap Falensia bergumam dalam dekapan tubuh Langit.

"Terima kasih Unnie. Kebahagiaan selalu menyertaimu," Langit.

Setelah dirasa Falensia sudah tenang, Langit melepaskan pelukannya, menatap wajah Falensia dan menghapus air mata Falensia dan tak lupa senyum manis yang di tampilkan Langit.

Hatimu tulus, rupamu tampan kenapa aku baru menyadari setelah semuanya terlambat, Langit. Batin Irene

"Menikahlah dengan kekasihmu Unn, segera beritahu Malvin Daddy kandungnya, ciptakan kebahagiaan kalian sendiri Unn,"  jelas Langit sambil menghapus sisa air mata Falensia.

Falensia hanya menganggukkan kepala, dia tidak mampu menjawab pernyataan Langit.

Pertanyaan yang saat ini ada di kepala Falensia adalah bagaimana dia bisa memberi tahu Malvin bahwa Langit bukan Daddy sungguhannya, apa dia bisa bahagia setelah menikah dengan Samudra?. Pertanyaan itu yang saat ini akan terus berputar di kepalanya.

"Aku akan membantu Unnie untuk berbicara dengan Malvin tentang Daddynya," ucap Langit seperti tahu apa yang ada di dalam kepala Falensia.

"Terima kasih," Falensia.

"Iya, Ayo Unnie ini sudah terlalu lama. Aku tidak ingin terjadi kesalah pahaman antara kita dengan Jennie. Ayo masuk ke ruangan Malvin," ajak Langit berdiri terlebih dahulu berjalan menuju ruang Malvin, Falensia menyusul di belakang.

Begitu masuk ruangan Langit tidak melihat keberadaan Jennie, jadi dia bertanya pada Daddy dan Mommy.

"Dad, Mom, dimana Jennie?" tanya Langit.

"Tadi pergi ingin menyusul dirimu dan Falensia," jawab Mommy.

Langit langsung berlari keluar ruangan Malvin untuk mengejar Jennie. Yang ada di pikiran Langit, pasti Jennie melihat dia dan Falensia berpelukan dan sudah pasti Jennie salah paham. Langit berlari sampai di pinggir jalan dia melihat Jennie berjalan cepat, Langit mempercepat larinya memegang tangan Jennie, membalikkan tubuhnya dan memeluk Jennie.

"Apa pun yang Jennie lihat, tolong jangan salah paham. Biarkan Langit menjelaskan. Langit dan Falensia Unnie sudah sepakat untuk bersahabat dengan masa lalu, bukan untuk membuat lembaran baru bersama. Langit meminta restu dari Falensia Unnie. Pelukan tadi hanya untuk saling melepaskan satu sama lain. Langit mencintai Jennie," jelas Langit selama dia memeluk Jennie.

"Benarkah?" tanya Jennie untuk memastikan ucapan Langit.

"Jennie harus percaya dengan Langit. Langit tidak berbohong. I love you Jennie," ungkap  Langit.

"I love you too. Aku mengira kali ini aku gagal lagi, cinta pertama ku kembali bersama Unnieku," ucap Jennie.

"Tidak, Jennie tidak gagal. Jennie berhasil membuat Langit bergairah untuk membalas cinta Jennie. Ayo menikah, kita akan buat kebahagiaan kita sendiri. Maaf bila sampai saat ini Langit belum bisa memberikan materi yang lebih pada Jennie, tapi Langit akan bekerja keras untuk memenuhi hidup Jennie," ungkap Langit bersungguh-sungguh.

"Kebahagiaan tidak di ukur dari uang Hon, cukup cintai aku dan jadikan aku prioritasmu. Uang bisa kita cari bersama, aku yang akan menemanimu hingga dirimu sukses," tutur Jennie.

"Terima kasih, Langit benar-benar mencintai Jennie," ungkap Langit.

"Jennie pun mencintai Langit," balas Jennie.

Langit melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Jennie. Menggenggam tangan Jennie membawa Jennie berjalan ke halte bus.

"Ayo pulang, Honey," ajak Langit.

"Hm," Pipi Jennie memanas, entah kenapa setiap kali mendengar Langit memanggilnya dengan sebutan Honey, jantungnya berdegup kencang.

***

"Aku tinggal disini Hon, maaf tempatnya seperti ini adanya," ucap Langit.

"Tidak masalah, bisakah kita beristirahat Hon" kata Jennie dengan manja.

"Tentu princess," Langit dan Jennie naik ke kasur.

"Selamat istirahat, Hon," ungkap Jennie mencium pipi Langit masuk dalam pelukan Langit.

"Selamat istirahat princess," balas Langit mencium kening Jennie memberikan pelukan hangat untuk kekasihnya. Mereka tidur dengan damai, saling berpelukan satu sama lain.

Episodes
1 Prolog
2 Biarkan Waktu Menjawab
3 Biarkan Waktu Menjawab (2)
4 Dusta
5 Daddy Malvin Kembali
6 Langit
7 Cinta Pertama
8 Di Usir
9 Penyesalan
10 Murka
11 Manipulatif
12 Pencarian
13 Menikah dengan Ku
14 Negosiasi
15 Restu
16 Falensia dengan Penyesalan
17 Hari Bahagia
18 Apa itu Bahagia
19 Palsu
20 Kerja
21 Lagi
22 Keroyok
23 Curhat
24 OTW Paris
25 Hallo Paris
26 Princess Laurent
27 Paris Bencana
28 Rumit
29 Perceraian
30 Percaya
31 Paris
32 Paris (2)
33 Paris 3
34 Paris (4)
35 Back To Korea
36 Back To Korea (2)
37 Daddy dan Aunty Jenjen
38 Daddy dan Aunty Jenjen (2)
39 Daddy dan Aunty Jenjen 3
40 Daddy dan Aunty Jenjen (4)
41 Ada Apa?
42 Kecewa Lagi?
43 Baby Son
44 Baby Son (2)
45 Melepaskan?
46 Melepaskan? (2)
47 Takdir Tuhan
48 Kado untuk Daddy Baby
49 Daddy Baby Masak
50 Daddy Baby Pamit
51 Maaf Daddy Ingkar Janji
52 Samudra
53 Princess Daddy Langit
54 Langit
55 Keajaiban Tuhan
56 Daddy Langit
57 Perjalanan Baby dan Mommy
58 Berhati Malaikat
59 Daddy Mendidik Abang Malvin
60 Membujuk Mommy
61 Daddy CEO
62 Menyambut Diana & Laurent
63 Kedatangan Laurent dan Diana
64 Perubahan
65 The End Of Everyting
66 Flashback Pertengkaran Jesya & Jennie
67 Maaf
68 Fakta
69 Langit
70 Pesan Langit untuk Jennie
71 Hadiah Langit untuk Putrinya
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Prolog
2
Biarkan Waktu Menjawab
3
Biarkan Waktu Menjawab (2)
4
Dusta
5
Daddy Malvin Kembali
6
Langit
7
Cinta Pertama
8
Di Usir
9
Penyesalan
10
Murka
11
Manipulatif
12
Pencarian
13
Menikah dengan Ku
14
Negosiasi
15
Restu
16
Falensia dengan Penyesalan
17
Hari Bahagia
18
Apa itu Bahagia
19
Palsu
20
Kerja
21
Lagi
22
Keroyok
23
Curhat
24
OTW Paris
25
Hallo Paris
26
Princess Laurent
27
Paris Bencana
28
Rumit
29
Perceraian
30
Percaya
31
Paris
32
Paris (2)
33
Paris 3
34
Paris (4)
35
Back To Korea
36
Back To Korea (2)
37
Daddy dan Aunty Jenjen
38
Daddy dan Aunty Jenjen (2)
39
Daddy dan Aunty Jenjen 3
40
Daddy dan Aunty Jenjen (4)
41
Ada Apa?
42
Kecewa Lagi?
43
Baby Son
44
Baby Son (2)
45
Melepaskan?
46
Melepaskan? (2)
47
Takdir Tuhan
48
Kado untuk Daddy Baby
49
Daddy Baby Masak
50
Daddy Baby Pamit
51
Maaf Daddy Ingkar Janji
52
Samudra
53
Princess Daddy Langit
54
Langit
55
Keajaiban Tuhan
56
Daddy Langit
57
Perjalanan Baby dan Mommy
58
Berhati Malaikat
59
Daddy Mendidik Abang Malvin
60
Membujuk Mommy
61
Daddy CEO
62
Menyambut Diana & Laurent
63
Kedatangan Laurent dan Diana
64
Perubahan
65
The End Of Everyting
66
Flashback Pertengkaran Jesya & Jennie
67
Maaf
68
Fakta
69
Langit
70
Pesan Langit untuk Jennie
71
Hadiah Langit untuk Putrinya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!